author-banner
my_ladyyy
my_ladyyy
Author

Novels by my_ladyyy

IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN

IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN

Roberto menceraikan istrinya bukan karena cinta yang mati, melainkan karena kekuasaan yang menuntut kepatuhan. Atas perintah ibunya, Rebecca... istri yang ia nikahi karena cinta, harus disingkirkan dari hidupnya. Padahal dari pernikahan mereka, lahirlah seorang putra yang menjadi alasan Roberto tetap menjalani hidup. Tanpa kesalahan yang terbukti, Rebecca dipaksa menanggung kebencian keluarga suaminya. Ia dihancurkan secara perlahan, dijauhkan dari suami dan anaknya hanya karena dianggap tak pantas berdiri di sisi pria berkuasa. Ketika cinta, darah, dan dendam, saling bertabrakan, mampukah Roberto mempertahankan sumpah pernikahannya... atau justru menjadi pria yang menghancurkan ibu dari anaknya sendiri?
Read
Chapter: BAB 39
Bab 39Suasana mobil terasa dingin ketika tidak ada dari mereka yang memulai pembicaraan. Rebecca hanya diam sambil menatap lurus ke depan, melihat deretan mobil dengan pantulan cahaya siang yang menyilaukan di kaca depan. Bahunya masih bergetar, napasnya memburu, ia berusaha mengontrol emosinya. Elion duduk di kursi kemudi, ia tahu diam seperti ini bukan ketenangan. Ini adalah fase sebelum sesuatu pecah.” "Ca—" "Aku sedang menyusunnya." Rebecca memotong, pelan. Suaranya datar, namun ada sesuatu yang bergetar di dalamnya. "Peluru itu... dari Hargrove." ia menjeda sebentar. "Pabriknya terbakar... tepat setelah jalurnya ditemukan." Elion tidak menjawab. Rebecca melanjutkan ucapannya. "Rachel punya akses. Keluarganya yang pegang distribusi—dan sekarang semua bukti itu hilang." Tangannya mengepal di pangkuannya. "Jadi jawab aku, El... ini kebetulan? atau aku yang terlalu bodoh untuk melihat yang sudah jelas?" Keheningan menggantung lama. Elion menarik napas pelan, menatap jalan ko
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: BAB 38
Menjelang pagi, Rebecca dan Elion pulang ke rumah mereka sebentar. Richard masih tertidur setelah terapi pertamanya yang menyiksa. Kesempatan itu ia gunakan sekarang. Di sana ada keluarga Serphent, terutama Rachel yang dibawa kesana akibat pendarahan karena syok mendapati pabriknya terbakar. "Aku memesan pizza favoritmu, sudah ku telepon dan akan sampai 10 menit lagi." ucap Elion dengan handuk tergantung di leher, mengecup kening rebecca yang baru saja menidurkan Jourell di boks bayi. "Terima kasih. Kau selalu tahu aku ingin makan apa. Akan ku siapkan bajumu." Elion mengangguk lalu menuju kamar mandi. Selesai menyiapkan baju suaminya, perhatian Rebecca perlahan jatuh pada tablet Elion yang menyala di atas kasur—seolah menunggunya sejak tadi. Di layar menampilkan data peluru dan tertulis jelas jalur distribusinya dari Hargrove milik Erdogan. Rebecca membaca dengan seksama. Logistik. Distribusi. Batch peluru. Tangannya bergetar saat menyentuh kursor, ia menutup mulut dengan satu tang
Last Updated: 2026-04-29
Chapter: BAB 37
Malam di pinggiran London biasanya hanya menyisakan aroma tanah basah dan kabut tipis. Tapi di dalam gudang utama Hargrove, udara terasa berbeda—berat oleh aroma fermentasi anggur yang manis, tua, dan kini... bercampur dengan bau bensin yang tajam. Frederick berdiri mematung di antara barisan tong kayu ek (oak barrels). Sebuah pemantik perak berkilat di tangannya. Ia menatap label pada salah satu botol wine premium yang berjejer rapi, pikirannya beralih ke perintah Adam Ravenscroft. Bukan soal bisnis, tapi soal kepatuhan. 'Keluarga tidak saling mengkhianati.' Kalimat itu terdengar lagi—lebih keras dari suara apapun di ruangan ini. Untuk sepersekian detik bayangan Eliza saat makan malam muncul—caranya menatap penuh curiga... lalu bagaimana ia memilih percaya. 'Kau meragukanku?' Suara itu memenuhi kepala Frederick. Bukan tuduhan—lebih berbahaya; Kepercayaan. Frederick tahu, jika sesuatu terjadi di tempat ini… semua catatan logistik yang selama ini dicari Darwin akan ikut lenyap. T
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: BAB 36
Koridor rumah sakit itu begitu ramai oleh suara tangisan Jourell. Bayi yang akan menginjak 3 bulan itu tidak bisa diam meski sudah menghabiskan 1 botol asi Rebecca yang disuapi oleh Emma. Semenjak Richard dirawat, Jourell diasuh olehnya karena Rebecca fokus pada Richard. Dan entah malam ini, tepat saat sesi fisioterapi pertama Richard dimulai, bayi itu tidak mau lepas dari ibunya. "Emma, dia sudah tertidur. Richard membutuhkanku." bisik Rebecca hati-hati. Tangannya terulur ke Emma, namun saat Emma baru memegang ujung selimut Jourell, bayi itu menangis keras membuat raut Rebecca berubah frustasi. "Ssut Jourell sayang, biarkan Mommy bersama kak Richard dulu, oke?" Emma berusaha menenangkan Jourell, tapi Rebecca menggeleng, seolah mengisyaratkan jika Jourell tidak ingin lepas. Elion yang berada di sana pun tidak bisa berbuat apa-apa karena sebelum digendongan Rebecca, ia juga sudah berusaha menenangkan putranya namun nihil. "Sepertinya Jourell merindukanmu. Coba gendong dan tenangk
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: BAB 35
Pagi berikutnya di London terasa lebih sunyi dari biasanya. Langit masih abu-abu ketika Rebecca berdiri di dekat jendela kamar rumah sakit, menatap jalanan yang mulai ramai di bawah sana. Tangannya terlipat di depan dada, bukan karena hawa pagi—melainkan menahan sesuatu yang terus menekan dari dalam.Di belakangnya, Richard duduk di atas ranjang. tangan kirinya seperti kemarin. bocah itu menatap krayon di pangkuannya, cukup lama... sebelum akhirnya menjatuhkannya ke lantai. "Aku nggak mau," gumamnya pelan. Rebecca menutup mata sejenak. Bukan ini yang ia takutkan, tapi melihatnya langsung tetap terasa berbeda.Pintu kamar terbuka pelan. Elion masuk lebih dulu, diikuti seorang perawat yang membawa berkas. Ia berhenti sejenak di ambang pintu, memastikan situasi di dalam tidak terlalu buruk sebelum berjalan masuk sepenuhnya."Dokter akan segera ke sini," ucap perawat itu setelah mengecek infus Richard. Elion mendekat, berdiri di samping Rebecca tanpa banyak bicara."Aku sudah coba lagi,"
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: BAB 34
London pagi itu mendung. Kamar Richard yang biasanya penuh mainan kini terasa menyesakkan. Aroma disinfektan yang tajam menusuk indra penciuman Rebecca, namun rasa sesak di dadanya jauh lebih menyakitkan. Di depannya, Richard duduk di ranjang, tangan kirinya tergeletak kaku di atas bantal kecil—seperti benda asing yang tidak lagi ia kendalikan. Frustrasi anak itu mencapai puncaknya karena ia ingin menggambar tapi jarinya bahkan tidak bisa memegang krayon. "Icad, sayang... satu sendok saja, ya. Setelah ini mommy kasih es krim," suara Rebecca parau, matanya merah karena kurang tidur. "Tidak mau!" Richard berteriak, suaranya pecah. "Icad tidak mau! Tanganku sudah mati, Mommy! Buat apa minum obat kalau tetap tidak bisa bergerak?" 'Trak!' Richard menepis sendok perak di tangan Rebecca. Cairan merah kental itu tumpah, menodai sprei putih yang bersih—menyerupai noda darah yang segar. Rebecca tertegun, tangannya gemetar di udara. Ia ingin marah—tapi yang keluar justru tangis yang tertah
Last Updated: 2026-04-17
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status