ISTRI YANG DISIA-SIAKAN
Dia lupa, perempuan itu paling takluk dengan sentuhannya.
“Iya, Sayang! Sore aku ke apartemen kamu, ya! Sekarang kamu pulang dulu. Kamu tahu ‘kan aku sudah punya istri, jadi beri aku waktu menyelesaikan semuanya dulu!” tukas Arlan dengan suara lembut.
“Oke, ya! Janji loh! Aku tunggu kamu!” tukas Lusi. Satu kecupan kembali mendarat pada bibir Arlan sebelum gadis dengan balutan pakaian seksi itu berlalu.