Mag-log inOlivia Rose memiliki segalanya. Kecantikan, ketenaran, dan suami kaya yang dikagumi banyak orang. Namun di balik kilau hidupnya, ia menemukan pengkhianatan paling menyakitkan. Di saat hatinya hancur, hadir Ethan Knox, seorang fotografer penuh pesona gelap yang membuatnya kembali merasa hidup. Satu ciuman terlarang berubah menjadi malam-malam penuh dosa… sekaligus jerat yang mungkin menghancurkan segalanya. Hasrat, rahasia, dan luka bersatu dalam satu permainan berbahaya. Dan bagi Rose, setiap pilihan sama berbahayanya.
view moreSiang itu rumah kediaman Noah terasa sunyi namun tidak benar-benar tenang.Rose duduk di ruang santai dekat jendela besar dengan sebuah buku terbuka di pangkuannya. Ia membaca tanpa benar-benar menyerap kata demi kata. Pikirannya melayang, terjebak di antara ingatan tentang Ethan, artikel anonim itu, pertengkaran tadi pagi, dan rasa hampa yang tak kunjung pergi.Dari kejauhan, terdengar suara pelayan berlalu-lalang di dapur. Bunyi peralatan makan beradu lembut, aroma sup yang baru dimasak menyebar tipis di udara. Semuanya tampak normal untuk kehidupan yang sedang runtuh pelan-pelan.Sementara di luar rumah, Cliff berdiri tegak seperti patung. Tubuh besarnya, jas hitam, dan tatapan waspada membuatnya lebih mirip penjaga penjara daripada pengawal. Sejak kejadian semalam, kehadirannya menjadi pengingat bisu bahwa Rose tidak lagi hidup dengan bebas.Rose membalik halaman buku, ketika pintu depan terbuka.Rose menoleh, sedikit terkejut. Tidak ada tamu yang biasanya datang tanpa pemberitahu
Pagi itu, ruang makan terasa terlalu besar untuk diisi oleh dua orang yang saling membenci dalam diam.Rose duduk di kursi makan, menatap piring di hadapannya tanpa selera. Roti panggang yang masih hangat mengeluarkan uap tipis, aroma kopi memenuhi udara, namun semua itu terasa hambar baginya.Noah masuk beberapa menit kemudian. Ia rapi, dingin, dan sepenuhnya terkendali. Seolah kejadian semalam hanyalah gangguan kecil yang tak layak diingat. Ia duduk di seberang Rose, membuka koran digital di tabletnya, lalu menuang kopi dengan gerakan tenang.Tak ada sapaan. Tak ada tatapan.Rose menahan napas. Setiap detik berlalu seperti tarikan pisau yang lambat. Ia tahu, jika ia diam saja, semuanya akan kembali seperti biasa. Penuh pengekangan, pengabaian, dan ketakutan yang dibungkus kemewahan. Ia tidak mau lagi hidup seperti itu.“Noah,” ucap Rose akhirnya. Suaranya serak, tapi ada sesuatu yang baru di sana. Sebuah ketegasan yang selama ini terkubur.Noah tidak menoleh. Bahkan bersikap seolah
"Aaarrgghh!!!" teriak Rose kesal sambil membuang bantal sofa ke lantai.Ia duduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ingin menangis, berteriak, namun semua itu terasa sia-sia. Apapun yang ia lakukan, Noah takkan menarik keputusannya. Mulai besok dia akan diikuti oleh bodyguard yang membuatnya merasa seperti seorang tahanan.Ini gara-gara berita itu. Batin Rose. Ia sadar jika seseorang sudah menciduknya saat bersama Ethan dan menyebarkan gosip di media.Rose segera mengambil ponselnya dan mencari artikel yang dibaca oleh Noah. Tak butuh waktu lama hingga ia menemukan apa yang ia cari.Ini dia, Seorang Ikon Fashion, Istri CEO Terkenal Grup Ferdinand, Diduga Sedang Dekat dengan Fotografer Misterius?Rose membaca artikel itu dengan lengkap. Tidak ada tanggal dan tempat kejadian. Namanya pun tak disebutkan. Tapi siapapun tahu, istri CEO grup Ferdinand yang juga seorang model adalah dirinya. Olivia Rose.Dan yang menarik adalah... Siapa orang yang menyebarkan gosip itu? Dimana mereka
Makan malam itu berlangsung dalam sunyi yang menyesakkan.Meja panjang dengan hidangan mewah terasa seperti panggung sandiwara yang gagal. Rose duduk di satu sisi, punggungnya tegak namun bahunya tegang. Noah duduk di seberang, memotong makanannya dengan gerakan mekanis, tatapannya sesekali melayang. Bukan pada Rose, melainkan ke layar ponsel yang sejak tadi tak lepas dari genggamannya.Rose mencoba fokus pada piringnya. Ia tahu, sejak kepulangan Noah, udara di rumah itu berubah. Lebih berat dan dingin.Lalu ponsel Noah bergetar.Sekali. Dan sekali lagi.Noah berhenti makan. Rahangnya mengeras. Ia membaca sesuatu di layar, dan dalam hitungan detik, wajahnya berubah. Bukan terkejut. Bukan sedih. Melainkan Marah.Noah berdiri mendadak, kursinya bergeser kasar hingga menimbulkan bunyi memekakkan. Rose terlonjak kecil.“Ada apa?” tanya Rose, refleks.Noah tidak menjawab. Ia melempar ponselnya ke atas meja dalam keadaan layarnya menyala, menampilkan sebuah artikel singkat dari akun anonim.
Malamnya, Rose berbaring mematung, menatap gelap langit-langit kamar yang hanya diterangi cahaya redup dari lampu tidur. Tidak peduli seberapa sering ia memejamkan mata, bayangan Ethan tetap muncul di kepalanya. Senyumnya yang hangat, cara ia menatap dengan penuh perhatian, dan nada suaranya yang t
Rose memejamkan matanya saat bibir Ethan terus memagut bibirnya dengan lembut dan mesra. Tubuhnya membeku, namun ia justru membuka mulutnya dan membiarkan lidah Ethan menyelusup masuk diantara gigi dan lidahnya sendiri.Benak Rose berteriak. Ini salah! Semua ini salah! Namun entah mengapa hatinya j
Udara siang terasa lembut saat Rose turun dari mobilnya di depan studio Ethan. Di tangannya, tas kecil berisi lipstik, kaca, dan sejumput keberanian yang ia kumpulkan sejak pagi. Langkahnya pelan tapi pasti. Ia berusaha terlihat tenang, meskipun detak jantungnya berdentum lebih keras dari langkah s
Studio itu masih diselimuti aroma kopi dan pancake yang samar. Tirai besar menutup sebagian jendela, menyisakan cahaya matahari yang merayap di dinding penuh foto hitam putih. Di antara semua bingkai itu, Ethan duduk diam di kursinya, memandang sesuatu yang sudah lama berusaha ia lupakan.Di meja k






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.