Chapter: 37. Manipulasi Dan Jerat ManisLangkah kaki Noah terdengar berat dan bergema kasar saat memasuki lorong lantai teratas gedung Ferdinand Corp. Keheningan pagi di area eksekutif itu mendadak terasa mencekam. Wajah Noah tampak sangat keruh, menyisakan jejak kekesalan mendalam dari pertengkaran dingin dengan Rose yang tak kunjung usai. Raut wajahnya yang tampan dan tegas tertutup oleh selapis kemarahan yang siap meledak kapan saja.Di depan pintu ruang kerja utamanya, Giselle sudah berdiri anggun. Perempuan itu mengenakan gaun pensil berwarna merah marun dengan belahan tinggi yang membingkai tubuhnya dengan sempurna, dipadu dengan riasan wajah kencang dan rambut yang tertata rapi. Begitu melihat sosok sang atasan berjalan mendekat, sebuah senyum manis yang penuh percaya diri langsung terbit di bibirnya."Selamat pagi, Noah," sapa Giselle dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, terkesan manja dan penuh kehangatan. "Kopi favo
Terakhir Diperbarui: 2026-10-19
Chapter: 36. Berkas TersembunyiMalam itu, kediaman megah milik Noah terasa mencekam bagai makam berlapis emas. Tidak ada percakapan yang mengalir di meja makan, tak ada gelak tawa, bahkan desah napas pun seolah ditahan agar tidak memicu kegaduhan baru. Perang dingin antara Rose dan Noah pecah sepenuhnya. Bahkan di malam hari, kegelapan kamar utama malam itu diisi oleh keheningan yang menyesakkan. Keduanya tidur saling membelakangi, terpisah oleh batas tak kasat mata yang terbentang makin lebar dan dalam.Situasi membeku itu berlanjut hingga keesokan paginya. Cahaya matahari pagi yang menerobos masuk lewat tirai besar tidak mampu mencairkan atmosfer dingin yang menyelimuti seluruh rumah. Noah turun ke lantai bawah dengan pakaian kerja lengkap. Pria itu menolak sarapan yang disiapkan para pelayan, hanya menyesap sedikit kopi hitamnya tanpa gairah.Saat melewati Rose yang berdiri diam di dekat area ruang makan, Noah hanya memb
Terakhir Diperbarui: 2026-10-19
Chapter: 35. Peringatan Rose Tentang GiselleTak lama kemudian, suara deru mesin mobil yang sangat familiar terdengar memasuki halaman. Rose tersentak dan berlari menuju jendela, mengintip di balik tirai untuk memastikan jika itu benar mobil Noah. Setelah yakin dengan kedatangan suaminya, Rose segera kembali duduk di atas ranjang, menunggu Noah dengan sikap tenang untuk menutupi semua rencana besarnya besok.Pintu kamar utama terbuka beberapa saat kemudian. Langkah kaki Noah terdengar berat saat ia melangkah masuk, memecahkan keheningan pekat yang sempat tercipta di ruangan itu. Rose, yang saat itu sedang duduk di tepi ranjang memandangi lantai marmer, tidak sejenak pun mendongak saat aroma maskulin khas suaminya mulai memenuhi udara.Noah melepaskan jas hitamnya, menyangkutkannya secara asal di sandaran kursi kerja, lalu melonggarkan ikatan dasinya. Matanya yang tajam meneliti Rose dari atas sampai bawah dengan selapis kecurigaan yang s
Terakhir Diperbarui: 2026-10-18
Chapter: 34. Keputusan di Tengah BadaiPintu depan tertutup dengan dentuman pelan yang bergema dingin di sepanjang lorong rumah utama. Suara itu menandai kepergian Giselle, tetapi getaran atmosfer yang ditinggalkannya masih terasa pekat, mengotori setiap sudut ruangan dengan aroma parfum manis yang memuakkan dan keangkuhan yang tak tertandingi.Rose berdiri mematung di area foyer selama beberapa detik. Jemarinya saling bertaut rapat, berkeringat dingin dengan buku-buku jari yang memutih. Napasnya naik turun tak beraturan saat bayangan senyum sinis Giselle kembali terbayang di ruang matanya. Perempuan itu baru saja melangkah keluar dari pintu rumah ini setelah menyampaikan ancaman berlapis dengan ketenangan seorang pemenang.Dengan langkah-langkah lebar yang tergesa-gesa, Rose membalikkan badan dan melangkah cepat menuju tangga utama. Sepatunya menepuk anak tangga kayu keras dengan irama kasar yang mencerminkan kecamuk di dalam dadanya. Ia tidak memedulikan keheningan rumah yang seolah ikut menahannya. Yang ia butuhkan saat
Terakhir Diperbarui: 2026-10-18
Chapter: 33. Intrik Lain TerjadiRose mengatur napasnya, meraba dadanya yang berdegup kencang seolah ingin melompat keluar. Ia menatap Ethan sekilas, pria itu sudah kembali menegakkan tubuhnya, mengenakan kacamata tipisnya, dan memegang map hitam dengan gestur kaku seorang akuntan profesional.Dengan tangan yang sedikit bergetar, Rose memutar dan membuka pintu kayu tebal ruang kerja tersebut.Cliff berdiri tegap di ambang pintu, matanya yang tajam dan tak bergeming menyapu seluruh ruangan dalam sekejap. Pengawal itu memperhatikan letak meja, posisi berdiri Ethan, dan wajah Rose yang sengaja diset sedatar mungkin."Maaf membuatmu menunggu, Cliff," ujar Rose dengan suara tenang, hampir tanpa intonasi. Ia membiarkan sedikit raut kelelahan terpancar di wajahnya agar tampak alami. "Dokumen dari kantor pusat lumayan banyak dan perlu dicermati satu per satu. Tapi semuanya sudah selesai."
Terakhir Diperbarui: 2026-10-04
Chapter: 32. Bayangan Foto Masa LaluSentuhan Ethan terasa bagai nyala api yang membakar kulit Rose, hangat namun secara bersamaan menebarkan bahaya yang amat sangat. Ketika punggungnya menyentuh permukaan kayu meja kerja yang dingin, detak jantung Rose terhenti sejenak. Suara gesekan pakaian, napas Ethan yang memburu di lehernya, dan sentuhan jemari pria itu di pinggangnya mendadak berpadu menjadi sebuah peringatan keras di dalam kepalanya.Apa yang sedang kulakukan?Pertanyaan itu bergema hebat, memecah kabut gairah dan emosi yang sempat menguasai pikirannya. Ini bukan sekadar pelanggaran. Melainkan sebuah tindakan gila. Mereka berada di dalam rumah Noah, sang penguasa dingin yang memiliki mata dan telinga di setiap sudut kediaman ini. Cliff berdiri hanya beberapa meter di balik pintu kayu yang terkunci, mengawasi dengan kewaspadaan penuh. Satu kesalahan kecil, satu suara yang terlalu keras, atau gerakan mencurigakan, maka semuanya akan hancur seketika."Ethan, tidak!"Dengan sisa kekuatan dan kesadaran yang terkumpul,
Terakhir Diperbarui: 2026-10-04

Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris
Rania tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan jungkir balik dalam semalam.
Ayah yang selama ini menjadi satu-satunya sandaran hidupnya meninggal mendadak karena serangan jantung, meninggalkan tumpukan hutang, adik yang harus ia lindungi, dan rentenir yang terus menguntit mereka. Dunia Rania yang sederhana kini runtuh, dan ia terpaksa bertarung sendirian untuk bertahan hidup.
Bara Maheswara, salah satu pewaris kerajaan bisnis raksasa, terjebak dalam skandal yang hampir menghancurkan segalanya. Karier, warisan, dan reputasi keluarganya. Di bawah tekanan waktu dan ancaman kehilangan segalanya, dia hanya punya satu pilihan, menikah.
Di tengah keputusasaan, sebuah kecelakaan kecil mempertemukan mereka. Pertemuan itu aneh, canggung, dan berakhir dengan debat panas. Namun tanpa diduga, itulah awal dari perubahan terbesar dalam hidup Rania. Sebuah pernikahan kontrak selama tiga tahun menjadi jalan keluar bagi keduanya. Dengan beberapa aturan. Tidak ada cinta, tidak ada sentuhan, dan tidak ada harapan.
Namun, di balik batasan-batasan itu, perlahan tumbuh rasa yang tak bisa mereka tolak. Saat kontrak mendekati akhir, mereka dihadapkan pada pilihan: melanjutkan jalan masing-masing seperti perjanjian awal, atau melanggar semua aturan demi perasaan yang tak bisa mereka sangkal.
Sebuah kisah tentang pernikahan pura-pura, rahasia kelam, luka masa lalu, dan cinta yang tumbuh bukan karena janji... tapi karena keberanian untuk memilih.
Baca
Chapter: 90. Akhir CeritaSedetik setelah seluruh urusan pemakaman neneknya selesai, Bara langsung kembali ke rumah sakit. Ia bahkan tidak sempat berganti pakaian. Jas hitam yang dikenakannya sejak pagi masih melekat di tubuhnya, sedikit kusut setelah seharian mengurus pemakaman dan berbagai keperluan keluarga.Namun, semua itu tidak lagi penting. Sejak meninggalkan rumah sakit, pikirannya hanya tertuju pada satu hal. Rania. Bahkan Bara tak peduli bahwa Becca menghilang sejak terakhir ia melihatnya di rumah sakit.Bara mempercepat langkah begitu memasuki lobi rumah sakit, langsung menuju meja administrasi.“Pasien bernama Rania,” katanya dengan napas sedikit terengah. “Dia melahirkan kemarin. Saya ingin tahu dia berada di kamar mana.”Petugas administrasi memeriksa komputer di hadapannya. Namun beberapa detik kemudian, wanita itu menggeleng.“Maaf, Pak. Kami tidak bisa memberikan informasi mengenai pasien tersebut.”“Apa?”“Nyonya Rania sudah keluar dari rumah sakit. Itu saja yang bisa kamu informasikan. Seleb
Terakhir Diperbarui: 2026-09-08
Chapter: 89. Kehidupan BaruBara sudah tidak mampu menahan emosinya. Sejak tadi Reyhan terus menghindari pertanyaannya, membuat kesabarannya semakin menipis. Pemuda itu bahkan berani menatapnya dengan tatapan menantang, seolah Bara tidak memiliki hak sedikitpun untuk mengetahui keberadaan Rania.Bara mendorong tubuh Reyhan lebih keras hingga punggung pemuda itu kembali membentur dinding.“Aku tanya sekali lagi, mana Rania?” desis Bara.Tangannya mencengkeram kerah pakaian Reyhan semakin erat seolah ia takkan melepaskan pemuda itu sebelum pertanyaannya terjawab.“Jawab aku!”Reyhan tidak bergeming. Meskipun wajahnya terlihat tegang, ia sama sekali tidak menunjukkan ketakutan. Dan itu membuat Bara semakin geram.“Jangan mempermainkanku, Reyhan!” Bentaknya. “Aku sudah bertanya berkali-kali. Mana Rania?”Beberapa orang yang berada di lorong rumah sakit mulai melirik ke arah mereka. Namun, Bara tidak peduli. Saat ini hanya ada satu hal yang memenuhi pikirannya.Rania. Perempuan yang selama ini ia cari. Perempuan yang
Terakhir Diperbarui: 2026-09-08
Chapter: 88. Pertemuan KembaliBecca berjalan mengikuti Tama hendak keluar dari rumah sakit. Berdasarkan instruksi Tama sebelumnya, mereka akan membagi tugas. Tama menghandle perusahaan, sementara Becca memegang urusan keluarga dan sisanya. Mereka pun berpisah di lobby, untuk menuju mobil masing-masing. Tapi saat Becca melangkah menuju tempat parkir, seseorang menarik tangannya dengan kasar. "Hhhmmpphh!!" sebuah tangan membekap mulutnya, dan memeluknya dari belakang sehingga ia tak bisa bergerak. Becca berusaha memberontak, namun tenaga orang itu lebih kuat darinya. Dengan mudah orang itu menyeret Becca menuju sebuah mobil, membuka pintu mobil itu dan mendorong Becca masuk. "Siapa kamu! Lepaskan aku! Tolooonggg!!" teriak Becca. Tapi kemudian orang itu mengeluarkan sebuah pisau dan menempelkannya ke leher Becca, membuat Becca langsung diam membeku ketakutan. "Jangan berani berteriak atau memberontak. Turuti saja apa kataku, maka kamu akan selamat," kata sosok yang ternyata seorang pria bertopeng. B
Terakhir Diperbarui: 2026-08-28
Chapter: 87 Kelahiran dan Kematian"Nyonya Rania harus segera dioperasi secepatnya," tegas dokter yang menangani Rania. Reyhan mendelik. Selama ini kandungan Rania baik-baik saja, bahkan Rania berencana melahirkan secara normal. Tapi... Mengapa mendadak ada kejadian seperti ini? Lalu... Bagaimana dengan semua biayanya? "Apa tidak ada cara lain, Dok?" tanya Reyhan penuh harap. Dokter itu menggeleng pelan, "Kondisi Rania dan janinnya sama-sama sudah lemah. Jika tidak segera dilakukan tindakan, maka..." Reyhan menegang. Ia mengerti apa kelanjutan kalimat dokter tersebut. "Tapi... Saya butuh waktu buat..." Reyhan bingung harus menjelaskan seperti apa. Disini posisinya adalah sebagai seorang adik, yang bahkan belum memiliki pekerjaan yang mapan. Dia sadar biaya operasi cesar tidaklah kecil, jadi dia bingung harus kemana dia mencari uang sebanyak itu dalam waktu dekat. "Jangan pikirkan biayanya dulu. Tanda tangan saja, biar operasi segera dilakukan. Soal administrasi, bisa dipikirkan nanti. Takutnya kalau ditunda,
Terakhir Diperbarui: 2026-08-23
Chapter: 86. Dua TragediRania mengusap peluh di dahinya. Nafasnya tersengal. Perutnya memang sudah membesar dan membuatnya cepat merasa lelah. Dulu ia sanggup bersih-bersih rumah seharian, tapi sekarang belum ada setengah jam membersihkan kamar mandi, dia sudah merasa capek setengah mati. Sebenarnya Reyhan sudah melarangnya terlalu bekerja keras karena khawatir pada keadaan kakaknya itu. Tapi Rania sendiri yang memaksa. HPL sudah semakin dekat, dan Rania pikir dengan banyak bergerak akan membuat proses persalinannya semakin lancar. Rania mengelus perutnya dengan lembut sambil tersenyum. Terima kasih sudah kuat dan sangat pengertian sejauh ini, batinnya. Sejak awal kehamilan, kandungannya memang sangat sehat dan hampir tak ada keluhan. Rania sangat bersyukur karena ia bisa melalui semuanya dengan mudah. Walau tanpa kehadiran seorang suami di sisinya. Rania menghela nafas, kembali meraih sikat toilet. Ia menggosok lantai toilet hingga bersih, dan beberapa kali menuangkan cairan pembersih ke lantai. "Kak,
Terakhir Diperbarui: 2026-08-20
Chapter: 85 3 Bulan Kemudian3 bulan berlalu. Bara mulai terbiasa menjalani hidupnya tanpa Rania. Walaupun sekarang semua terasa hampa dan kosong, tapi dia berusaha tetap berjalan. Karena ia percaya... jika memang berjodoh, sejauh apapun itu pasti mereka akan bertemu lagi. Becca juga merasa hubungannya dengan Bara mulai banyak kemajuan. Walaupun hingga detik ini Bara belum mau menyentuhnya, tapi paling tidak Bara mau membuka diri dan menerima Becca pelan-pelan. Mereka selalu menyempatkan untuk makan bersama. Bara juga tak pernah tidak mengantar jemput Becca kemanapun Becca pergi. Dan yang terpenting, Bara mau menunjukkan Becca pada dunia bahwa Becca adalah istrinya. Untuk saat ini, semua itu cukup. Becca yakin, untuk mendapatkan Bara sepenuhnya tentu tidak akan bisa terjadi secara instan. Ia harus bersabar, karena dengan bersabar maka ia akan mendapatkan lebih banyak lagi. "Kemana acaramu hari ini?" tanya Bara suatu pagi saat mereka sarapan bersama. "Nanti malam aku mendapat undangan di acara fashion show sal
Terakhir Diperbarui: 2026-08-14

Dalam Pelukan Sang Musuh
Di bawah atap musuh terbesar, cinta menjadi senjata yang paling mematikan.
Sejak nenek angkatnya meninggal, Chloe Thorne hidup dalam neraka buatan keluarga Thorne yang menyiksanya. Namun, pintu keluar dari neraka itu justru membawanya ke jurang yang lebih dalam.
Jason Thorne, ayah angkatnya yang licik, menumbalkannya dalam pernikahan politik dengan Adam Hawk—pria berdarah dingin yang baru saja menghancurkan bisnis keluarga mereka. Tujuannya hanya satu: Chloe harus meracuni Adam Hawk di malam pernikahan mereka jika ia ingin bebas.
Adam Hawk menerima kesepakatan itu dengan satu niat: menjadikan Chloe mainan dalam balas dendamnya terhadap keluarga Thorne. Ia bersumpah akan membuat hidup putri keluarga Thorne itu berantakan.
Tapi satu bulan di bawah satu atap, rencana mereka hancur total. Adam menemukan luka di balik kecantikan Chloe, dan Chloe menemukan perlindungan di balik kedinginan Adam.
Saat racun sudah di tangan dan cinta mulai tumbuh, siapakah yang akan mereka hancurkan? Diri mereka sendiri, atau perasaan mereka?
Baca
Chapter: Bab 52. Dingin yang Tak DikenaliPintu lift terbuka di lantai divisi keuangan, dan Chloe melangkah keluar dengan tas kerja di tangannya.Suasana lantai itu terasa berbeda dari kemarin. Beberapa staf berdiri bergerombol di dekat pantri sambil berbisik-bisik, sementara yang lain pura-pura sibuk dengan layar komputer. Begitu melihat Chloe, bisikan itu berhenti seketika. Mata-mata itu mengikuti langkahnya, bercampur antara penasaran dan waswas.Chloe tidak melambat. Ia berjalan lurus melewati lorong utama.Namun langkahnya terhenti saat seseorang muncul dari arah ruang kepala tim, membawa sebuah kotak karton besar di dekapannya. Di dalamnya tampak bingkai foto, cangkir kopi, beberapa map, dan sebuah tanaman kecil. Seorang petugas keamanan berjalan di sampingnya dengan wajah datar.Hannah.Wajah wanita itu begitu pucat hingga hampir kehilangan seluruh warna. Riasannya yang biasa sempurna tampak berantakan, matanya merah dan bengkak, dan bibirnya bergetar seperti sedang menahan tangis.
Terakhir Diperbarui: 2026-11-04
Chapter: Bab 51. Gadis Yang BerbedaChloe berdiri lama di depan cermin meja rias, menatap pantulan dirinya sendiri.Mata yang sedikit sembap, bibir yang pucat, rambut yang masih berantakan karena baru bangun. Dan di balik semua itu, sebuah rasa malu yang menjalar begitu perlahan hingga membuat pipinya terasa panas.Apa yang kupikirkan semalam?Ia menyentuh bibirnya dengan ujung jari, seolah masih bisa merasakan hangat ciuman itu. Lalu ia menarik tangannya dengan cepat dan menggeleng."Bodoh," gumamnya pelan. "Hanya karena dia menyentuhmu dan menciummu, bukan berarti dia menyukaimu."Kalimat itu terdengar begitu jelas di keheningan kamar, dan anehnya terasa lebih menenangkan setelah diucapkan. Chloe menarik napas panjang.Pria itu adalah Adam Hawk. Pria yang sejak lama dikelilingi banyak wanita cantik, anggun, berpendidikan, dan terbiasa dengan dunia kaya raya. Wanita-wanita yang bahkan dibawa Atalia ke rumah ini silih berganti. Dan yang paling dekat dengannya selama ini adalah wanita seperti Sofia, bukan gadis polos yan
Terakhir Diperbarui: 2026-11-04
Chapter: Bab 50. Hanya Pernikahan BisnisCahaya fajar baru menyentuh tirai ketika Chloe membuka matanya. Untuk sesaat ia hanya berbaring diam, menatap langit-langit yang diwarnai semburat jingga lembut, dan menyadari sesuatu yang aneh.Tubuhnya terasa ringan. Kepalanya jernih. Tidak ada mimpi buruk yang menghantuinya, tidak ada keringat dingin, tidak ada jeritan yang terbawa sampai ke pagi.Ia memiringkan kepala. Ranjang di sampingnya kosong, hanya menyisakan bantal kecil yang bergeser sedikit dari posisinya. Chloe tersenyum samar. Entah kapan Adam pergi, tetapi malam tadi ia tidur lebih nyenyak dibanding malam mana pun sejak lama.Dia benar-benar menunggu sampai aku tertidur, pikirnya, dan pipinya tiba-tiba terasa hangat.Chloe bangkit, merapikan gaun tidur dan rambutnya, lalu mengenakan kardigan tipis di atasnya. Jam di dinding menunjukkan pukul enam kurang sepuluh menit. Bi Mary biasanya baru mengetuk pintu setengah jam lagi. Ia memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar sebelum sarapa
Terakhir Diperbarui: 2026-11-03
Chapter: Bab 49. Ucapan Maaf Yang lembutLorong itu hening. Hanya terdengar napas pelan Adam dan detak jam di kejauhan. Pintu kayu di hadapannya tetap tertutup rapat, tanpa suara apapun dari dalam, menandakan bahwa penghuninya tak bergerak sedikit pun.Adam bersandar sedikit pada kusen, kedua tangan masuk ke saku celananya. Ia tidak tahu apakah Chloe mendengarnya atau tidak. Tetapi ia tahu satu hal. Bahwa kalau ia pergi sekarang, kata-kata ini akan mengendap di dadanya dan menjadi penyesalan yang lebih besar."Baiklah. Kau tidak perlu menjawab," ucapnya pelan ke arah pintu. "Aku akan bicara dari luar sini saja."Tidak ada jawaban."Aku akan pergi ke luar negeri. Lusa pagi." Suaranya terdengar rendah dan datar, seperti sedang membaca laporan, meski tangannya mengepal di dalam saku. "Ada masalah di perusahaan, dan jejaknya mengarah ke sana. Aku harus menyelesaikannya sendiri. Mungkin beberapa hari. Mungkin lebih."Hening."Aku tidak ingin pergi dengan keadaan seperti ini di antara ki
Terakhir Diperbarui: 2026-11-03
Chapter: Bab 48. Rekaman yang Tak Bisa DibantahJam dinding di ruang kerja menunjukkan hampir pukul sebelas malam ketika Adam menekan tombol interkom di mejanya."Thomas.""Ya, Tuan?" Suara di seberang terdengar segar, seolah pria itu memang belum berniat tidur."Datang ke ruang kerjaku sekarang. Bawa rekamannya.""Baik, Tuan. Saya segera ke sana."Kurang dari dua puluh menit kemudian, pintu ruang kerja diketuk pelan. Thomas masuk dengan laptop di tangannya, kacamatanya sedikit melorot, dan raut wajahnya serius. Ia menutup pintu di belakangnya dan meletakkan laptop itu di meja Adam."Maaf mengganggu istirahat Anda, Tuan.""Tidak apa-apa. Duduklah." Adam menyandarkan punggung di kursinya dengan kedua tangan terlipat. Ekspresinya sudah kembali dingin, meski sorot matanya menyiratkan badai yang belum benar-benar reda. "Jelaskan. Apa rekaman itu benar-benar menunjukkan semuanya?""Benar, Tuan." Thomas membuka laptop dan memutar beberapa berkas. "Sistem kamera di lantai keuangan
Terakhir Diperbarui: 2026-11-02
Chapter: Bab 47. Batas yang Nyaris Runtuh"A... Adam?"Suara Chloe nyaris tak terdengar. Jemarinya refleks mencengkeram kerah jubah mandinya, menutup bagian depan yang terasa tiba-tiba terlalu terbuka. Uap hangat dari kamar mandi masih melingkupi tubuhnya, tetapi udara di dalam ruangan itu mendadak terasa begitu dingin.Adam tidak menjawab. Ia berdiri dengan kedua tangan terkepal di sisi tubuh, rahang mengeras, dan sorot mata gelap yang terarah lurus padanya. Sepanjang hari ia telah menahan sesuatu yang kini terlihat jelas di setiap garis wajahnya."Kenapa kau ada di sini?" bisik Chloe. "Aku baru selesai mandi dan..."Sebelum Chloe sempat menyelesaikan kalimatnya, Adam sudah menarik pergelangan tangannya dengan kuat. Chloe terhuyung ke depan dan menabrak dadanya. Dalam satu gerakan, pria itu membalikkan tubuh mereka dan mendorongnya ke tepi ranjang hingga Chloe jatuh terduduk di atas kasur dengan napas tercekat."Adam, apa yang...""Aku butuh penjelasan." Adam menunduk, kedua tangannya bertumpu di kasur di sisi tubuh Chloe, m
Terakhir Diperbarui: 2026-11-02