Chapter: Bab 5. Pesona dan Bintik RahasiaSuasana kamar tidur yang tenang mendadak diwarnai ketegangan halus tatkala Mary berdiri dari ranjang, menepuk-nepuk gaun seragamnya yang rapi, lalu melangkah mantap menuju lemari pakaian raksasa berukir elegan di sudut ruangan. Chloe masih duduk terpaku, mencoba mencerna setiap patah kata yang baru saja diucapkan Mary mengenai luka dan masa lalu kelam Adam Hawk. Kebingungan masih menggelayut di benaknya tatkala Mary menarik pintu lemari tersebut hingga terbuka lebar."Nona, kita tidak punya banyak waktu untuk bersantai," ucap Mary dengan suara profesional namun hangat. "Tuan Adam telah menginstruksikan agar Anda mendampingi beliau untuk makan malam bersama di ruang makan utama malam ini."Chloe tersentak dari lamunannya. "Makan malam... bersama Tuan Hawk?""Benar," Mary tersenyum tipis sembari menunjuk ke arah bagian dalam lemari. "Dan Tuan Adam secara khusus meminta Anda mengenakan pakaian yang sudah disiapkan di sini."Chloe memiringkan kepalanya, perlahan berdiri dan melangkah mend
Terakhir Diperbarui: 2026-09-09
Chapter: Bab 4. Kehangatan Di Balik Dinding EsLangkah kaki Chloe beriringan dengan seorang wanita paruh baya berambut keperakan yang mengenakan seragam pelayan rapi berwarna abu-abu gelap. Mary, nama pelayan tua itu, berjalan dengan postur tubuh yang tenang dan keibuan, jemarinya yang terampil membawakan koper tua kusam milik Chloe tanpa sedikit pun menyiratkan rasa risih atau jijik. Lorong panjang penthouse itu dilapisi karpet tebal bernuansa monokrom yang meredam setiap jejak langkah mereka, melewati dinding-dinding marmer yang dihiasi lukisan abstrak berbingkai logam dingin.Ketika Mary menekan handle pintu kayu mahoni di ujung lorong sebelah kiri, pintu itu terdorong pelan tanpa suara. Suasana di dalam ruangan seketika menyajikan kejutan luar biasa bagi Chloe. Sebuah kamar tidur luas berdesain elegan dengan dominasi warna krem hangat dan pencahayaan lampu temaram menyapa pandangannya. Di tengah ruangan, berdiri kokoh sebuah tempat tidur berukuran king-size berbingkai kayu jati halus, dilapisi sprei katun tebal serta selimut b
Terakhir Diperbarui: 2026-09-09
Chapter: Bab 3. Pertemuan Penuh KebencianChloe berdiri membatu di tengah ruangan, memeluk koper tuanya rapat-rapat seolah benda kusam itu adalah satu-satunya perisai yang tersisa antara dirinya dan bahaya yang tak kasatmata.Perlahan, sangat perlahan, kursi kulit hitam di depan sana berputar. Gerakannya tenang, presisi, tanpa keraguan sedikit pun. Sosok Adam Hawk akhirnya memanifestasikan dirinya secara utuh di depan mata Chloe. Pria itu mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga ke siku, mengungkapkan garis otot lengan yang tegap dan jam tangan baja yang memantulkan cahaya remang ruangan. Wajahnya seperti pahatan batu pualam yang dingin, dengan garis rahang yang tajam, hidung mancung yang tegas, serta sepasang mata kelabu gelap yang memancarkan kebencian murni.Chloe sempat terkejut sesaat. Ia tak menyangka jika Adam Hawk yang banyak dibicarakan orang itu, ternyata adalah pria yang cukup tampan.Tatapan Adam menyapu sosok Chloe dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tidak ada kehangatan, tidak ada rasa penasaran,
Terakhir Diperbarui: 2026-09-09
Chapter: Bab 2. Bayangan Kekaisaran HawkKamar kecil di sebuah gudang usang di belakang rumah itu terasa makin sempit malam ini. Chloe memasukkan potong demi potong pakaian sederhananya ke dalam koper tua berbahan kain kusam. Tak banyak yang ia bawa, hanya dua gaun katun rumahan yang pudar, serta satu set cat air tua peninggalan Nyonya Brenda dengan kuas yang bulunya mulai rontok. Keluarga Thorne tidak pernah membiarkannya memiliki barang berharga, terlebih lagi pakaian mahal.Pintu kamar mendadak terdorong kasar hingga membentur dinding kayu. Langkah kaki dengan sepatu hak tinggi menggelegar angkuh menyertai sosok Amanda Thorne yang melangkah masuk. Saudara angkat Chloe itu berdiri melipat dada, mengenakan gaun sutra merah menyala yang berkilau, menatap koper tua Chloe dengan derai tawa meremehkan."Coba lihat anak jalanan yang miskin ini," cemooh Amanda, bibirnya yang berpoles gincu merah terangkat tajam. "Bahkan koper yang kau pakai lebih mirip tas gelandangan. Papa sungguh berbaik hati masih sudi memberikan marga Thorne
Terakhir Diperbarui: 2026-09-09
Chapter: Bab 1. PENUMBALAN DI RUANG KERJA"Kau harus membunuhnya tepat di tengah malam sebelum janji suci itu diucapkan, Chloe. Atau kau tak akan pernah menyentuh peninggalan nenekmu selamanya."Suara dingin Jason Thorne menggema di ruang kerja bergaya gothic yang remang. Aroma debu kertas tua dan tembakau menyengat bercampur dengan hawa dingin malam yang menusuk. Di atas meja kayu mahoni berukir kelam, sebuah dokumen tebal berisi kesepakatan penyerahan Chloe kepada Adam Hawk sudah terhampar dengan tanda tangan basah ber tinta hitam.Chloe berdiri mematung di tengah ruangan. Gaun sederhana yang melekat di tubuhnya tampak teramat kontras dengan kemewahan interior ruang kerja ayah angkatnya. Matanya tertuju lurus pada sebuah botol kaca kecil berukuran tak lebih dari ibu jari yang diletakkan Jason tepat di samping berkas perjanjian. Cairan di dalamnya jernih, menyerupai air murni, tetapi membawakan aroma keputusasaan yang begitu nyata."Tapi... Dia menghancurkan seluruh lini bisnis Thorne Corp hanya dalam kurun waktu tiga minggu
Terakhir Diperbarui: 2026-09-09
Chapter: 31. Tamu AsingSiang itu rumah kediaman Noah terasa sunyi namun tidak benar-benar tenang.Rose duduk di ruang santai dekat jendela besar dengan sebuah buku terbuka di pangkuannya. Ia membaca tanpa benar-benar menyerap kata demi kata. Pikirannya melayang, terjebak di antara ingatan tentang Ethan, artikel anonim itu, pertengkaran tadi pagi, dan rasa hampa yang tak kunjung pergi.Dari kejauhan, terdengar suara pelayan berlalu-lalang di dapur. Bunyi peralatan makan beradu lembut, aroma sup yang baru dimasak menyebar tipis di udara. Semuanya tampak normal untuk kehidupan yang sedang runtuh pelan-pelan.Sementara di luar rumah, Cliff berdiri tegak seperti patung. Tubuh besarnya, jas hitam, dan tatapan waspada membuatnya lebih mirip penjaga penjara daripada pengawal. Sejak kejadian semalam, kehadirannya menjadi pengingat bisu bahwa Rose tidak lagi hidup dengan bebas.Rose membalik halaman buku, ketika pintu depan terbuka.Rose menoleh, sedikit terkejut. Tidak ada tamu yang biasanya datang tanpa pemberitahu
Terakhir Diperbarui: 2025-12-24
Chapter: 30. Aku Takkan MenceraikanmuPagi itu, ruang makan terasa terlalu besar untuk diisi oleh dua orang yang saling membenci dalam diam.Rose duduk di kursi makan, menatap piring di hadapannya tanpa selera. Roti panggang yang masih hangat mengeluarkan uap tipis, aroma kopi memenuhi udara, namun semua itu terasa hambar baginya.Noah masuk beberapa menit kemudian. Ia rapi, dingin, dan sepenuhnya terkendali. Seolah kejadian semalam hanyalah gangguan kecil yang tak layak diingat. Ia duduk di seberang Rose, membuka koran digital di tabletnya, lalu menuang kopi dengan gerakan tenang.Tak ada sapaan. Tak ada tatapan.Rose menahan napas. Setiap detik berlalu seperti tarikan pisau yang lambat. Ia tahu, jika ia diam saja, semuanya akan kembali seperti biasa. Penuh pengekangan, pengabaian, dan ketakutan yang dibungkus kemewahan. Ia tidak mau lagi hidup seperti itu.“Noah,” ucap Rose akhirnya. Suaranya serak, tapi ada sesuatu yang baru di sana. Sebuah ketegasan yang selama ini terkubur.Noah tidak menoleh. Bahkan bersikap seolah
Terakhir Diperbarui: 2025-12-24
Chapter: 29. Siapa Penulis Berita Itu?"Aaarrgghh!!!" teriak Rose kesal sambil membuang bantal sofa ke lantai.Ia duduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ingin menangis, berteriak, namun semua itu terasa sia-sia. Apapun yang ia lakukan, Noah takkan menarik keputusannya. Mulai besok dia akan diikuti oleh bodyguard yang membuatnya merasa seperti seorang tahanan.Ini gara-gara berita itu. Batin Rose. Ia sadar jika seseorang sudah menciduknya saat bersama Ethan dan menyebarkan gosip di media.Rose segera mengambil ponselnya dan mencari artikel yang dibaca oleh Noah. Tak butuh waktu lama hingga ia menemukan apa yang ia cari.Ini dia, Seorang Ikon Fashion, Istri CEO Terkenal Grup Ferdinand, Diduga Sedang Dekat dengan Fotografer Misterius?Rose membaca artikel itu dengan lengkap. Tidak ada tanggal dan tempat kejadian. Namanya pun tak disebutkan. Tapi siapapun tahu, istri CEO grup Ferdinand yang juga seorang model adalah dirinya. Olivia Rose.Dan yang menarik adalah... Siapa orang yang menyebarkan gosip itu? Dimana mereka
Terakhir Diperbarui: 2025-12-24
Chapter: 28. Penjara BerjalanMakan malam itu berlangsung dalam sunyi yang menyesakkan.Meja panjang dengan hidangan mewah terasa seperti panggung sandiwara yang gagal. Rose duduk di satu sisi, punggungnya tegak namun bahunya tegang. Noah duduk di seberang, memotong makanannya dengan gerakan mekanis, tatapannya sesekali melayang. Bukan pada Rose, melainkan ke layar ponsel yang sejak tadi tak lepas dari genggamannya.Rose mencoba fokus pada piringnya. Ia tahu, sejak kepulangan Noah, udara di rumah itu berubah. Lebih berat dan dingin.Lalu ponsel Noah bergetar.Sekali. Dan sekali lagi.Noah berhenti makan. Rahangnya mengeras. Ia membaca sesuatu di layar, dan dalam hitungan detik, wajahnya berubah. Bukan terkejut. Bukan sedih. Melainkan Marah.Noah berdiri mendadak, kursinya bergeser kasar hingga menimbulkan bunyi memekakkan. Rose terlonjak kecil.“Ada apa?” tanya Rose, refleks.Noah tidak menjawab. Ia melempar ponselnya ke atas meja dalam keadaan layarnya menyala, menampilkan sebuah artikel singkat dari akun anonim.
Terakhir Diperbarui: 2025-12-19
Chapter: 27. Rahasia Yang TerciumPagi itu, saat Rose terbangun di studio Ethan, ia masih merasakan hangatnya kebahagiaan yang belum sempat benar-benar mengendap. Ia bernapas pelan, mengharapkan Ethan masih ada di dekatnya. Namun yang ia temui hanya ranjang kosong di sampingnya, walaupun jejak Ethan masih terasa hangat disana. Mungkin Ethan sedang merapikan peralatan kamera, atau mungkin sedang membuatkan kopi dan sarapan. Tapi ruangan itu terasa terlalu sunyi, nyaris hampa.Rose bangun perlahan, meraih bajunya yang berserakan di lantai dan mulai berpakaian. Saat hendak mengambil tasnya, matanya menangkap sesuatu di bawah meja.Sebuah foto.Ia berlutut, meraihnya dengan hati-hati. Satu detik kemudian, pandangannya membeku.Itu foto dua orang pria. Satu asing bagi Rose, tapi pria lainnya sangat ia kenal.Noah.Lebih muda, dengan senyum yang hanya ia lihat dalam foto-foto lama. Pose tegap, latar tempat yang asing, tapi tatapan itu tidak salah lagi. Rose menggenggam foto itu lebih erat, dadanya mengencang.Bagaimana mung
Terakhir Diperbarui: 2025-12-12
Chapter: 26. Kebohongan EthanEthan menggulingkan tubuhnya, hingga sepenuhnya berada di atas Rose. Bibirnya terus melumat bibir Rose tanpa henti, tangannya bergerak ke tangan Rose. Menggenggamnya erat sebelum mengangkatnya ke atas.Rose terlentang dalam posisi tangan terangkat. Ia mendesah sambil memejamkan mata saat bibir Ethan bergerak turun ke leher dan dadanya.Dalam pose itu, ia tampak semakin sensual dan menggairahkan. Dadanya membulat sempurna. Ethan menelangkupnya dengan kedua tangan, lalu menghisapnya bergantian."Ssshhh... Ethan..." Rose mendesahkan nama itu dengan segenap perasaannya. Ethan terus bergerak, menciumi setiap inchi tubuh Rose. Tangannya mengikuti gerakan bibirnya, hingga akhirnya ia menyentuh titik sensitif Rose di bawah sana.Ethan membelai lembah basah itu dengan lembut. Menyentuhnya seakan itu adalah barang yang sangat berharga. Rose menggelinjang. Ia menggeliat saat jari Ethan masuk dan menyentuhnya semakin dalam."Ethan... Aaaarrgghh..."Ethan tersenyum melihat Rose menyebut namanya un
Terakhir Diperbarui: 2025-12-11

Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris
Rania tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan jungkir balik dalam semalam.
Ayah yang selama ini menjadi satu-satunya sandaran hidupnya meninggal mendadak karena serangan jantung, meninggalkan tumpukan hutang, adik yang harus ia lindungi, dan rentenir yang terus menguntit mereka. Dunia Rania yang sederhana kini runtuh, dan ia terpaksa bertarung sendirian untuk bertahan hidup.
Bara Maheswara, salah satu pewaris kerajaan bisnis raksasa, terjebak dalam skandal yang hampir menghancurkan segalanya. Karier, warisan, dan reputasi keluarganya. Di bawah tekanan waktu dan ancaman kehilangan segalanya, dia hanya punya satu pilihan, menikah.
Di tengah keputusasaan, sebuah kecelakaan kecil mempertemukan mereka. Pertemuan itu aneh, canggung, dan berakhir dengan debat panas. Namun tanpa diduga, itulah awal dari perubahan terbesar dalam hidup Rania. Sebuah pernikahan kontrak selama tiga tahun menjadi jalan keluar bagi keduanya. Dengan beberapa aturan. Tidak ada cinta, tidak ada sentuhan, dan tidak ada harapan.
Namun, di balik batasan-batasan itu, perlahan tumbuh rasa yang tak bisa mereka tolak. Saat kontrak mendekati akhir, mereka dihadapkan pada pilihan: melanjutkan jalan masing-masing seperti perjanjian awal, atau melanggar semua aturan demi perasaan yang tak bisa mereka sangkal.
Sebuah kisah tentang pernikahan pura-pura, rahasia kelam, luka masa lalu, dan cinta yang tumbuh bukan karena janji... tapi karena keberanian untuk memilih.
Baca
Chapter: 90. Akhir CeritaSedetik setelah seluruh urusan pemakaman neneknya selesai, Bara langsung kembali ke rumah sakit. Ia bahkan tidak sempat berganti pakaian. Jas hitam yang dikenakannya sejak pagi masih melekat di tubuhnya, sedikit kusut setelah seharian mengurus pemakaman dan berbagai keperluan keluarga.Namun, semua itu tidak lagi penting. Sejak meninggalkan rumah sakit, pikirannya hanya tertuju pada satu hal. Rania. Bahkan Bara tak peduli bahwa Becca menghilang sejak terakhir ia melihatnya di rumah sakit.Bara mempercepat langkah begitu memasuki lobi rumah sakit, langsung menuju meja administrasi.“Pasien bernama Rania,” katanya dengan napas sedikit terengah. “Dia melahirkan kemarin. Saya ingin tahu dia berada di kamar mana.”Petugas administrasi memeriksa komputer di hadapannya. Namun beberapa detik kemudian, wanita itu menggeleng.“Maaf, Pak. Kami tidak bisa memberikan informasi mengenai pasien tersebut.”“Apa?”“Nyonya Rania sudah keluar dari rumah sakit. Itu saja yang bisa kamu informasikan. Seleb
Terakhir Diperbarui: 2026-09-08
Chapter: 89. Kehidupan BaruBara sudah tidak mampu menahan emosinya. Sejak tadi Reyhan terus menghindari pertanyaannya, membuat kesabarannya semakin menipis. Pemuda itu bahkan berani menatapnya dengan tatapan menantang, seolah Bara tidak memiliki hak sedikitpun untuk mengetahui keberadaan Rania.Bara mendorong tubuh Reyhan lebih keras hingga punggung pemuda itu kembali membentur dinding.“Aku tanya sekali lagi, mana Rania?” desis Bara.Tangannya mencengkeram kerah pakaian Reyhan semakin erat seolah ia takkan melepaskan pemuda itu sebelum pertanyaannya terjawab.“Jawab aku!”Reyhan tidak bergeming. Meskipun wajahnya terlihat tegang, ia sama sekali tidak menunjukkan ketakutan. Dan itu membuat Bara semakin geram.“Jangan mempermainkanku, Reyhan!” Bentaknya. “Aku sudah bertanya berkali-kali. Mana Rania?”Beberapa orang yang berada di lorong rumah sakit mulai melirik ke arah mereka. Namun, Bara tidak peduli. Saat ini hanya ada satu hal yang memenuhi pikirannya.Rania. Perempuan yang selama ini ia cari. Perempuan yang
Terakhir Diperbarui: 2026-09-08
Chapter: 88. Pertemuan KembaliBecca berjalan mengikuti Tama hendak keluar dari rumah sakit. Berdasarkan instruksi Tama sebelumnya, mereka akan membagi tugas. Tama menghandle perusahaan, sementara Becca memegang urusan keluarga dan sisanya. Mereka pun berpisah di lobby, untuk menuju mobil masing-masing. Tapi saat Becca melangkah menuju tempat parkir, seseorang menarik tangannya dengan kasar. "Hhhmmpphh!!" sebuah tangan membekap mulutnya, dan memeluknya dari belakang sehingga ia tak bisa bergerak. Becca berusaha memberontak, namun tenaga orang itu lebih kuat darinya. Dengan mudah orang itu menyeret Becca menuju sebuah mobil, membuka pintu mobil itu dan mendorong Becca masuk. "Siapa kamu! Lepaskan aku! Tolooonggg!!" teriak Becca. Tapi kemudian orang itu mengeluarkan sebuah pisau dan menempelkannya ke leher Becca, membuat Becca langsung diam membeku ketakutan. "Jangan berani berteriak atau memberontak. Turuti saja apa kataku, maka kamu akan selamat," kata sosok yang ternyata seorang pria bertopeng. B
Terakhir Diperbarui: 2026-08-28
Chapter: 87 Kelahiran dan Kematian"Nyonya Rania harus segera dioperasi secepatnya," tegas dokter yang menangani Rania. Reyhan mendelik. Selama ini kandungan Rania baik-baik saja, bahkan Rania berencana melahirkan secara normal. Tapi... Mengapa mendadak ada kejadian seperti ini? Lalu... Bagaimana dengan semua biayanya? "Apa tidak ada cara lain, Dok?" tanya Reyhan penuh harap. Dokter itu menggeleng pelan, "Kondisi Rania dan janinnya sama-sama sudah lemah. Jika tidak segera dilakukan tindakan, maka..." Reyhan menegang. Ia mengerti apa kelanjutan kalimat dokter tersebut. "Tapi... Saya butuh waktu buat..." Reyhan bingung harus menjelaskan seperti apa. Disini posisinya adalah sebagai seorang adik, yang bahkan belum memiliki pekerjaan yang mapan. Dia sadar biaya operasi cesar tidaklah kecil, jadi dia bingung harus kemana dia mencari uang sebanyak itu dalam waktu dekat. "Jangan pikirkan biayanya dulu. Tanda tangan saja, biar operasi segera dilakukan. Soal administrasi, bisa dipikirkan nanti. Takutnya kalau ditunda,
Terakhir Diperbarui: 2026-08-23
Chapter: 86. Dua TragediRania mengusap peluh di dahinya. Nafasnya tersengal. Perutnya memang sudah membesar dan membuatnya cepat merasa lelah. Dulu ia sanggup bersih-bersih rumah seharian, tapi sekarang belum ada setengah jam membersihkan kamar mandi, dia sudah merasa capek setengah mati. Sebenarnya Reyhan sudah melarangnya terlalu bekerja keras karena khawatir pada keadaan kakaknya itu. Tapi Rania sendiri yang memaksa. HPL sudah semakin dekat, dan Rania pikir dengan banyak bergerak akan membuat proses persalinannya semakin lancar. Rania mengelus perutnya dengan lembut sambil tersenyum. Terima kasih sudah kuat dan sangat pengertian sejauh ini, batinnya. Sejak awal kehamilan, kandungannya memang sangat sehat dan hampir tak ada keluhan. Rania sangat bersyukur karena ia bisa melalui semuanya dengan mudah. Walau tanpa kehadiran seorang suami di sisinya. Rania menghela nafas, kembali meraih sikat toilet. Ia menggosok lantai toilet hingga bersih, dan beberapa kali menuangkan cairan pembersih ke lantai. "Kak,
Terakhir Diperbarui: 2026-08-20
Chapter: 85 3 Bulan Kemudian3 bulan berlalu. Bara mulai terbiasa menjalani hidupnya tanpa Rania. Walaupun sekarang semua terasa hampa dan kosong, tapi dia berusaha tetap berjalan. Karena ia percaya... jika memang berjodoh, sejauh apapun itu pasti mereka akan bertemu lagi. Becca juga merasa hubungannya dengan Bara mulai banyak kemajuan. Walaupun hingga detik ini Bara belum mau menyentuhnya, tapi paling tidak Bara mau membuka diri dan menerima Becca pelan-pelan. Mereka selalu menyempatkan untuk makan bersama. Bara juga tak pernah tidak mengantar jemput Becca kemanapun Becca pergi. Dan yang terpenting, Bara mau menunjukkan Becca pada dunia bahwa Becca adalah istrinya. Untuk saat ini, semua itu cukup. Becca yakin, untuk mendapatkan Bara sepenuhnya tentu tidak akan bisa terjadi secara instan. Ia harus bersabar, karena dengan bersabar maka ia akan mendapatkan lebih banyak lagi. "Kemana acaramu hari ini?" tanya Bara suatu pagi saat mereka sarapan bersama. "Nanti malam aku mendapat undangan di acara fashion show sal
Terakhir Diperbarui: 2026-08-14