LOGIN"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia. Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--" .. Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan. Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi. Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?
View MoreJantung Sheilla hampir melompat keluar dari dadanya karena berdebar lebih keras dari sebelumnya.Dia tidak tahu apa yang telah merasukinya. Namun karena dia sudah duduk di pangkuan Sean, dia pikir sebaiknya dia terus melakukan apa yang ada di dalam pikirannya saja.Sembari menggoyangkan pinggangnya dengan sensual, dia menggoyangkan pinggulnya maju mundur di atas paha Sean. Rona merah muda yang menggemaskan merayapi pipinya saat dia menatap dalam-dalam ke mata Sean.'Ya Tuhan! Aku tak percaya aku melakukan ini.' Batin Sheilla.Tak lama kemudian, Sheilla menyadari tatapan mata Sean mulai berubah sedikit lebih gelap, nafsu berputar di dalamnya tepat saat dia merasakan sesuatu menusuk tepat di inti dirinya.Matanya terbelalak saat merasakan V di bawah pusarnya berdenyut, membuatnya langsung melompat dari pangkuan Sean, merasa panas dan terganggu. "Aku hanya ingin mengambil uang sepuluh ribu dolar hari ini karena kamu tidak puas dengan anggurnya." Sheilla menjelaskan dengan tergesa-ges
Tatapan Mike sangat tajam dan membuat Seana merasa tidak nyaman. Seana tak mampu menenangkan diri saat membayangkan harus bekerja sama dengan Mike. Ia berusaha membuat dirinya terlihat sekecil mungkin dengan sedikit membungkuk."Sudah, kamu bolehkembali ke ruangan kamu," kata Mike."Iya, mas." Seana merasa lega saat mendengarnya. Wanita itu segera kembali ke ruangannya.Mike memperhatikan Seana sekali lagi, sebelum akhirnya masuk ke kantor Sanzio.Sementara itu, Seana berusaha fokus dengan pekerjaannya, tetapi dia tidak bisa berhenti memikirkan apa yang telah dilihatnya di ruang istirahat Sanzio. Seana benar-benar harus lebih berhati-hati mulai sekarang, atau dia akan mendapat masalah.Mike berada di kantor Sanzio selama sekitar satu jam hanya untuk membicarakan sesuatu. Begitu Mike keluar, telepon kantor Seana berdering. Seana reflek melirik kearah kantor Sanzio, dan mendapati tatapan tajam Sanzio yang tertuju padanya.Sembari menundukkan kepalanya karena takut, Seana mengangkat tele
Suara berat Sanzio terdengar di seberang sana. "Kamu pergi ke gedung star dan tolong ambilkan beberapa dokumen untuk saya. Juga, bawakan dasi ungu yang ada dilemari itu.""Baik, Pak Zio." Jawab Seana dengan hormat sembari menekan tombol lift ke lantai bawah. Dia menutup telepon tepat saat pintu lift terbuka. "Vel, aku boleh pinjam mobil kamu ngga? Aku harus ke gedung Star," katanya pada Velia."Seharusnya Pak Zio kasih lo fasilitas mobil kalau dia memang mau nyuruh-nyuruh lo pergi ke gedung star segala!." Velia menggerutu, tetapi dia tetap mengeluarkan kunci mobilnya dari dalam tasnya dan memberikannya pada Seana.Seana menerima kunci itu. "Aku cuma disuruh ngambil beberapa dokumen buat dia. Nanti aku isi penuh bensin kamu, oke?,""Bukan gitu maksud gue, bos kita kaya raya tapi dia pelit Seana. Lo malah mau sedekah gitu aja?." gumam Velia. Dia memang tidak pernah merasa puas dengan cara penanganan fasilitas karyawan diperusahaan Sanzio.Seana tertawa kecil. "Kamu harus berani ngomong
Seana menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Aku bingung," Dia selalu mengenakan liontin itu, dan mungkin banyak orang yang pernah melihat benda itu di lehernya. Seana takut Sanzio akan melakukan penyelidikan internal."Tapi seharusnya lo berusaha menjauh dari mereka, Seana." Kata Velia memperingatkan.Seana tak kuasa menahan diri untuk tidak mengingat ketika bagaimana Mike bersikap padanya saat meminta liontin itu darinya. Pria itu begitu bersikeras.Velia merasa seperti dirinya akan gila. Dia tahu bahwa Seana tidak mungkin memberikan liontin itu kepada Sanzio. Semua orang tahu betapa hebatnya Mike, setiap kali Sanzio membutuhkan sesuatu untuk di selidiki, maka dia akan memerintah Mike.Sedangkan Mike tidak pernah gagal menjalankan tugas dari Sanzio, jika Seana menolak memberikan liontin itu kepada Mike, maka itu pasti akan membuatnya curiga. Tetapi jika Seana melakukannya...."Kenapa sih hidup gue harus sesial ini?!." Umpat Velia sembari mengacak-acak rambutnya. "Kartu kredit d
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.