LOGINKarena suatu kasus yang dianggap aneh membuat Klan Vampire Hunter mencoba turut serta menyelidiki kasus ini. Mereka menemukan jika seorang lelaki bernama Aldrich memiliki kejanggalan yang patut dicurigai. Sehingga dua Vampire Hunter mendapat tugas untuk menyelidiki Aldrich. Helena, salah satu vampire hunter yang dapat melakukan peran menjadi apapun membuatnya harus menyelidiki Aldrich secara dekat. Sementara Johannes menjadi mata-mata dari jauh dan bersiap menolong jika ada sesuatu yang mengancam jiwa Helena. Beberapa bulan Helena tinggal bersama Aldrich. Selama itu, Aldrich selalu menampilkan perilaku yang normal. Hingga suatu saat, Helena menangkap Aldrich sedang menggigit leher seseorang dan menghisap habis darahnya. Sedangkan Johannes sedang tidak memantaunya karena suatu hal. Lalu bagaimana nasib Helena? Apakah dia akan mati di tangan Aldrich? Ikuti ceritanya hanya di True Colour.
View MoreSaat Johannes akan mengambil tas Helena, Vincent mencegat Johannes. Hal itu membuat Johannes mengerutkan alisnya. "Apa terjadi sesuatu dengan Helena?" tanya Vincent dengan tatapan cemas. "Helena sedang tidak enak badan. Jadi saya akan membawanya pulang." Johannes menjawab Vincent dengan sopan. Tidak lupa Johannes meminta izin kepada guru di kelas untuk membawa Helena pulang. Lalu sebelum keluar dari kelas, Johannes melihat Aldrich dengan tatapan tajam. Sementara Aldrich hanya memasang wajah tenang dan datar. ••• Beberapa jam berlalu, Helena hanya bisa diam di atas ranjang. Sangat membosankan baginya, namun dia juga tidak bisa bergerak dengan leluasa karena punggungnya yang masih sakit. Saat ini Helena sedang berada di rumah Paman Peter. Ya, Helena dan teman-temannya belum kembali ke rumah mereka sendiri. Tok. Tok. Tok Helena sedikit mendudukkan tubuhnya. "Masuk." Helena menatap ke arah pintu yang ternyata sudah berdiri Eric di sana. "Bagaimana kabarmu?" tanya Eric. "Masih hi
Setelah beberapa menit, dokter Susan pun selesai melakukan pemeriksaannya terhadap Helena. Dokter Susan mengambil kertas dari tasnya dan menuliskan resep."Beruntung punggung anda tidak mengalami cedera yang serius. Tapi tetap saja anda harus istirahat, jangan melakukan banyak gerakan dan minum obat dari resep yang sudah saya tulis," jelas Susan.Helena menerima resep obat dari Susan. "Baik, Dok. Terima Kasih.""Kalau begitu, tugas saya sudah selesai. Semoga anda segera pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa.""Terima Kasih. Biar saya antar anda ke depan," ucap Helena.Susan tersenyum simpul. "Oh tidak perlu, lebih baik anda istirahat saja. Ah ya, Aldrich sudah membayar semuanya jadi anda tidak perlu khawatir. Selamat siang."Helena tidak menjawab dan hanya menatap kepergian Susan. Saat di luar UKS, Helena bisa melihat Aldrich dan Susan yang saling berbicara. Tidak lama kemudian Aldrich masuk ke dalam UKS."Berikan aku rekaman cctvnya," ketus Helena."Tidak ada terima kasih?" "Aku
Helena berhasil terlelap dalam sekejap. Namun beberapa menit kemudian dia merasakan belaian tangan seseorang di wajahnya. Helena sedikit terganggu namun dia masih enggan membuka mata. Selanjutnya, dia merasakan hembusan nafas di telinganya. Sekali, dua kali dia mencoba tidak menghiraukannya. Tapi hembusan nafas itu malah berpindah ke lehernya. Perlahan hembusan nafas di leher berubah menjadi kecupan kecil, jilatan hingga ciuman. Spontan Helena membuka mata seketika.Betapa terkejutnya Helena melihat beberapa mahluk berparas cantik dan tampan berada di kamarnya. Bukan hanya 1 atau 2 mahluk, tapi lebih dari 10 mahluk. Dan disampingnya sedang duduk seorang lelaki tampan dengan netra merah ketara jelas. Vampir, satu kata yang ada di pikiran Helena.Alam bawah sadarnya seketika menyuruhnya untuk mengambil senjata di balik ranjang. Tapi belum sempat dia bergeser 1 senti pun, lelaki di sampingnya menahan tubuhnya hingga tidak bisa bergerak."Siapa yang memperbolehkanmu pergi?" ucap lelaki
Mendekati ruang otopsi, Vincent memberitahu Helena dan Aldrich untuk memakai pakaian khusus agar tetap steril dan bersih. Mereka pun memakai pakaian khusus yang diberikan oleh petugas ruang otopsi. Sesekali Helena melirik ke arah Aldrich, untuk kembali mengamatinya."Tuan Vincent, Helena dan Aldrich…kalian sudah siap?" tanya petugas ruang otopsi."Aku perlu ke kamar mandi sebentar." jawab Aldrich tiba-tiba.Vincent mengangguk menanggapinya. Sementara Helena hanya diam, di dalam hatinya dia ingin sekali mengikuti Aldrich. Helena tidak ingin melewatkan hal sekecil apapun. Saat Aldrich sudah pergi, Helena pun ijin untuk pergi ke kamar mandi juga. Bedanya, Helena tidak menunggu jawaban dan seketika pergi begitu saja.Helena melihat Aldrich yang sudah berbelok ke arah kamar mandi pria. Perlahan Helena berjalan hingga sampai depan kamar mandi pria. Mendengar suara pintu bilik tertutup di dalam kamar mandi, Helena pun membuka pintu yang berada di depannya sedikit demi sedikit. Beruntungnya,
Tepat tengah malam, Aldrich mengendarai mobilnya ke arah rumah tahanan tempat Hugo menjalani hukumannya. Sesampainya disana, dia melakukan teleportasi untuk bisa masuk ke dalam area rumah tahanan. Dengan mudah Aldrich menyusup masuk melewati pintu depan yang ternya
Berita pagi ini sangat membuat warga London merasa ketakutan. Di seluruh media elektronik maupun media cetak tersebar berita mengenai penemuan jasad wanita dengan leher yang terkoyak akibat gigitan sesuatu. Para petugas kepolisian pun melakukan penyelidikan mengena
“Ada perlu apa dengan teman saya, Pak?” tutur Vincent.Salah satu polisi itu menggiring Vincent untuk pergi dari ruang kelas, sementara polisi lainnya sedang menanyakan beberapa pertanyaan kepa
"Fuck! Aku harus kembali ke rumah," umpat Aldrich.Tidak peduli lagi dengan ponselnya yang remuk, dia kembali masuk ke dalam mobil lalu menginjak pedal gas hingga suara deruman khas Mobil Ferrari terdengar






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore