author-banner
Dacep
Dacep
Author

Novels by Dacep

Jerat Cinta Mafia Hyper

Jerat Cinta Mafia Hyper

“Dia orang kaya, Ayu. Dia bisa melunasi semuanya. Kamu hanya perlu menikah dengannya, dan hidup kita selamat.” *** Ayu chintya maheswari  adalah wanita cantik yang hampir di jual oleh ibunya sendiri karena hutang yang ditinggalkan ayahnya setelah menghilang secara misterius. Ia pikir cerita hidupnya akan segera berakhir, tapi takdir berkata lain. Ia diselamatkan oleh seorang mafia yang malah menculiknya dan memberikan nya dua pilihan. “Enam bulan. Belajarlah mencintaiku, atau aku sendiri yang akan mengantarmu pulang ke nerakamu yang lama.” *** Kini, Chintya terjebak di antara dua pilihan. Lari dan kembali ke neraka lamanya atau mencintai orang yang pernah menculiknya?
Read
Chapter: Bab 25 - Makan siang
​Makan siang itu seharusnya romantis.​Ethan membawaku ke restoran rooftop privat lainnya, tempat di mana awan-awan Los Angeles terlihat begitu dekat seolah bisa disentuh. Pelayan menuangkan wine terbaik, dan hidangan laut segar tersaji di meja.​Namun bagiku, makanan itu terasa seperti pasir.​"Kau diam saja dari tadi, Honey," suara Ethan memecah keheningan. Ia tidak sedang makan. Ia sedang mengawasiku, memutar gelas wine-nya dengan gerakan santai yang menipu.​Aku tersentak, memaksakan seulas senyum kaku. "Aku hanya... lelah. Kejadian di kantor tadi cukup menguras tenaga."​Ethan terkekeh pelan, suara rendah yang biasanya membuat perutku bergejolak, tapi kini membuatku waspada.​"Tenaga, ya?" godanya, matanya berkilat nakal. Tangan besarnya terulur di atas meja, menggenggam tanganku.​Dulu—atau lebih tepatnya satu jam yang lalu—sentuhan ini akan membuatku merasa aman. Tapi sekarang, saat kulitnya bersentuhan dengan kulitku, bayangan foto di dalam map merah itu melintas di kepalaku.
Last Updated: 2025-12-27
Chapter: Bab 24 - Rahasia di Laci
​Napas kami masih memburu, beradu di keheningan ruang kerja yang luas.​Kemeja putih Ethan sudah tidak berbentuk, kancing-kancingnya terlepas beberapa. Gaun sutraku melorot di bahu, rambutku berantakan. Dokumen-dokumen penting yang tadi tersusun rapi di meja, kini berserakan di lantai, menjadi saksi bisu kegilaan yang baru saja terjadi.​Ethan masih mengurungku di atas meja kerjanya. Kedua tangannya bertumpu di sisi pinggulku, keningnya menempel di keningku. Matanya terpejam, menikmati afterglow yang menenangkan saraf-saraf tegangnya.​Tanganku bergerak pelan, menelusuri garis rahangnya yang keras, lalu turun ke lehernya yang basah oleh keringat.​"Ethan..." panggilku lembut.​Ia membuka matanya. Hitam pekat, namun sekarang terlihat teduh. Seperti laut tenang setelah badai.​"Hmm?" gumamnya, mengecup ujung hidungku.​Aku menatapnya lekat-lekat. Mengingat ancamannya di kamar mandi pagi itu, tentang kontrak enam bulan. Tentang ancaman akan memulangkanku jika aku tidak mencintainya. Rasa
Last Updated: 2025-12-27
Chapter: Bab 23 - Tanda Kepemilikan
​Cahaya matahari pagi terasa berbeda hari ini. Lebih hangat. Lebih nyata.​Aku menggeliat pelan di balik selimut sutra tebal, merasakan setiap otot tubuhku yang pegal dan nyeri—sisa-sisa pertempuran panas semalam yang menghancurkan semua batasan di antara kami.​Sebuah tangan kekar melingkar di pinggangku, menahanku agar tidak beranjak.​“Mau ke mana, Honey?”​Suara itu serak, rendah, dan berat, berbisik tepat di telingaku. Napas hangatnya menggelitik tengkukku, mengirimkan getaran listrik ke tulang punggung.​Aku menoleh. Ethan sedang menatapku. Rambut hitamnya berantakan, matanya masih sayu khas bangun tidur, tapi sorot posesif itu sudah menyala terang. Tidak ada lagi dinginnya es di sana. Yang ada hanya api.​“Ke kamar mandi,” jawabku pelan, wajahku memanas mengingat apa yang kami lakukan di sana—dan di lantai, dan di meja rias—semalam.​Ethan tersenyum miring. Ia menarikku kembali jatuh ke pelukannya, membenamkan wajahnya di ceruk leherku, menghirup aromaku dalam-dalam.​“Nanti sa
Last Updated: 2025-12-24
Chapter: Bab 22 - Sentuhan Pertama
​Restoran itu bernama L'Obscur. Gelap, eksklusif, dan hening. Hanya ada lima meja di ruangan VIP ini, dan malam ini, Ethan menyewa seluruh tempat.​Aku duduk di hadapannya, mengenakan gaun sutra hitam backless yang memamerkan punggungku. Udara terasa dingin, tapi keringat dingin membasahi tengkukku.​Di meja kami, makan malam sudah tersaji. Steak wagyu yang dimasak rare—masih merah di bagian tengah. Di samping piringku, tergeletak pistol Glock 19 yang sudah kusembunyikan di balik clutch pestaku.​"Makan," perintah Ethan. Ia memotong daging di piringnya dengan tenang. Pisau peraknya mengiris daging merah itu tanpa suara.​"Aku tidak bisa makan," bisikku. "Kau bilang kita akan berburu. Di mana targetnya?"​"Dia sudah di sini," jawab Ethan santai.​Pintu ruangan VIP terbuka. Seorang pria paruh baya dengan setelan jas abu-abu masuk, dikawal oleh dua penjaga restoran. Wajahnya pucat pasi saat melihat Ethan duduk di ujung meja.​Itu Mr. Tan. Salah satu investor terbesar Mahendra Corp.​"Eth
Last Updated: 2025-12-23
Chapter: Bab 21 - Mata di Balik Bidikan
​Satu minggu.​Sudah satu minggu sejak aku mengambil Black Card itu dan menjual jiwaku pada Ethan.​Dan dalam satu minggu itu, penthouse ini berubah. Bukan perabotannya, tapi penghuninya.​Aku berdiri di depan cermin besar di walk-in closet. Pantulan di sana bukan lagi Ayu Chintya si resepsionis hotel yang memakai seragam kaku.​Aku bukan lagi tawanan yang menangis di pojokan. Aku adalah tunangan Ethan Mahendra. Setidaknya, itulah peran yang harus kumainkan.​Aku mengambil napas panjang, lalu melangkah keluar kamar.​Menuju pintu ganda di ujung lorong barat yang selalu tertutup rapat.​Ruang kerja Ethan.​Dua penjaga berjas hitam yang berdiri di depan pintu tersentak kaget melihatku datang. Mereka saling pandang ragu.​"Nona," sapa salah satu dari mereka kaku. "Tuan Ethan sedang rapat online dengan direksi. Dia tidak bisa diganggu."​Dulu, aku akan minta maaf dan mundur. Tapi hari ini berbeda.​"Minggir," kataku tenang.​Penjaga itu ternganga. "Ta-tapi Nona, perintah Tuan..."​"Perint
Last Updated: 2025-12-22
Chapter: Bab 20 - Tamu Tak Diundang
"Bram... di sini?"​Suaraku nyaris tak terdengar, tertelan oleh gemuruh AC sentral yang mendadak terasa terlalu bising.​Tubuhku membeku. Rasa dingin yang familiar merambat dari ujung kaki ke kepala. Bukan karena dinginnya AC, tapi dinginnya ketakutan. Bayangan wajah Bram—tatapan mesumnya, bau alkohol dari mulutnya, dan cengkeraman tangannya yang kasar—kembali menghantuiku di tengah kemewahan penthouse ini.​"Bagaimana bisa?" bisikku. "Dia cuma preman lokal! Bagaimana dia bisa melacakmu sampai ke Amerika?"​Ethan berjalan ke arah meja kerjanya, menyambar sebuah tablet, dan mengetik sesuatu dengan cepat menggunakan satu tangan.​"Jangan remehkan obsesi pria yang kehilangan barang miliknya, Chintya," kata Ethan dingin, matanya terpaku pada layar. "Dan jangan lupa, Bram bukan cuma preman. Dia punya koneksi dengan sindikat perdagangan manusia di Asia Tenggara. Seseorang memberinya info tentang jet pribadiku."​Tiba-tiba, suara interkom di dinding berbunyi nyaring. Bip-bip-bip.​Itu suara
Last Updated: 2025-12-22
Magang di hati CEO tampan

Magang di hati CEO tampan

Magang di perusahaan besar? Sudah pasti menantang.Tinggal serumah dengan CEO muda, tampan, dan penuh dengan aura mematikan? Itu…..di luar dugaan. Alya hanya gadis desa biasa yang mempunyai tekad yang luar biasa.Tapi hidup di ibu kota ternyata bukan cuma soal kerja keras , tapi terkadang juga soal menjaga batin dan mental tetap aman… terutama pada saat berhadapan dengan bos. Bagaimana kalau batas antara profesional dan personal mulai kabur? Dan bagaimana kalau yang mulai jatuh… adalah orang yang paling tak terduga? Satu rumah. Dua dunia. Banyak rahasia yang pelan-pelan terbuka. Dan saat godaan datang bukan dari luar, tapi dari seseorang yang seharusnya tak di usik, apa Alya akan sanggup menahan?
Read
Chapter: Epilog
Dua Tahun Kemudian... Di Bawah Langit Garut... ​Udara pagi di Garut terasa jernih dan sejuk, dipenuhi aroma tanah basah sisa hujan semalam dan wangi bunga-bunga dari taman Bu Aminah. Di dalam rumahnya yang kini terasa lebih ramai, Alya sedang dengan sabar menguncir rambut seorang gadis kecil yang duduk di pangkuannya. ​“Nah, sudah cantik putri Bunda,” bisik Alya sambil mengecup pipi gembil itu. ​Larasati Alya Wijaya, atau Lara, putrinya yang baru berusia satu setengah tahun, tertawa riang. Ia memiliki mata ibunya yang berbinar dan senyum ayahnya yang menawan. Kehadirannya adalah penanda dari babak baru kehidupan mereka yang penuh cinta. ​“Bunda! Ayah! Ayo, nanti kita terlambat!” seru sebuah suara yang tidak lagi terdengar kekanak-kanakan. Bara, yang kini sudah berusia delapan tahun, berdiri di ambang pintu, tampak gagah dengan kemeja batiknya. Ia tumbuh menjadi anak laki-laki yang cerdas, percaya diri, dan sangat menyayangi adik pe
Last Updated: 2025-10-14
Chapter: Bab 222 - Jalan Pulang
​Sebulan kemudian, dedaunan di taman belakang rumah mereka di Jakarta mulai berguguran, menandai pergantian musim. Bagi Alya, itu juga terasa seperti penanda pergantian babak dalam hidupnya. Keputusan untuk kembali ke Garut telah dibuat, dan bulan terakhir mereka di Jakarta diisi dengan proses pelepasan yang manis dan teratur. ​Perpisahan pertama adalah dengan Nindya. Mereka duduk di kafe favorit mereka untuk terakhir kalinya. ​“Jadi lo beneran balik ke Garut?” tanya Nindya, ada nada sedih di balik gaya bicaranya yang jenaka. “Setelah semua perjuangan lo menaklukkan kota ini? Lo udah jadi Ratu di sini, Ly.” ​Alya tersenyum dan meraih tangan sahabatnya. “Aku sadar, Nin, aku ke sini bukan untuk menaklukkan Jakarta. Aku ke sini untuk menemukan kembali diriku dan menyembuhkan keluargaku. Dan sekarang, misinya sudah selesai. Rumah kami yang sebenarnya ada di sana.” ​“Janji ya, lo bakal sering ke sini atau gue yang bakal sering neror lo di sana,” ka
Last Updated: 2025-10-14
Chapter: Bab 221 - Fajar Setelah Badai Tergelap
​Beberapa minggu kemudian, suasana di rumah mewah Jakarta itu terasa begitu berbeda. Gema dari pertarungan, tangisan, dan pengkhianatan telah memudar, digantikan oleh kehangatan dari rutinitas keluarga yang damai. Dinding-dinding yang tadinya terasa dingin dan asing, kini dipenuhi oleh tawa Bara, aroma masakan Alya, dan kehadiran Arka yang kini selalu terasa menenangkan. ​Pagi itu, Alya sedang berdiri di teras belakang dengan secangkir teh hangat, mengawasi Arka dan Bara yang sedang bermain sepak bola di taman. Arka, sang mantan Kaisar Es, kini tidak ragu untuk bergulingan di atas rumput dan membiarkan putranya menertawakannya. Ia telah menanggalkan jubah perangnya, dan kembali menjadi suami dan ayah seutuhnya. Melihat pemandangan itu, Alya merasakan gelombang kedamaian yang begitu sempurna hingga terasa sureal. ​Ponselnya bergetar. Sebuah panggilan video dari Nindya. ​“Ly!” sapa Nindya heboh. “Gue masih nggak percaya tiap kali baca be
Last Updated: 2025-10-14
Chapter: Bab 220 - Pertanggungjawaban Sandra
​Sebulan kemudian, Alya menatap ke luar jendela ruang kerjanya. Pemandangan Jakarta yang dulu terasa mengancam, kini tampak berbeda. Itu hanyalah sebuah kota, latar dari kehidupannya yang baru. Kehidupan yang, secara ajaib, terasa begitu damai. ​Rumah mereka kini benar-benar terasa seperti rumah. Dipenuhi oleh tawa Bara, aroma masakan Alya yang bereksperimen di dapur, dan kehadiran Arka yang kini selalu terasa hangat dan menenangkan. Suaminya itu benar-benar telah berubah. Ia memimpin Arroihan Group dengan tangan yang kokoh namun adil, mendelegasikan lebih banyak, dan selalu memprioritaskan waktu untuk pulang dan makan malam bersama keluarganya. ​Hubungan Alya dengan Saphira—ia masih sulit membiasakan diri dengan nama itu—juga berkembang menjadi sesuatu yang unik. Mereka bukan sahabat, tapi mereka adalah sekutu yang solid. Mereka berkomunikasi hampir setiap hari, merancang setiap detail dari proyek “Wisma Kebaikan Rahman Wijaya” di Garut. Di antara diskusi tentan
Last Updated: 2025-10-13
Chapter: Bab 219 - Ritual Keadilan
​Perjalanan menuju Puncak pada hari Selasa, 9 September 2025, terasa begitu berbeda dari semua perjalanan mereka sebelumnya. Udara di dalam mobil sunyi, namun bukan karena ketegangan atau amarah, melainkan karena sebuah perasaan gentar yang khusyuk. Mereka tidak tahu apa yang menanti mereka, tapi mereka berdua merasa bahwa ini adalah sebuah perjalanan menuju akhir dari sebuah bab yang panjang dan menyakitkan. ​“Menurutmu apa yang dia maksud dengan ‘keadilan’, Mas?” tanya Alya pelan. ​Arka menggeleng, matanya fokus pada jalanan yang menanjak. “Aku tidak tahu, Sayang. Tapi untuk pertama kalinya, aku tidak merasa dia sedang merencanakan sesuatu yang licik. Rasanya… berbeda.” ​Mereka tiba di depan rumah kayu kecil itu. Pemandangannya masih sama asrinya, namun auranya terasa lebih damai. Melati Suryo menyambut mereka di pintu dengan sebuah pelukan hangat untuk Alya. Matanya yang sembap menunjukkan bahwa ia telah banyak menangis, namun kini ada seberkas cahay
Last Updated: 2025-10-13
Chapter: Bab 218 - Panggilan dari Puncak
​Beberapa minggu berlalu seperti sebuah mimpi yang indah. Rumah yang tadinya terasa seperti medan perang, kini telah berubah menjadi surga kecil yang sesungguhnya. Kepercayaan dan keintiman yang telah terjalin kembali di antara Alya dan Arka menjadi fondasi yang kokoh, mengubah setiap sudut rumah menjadi penuh kehangatan.​Arka benar-benar menepati janjinya. Ia mendelegasikan lebih banyak pekerjaan pada Vira, menolak rapat-rapat yang tidak penting, dan selalu berusaha pulang sebelum Bara tidur. Sisi “manja”-nya yang dulu hanya muncul sesekali, kini menjadi bagian dari keseharian mereka—sebuah permintaan pelukan tiba-tiba di tengah kesibukan Alya, atau rengekan cemburu yang lucu saat Alya terlalu fokus pada Bara. Bagi Alya, semua itu adalah bukti cinta yang paling tulus.​Alya sendiri menemukan dunianya. Kemenangannya di komite sekolah telah memberinya rasa hormat dan posisi yang tak terbantahkan. Ia kini memimpin program bimbingan membaca dengan penuh semangat, dan para ibu
Last Updated: 2025-10-12
You may also like
The Devil's Mistress
The Devil's Mistress
Romansa · Theresia Rini S
87.3K views
(A)Gus Nazril
(A)Gus Nazril
Romansa · Aryani15
87.3K views
He Is My Husband (INDONESIA)
He Is My Husband (INDONESIA)
Romansa · helloimironman
87.2K views
Pelakor Harus Mati
Pelakor Harus Mati
Romansa · Zia Cherry
87.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status