Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

Sudah lima tahun menikah, tiba-tiba cinta pertama suamiku mengunggah foto sertifikat rumah di instagram. Dia menulis, "Terima kasih Kak Boni sudah memindahkan kepemilikan rumah ini untukku." Aku terkejut melihat alamat di sertifikat itu adalah rumah kami, jadi aku memberikan komentar, "?" Tak lama kemudian, suamiku langsung meneleponku dengan nada marah, "Dia itu ibu tunggal, kasihan sekali. Aku hanya memindahkan kepemilikan rumah supaya anaknya bisa lebih mudah untuk daftar sekolah nantinya. Itu nggak akan mengganggu tempat tinggal kita!" "Kenapa kamu nggak punya hati nurani? Masa nggak bisa sedikit bersimpati?" Di balik telepon, terdengar suara tangisan lembut dari cinta pertamanya. Setengah jam kemudian, cinta pertamanya mengunggah lagi, kali ini menandai aku di unggahannya. Dia memamerkan sebuah mobil mewah seharga dua miliar, lengkap dengan catatan, "Dibayar lunas, seperti kata pepatah, pria yang mencintaimu akan rela menghabiskan uang untukmu." Aku tahu itu hadiah dari suamiku untuk menenangkannya. Tapi kali ini, aku sudah memutuskan untuk bercerai. Bukankah hanya memberinya sertifikat rumah?
Maikling Kwento · Romansa
12.8K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Ditinggal 17 Kali, Kini Aku Pemimpin Mafia

Ditinggal 17 Kali, Kini Aku Pemimpin Mafia

Malam sebelum pernikahan yang ke-17, suamiku, yang seorang mafia, berjanji kali ini pernikahan kami akan tenang tanpa gangguan. "Merry, kali ini aku janji," katanya dengan sungguh-sungguh. "Aku sudah bilang pada Agnes, besok, sekali pun langit runtuh, dia harus menanggungnya sendiri." Kandunganku sudah memasuki bulan kelima. Aku dan Lewis sudah bersama selama tiga tahun. Kini, aku hamil lima bulan, tetapi belum pernah sekali pun kami berhasil menggelar pernikahan. Sebab sebelumnya, dia sudah membatalkan pernikahan kami sebanyak enam belas kali. Setiap kali itu terjadi, alasannya selalu sama, yaitu karena adik angkatnya, Agnes. Pertama, katanya demam. Aku menemaninya semalaman di rumah sakit tanpa sempat ganti gaun pengantin, yang ternyata Agnes hanya flu ringan. Kedua, katanya sakit jantung. Lewis langsung pergi meninggalkanku, padahal sebenarnya dia sedang asyik mengobrol bersama teman-temannya sambil minum teh. Ketiga, katanya takut petir. Lewis meninggalkanku di tengah sumpah pernikahan, membiarkanku berdiri sendirian di depan para tamu. Namun, kali ini berbeda. Tiga hari lalu, aku menerima sepucuk surat dari Vireka Utara. Ayahku, kepala Keluarga Damian, secara pribadi mengirim undangan agar aku pulang. Jika kali ini Lewis masih memilih pergi demi Agnes, maka aku akan menghilang untuk selamanya.
Maikling Kwento · Mafia
5.4K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Kelahiran yang Menghancurkan

Kelahiran yang Menghancurkan

Saat usia kehamilanku sembilan bulan, aku sudah ada di penghujung masa kehamilan, tubuhku terasa berat dengan bayi yang bisa lahir kapan saja. Tapi suamiku, Alexander Santoso, wakil kepala keluarga, justru mengurungku. Dia menahanku di sebuah ruang medis bawah tanah yang dingin dan steril, lalu menyuntikkan obat penahan kontraksi. Saat aku berteriak kesakitan, dia menatapku dengan dingin dan berkata aku harus menahannya. Karena pada saat yang sama, istri almarhum kakaknya, Elisa juga diperkirakan akan melahirkan. Sebuah sumpah darah yang pernah dia buat dengan mendiang kakaknya menyatakan bahwa anak laki-laki sulung akan mewarisi wilayah keluarga di Teluk Barat Jaya yang begitu menguntungkan. "Warisan itu milik anak Elisa," katanya. "Davin sudah tiada, dia benar-benar sendirian dan tak punya apa-apa. Seluruh cintaku tetap untukmu, Alana. Aku hanya butuh dia melahirkan dengan selamat. Setelah itu, barulah giliranmu." Obat itu membuat tubuhku terus-menerus tersiksa. Aku memohon padanya untuk membawaku ke rumah sakit. Dia justru mencekik leherku, memaksaku menatap mata dinginnya. "Berhenti berpura-pura! Aku tahu kau baik-baik saja. Kau cuma berusaha merebut warisan itu." "Untuk mendahului Elisa, kau rela melakukan apa saja." Wajahku pucat, tubuhku bergetar hebat. Dengan sisa tenaga, aku berbisik lirih, "Bayinya akan lahir... aku tidak peduli soal warisan. Aku hanya mencintaimu, dan aku ingin anak kita lahir dengan selamat!" Dia mencibir. "Kalau kau memang sesuci itu, kalau kau benar mencintaiku, kau tak akan pernah memaksa Elisa menandatangani perjanjian pranikah yang membuat anaknya kehilangan hak warisan." "Jangan khawatir, aku akan kembali padamu setelah dia melahirkan. Bagaimanapun, kau mengandung darah dagingku." Sepanjang malam, dia berjaga di depan ruang bersalin Elisa. Baru setelah melihat bayi itu di pelukan Elisa, dia teringat padaku. Dia akhirnya menyuruh tangan kanannya, Raka untuk membebaskanku. Tapi ketika Raka menelepon, suaranya gemetar. "Bos... nyonya dan bayinya... mereka sudah tidak ada." Di saat itu juga, Alexander hancur.
Maikling Kwento · Mafia
55.6K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Antara Penyesalan Dan Pembebasan

Antara Penyesalan Dan Pembebasan

Sejak sahabat masa kecil Irfan meninggal, dia membenciku selama sepuluh tahun penuh. Hari kedua setelah menikah, dia langsung mengajukan diri ke organisasi untuk pergi ke perbatasan. Selama sepuluh tahun itu, aku menulis surat tanpa henti, berusaha menunjukkan ketulusanku. Tapi, balasan yang kuterima selalu hanya satu kalimat. [Kalau kamu benar-benar merasa bersalah, lebih baik cepat mati saja!] Namun, saat aku diculik, dia malah menerobos markas penjahat seorang diri, menembus hujan peluru demi menyelamatkanku. Sebelum meninggal, dengan sisa tenaganya, dia menepis tanganku dengan keras. “Menikah denganmu… adalah penyesalan terbesarku….” “Kalau ada kehidupan berikutnya, kumohon jangan pernah datang menggangguku lagi….” Di pemakaman, ibu Irfan menangis penuh penyesalan. “Anakku, ini salahku… aku nggak seharusnya memaksamu….” Ayah Irfan juga menatapku penuh kebencian. “Kamu sudah membunuh Selina, sekarang juga membunuh anakku. Dasar pembawa sial! Kok kamu nggak mati saja?!” Bahkan komandan yang dulu mati-matian mendukung pernikahan kami hanya bisa menggeleng dan menghela napas. “Ini salahku yang dulu memisahkan mereka, aku benar-benar bersalah pada Irfan.” Semua orang merasa kasihan pada Irfan. Termasuk diriku sendiri. Aku dikeluarkan dari organisasi dan malam itu juga, aku menelan racun di tengah sawah yang sepi. Saat membuka mata kembali, aku mendapati diriku kembali ke malam sebelum pernikahan. Kali ini, aku memutuskan untuk merelakan semuanya.
Read
Idagdag sa library
My Dad's Affair Mistook Me for His Mistress

My Dad's Affair Mistook Me for His Mistress

My dormmate has dropped out of college to get married. Before that, she shares a livestream link on the college forum. She claims her husband has cheated on her, and she wants to stream how she punishes the homewrecker. She asks everyone to share the link and hype the situation up. I don't take her words to heart. To my surprise, she barges into my house with a group of people that afternoon. She trashes the place and screams bloody murder at me. It seems she thinks I'm the homewrecker. It's only from her words that I understand her rich and handsome husband is my father. Well, since she's caused such a scene, it looks like her darling is going to lose his job and leave this family without a penny to his name.
Maikling Kwento · Romance
3.4K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
The Day My Five‑Year‑Old Disappeared

The Day My Five‑Year‑Old Disappeared

"Mommy, you have to be the first person to come pick me up, okay?" These are my daughter Dorothy Grant's final words to me when she walked me out of the house this morning. But when I stand at the kindergarten's entrance with a box of Dorothy's favorite strawberry shortcake in my hands, the security guard just stares at me as though I lost my mind. "Ma'am, this place might be where Sunflower Kindergarten is located, but it has already closed its doors for three years. This place is now a retirement home." I rush into the "kindergarten" instantly. The spot where the slide used to be is now replaced by a row of flowerbeds. The room that used to be the classroom now hosts a bunch of elderly people, who bask in the sunlight. With trembling hands, I call my husband, Chester Grant, on the phone. He sounds very exasperated and exhausted over the phone. "Honey, we've been married for five years, and we choose to be childless. You've never given birth before."
Read
Idagdag sa library
If You Only Had 72 Hours to Live

If You Only Had 72 Hours to Live

The day I decided to donate my body to science, my family gathered around my adopted sister, Hailey, celebrating her acceptance into a cutting-edge experimental treatment program. The one with brain cancer was supposed to be me. But Hailey used my husband Zane's position at the hospital to swap her healthy medical records with my terminal diagnosis, stealing the one chance I had to survive. And the worst part? Everyone cheered her on. The pain became too much. I fought to stay present, only to overhear the nurses whispering, "It's a good thing Dr. Zane secured that spot for Hailey. They said she only had three days left." So, in the last 72 hours of my life, I quietly let go of everything. When I gave Hailey the original manuscripts of my novels I had poured my heart and soul into, my father and brother gave me a satisfied smile. When Zane decided to grant Hailey her dying wish by marrying her, he handed me the divorce papers. I signed without a moment's hesitation. He sighed and praised me for finally being "so reasonable." And when I was the one who coaxed our daughter, Olivia, into calling Hailey "Mommy," Olivia gushed that her new mom was the best. "Don't worry," Zane soothed. "We're just keeping it safe for now. Once she's gone, it'll all come back to you." I gave Hailey everything I had, just like they wanted. So why, when they find out this was all Hailey's vicious lie, do they come crying, saying I'm the one they wanted all along?
Read
Idagdag sa library
My Leech In-laws Coveted What Isn't Theirs

My Leech In-laws Coveted What Isn't Theirs

My wife dies in an accident, leaving me and our son, who's just started kindergarten, behind. I barely make it through the funeral. However, when I get home, my in-laws come knocking with my wife's brother in tow. They want to take over my wife's fortune, including an old bungalow my parents left me for me in the city. I finally realize that my wife has changed me so much that her family has never seen me tearing people's throats out.
Read
Idagdag sa library
Stuck Raising My Uncle's Lovechild

Stuck Raising My Uncle's Lovechild

I'm forced by my mother, Karen Brown, to raise Matt Brown, my uncle Jared Brown's illegitimate son. She justifies the coercion by saying that family should always help each other. I sacrifice everything to raise Matt for over a decade, only to discover that he despises me. It stems entirely from Mom and Uncle Jared telling him that I'm raising him with ulterior motives, that I'll be able to get back double the amount of money I spend on him in the future. I'm lecturing Matt once more about studying hard when he suddenly lashes out in frustration and murders me. Mom and Uncle Jared not only cover up for Matt, but they also take all my assets for themselves. I'm definitely not raising anyone's child now that I have been reborn, as the parents should raise their own child. It has nothing to do with me!
Maikling Kwento · Rebirth
4.4K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
A Prayer for Love

A Prayer for Love

In my previous life, I had been suffering from a terminal illness when I won the lottery.  To my shock, Mommy advised me to forgo treatment and leave the winnings to my younger brother, David, to use for his marriage.  I refused to become an accessory to his future, so, behind my parents’ backs, I donated every bit of it to an orphanage.  When they found out, they were furious. They called me a heartless, ungrateful wretch.  After severing ties with me, they abandoned me at the hospital. On David's birthday, they gathered as a family and celebrated him while I was left to die in the hospital, utterly alone. When I opened my eyes again, I found myself back on the day I had won the lottery.  Recalling the pain and betrayal of my past life, I resolved to leave my parents that very day.  But to my surprise, when I returned home, they had completely changed.  They doted on me and showered me with affection.
Maikling Kwento · Rebirth
5.9K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
PREV
1
...
3031323334
...
50
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status