author-banner
Raden Arya
Raden Arya
Author

Novels by Raden Arya

Pewaris Kekuatan Alam Semesta

Pewaris Kekuatan Alam Semesta

Di sebuah dunia di mana kekuatan elemen menentukan martabat dan derajat seseorang, Itachi tumbuh sebagai anak yang dianggap lemah dan tidak berbakat. Di desa Aokami, di mana anak-anak seusianya telah menguasai api, angin, atau tanah sejak kecil, Itachi hanya mampu menyalakan percikan kecil yang segera padam. Cemoohan, ejekan, bahkan penolakan menjadi makanan di setiap harinya. Namun, takdir Itachi jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkan siapa pun. Pada ulang tahunnya yang ke-15, sebuah peristiwa langit yang langka terjadi. Gerhana Kosmik. Pada malam itu, segel kuno yang tersembunyi dalam darahnya terpecah, membangkitkan kekuatan yang telah lama tersembunyi, kekuatan elemen alam semesta. Tidak hanya satu, tetapi seluruh elemen, yaitu api yang membara, air yang menenangkan, angin yang menggulung, tanah yang kokoh, petir yang menyambar, dan bahkan kekuatan langit dan bintang. Dari seorang anak yang diremehkan, Itachi berubah menjadi kunci keseimbangan dunia. Namun, kekuatan besar selalu datang dengan ujian yang berat. Sekte Kegelapan yang selama ini mengintai kebangkitan kekuatan elemen alam semesta langsung bergerak ketika mengetahuinya. Itachi harus belajar menguasai semua elemen, menemukan jati dirinya, dan membuktikan bahwa dirinya bukanlah anak yang lemah. Perjalanan Itachi bukan hanya tentang kekuatan, tetapi tentang bagaimana seorang anak yang dianggap hina dapat menjadi pahlawan yang mengubah nasib dunia.
Read
Chapter: 94
Itachi berdiri beberapa saat di depan gerbang batu yang kini telah kembali tertutup. Permukaan batu itu terlihat biasa saja, seolah tidak pernah ada ujian apa pun di baliknya. Namun tubuh Itachi masih merasakan sisa dingin dari roh kegelapan yang menyatu dengannya.Aoka melangkah mendekat. Ia tidak menyentuh Itachi, hanya berdiri di sampingnya, memastikan bahwa keberadaannya nyata.“Kau benar-benar berubah,” kata Aoka pelan. “Auramu… berbeda.”Itachi mengangguk. “Aku tidak merasa lebih kuat,” jawabnya jujur. “Tapi pikiranku lebih tenang. Suara-suara yang biasanya muncul saat aku ragu… sekarang lebih sunyi.”Aoka menatap wajah Itachi. Ia tahu perjalanan barusan bukan ujian biasa. Roh kegelapan tidak meninggalkan bekas luka fisik, tetapi selalu meninggalkan bekas di dalam diri.“Fenrir?” panggil Aoka.Cahaya biru pucat muncul di udara di depan mereka. Wujud Fenrir masih belum sepenuhnya solid, namun sinarnya lebih stabil dari sebelumnya.“Ujian roh kegelapan telah selesai,” kata Fenrir.
Last Updated: 2025-12-16
Chapter: Bab 93
Gelap itu terus membesar sampai memenuhi seluruh ruang. Tidak ada lagi arah, tidak ada atas atau bawah. Itachi seperti berdiri di tengah pusaran kegelapan yang berubah menjadi dinding cair, mengalir pelan seperti tinta hidup.Perlahan-lahan, kegelapan itu mulai merayap ke kakinya. Bukan seperti kabut, tetapi lebih seperti tangan-tangan halus yang mencoba menariknya masuk, menggigit pikirannya dari bawah.Itachi menggertakkan gigi, memaksa tubuhnya tetap tegak. Namun setelah beberapa detik, lututnya mulai menekuk. Nafasnya terputus-putus. Setiap udara yang ia hirup terasa dingin dan berat, seperti sedang menarik asap tajam ke paru-parunya.“Jangan runtuh… jangan runtuh…” katanya pada dirinya sendiri.Tapi suara gulungan kegelapan itu semakin keras—seperti angin ribut tanpa arah, namun tanpa suara nyata. Hanya getaran di kepala.Tiba-tiba, dari dalam pusaran gelap, muncul dua mata. Bukan mata manusia. Mata itu seperti dua lubang hitam yang berputar pelan, menarik cahaya yang tidak ada.
Last Updated: 2025-12-04
Chapter: Bab 92
Begitu kakinya masuk melewati batas bayangan, cahaya dari luar langsung menghilang. Itachi tidak bisa melihat lantai, dinding, atau bahkan tangannya sendiri. Ruangan itu benar-benar gelap total. Suara dari dunia luar juga langsung hilang. Tidak ada suara langkah, tidak ada suara tumbuhan, bahkan napasnya sendiri terasa teredam.“Tenang,” katanya pada dirinya sendiri. “Ini cuma ujian.”Namun, beberapa langkah kemudian… suara samar muncul.“Ta… chi…”Itachi menoleh cepat. Itu suara yang sangat ia kenal—suara Aoka. Suara itu terdengar seperti Aoka sedang terluka dan menahan tangis.“Kenapa… kamu tinggalkan aku?” suara itu berkata pelan.Itachi mengepalkan tangan.“Itu bukan nyata. Itu cuma ilusi.”Suara Aoka semakin jelas.“Aku selalu mendukungmu… tapi kau malah membiarkan aku mati…”Itachi menggertakkan gigi dan terus berjalan. Langkahnya mantap, namun dadanya terasa berat.Beberapa detik kemudian, muncul lagi suara lain—kali ini suara Guru Shunri.“Itachi… kau mengecewakanku. Aku menye
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 91
Awan perlahan menutup kembali setelah ujian roh angin selesai. Ao Lie menggerakkan tangan, dan jembatan awan yang mereka injak mulai menyusut, kembali terurai oleh angin. Kini mereka berdiri di sebuah dataran kecil yang dipenuhi angin timur, namun suasananya jauh lebih berat dibanding sebelumnya. Ao Lie memandang jauh ke arah barat tengah, ke tempat kabut hitam menggumpal seperti dinding besar. “Itu adalah batas menuju Titik Roh Kegelapan. Tidak ada elemen lain yang berkumpul di sana… hanya kegelapan murni.” Aoka menggigit bibirnya. “Kegelapan yang seperti apa? Apakah sama dengan yang menguasai kuil Guru Shunri?” Ao Lie menggeleng pelan. “Tidak. Kegelapan di kuil hanya pecahan kecil. Yang ini… adalah sumber dari semuanya.” Zentarion menghunus pedangnya. “Kalau begitu, kita harus siap dari sekarang.” Ao Lie menoleh pada Itachi. “Tubuhmu sudah menyatu dengan roh langit dan angin. Tapi titik roh kegelapan tidak akan menerima kekuatan itu dengan mudah. Jika kau masuk dengan car
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 90
Angin malam berhembus lembut di puncak altar awan setelah Itachi menuntaskan titik roh langit. Cahaya biru yang masih tersisa di tubuhnya perlahan mereda, namun alirannya tetap terasa sampai ke ujung jari. Ao Lie memandangi Itachi dengan tatapan penuh penilaian. “Bagus. Kau sudah membuka gerbang roh langit. Sekarang, kita menuju titik kedua—Titik Roh Angin.” Aoka menghela napas lega. “Untung angin bukan elemen yang agresif seperti api atau kegelapan…” Ao Lie memandangnya sekilas. “Angin bisa sangat berbahaya bila tidak dikendalikan. Ujiannya tidak kalah berat.” Zentarion mengangguk sambil menyampirkan pedang di bahunya. “Aku sudah merasakan getarannya sejak tadi. Angin timur sedang tidak wajar.” Ao Lie melangkah maju, menyapu udara dengan tongkatnya. Dalam sekejap, jalur putih memanjang terbentuk di udara, seperti jembatan dari awan. Itachi menatapnya dengan kagum. “Ini… jalur angin?” “Bukan. Ini celah antara dua arus udara,” jelas Ao Lie. “Hanya bisa dilewati mereka yang sudah
Last Updated: 2025-12-02
Chapter: Bab 89
Malam semakin dalam ketika rombongan Itachi turun dari puncak altar awan putih. Cahaya biru yang tersisa di tubuh Itachi masih terlihat samar, terutama di sekitar bahu dan dada. Fenrir tidak muncul dalam bentuk visual, namun auranya menempel kuat seperti pelindung besar yang tidak pernah tidur. Ao Lie berdiri di depan mereka, tongkatnya memancarkan cahaya tipis untuk menerangi jalan setapak menurun menuju lembah batu. “Titik Roh Bumi berada jauh di bawah tanah,” kata Ao Lie. “Jika Titik Langit menguji kestabilan roh, maka Titik Bumi akan langsung menguji tubuhmu.” Itachi mengangguk meski napasnya masih sedikit berat. Aoka memperhatikan wajah Itachi dengan cemas. “Kekuatan Fenrir baru saja aktif penuh. Apa tubuhmu tidak terlalu tertekan?” Itachi tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja.” Zentarion menimpali sambil menepuk pedangnya. “Kalau ada bahaya, aku langsung tolong kau.” Ao Lie melirik mereka berdua sebentar. “Jangan terlalu banyak bicara. Kita belum melewati batas aman.”
Last Updated: 2025-12-02
Balas Dendam Putra Mafia Terkuat

Balas Dendam Putra Mafia Terkuat

Raga adalah putra satu-satunya dari ketua mafia yang paling ditakuti dan sangat dihormati di kotanya. Namun, kehidupan bahagia itu runtuh seketika. Pada satu malam kelam, seluruh keluarganya tewas dibantai oleh seorang pembunuh bayaran, sebuah rencana kejam yang disewa oleh musuh bebuyutan ayahnya. Raga sendiri selamat dari peristiwa itu, namun ia harus tumbuh dalam kesederhanaan dan kemiskinan, jauh dari identitas aslinya. Akankah Raga mampu mengungkap masa lalunya, bangkit dari keterpurukan, dan membalaskan dendam kematian seluruh keluarganya? Ikuti terus perjalanan panjang dan penuh bahaya Raga di bab-bab selanjutnya.
Read
Chapter: Jangan Meremehkan Pemuda Yang Terlihat Biasa Dari Luar
Orang-orang yang menyaksikan Alex terpental karena tinjunya Raga langsung merasa syok. Seorang pemuda biasa yang diremehkan oleh Alex justru bisa membuatnya terjatuh hanya dengan sekali pukulan. "Kurang ajar, kuat sekali pukulan pemuda itu, kedua lenganku sampai terasa linu." Ucap Alex sambil bangkit kembali. Lengan Alex yang terkena tinjunya Raga nampak memerah. "Sekarang kita sudah impas," Raga melebarkan kembali telapak tangannya. "Jangan bercanda, kau sudah berani memukulku itu artinya kau menantangku." Sahut Alex merasa tidak terima. "Baiklah kalau begitu aku akan melayanimu sampai kau puas," Raga membuka helmnya dan meletakkannya di atas jok motor. Setelah melihat wajah Raga seutuhnya, Alex merasa sangat terkejut. "Bukankah dia adalah seorang pemuda yang ada di dalam video itu?" Ternyata Alex juga melihat videonya Raga membuat gempar Kota Valora. "Rupanya perkiraanku salah kau bukanlah pemuda miskin, bukankah kau adalah seorang pemuda yang baru saja mendirikan
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: Memulai Kebangkitan Keluarga Wicaksono
Di sebuah ruangan yang berada di lantai tiga, Raga dan semua orang yang berada di bawah kendalinya melakukan rapat pada meja bundar.Raga berdiri dengan gagah, pandangannya sangat-sangat berwibawa."Terimakasih sudah melakukan ini semua demi kebangkitan keluarga Wicaksono dan demi kebangkitan kelompok kita.""Aku tidak akan bisa melakukannya sendiri tanpa dukungan dari kalian, pengetahuanku tentang bisnis tentu sangat tidak bisa diharapkan.""Tapi dengan adanya kalian, aku sangat yakin bisnis kita akan berjalan dengan sangat pesat dalam waktu yang cepat.""Kita akan membangun sebuah kekuatan yang tidak bisa terkalahkan, bukan karena aku haus kekuasaan, tapi karena ada tembok besar yang harus kita robohkan."Raga sedikit memberikan sambutan untuk menyemangati orang-orang yang berjuang bersamanya."Kita pasti bisa melakukannya, bendera dengan lambang Sembilan Matahari akan berkibar di setiap sudut Kota Valora." Sahut salah satu orang yang tergabung dalam lima puluh anggota pasukan khusu
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Max Lion Ketua Kelompok Mafia Singa Mas
Melihat Raga dan Harry yang sedang berjalan mendekat, Elsa menjadi sedikit gugup takut ketahuan, dia lantas memutuskan untuk pergi."Paman Harry, sepertinya aku pernah melihat mobil itu sewaktu aku masih bekerja di kafe." Ucap Raga menatap mobil sport merah yang melaju dengan sedikit kencang sehingga membuat dedaunan yang dilewatinya berkibar."Apakah tuan muda juga pernah bertemu dengan pemilik mobil itu?" Tanya Harry."Kalau pemiliknya seorang perempuan berpenampilan tomboy, aku pernah bertemu dengannya." Jawab Raga."Jadi tuan muda pernah bertemu dengan nyonya muda Elsa, apakah jangan-jangan mereka memang mempunyai sebuah hubungan?" Harry bertanya di dalam hati.Harry teringat akan kejadian pada saat Elsa menghajar Albert karena sudah menyekap Raga.Albert dihajar habis-habisan oleh Elsa sampai wajahnya babak belur, bahkan lehernya hampir saja patah."Kenapa paman Harry malah terdiam? Apakah paman Harry tahu siapa sosok perempuan itu?" Tanya Raga yang sudah berada di dalam mobil, b
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Komplek Pemakaman Keluarga Wicaksono
Pada keesokan harinya, di sebuah kamar apartemen yang berada di lantai atas, Elsa sedang duduk melamun sambil memegangi sebuah luka pada lengan kirinya.Lalu Elsa terbayang akan sosok pemuda tampan yang dulu pernah menolongnya dari kejaran sekelompok gengster walaupun akhirnya dia harus tertembak, namun masih tetap bisa kabur dan selamat."Kalau saja pemuda itu tidak ada di dalam gang sempit itu, mungkin aku sudah tertembak lebih dari ini." Ucap Elsa melihat ke arah bekas luka pada lengan kirinya.Entah siapa sosok pemuda yang sudah menyelamatkan Elsa sampai membuatnya selalu memikirkan pemuda tersebut.Elsa berdiri, dia mengambil seikat bunga yang berada di atas mejanya, lalu berjalan keluar dari dalam kamarnya dan masuk ke dalam sebuah lift untuk turun ke lantai bawah.Sesampainya di lantai satu, Elsa langsung berjalan keluar apartemen menuju ke mobilnya yang berada di parkiran."Nyonya muda Elsa......" Sapa kedua penjaga yang berdiri di depan pintu apartemen sambil menundukkan kepa
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Amarah Yang Mendidih
Harry mulai kehilangan kesadarannya dan akhirnya pingsan di tengah laut.Flashback selesai.Walaupun Harry seorang mantan tentara pasukan khusus yang sangat disegani, namun dia tidak kuasa untuk menahan air matanya supaya tidak jatuh disaat bercerita.Panasnya api pada perapian semakin menambah panas dada Raga yang dibakar oleh amarah sesudah mendengarkan cerita Harry.Tatapan Raga sangat tajam, otot pada wajahnya nampak menonjol, kedua tangannya mencengkram erat sofa yang ia duduki, aura binatang buas keluar dari dalam diri Raga."Ternyata mereka sangat kejam, lebih kejam dari para bandit yang berada di kota ini, pantas saja ayah ingin memerangi mereka.""Seharusnya mereka berterimakasih atas jasa paman Harry dan sembilan belas anggota pasukan khusus lainnya yang sudah membela negara ini, bukan malah sebaliknya.""Kaisar takut akan adanya pengkhianatan dari kami yang akan menggulingkan tahtanya." Ucap Harry."Justru merekalah yang sudah berkhianat kepada paman dan kawan-kawan paman y
Last Updated: 2026-07-11
Chapter: Sabotase Pasukan Khusus
Lanjut Flasback...Harry merasa curiga, dia langsung berlari ke ruang kemudi, ternyata nahkoda sudah tidak ada di ruang kemudi kapal.Kebahagiaan berubah menjadi petaka, kapal yang mereka tumpangi mulai tenggelam, tidak ada satupun pelampung di dalam kapal, semuanya seperti sudah direncanakan.Dua puluh anggota pasukan khusus Big Bang bisa saja menyelamatkan diri mereka sendiri, berenang di tengah lautan walaupun tanpa alat bantu, namun di dalam kapal tersebut ada keluarga mereka yang juga harus diselamatkan.Daratan sudah tidak terlihat, mustahil rasanya bagi mereka berenang ke daratan sambil membawa anak dan istri mereka secara bersamaan."Dasar Kaisar brengs*k! Ternyata dia sudah sengaja menjebak kami supaya tenggelam di tengah lautan bersama dengan keluarga dan juga kapal yang sering kami gunakan untuk berperang."Harry sudah menyadarinya kalau pihak kerajaan dengan sengaja menjebak mereka supaya musnah di telan lautan yang gelap dan dingin.Teriakan tangis dari keluarga pasukan a
Last Updated: 2026-07-09
You may also like
Dokter Tampan di Pavilliun
Dokter Tampan di Pavilliun
Fantasi · Yuniartinoor
7.4K views
VAMPIRES UNITED
VAMPIRES UNITED
Fantasi · Joko D Mukti
7.4K views
A Wandering Star
A Wandering Star
Fantasi · M.D.Samantha
7.3K views
Selena (Shirea book 2)
Selena (Shirea book 2)
Fantasi · Indah Riera
7.3K views
Bukan Menantu Sampah
Bukan Menantu Sampah
Fantasi · Sarangheo
7.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status