Selir Yang Terlupakan
Di dalamnya tersusun rapi lipatan kain yang berkilau lembut: warna merah anggur tua, biru gelap seperti tengah malam, dan warna emas pucat yang tampak seperti sinar matahari yang tertangkap di serat kain.
"Bagaimana dengan yang ini, Nona?" Mei Mei mengangkat selembar hanfu dari sutra warna seladon yang lembut, disulam dengan burung bangau berwarna perak yang tampak seolah terbang di atas awan saat kain itu bergerak. "Atau mungkin yang warna ungu keraton? Itu pasti akan sangat menonjolkan kecantikan mata Nona."
"Warna seladon," pilihku sambil tersenyum manis. "Aku ingin memakai yang seladon itu."