Aku sering nyanyiin lagu-lagu pop sambil berusaha menerjemahkannya ke Bahasa Indonesia, dan 'Paper Rings' selalu bikin aku berhenti sejenak karena puitiknya sederhana tapi penuh warna. Pertama-tama, aku biasanya mulai dengan terjemahan literal supaya makna dasar tersimpan — misalnya 'paper rings' jadi 'cincin kertas' atau 'cincin dari kertas'. Itu langsung mempertahankan citra visual yang lucu dan sedikit nakal; orang Indonesia juga paham gambarnya, jadi seringkali saya memilih untuk tidak mengabstraksi menjadi metafora lain seperti 'janji sederhana', kecuali kalau konteks musiknya menuntut nuansa yang berbeda.
Setelah itu aku bikin versi adaptasi yang bisa dinyanyikan: mengecek jumlah suku kata, penekanan kata, dan mencoba mempertahankan rima atau alur melodi. Lagu ini penuh humor dan kebahagiaan rumah tangga, jadi saya berusaha mempertahankan kata-kata informal seperti 'I want to drive away and never come back' yang bisa jadi 'aku mau kabur jauh dan tak kembali', atau disingkat jadi 'aku mau kabur dan tak kembali' agar tetap mengalir. Pilihan kosakata juga penting — saya lebih suka kata-kata sehari-hari daripada yang terlalu baku karena vokal dan emosi harus terpancar saat dinyanyikan.
Selain itu, aku suka menuliskan dua versi: versi makna (literal) dan versi panggung (dinamis, bisa dinyanyikan). Versi makna berguna untuk orang yang ingin memahami cerita; versi panggung berguna kalau mau cover. Kalau ada referensi budaya yang terlalu Amerika, kadang-kadang aku mempertahankan aslinya sebagai nuansa asing, atau mengganti dengan padanan lokal yang punya efek emosional serupa. Menyelesaikannya terasa seperti merajut ulang perasaan, dan aku selalu senang ketika terjemahan itu masih bisa bikin pipiku tersenyum saat menyanyinya.