author-banner
Rvn
Rvn
Author

Novel-novel oleh Rvn

Aku bukan Alea

Aku bukan Alea

Aku masuk ke dalam sebuah novel romance dan menjadi tunangan dari tokoh utamanya. Sosok yang kini kuperankan bernama Alea, seorang wanita pendiam yang sejak kecil diadopsi bukan karena kasih sayang, tapi hanya untuk dijual kepada keluarga Keenan, sang tokoh utama. Kehadirannya tidak pernah dianggap. Di dalam keluarganya, Alea selalu dikucilkan, diperlakukan seperti alat, bukan manusia. Dia tumbuh tanpa cinta, tanpa perlindungan, hanya ada dinginnya pengabaian dan tuntutan. Dan sekarang, aku berada di tubuh Alea itu. Menjadi dia. Di akhir cerita, Alea akan dibuang oleh keluarganya karena gagal menikahi Keenan. Dan Keenan-dia bahkan tak pernah menginginkan Alea sejak awal. dan aku tidak ingin hidup seperti itu.
Baca
Chapter: Secangkir teh hangat
"kakak... "kakak selalu menghindar terus dengan pergi pergi dari rumah, karna kakak gak bisa berbuat apa apa" "Alea, pergi dari sini, jangan ke sini lagi" *** Alea keluar dari kamar Reyhan dengan langkah pelan. Wajahnya pucat, matanya kosong, seolah pikirannya masih tertinggal di dalam ruangan itu. Baru beberapa langkah ia melangkah, Keenan sudah berdiri di hadapannya. "Kamu baik baik saja?" tanyanya pelan, suaranya penuh kekhawatiran. Alea tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Keenan sesaat, lalu menggeleng tipis. "Ayo, kita pulang," ujar Keenan akhirnya, tak ingin memaksanya bicara. Beberapa menit kemudian, Alea sudah duduk di atas motor Keenan. Mesin baru saja menyala ketika sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah. Pintu mobil terbuka, dan Dava keluar. Tatapannya tertuju lurus pada Alea, lekat, dingin, dan penuh makna yang tak terucap. Namun tak satu kata pun keluar. Tanpa menyapa, tanpa penjelasan, Dava justru membalikkan badan dan bergegas masuk ke da
Terakhir Diperbarui: 2026-02-17
Chapter: bertemu Reyhan
Raisa duduk berdua dengan Luna. Sejak tadi, Luna lebih banyak diam, tatapannya kosong seolah tenggelam dalam pikirannya sendiri. Sikap itu membuat Raisa merasa resah. "Luna, kamu kenapa? Masih kepikiran omongan mereka, ya? Jangan dipikirin, Clarissa memang mulutnya kayak gitu jahat,"ucap Raisa, mencoba menenangkan. Luna menggeleng pelan. "Bukan kok, Aku bukan tipe orang yang kepikiran cuma karena omongan dangkal seperti itu" "Aku tahu kamu kuat, Luna," kata Raisa lembut. "Terus, kenapa kamu diam aja dari tadi?" Luna terdiam sejenak sebelum akhirnya berbicara. "Aku cuma heran, gimana bisa aku kalah sama Alea, Padahal aku udah belajar mati matian" Raisa terdiam sesaat, memperhatikan ekspresi Luna yang berubah samar. Ada sesuatu di balik nada suaranya barusan. "Bukan aku nggak terima kalah," lanjut Luna pelan. "Cuma, kadang aku mikir, di sekolah ini kan nggak semuanya murni soal usaha" Raisa menoleh. "Maksud kamu?" Luna tersenyum tipis, senyum yang tidak sampai
Terakhir Diperbarui: 2026-02-13
Chapter: Tetaplah di sisiku
Keesokan paginya, suasana sekolah terasa berbeda. Alea turun dari motor Keenan, di ikuti Raiden dan Farel yang juga memarkirkan motor mereka tak jauh dari sana. "Makin nempel aja nih, pasangan sekolah kita" goda Raiden sambil nyengir. "Apaan, lu sirik aja," balas Keenan santai. "Katanya nggak suka, tapi sekarang nempel terus," tambah Farel, tertawa kecil. Alea hanya menarik napas pelan, Wajahnya tetap datar, seolah candaan itu tak ada hubungannya dengan dirinya. Padahal dari sudut matanya, ia bisa merasakan banyak pasang mata melirik, berbisik, dan menilai. Begitu mereka melangkah melewati gerbang, bisik bisik itu makin jelas. "Itu Alea, kan?" "Yang kemarin jadi pasangan terpilih itu…" "wah hebat banget udah dari keluarga konglomerat, pinter, cantik, tunangan Keenan lagi pewaris utama orang terkaya di negara ini" "dia beruntung karena di pungut aja sama keluarga marvelle, kalau engga dia sama aja kaya luna bahkan mungkin bisa lebih menyedihkan" ucap salah satu sis
Terakhir Diperbarui: 2026-02-10
Chapter: dia mengakuinya, bangga!?
Alea mengetuk pintu kamar Nyonya Alvarez dengan lembut, baki teh di tangannya nyaris tak bersuara. Ia menunggu beberapa detik sebelum suara dari dalam menjawab, datar namun tegas. "Masuk" Kamar itu redup, hanya lampu meja di sisi ranjang yang menyala, Tirai setengah tertutup, menyisakan cahaya kota yang terpotong rapi. Nyonya Alvarez duduk di kursi dekat jendela, punggungnya lurus, rambutnya sudah di lepas dari tatanan formal pesta. Alea melangkah masuk, menunduk sopan. "Teh hangat, Tante" Ia meletakkan cangkir di meja kecil. Uap tipis naik perlahan, mengisi ruang dengan aroma menenangkan kontras dengan ketegangan yang masih tertinggal. "Terima kasih" ujar Nyonya Alvarez singkat. Ia tidak langsung menyentuh cangkir itu. Beberapa detik hening berlalu. "Kau berbeda dari yang lain," kata Nyonya Alvarez akhirnya, tanpa menoleh. "Di pesta tadi, kau tidak berusaha terlalu keras" Alea tersenyum tipis. "Saya hanya menjadi diri sendiri" "itu justru yang berbahaya," balasnya p
Terakhir Diperbarui: 2026-02-05
Chapter: Luka yang terjaga rapi
Mobil Keenan melambat saat memasuki halaman rumah. Di bawah cahaya lampu teras, sebuah mobil hitam lain baru saja berhenti. Pintu pengemudinya terbuka lebih dulu, Tuan Alvarez turun tanpa menunggu, wajahnya kaku, jasnya belum sempat di rapikan. Beberapa detik kemudian, pintu di sisi penumpang terbuka. Nyonya Alvarez turun sendiri. Tidak ada sapaan, Tidak ada tangan yang di tawarkan. Jarak kecil tercipta di antara mereka, cukup sempit untuk di abaikan oleh orang asing, namun terlalu lebar untuk di abaikan oleh orang yang mengenal mereka. "Sepertinya orang tuamu juga baru sampai" gumam Alea. "Ya," jawab Keenan pendek. Nada suaranya datar, seolah sudah terlalu akrab dengan pemandangan itu. Langkah keempat orang itu bertemu di depan tangga teras. "Pesta yang melelahkan," ujar Tuan Alvarez, lebih seperti pernyataan dari pada pembuka percakapan. "Kau selalu mengatakan itu," sahut Nyonya Alvarez tanpa menoleh. Ia melepas sarung tangannya dengan gerakan tajam. "Mungkin k
Terakhir Diperbarui: 2026-02-04
Chapter: perwakilan sekolah dan pasangan kehormatan
setelah dari balkon Alea di hampiri temannya Nayla dan Clarissa mereka minum dan tertawa bersama sampai akhirnya seorang pembawa acara naik ke podium. Inilah bab itu, batinnya. Bab di mana Luna akan bersinar. Alea berdiri di barisan tengah, jari jarinya dingin meski aula di penuhi kehangatan. Di novel aslinya, ia hanya figuran. Nama yang bahkan tak di sebut. Pusat cerita adalah Luna gadis polos dengan senyum lembut yang akan memenangkan segalanya malam ini. Termasuk Keenan. "Dan sekarang" suara pembawa acara menggema, "kita akan mengumumkan Perwakilan Sekolah Tahun Ini" Jantung Alea berdegup lebih cepat dari seharusnya. Di novel, pengumuman ini jelas. Ia hafal kalimatnya. "Dengan prestasi dan dedikasi terbaik, perwakilan sekolah tahun ini adalah Luna Ardelia" Seharusnya begitu. Namun yang terdengar justru "Alea marvelle" Dunia Alea runtuh dalam senyap. Tepuk tangan membahana, tapi telinganya berdenging. Nama itu namanya sendiri bergema terlalu keras, ter
Terakhir Diperbarui: 2026-01-31
Anda juga akan menyukai
Detective Devil
Detective Devil
Fantasi · devina putri
2.8K Dibaca
Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat
Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat
Fantasi · Skyler Artemis
2.7K Dibaca
Daniel Si Pengembara
Daniel Si Pengembara
Fantasi · Pengelana Pikiran
2.7K Dibaca
True Colour
True Colour
Fantasi · Affandi
2.7K Dibaca
Dewa Naga Terpilih
Dewa Naga Terpilih
Fantasi · Shaveera
2.7K Dibaca
Pendekar Elemen Ganda
Pendekar Elemen Ganda
Fantasi · Murlox
2.7K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status