LOGINRoberto menceraikan istrinya bukan karena cinta yang mati, melainkan karena kekuasaan yang menuntut kepatuhan. Atas perintah ibunya, Rebecca... istri yang ia nikahi karena cinta, harus disingkirkan dari hidupnya. Padahal dari pernikahan mereka, lahirlah seorang putra yang menjadi alasan Roberto tetap menjalani hidup. Tanpa kesalahan yang terbukti, Rebecca dipaksa menanggung kebencian keluarga suaminya. Ia dihancurkan secara perlahan, dijauhkan dari suami dan anaknya hanya karena dianggap tak pantas berdiri di sisi pria berkuasa. Ketika cinta, darah, dan dendam, saling bertabrakan, mampukah Roberto mempertahankan sumpah pernikahannya... atau justru menjadi pria yang menghancurkan ibu dari anaknya sendiri?
View MoreRaung sirene ambulans mendadak mati tepat ketika roda-roda kendaraan medis itu membelah area drop-off Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit St. Mary's. Bahkan sebelum pintu belakang terbuka lebar, Dr. Christopher bersama tim bedah trauma terbaik rumah sakit sudah berbaris siaga. Instruksi langsung dari Justin dan Margareth beberapa menit lalu telah menggerakkan seluruh lini prioritas tertinggi di fasilitas medis tersebut. "Buka pintunya! Sekarang!" Pintu ambulans dihentakkan. Pemandangan di dalamnya seketika membekukan udara malam itu. Suara ritmis dari portable monitor berbunyi nyaring, diselingi desis bag-valve mask yang dipompa secara manual oleh paramedis. Tandu dorong diturunkan dengan manuver cepat. Willy, dengn pakaian yang basah kuyup dan ternoda darah, ikut merangsek maju, memegang sisi besi tandu seraya berlari menyusuri koridor steril. Di sisinya, Darwin bergerak terpisah menuju konter pendaftaran, menyelesaikan seluruh proses administrasi darurat tanpa membuang sat
Gerimis yang belum reda menemani perjalanan SUV yang dikemudikan Roberto menuju townhouse. Tidak ada alunan musik atau pun percakapan taktis, Hanya ada suara bilah wiper yang bergerak ritmis menghapus rintik air di kaca depan. Sesekali kilat menyambar di atas langit London, memantulkan bayangan redup di dalam kabin.Bayangan kondisi SUV Elion yang ringsek parah dan tubuhnya yang dibawa ambulans menuju Rumah Sakit St. Mary's terus memenuhi ruang pikiran Roberto. Jemarinya mencengkeram lingkar kemudi semakin kuat hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol.Setiap denyutan jantung membuat luka di pelipis kirinya kembali berdenyut nyeri. Perban putih yang melingkari kepalanya semakin lembap, entah oleh keringat atau sisa air hujan yang belum sempat mengering. Tetapi Roberto bahkan tidak mengangkat tangan untuk memeriksanya. Rasa sakit itu nyaris tidak berarti dibanding beban yang sedang menunggunya di depan.'Bagaimana... Bagaimana bisa aku mengatakan semua ini padanya?' monolog Robe
Roberto menurunkan ponselnya perlahan dari telinga. Jemarinya yang selalu mantap dan tidak pernah bergetar, kini nampak gemetar nyaris tak terlihat. Pandangannya kosong menembus lantai marmer ruang kerja mansion yang dingin, seolah pikirannya masih tertinggal pada kalimat pendek yang baru saja ia dengar dan ucapkan.'Elion mengalami kecelakaan.'Kalimat itu terasa begitu asing, bahkan bagi dirinya sendiri. Ia menarik napas panjang yang dalam, mencoba menguasai paru-parunya, namun dadanya tetap terada sesak.Tanpa membuang waktu, Roberto segera berbalik meninggalkan ruang kerja menuju ruang keluarga Mansion Utama. Langkah kakinya cepat namun terasa sangat berat. Semakin ia melangkah, semakin sulit ia membayangkan bagaimana raut wajah Rebecca saat mendengar kabar yng sanggup meruntuhkan dunia wanita itu.Cklek.Pintu ganda ruang keluarga terbuka. Justin Serphent yang sedang berdiri tegak di dekat perapian langsung menoleh. Sedangkan Margareth masih duduk anggun di sisi sofa tempat Richa
Disisi utara London, tiga SUV hitam besar milik Serphent membelah keheningan pelataran Mansion Utama yang kaku. Roberto turun lebih dulu, langkahnya tegap meski perban di pelipisnya terus berdenyut nyeri. Di belakangnya, pengawal pribadi Justin menggendong Richard yang terlelap karena kelelahan emosional. Pintu ganda mansion terbuka lebar, menampilkan siluet tinggi Margareth Serphent dengan gaun beludru gelapnya yang anggun namun dingin. Wanita paruh baya itu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Langkah kakinya perlahan mendekati pengawal. Dengan kedua tangannya sendiri, ia mengambil alih tubuh kecil Richard dari gendongan pengawal. Margareth membawa Richard ke sofa panjang ruang keluarga. Meletakkannya dengan sangat hati-hati, lalu menyelimuti tubuh cucunya dengan kain wol hangat. Roberto berdiri diam di dekat perapian, mengawasi gerak-gerik Ibunya. "Dia aman, Ibu. Richard tidak disentuh oleh mereka," ucap Roberto memecah kesunyian. Margareth tetap diam. Ia hanya mengusap lembu
Lantai marmer Mansion Serphent memantulkan cahaya lampu kristal yang menyilaukan, tetapi atmosfer di dalamnya sedingin es. Margareth Serphent berdiri di tengah aula, jemarinya yang dihiasi berlian menggeser kartu undangan yang baru saja selesai dicetak dengan hiasan lambang dua klan besar: Serphent
Arthur Hale berdiri di depan dinding layar, sorot matanya dingin. Deretan data mengalir cepat: rekaman lalu lintas komunikasi, pergerakan keamanan pribadi, serta jalur distribusi logistik yang seharusnya sudah lama tidak aktif. Salah satunya menyala kembali."Konfirmasi terakhir?" tanyanya singkat
Luka bekas operasi itu hampir mengering, tapi rasa nyeri di bagian dalam tak bisa Rebecca tahan hingga membuatnya selalu menangis dalam diam, membiarkan rasa nyeri itu menggerogoti dirinya.Tapi yang jauh lebih menyakitkan lagi adalah rasa sesak di dadanya. Air susu yang terus berproduksi namun tid
Keheningan yang tercipta setelah jawaban Richard seolah membekukan oksigen di ruang tamu utama. Margareth Serphent menyipitkan mata, tatapannya yang tajam bak belati kini hanya fokus tertuju pada wajah polos sang cucu. Ia bukanlah tipe wanita yang dengan mudahnya percaya pada dongeng, apalagi jika






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.