author-banner
Nusagung
Nusagung
Author

Novel-novel oleh Nusagung

Suamiku, Musuh Keluargaku

Suamiku, Musuh Keluargaku

“Kau bukan menikahiku karena cinta. Kau menikahiku karena hutang keluargamu.” Alena Wijaya dipaksa menikahi Raka Pradipta — pewaris tunggal musuh bisnis terbesar keluarganya — demi menyelamatkan perusahaan dari kehancuran. Pernikahan ini seharusnya hanya kontrak dingin tanpa perasaan. Tapi di balik dinding rumah keluarga Pradipta, ada ibu tiri licik, kakak ipar penuh intrik, dan rahasia 15 tahun yang bisa menghancurkan kedua keluarga sekaligus. Ketika kebenaran mulai terungkap, Alena harus memilih: tetap loyal pada keluarga yang mengkhianatinya, atau pada pria yang seharusnya jadi musuhnya?
Baca
Chapter: Operasi Penyelamatan
Pagi itu, Raka mengumpulkan semua pihak yang bisa dipercaya di ruang kerja pribadinya—Pak Handoko dan dua anak buahnya, serta seorang kenalan lama Raka yang kebetulan bekerja sebagai perwira polisi, Komisaris Wibowo, yang bersedia membantu secara tidak resmi sebelum kasus ini dilaporkan penuh."Kita tidak bisa menyerbu langsung," kata Komisaris Wibowo, menatap peta lokasi gudang yang sudah ditandai Pak Handoko semalam. "Kalau memang ada penyanderaan, tindakan gegabah bisa membahayakan korban. Saya bisa bantu urus izin operasi kecil, tapi harus cepat dan senyap.""Berapa lama itu bisa diurus?" tanya Raka."Dengan koneksi saya, mungkin sore ini bisa jalan. Tapi saya butuh alasan resmi untuk masuk tanpa membuat kecurigaan bocor ke pihak dalam yang mungkin terlibat."Alena, yang duduk di sudut ruangan sejak pagi, akhirnya angkat suara. "Bagaimana kalau alasannya laporan dugaan penyekapan dari warga sekitar? Tidak perlu menyebut nama Pradipta sama sekali di laporan awal."Komisaris Wibowo
Terakhir Diperbarui: 2026-09-21
Chapter: Jejak yang Ditemukan
Raka tidak tidur lagi malam itu. Ia duduk di meja kerja, memperbesar foto blur itu berkali-kali, mencoba mengenali bangunan di latar belakang."Ini gudang," katanya akhirnya, menunjuk bagian sudut foto yang nyaris tidak terlihat. "Lihat atapnya. Model seng bergelombang seperti ini biasanya dipakai gudang tua di kawasan industri pinggiran."Alena mendekat, memperhatikan detail yang ditunjuk Raka. "Kawasan industri mana?""Aku tidak yakin. Tapi Pak Handoko mungkin bisa membantu melacaknya. Dia lebih berpengalaman soal hal semacam ini."Raka langsung menghubungi Pak Handoko meski waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam. Pria itu menjawab tanpa terdengar terganggu, seolah sudah terbiasa dihubungi di jam-jam aneh."Kirim fotonya, Pak Raka. Saya coba analisis."***Kabar berikutnya datang keesokan siang, lebih cepat dari yang diperkirakan. Pak Handoko berhasil mempersempit lokasi ke sebuah kawasan pergudangan tua di daerah Cakung, berdasarkan analisis bayangan dan sudut bangunan di foto
Terakhir Diperbarui: 2026-09-21
Chapter: Mencari yang Hilang
Pagi itu, Raka bangun lebih awal dari biasanya, sudah duduk di meja kerja kamar mereka dengan laptop menyala saat Alena membuka mata."Kau tidak tidur?" tanya Alena, masih setengah mengantuk."Sempat, sebentar," jawab Raka, tanpa mengalihkan pandangan dari layar. "Aku menyuruh orang kepercayaanku melacak alamat terakhir staf yang menghilang itu. Namanya Pak Yudo. Menurut catatan HR, dia sudah delapan tahun bekerja di divisi keuangan sebelum tiba-tiba mengundurkan diri minggu lalu."Alena bangun, duduk di sisi ranjang. "Ada hasil?""Alamat rumahnya di catatan HR sudah tidak berpenghuni. Tetangga bilang keluarganya pindah mendadak, sekitar waktu yang sama dengan pengunduran dirinya.""Pindah mendadak, tanpa jejak?" Alena merasa perutnya mual mendengar itu. "Itu bukan kepindahan biasa.""Aku setuju." Raka menutup laptopnya, menatap Alena serius. "Tapi kita harus hati-hati. Kalau benar dia 'dibungkam' seperti kata pesan semalam, menc
Terakhir Diperbarui: 2026-09-19
Chapter: Titik Balik Emosional
Data mutasi staf yang dijanjikan Raka baru sampai tiga hari kemudian—lebih lambat dari yang diharapkan, karena menurut HR, permintaan data itu sempat "tertahan" tanpa alasan jelas sebelum akhirnya diproses."Tertahan bagaimana maksudnya?" tanya Alena, membaca laporan singkat yang diserahkan Raka malam itu."Seseorang di bagian administrasi menahannya, katanya karena butuh persetujuan tambahan," jawab Raka, rahangnya mengeras. "Padahal permintaan data internal seperti ini seharusnya tidak butuh proses serumit itu untuk direktur utama."Alena membuka laporan itu, matanya menyusuri daftar nama. Tiga staf keuangan dipindahkan minggu lalu—dua di antaranya ke cabang luar kota, satu lagi mengundurkan diri mendadak tanpa pemberitahuan panjang.Nama staf yang mengundurkan diri itu membuat Alena berhenti sejenak."Raka, coba lihat ini. Nama ini... aku pernah dengar dari Nadia. Katanya orang ini salah satu yang pertama kali memberi tahu dia soal kejanggalan laporan proyek distrik selatan."Raka
Terakhir Diperbarui: 2026-09-19
Chapter: Alena Membuktikan Diri
Pagi itu, sebelum sempat menunjukkan tangkapan layar komentar semalam, Alena justru dikejutkan oleh undangan mendadak dari ayah Raka."Pak Pradipta ingin kau hadir di rapat presentasi investor sore ini," kata sekretaris pribadi keluarga, menyerahkan folder tebal berisi dokumen proyek. "Beliau bilang, ini kesempatan bagus untuk... memperkenalkanmu secara resmi ke jajaran investor."Alena membuka folder itu begitu sendirian di kamar. Isinya proposal proyek pengembangan kawasan bisnis baru—salah satu proyek terbesar Pradipta Group tahun ini. Namun yang membuatnya tegang bukan besarnya proyek, melainkan satu catatan kecil di halaman terakhir.*Sesi tanya jawab akan dipandu oleh Nyonya Alena Pradipta.*Ia menatap kalimat itu lama. Ini bukan sekadar hadir sebagai pendamping. Ini ujian terbuka, di depan investor, di depan seluruh keluarga besar—termasuk mereka yang baru semalam menuduhnya diam-diam merancang skandal demi kepentingan pribadi."Ka
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Chapter: Sabotase
Pesan misterius semalam masih terngiang di kepala Alena ketika ia terbangun paginya. Musuh sebenarnya mungkin lebih dekat dari yang kalian kira.Ia tidak sempat memikirkannya terlalu lama. Begitu turun ke ruang makan, suasana rumah sudah terasa berbeda. Bi Inah menyambutnya dengan wajah agak canggung, buru-buru menawarkan kopi seolah ingin menghindari kontak mata terlalu lama."Ada apa?" tanya Alena."Tidak apa-apa, Non," jawab Bi Inah cepat, lalu pergi ke dapur.Firasat Alena langsung tidak enak.Jawabannya datang tidak lama kemudian, saat Nadia menghampirinya sambil menyodorkan ponsel, wajahnya cemas."Kak Alena, kamu harus lihat ini."Di layar, sebuah akun gosip seleb bisnis—akun yang cukup punya nama di kalangan sosialita Jakarta—baru saja mengunggah utas panjang. Judulnya cukup untuk membuat perut Alena mulas: *"Benarkah Pernikahan Pewaris Pradipta Group Hanya Modus?"*Isinya lebih buruk dari judulnya. Dise
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status