author-banner
my_ladyyy
my_ladyyy
Author

Novels by my_ladyyy

IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN

IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN

Roberto menceraikan istrinya bukan karena cinta yang mati, melainkan karena kekuasaan yang menuntut kepatuhan. Atas perintah ibunya, Rebecca... istri yang ia nikahi karena cinta, harus disingkirkan dari hidupnya. Padahal dari pernikahan mereka, lahirlah seorang putra yang menjadi alasan Roberto tetap menjalani hidup. Tanpa kesalahan yang terbukti, Rebecca dipaksa menanggung kebencian keluarga suaminya. Ia dihancurkan secara perlahan, dijauhkan dari suami dan anaknya hanya karena dianggap tak pantas berdiri di sisi pria berkuasa. Ketika cinta, darah, dan dendam, saling bertabrakan, mampukah Roberto mempertahankan sumpah pernikahannya... atau justru menjadi pria yang menghancurkan ibu dari anaknya sendiri?
Read
Chapter: BAB 76
Christopher yang terus berdiri meneliti bedside monitor mengembuskan napas panjang. Beban yang menumpuk di pundaknya sedikit terangkat ketika membaca grafik yang berangsur membaik. "Tekanan darah masih rendah," gumam Christopher pada asistennya. "Tetapi... saturasi oksigen stabil di angka sembilan puluh empat. Denyut jantung mulai teratur. Respons neurologisnya juga sangat baik." Christopher mengusap wajahnya yang lelah, kemudian mengangguk kecil. "Setidaknya... dia masih mau bertahan." Hela napas lega menjalari seluruh dokter dan perawat di ruangan itu. Rebecca menatap Elion dengan mata haru yang menetes, menggenggam erat tangan suaminya. Binar harapan yang sempat padam kini kembali menyala di dada mereka. Sementara itu, di luar ICU, ponsel di dalam saku jas Christopher bergetar tajam. Dokter senior itu melangkah keluar sebentar ke lorong sepi agar suaranya tidak mengganggu. Ia melihat layar ponselnya: Justin Serphent. Sebagai dokter yang sudah mengabdi puluhan tahun untuk
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: BAB 75
Bab 75Pintu kaca tebal ICU bergeser menutup perlahan di belakang langkah Rebecca. Ssshhhht... Bunyi pengunci otomatis itu berdenting dingin, memutus dunia luar dengan area steril tempat tubuh Elion berada. Di luar, Roberto masih berdiri mematung. Tangannya terulur sedikit ke depan, kaku di udara--- seolah-olah jemarinya baru saja dipaksa melepas gaun steril dan jemari Rebecca. Pintu menyatu sempurna, lampu indikator steril menyala merah. Begitu celah pintu menghilang, tubuh Roberto bergeming. Untuk pertama kalinya sepanjang malam kekacauan ini, pria yang selalu memiliki ketenangan baja dan jawaban untuk segala hal itu... Mendadak kehilangan arah. Ia berdiri seperti patung tanpa tahu harus melangkah ke mana. Koridor dilingkupi keheningan yang mencekik. Christopher tidak berpindah dari tempatnya. Ia masih mengenakan scrub operasi yang bernoda darah kering, masker medis terkulai pasrah di bawah dagunya. Di belakangnya, tim dokter spesialis bedah toraks, bedah saraf, anestesi, kepala
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: BAB 74
Raung sirene ambulans mendadak mati tepat ketika roda-roda kendaraan medis itu membelah area drop-off Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit St. Mary's. Bahkan sebelum pintu belakang terbuka lebar, Dr. Christopher bersama tim bedah trauma terbaik rumah sakit sudah berbaris siaga. Instruksi langsung dari Justin dan Margareth beberapa menit lalu telah menggerakkan seluruh lini prioritas tertinggi di fasilitas medis tersebut. "Buka pintunya! Sekarang!" Pintu ambulans dihentakkan. Pemandangan di dalamnya seketika membekukan udara malam itu. Suara ritmis dari portable monitor berbunyi nyaring, diselingi desis bag-valve mask yang dipompa secara manual oleh paramedis. Tandu dorong diturunkan dengan manuver cepat. Willy, dengn pakaian yang basah kuyup dan ternoda darah, ikut merangsek maju, memegang sisi besi tandu seraya berlari menyusuri koridor steril. Di sisinya, Darwin bergerak terpisah menuju konter pendaftaran, menyelesaikan seluruh proses administrasi darurat tanpa membuang sat
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: BAB 73
Gerimis yang belum reda menemani perjalanan SUV yang dikemudikan Roberto menuju townhouse. Tidak ada alunan musik atau pun percakapan taktis, Hanya ada suara bilah wiper yang bergerak ritmis menghapus rintik air di kaca depan. Sesekali kilat menyambar di atas langit London, memantulkan bayangan redup di dalam kabin.Bayangan kondisi SUV Elion yang ringsek parah dan tubuhnya yang dibawa ambulans menuju Rumah Sakit St. Mary's terus memenuhi ruang pikiran Roberto. Jemarinya mencengkeram lingkar kemudi semakin kuat hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol.Setiap denyutan jantung membuat luka di pelipis kirinya kembali berdenyut nyeri. Perban putih yang melingkari kepalanya semakin lembap, entah oleh keringat atau sisa air hujan yang belum sempat mengering. Tetapi Roberto bahkan tidak mengangkat tangan untuk memeriksanya. Rasa sakit itu nyaris tidak berarti dibanding beban yang sedang menunggunya di depan.'Bagaimana... Bagaimana bisa aku mengatakan semua ini padanya?' monolog Robe
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: BAB 72
Roberto menurunkan ponselnya perlahan dari telinga. Jemarinya yang selalu mantap dan tidak pernah bergetar, kini nampak gemetar nyaris tak terlihat. Pandangannya kosong menembus lantai marmer ruang kerja mansion yang dingin, seolah pikirannya masih tertinggal pada kalimat pendek yang baru saja ia dengar dan ucapkan.'Elion mengalami kecelakaan.'Kalimat itu terasa begitu asing, bahkan bagi dirinya sendiri. Ia menarik napas panjang yang dalam, mencoba menguasai paru-parunya, namun dadanya tetap terada sesak.Tanpa membuang waktu, Roberto segera berbalik meninggalkan ruang kerja menuju ruang keluarga Mansion Utama. Langkah kakinya cepat namun terasa sangat berat. Semakin ia melangkah, semakin sulit ia membayangkan bagaimana raut wajah Rebecca saat mendengar kabar yng sanggup meruntuhkan dunia wanita itu.Cklek.Pintu ganda ruang keluarga terbuka. Justin Serphent yang sedang berdiri tegak di dekat perapian langsung menoleh. Sedangkan Margareth masih duduk anggun di sisi sofa tempat Richa
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: BAB 71
Disisi utara London, tiga SUV hitam besar milik Serphent membelah keheningan pelataran Mansion Utama yang kaku. Roberto turun lebih dulu, langkahnya tegap meski perban di pelipisnya terus berdenyut nyeri. Di belakangnya, pengawal pribadi Justin menggendong Richard yang terlelap karena kelelahan emosional. Pintu ganda mansion terbuka lebar, menampilkan siluet tinggi Margareth Serphent dengan gaun beludru gelapnya yang anggun namun dingin. Wanita paruh baya itu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Langkah kakinya perlahan mendekati pengawal. Dengan kedua tangannya sendiri, ia mengambil alih tubuh kecil Richard dari gendongan pengawal. Margareth membawa Richard ke sofa panjang ruang keluarga. Meletakkannya dengan sangat hati-hati, lalu menyelimuti tubuh cucunya dengan kain wol hangat. Roberto berdiri diam di dekat perapian, mengawasi gerak-gerik Ibunya. "Dia aman, Ibu. Richard tidak disentuh oleh mereka," ucap Roberto memecah kesunyian. Margareth tetap diam. Ia hanya mengusap lembu
Last Updated: 2026-07-20
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status