author-banner
Capucinno
Capucinno
Author

Novels by Capucinno

Adik Ipar, Jangan Goda Aku

Adik Ipar, Jangan Goda Aku

Ella Harvard, 23 tahun. Dia memiliki anak perempuan berusia 2,5 tahun, namanya Sisi Alexander. Ella tidak menyangka jika Sisi, anaknya akan menderita leukemia. Dunia Ella runtuh, anak semata wayang yang sangat dia sayangi divonis dokter bahwa harapan hidupnya hanya hitungan minggu atau bulan. Berbagai cara Ella lakukan untuk menyembuhkan Sisi, salah satunya mencari darah tali pusat dari bank darah darah tali pusat umum. Tapi, ketika semua jalan tertutup, tidak ada pilihan baginya selain menanggalkan harga dirinya dan meminta Mario, suaminya untuk menghamilinya. Mario menolak, dia menyuruh Ella mencari pria lain karena sampai kapanpun dia tidak akan menyentuh Ella. Mereka tidak sadar jika ada yang tak sengaja mendengar percakapan mereka. Dia adalah Zega, adik Mario. Zega menawarkan diri menghamili Ella. Tentu saja Ella tolak mentah-mentah. Dia wanita terhormat, punya harga diri tinggi, dan tidak akan melakukan hal sehina itu, apalagi dengan adik iparnya. Pertanyaannya, apa iya dia sekuat itu menghadapi Zega yang diam-diam suka menggoda secara halus?
Read
Chapter: Bab 71
"Meski aku tidak mencintainya, aku tidak akan memberikan Ella padamu!" Mario merasa sangat dihianati oleh adiknya ini. Mario kembali melayangkan tinju, namun kali ini gagal karena ditangkis Zega. "Pikirkan kembali," kata Zega. "Aku tidak perlu berpikir dua kali untuk mengambil keputusan semudah ini!" Mario kembali melayangkan tinju, namun lagi-lagi gagal. "Tawaranku hanya berlaku saat ini," Zega menjeda kalimatnya, seperti sedang presentasi. Setelah Mario menatapnya, Zega melanjutkan. "Setelah keluar dari kamar ini, aku tidak akan memberikan kompensasi apapun atas apa yang terjadi." Zega kembali menjeda kalimatnya. Setelah beberapa detik Zega melanjutkan sisanya. "Lepaskan Ella, sebagai gantinya aku akan menjamin posisi Kakak sebagai CEO grup MD." "Bangsat! apa tidak ada wanita lain?!" Mario kembali melayangkan tinju namun Zega terus menangkis dan tidak membalas. "Tidak ada," jawab Zega. "Lebih baik aku dipecat dari pada memberikan Ella padamu!" jawab Mario. "Taw
Last Updated: 2026-02-12
Chapter: Bab 70
Sementara itu di tempat lain, di kamar rawat inap Margaret dan Ray. Zega mendudukkan semua keluarganya yang beberapa jam lalu menghakimi Ella hingga pingsan. Mario juga ada disana. Namun Sisi dijaga Suster di luar kamar. Suasana hati Zega sedang buruk. Semakin buruk setelah mendengar Ella dihakimi hingga pingsan dan jatuh dari tangga dan mendapat 2 jahitan di dahinya, sementara Sisi 1 jahitan karena terlindungi tangan Ella. Tatapan Zega lebih gelap dibanding malam. Rahangnya lebih keras dibanding batu. "Memang kenapa kalau Ella selingkuh denganku?" tanya Zega, pelan tapi tidak ada yang berani menjawab. Semua menundukkan kepala. Zega meminta laptopnya dari Gashi, lalu membukanya dan mengunduh file rahasia yang dia simpan di awan. "Fredo, kudengar kamu orang pertama yang menanyai Ella," kata Zega. "Kenapa kalau Ella selingkuh denganku? kamu iri?" Fredo mendongak dan tersenyum kuda. "Aku hanya terkejut Zega." Zega menatap Fredo, lalu ke istrinya. "Bibi Moi, kenapa kamu meng
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: Bab 69
"Zega, kenapa berhenti di sini?" Ella heran Zega berhenti di Rihana suite and resort. "Ingin saja," sahut Zega. "Ingin apa?" Ella takut Zega mengajaknya melakukan sesuatu di hotel mewah yang terkenal untuk bulan madu ini. "Healing, melepas stress." "Healing? melepas stress?" Ella semakin takut, karena bertukar keringat juga termasuk salah satu cara melepas stress. "Ya. Enak kan lepas stress di sini?" Zega mencium pipi Ella sebelum turun dari mobil dan membukakan pintu. "Aku nggak mau," tolak Ella tegas. "Nggak mau apa?" Zega menahan tawa. "Kamu mau mengajakku itu kan?" tebak Ella. "Betul. Aku mau mengajakmu itu. Aku ingin memilikimu seutuhnya." Wajah Ella semakin tegang. "Nggak. Aku gak mau melakukan itu sebelum kita menikah." "Aku mau sekarang, supaya cepet bisa menikah." Zega berusaha sekuat tenaga tidak tertawa melihat wajah Ella yang gugup. Ella menatap Zega, tubuhnya yang sempurna, dan wajahnya yang tampan. Tidak ada yang tidak membuatnya penasaran dan ber
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: Bab 68
"Halo, Sus. Sisi sudah makan dan minum obat?" tanya Ella. "Sudah, Bu." Ella menatap foto Sisi di meja kerjanya. "Apa dia cari saya?" "Iya, Bu. Ibu jam berapa pulang?" "Agak malam, Sus. Bisa saya video call sama Sisi sebentar?" tanya Ella. "Bisa, Bu, sebentar ya." Ella langsung tersenyum lebar ketika melihat wajah Sisi. "Halo, Sayang. Lagi apa?" tanya Ella, lembut. "Main sama Ayah." Senyum Ella seketika surut melihat wajah Mario muncul di layar. "Kamu nggak kerja?" tanya Ella. "Aku sakit," jawab Mario. Ella tidak bertanya lagi. Dia beralih ke Sisi. "Sisi main apa sama Ayah?" tanya Ella. "Puzzle." "Ok, nanti waktunya bobok siang bobok ya, gak boleh main terus," pesan Ella. "Ok." "Ya sudah kalau gitu, Ibu lanjut kerja dulu ya, bye Sisi, Ibu sayang Sisi," pamit Ella sembari melambaikan tangan. "Bye, Ibu. Emuach." Sisi memonyongkan bibirnya, ajaran dari Zega. Ella tertawa lalu mematikan telponnya. Usai menelpon Sisi Ella mengecek ponselnya. Ada puluh
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: Bab 67
Ella tiba di depan kantornya tepat 12 siang. "Jangan lupa makan," pesan Zega sebelum Ella turun. "Hm." Zega mencium pipi Ella lalu mengijinkan Ella keluar. Ella turun dari mobil lalu gegas masuk ke dalam kantornya. "Selamat siang, Bu," sapa satpam kantor setelah membukakan pintu kaca lobby. "Siang," jawab Ella sembari lalu. "Selamat siang, Bu," sapa resepsionis. "Siang." Ella memang tipe bos yang jarang menyapa bawahannya. Karena itu dia tidak kenal nama mereka. Meski pernah membaca namanya kadang lupa. Jika berjalan, pandangan Ella lurus ke depan dan jalannya cepat. Karena itu Ella tidak pernah sadar sering jadi pusat perhatian. Ella segera disambut sekretarisnya, Melia. Melia adalah sekretaris barunya. Sekretaris yang lama berhenti kerja setelah melahirkan. "Selamat siang, Bu," sapa Melia sembari memperhatikan tas Ella yang seharga 30 miliar dan membukakan pintu. "Siang, terima kasih." Ella masuk ke dalam ruang kerjanya lalu meletakkan tasnya di atas meja
Last Updated: 2026-02-02
Chapter: Bab 66
Ella menatap Zega. Dia tidak bisa melupakan orang yang pernah memberinya uang 1 triliun ini. "Kamu pria terbaik yang pernah kutemui. Bagaimana aku bisa melupakanmu?" kata Ella, lirih dan serius. Zega tersenyum, canggung. Dia tahu bisa menaklukkan Ella. Tapi tidak menyangka secepat ini. "Benarkah?" tanya Zega. "Hm. Yang terbaik yang pernah kutemui," ulang Ella. Zega menatap mata Ella lalu turun ke bibirnya. Ella tersenyum lalu membuang wajah. "Menikahlah denganku," kata Zega. Ella kembali menatap Zega. "Berjanjilah kamu akan jadi Ayah yang baik untuk Sisi. Meskipun kita nanti punya anak, kamu tidak akan pilih kasih atau membuatnya menangis. Maka aku akan kompromi meski kamu adik iparku, dan cintamu hanya untuk Fara." Zega tersenyum, lalu mengulurkan jari kelingkingnya ke Ella. "Aku janji." "Kalau kamu lupa dengan janjimu? bagaimana aku harus menghukummu?" Ella ingin memastikan Sisi tidak merasakan seperti yang dia rasakan meski jadi korban perceraian. "Tidak dapa
Last Updated: 2026-02-01
Terjebak Hasrat Bos Mafia

Terjebak Hasrat Bos Mafia

"Uhh ... Pak Teo, jangan!" Viana merintih. Suaranya serak. Namun bagi Teofilano tetap terdengar seksi. "Cih! Mulut kamu berkata, jangan! Tapi, tubuh kamu merespon," bisik Teofilano. Viana sudah menikah, tapi dia menjadi pelampiasan hasrat CEO di kantornya. Semua ini berawal dari terbongkarnya pernikahan kedua Teofilano dengan Cintya. Istri pertamanya marah, lalu mengusirnya. Tidak disangka, Viana terjebak hasrat Teofilano yang merupakan CEO sekaligus Bos mafia paling berkuasa. IG :capucinno_milk
Read
Chapter: Bab 189
“Rupanya Tuan Tiger mati, juga,” olok Derryl. “Ikutlah kami.”“Tidak! Kalian pasti membunuhku!”“Kami tidak tahu masalah itu.” Alvin mendekat. “Bisa jadi tidak, kalau anda memberikan bayi itu kepada kami.”“Dia harus tahu rasanya kehilangan anak!”“Sekarang dia sudah tahu, karena itu melarang kami membunuh anda,” sahut Derryl.Tiger tertawa. “Tidak, dia belum tahu rasanya, karena anaknya masih hidup.”Tawa Tiger semakin kencang melihat Derryl dan Alvin tak bisa membalas argumennya. Namun saat dia melihat ke jalan raya di bawahnya, tawanya pudar melihat semua kendaraan sudah disuruh berhenti dan anak buah Teofilano bersiap menangkap bayi itu.“Cepat berikan!” perintah Alvin.Tidak ada pilihan lain untuk Tiger. Dia menyerahkan bayi kembar Teofilano ke Alvin, karena percuma di jatuhkan ke bawah, ada banyak orang yang akan menangkapnya.***’Viana memeluk Teofilano, menangis haru melihat dari vlog yang beredar bahwa kedua anaknya sudah berada di tangan Alvin.Sebenarnya Teofilano tidak mem
Last Updated: 2025-07-24
Chapter: Bab 188
“Lin,” Teofilano mengusap kepala Linda yang sudah tak berambut. “Aku datang.”Ada rasa bersalah yang menjalar hati Teofilano. Sejak menikahi Linda, dia tak pernah datang ke sini. Dia hanya menyuruh Derryl, asisten pribadinya, untuk mewakili kehadirannya. Sebab merasa bersalah kepada Viana.Tapi, mau bagaimana lagi. Linda salah satu karyawannya yang pandai memikat tamu, ratusan botol alkohol mahal-mahal berhasil Linda jual, setiap bulannya. Menikahi Linda adalah kompromi, balas budi kepada orang yang mendatangkan uang untuk bisnisnya.Menikahi Viana, adalah cinta.“Kamu akhirnya datang,” gumam Linda, tersenyum senang. Kehadiran Teofilano seperti morfin baginya.“Ya, Lin.”Teofilano mengecup kening Linda, kompromi, sebagai suami. Detik berikutnya, dia tak berani melihat Linda yang kesakitan karena serangan sel kanker.Dulu dia berpikir pria makluk kuat. Ternyata salah, perempuanlah makluk kuat.Tadi dia melihat Viana berjuang antara hidup dan mati demi anaknya, sekarang dia tak mampu mel
Last Updated: 2025-07-24
Chapter: Bab 187
Hampir 3 bulan Viana tinggal di rumahnya yang berseberangan dengan Mr Fox. Dia tidak mau bertemu Teofilano, karena merasa dikhianati.“Alvin!” Viana merasa perutnya semakin sakit. “Alvin!”“Ya, Nyonya.”Alvin ngos-ngosan ketika membuka pintu, sebab kamarnya dan kamar Viana jauh, namun ada intercom yang menghubungkan mereka. Karena itu meskipun sedang mimpi indah, dia segera meloncat bangun.Alvin terkejut ketika melihat Viana berada di lantai. Dia segera mendekat dan mengangkat bosnya itu ke ranjang.“Alvin, sepertinya aku mau melahirkan.”“Ba—baik, Nyonya.”Malam itu juga Alvin mengantar Viana ke rumah sakit Luiqi.“Kenapa anda terlambat ke rumah sakit, Nyonya? Ini sudah bukaan 7,” tanya dokter kandungan yang jaga malam itu, tapi bukan dokter yang biasa merawat Viana.“Maaf, Dok, ini kehamilan saya yang pertama. Saya tidak tahu jika akan melahirkan, karena prediksi masih seminggu lagi.Tubuh Viana gemetar, tak bisa dikendalikan karena sakit yang merajam perut dan pinggang.“Alvin, a
Last Updated: 2025-07-24
Chapter: Bab 186
“Mama nggak apa aku tinggal?” tanya Viana sembari menatap Vonny yang duduk di teras rumah.“Ya, ya, nggak apa, Viana. Di rumah ada Airy dan satpam. Makasih, ya, udah nolongin Mama. Mama nggak tahu kalau tadi kamu nggak lewat, penjambret itu pasti berhasil melakukan aksinya,” jawab Vonny, masih gemetar, syok.“Sama-sama, Ma.”Pukul 12 siang ketika Viana turun dari mobil. Alvin membantu Viana pindah ke kursi roda, lalu mendorong bosnya itu menuju pintu utama mansion yang terbuka.“Dari mana?”Viana dan Alvin kompak menoleh ke samping, terkejut melihat Teofilano tiba-tiba muncul melalui garasi.“Kantor,” dusta Viana.Viana takut dianggap ODGJ oleh Teofilano bila jujur mengatakan dari psikiater. Lebih parahnya lagi, takut pria itu akan meninggalkannya malu punya istri dengan gangguan mental. Sebab itu lebih baik dia simpan sendiri. Hanya Alvin yang tahu.“Oh ya?”Teofilano menatap Viana dan Alvin bergantian, tapi tidak heran Viana membohonginya. Sebab, jika Viana berniat jujur pasti sudah
Last Updated: 2025-07-24
Chapter: Bab 185
Pagi ini Teofilano heran, ketika bangun tidur Viana sudah tidak ada di sampingnya. Dia cari kebawah pun tidak ada. Dan tidak ada yang tahu kemana perginya, yang pasti keluar bersama bodyguardnya.‘Tumben gak pamit ke aku?’ batin Teofilano sembari meraih ponselnya dari saku saku celana.Dia menelpon Viana, panggilannya masuk namun hingga tak dijawab. Tak mau membuang waktu, dia menghubungi bodyguard Viana. Rasa herannya berubah menjadi geram. Tak satupun yang mengangkatnya.Akhirnya telpon bodyguard bayangan Viana yaitu anak buahnya yang Viana angkat jadi mata-mata ketika dia pura-pura jadi Devil.“Ke psikiater?” tanya Teofilano, heran.“Ya, Pak.”“Sejak kapan dia ke psikiater?”“Kalau saya tahunya sejak Ibu kembali ke Triodes,” kata Z1“Ok, Z1. Kirimi aku lokasinya.”2 jam kemudian Teofilano tiba di lokasi. Sengaja dia parkir agak jauh, sebab mobil Viana masih ada di depan tempat praktek.Teofilano tidak bisa menjawab pertanyaan yang berputar-putar di kepalanya. Selama ini Viana selalu
Last Updated: 2025-07-21
Chapter: Bab 184
“Pernah dengar aja,” dusta Viana. “Oh ya kapan aku bisa pulang?” Viana tidak betah berada di rumah sakit.“Setahun lagi.”Viana menyesal bertanya ke Mr Fox. Entah kenapa pria itu terlihat sebal dari tadi. Namun Viana sedang malas bertanya.“Aku ingin menemui suamiku.” Viana menatap mereka bergantian, namun tak ada yang menjawab. Akhirnya Viana berusaha turun dari tempat tidurnya.“Nyonya, anda belum bisa menemuinya,” cegah Alvin, berusaha sabar bila Viana dalam mode kekanak-kanakan seperti ini. Namun bukan Viana jika tidak keras kepala.Terpaksa malam itu juga mereka mengantar Viana ke kantor polisi. Sebenarnya datang ke kantor polisi juga tidak bisa sembarangan. Karena Viana sudah seperti anak kecil, Mr Fox dan Alvin mau tak mau meloby penjaga.Tangis Viana pecah ketika melihat suaminya muncul. Viana segera minta peluk Teofilano dan itu membuat Mr Fox ingin muntah. Dia kesal melihat Viana sebucin itu dengan Teofilano. Padahal Teofilano itu brengsek, punya banyak wanita.“Aku gak mau l
Last Updated: 2025-07-15
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status