Malaikat Sayap Hitam-Putih
【Romantisme×Teror+Malaikat+Cerita gaib】Selingkuh meraja rela⚠️⚠️⚠️
"Aku takut dengan risikonya, tahukah kau apa yang terjadi padaku ketika aku pikir aku akan kehilanganmu?!" Di tempat di mana setiap kebenaran terbungkus kebohongan, Emilia menemukan bahwa apa yang diceritakan tentang dirinya jauh dari kebenaran. Lembaga tempat ia dikirim seharusnya melindunginya, tetapi di balik pintu-pintu terkunci itu tersimpan kekuatan gelap, sayap yang bukan milik malaikat, dan cinta segitiga rumit yang tak dapat dipilih hatinya. Ia terombang-ambing antara masa lalu yang terhapus dari ingatannya, masa kini yang berbahaya yang mengancam akan menghancurkannya, dan masa depan yang bahkan ia sendiri tak yakin akan mampu ia jalani. Ketika hati, tubuh, dan kebenarannya tak selaras, Emilia harus memutuskan: lari? melawan? atau tersesat.
Read
Chapter: 98 [TAMAT]John berdiri bersandar di dinding, tangannya terikat rantai yang terbuat dari baja dan tanah dari gunung berapi yang telah melemahkan kami. Ketika obat penenang yang kami berikan benar-benar hilang efeknya, John menjadi ganas. Dia menyerang kami semua tanpa henti dan tanpa berpikir, seolah-olah itulah satu-satunya tujuan yang ada di benaknya.Aku berdiri di ruangan di seberangnya, rantai-rantai itu mencegahnya mendekatiku. Aku menatap jendela yang memisahkan ruangan-ruangan itu. Amir dan dokter dari ordo tersebut berdiri di sana, menatap kami. Dokter itu menekan salah satu tombol dan suaranya terdengar melalui pengeras suara dri ruangan itu. "Jangan lupa, meskipun ini berhasil, John mungkin hanya akan kembali selama beberapa detik. Jangan terlalu dekat dengannya, dan jika kau merasa dalam bahaya, beri tahu kami dan kami akan menyuntiknya dengan obat penenang lagi."Aku berjalan menuju John den
Last Updated: 2026-02-11
Chapter: 97"Minggir, Lia." Sayap putih Lev mengembang liar ke samping, tatapannya kosong. Dia ingin balas dendam, aku tahu itu, aku mengerti itu, tapi aku tidak bisa membiarkannya menyakiti John."Aku tidak bisa, Lev," aku mengarahkan pistol ke arahnya, tapi dia berlari langsung ke arahku. Aku tidak bisa menembaknya dan dia tahu itu.Lev mencengkeramku dengan kasar dan melemparkanku ke salah satu mobil di tempat parkir. Dia cepat-cepat berlari ke arah John dan Derrick, yang terus bertarung dalam apa yang tampak seperti pertarungan hidup mati. Pemimpin mereka telah mati, tetapi John masih terhipnotis oleh mantra-mantranya. Aku tidak tahu apakah aku akan bisa mendapatkannya kembali, tetapi aku tidak tahan jika sesuatu terjadi padanya lagi.Aku tak bisa membiarkan mereka mengambilnya dariku. Terlalu menyakitkan untuk hidup di dunia di mana dia tak ada. John telah
Last Updated: 2026-02-10
Chapter: 96Aku berbaring di tempat tidur di sel tahanan di Wing Order(Ordo Sayap). Derrick takut aku akan melakukan sesuatu padanya atau diriku sendiri, jadi dia meninggalkanku di sini semalaman. Aku tidak bisa tidur. Setiap kali aku memejamkan mata, aku melihat Derrick melemparkan John dari jembatan, suara air nyaring menghantam telingaku.Pintu berat itu berderit saat terbuka. Amir berdiri di sana, menatapku dengan cemas. "Lia?" Suaranya lemah saat dia melangkah masuk ke dalam sel. Aku segera membalikkan badan agar dia tidak melihat air mata yang kembali menggenang di mataku. "Lia," suaranya tercekat saat dia duduk di tepi tempat tidur.Dia juga kehilangan pria yang dicintainya beberapa hari yang lalu, tetapi mungkin dia berada dalam situasi yang lebih baik daripada aku. Dia tidak memiliki kenangan menyakitkan tentang sentuhan tangannya, tentang tatapan hangatnya. Aku mencoba untuk tegar, tetapi aku ti
Last Updated: 2026-02-09
Chapter: 95Aku dan Derrick duduk di dahan pohon di atas jalan. Kami menunggu berjam-jam tetapi kami tidak menyerah. Menurut informasi Ari, dia seharusnya melewati sini. Aku hanya berdoa agar John benar-benar bersamanya. Aku mencoba memohon kepada Derrick untuk membiarkanku melakukan ini sendirian, tetapi aku tidak menyangka dia akan membiarkanku berada di sini tanpanya.Aku heran dia bahkan setuju dengan ideku, situasi ekstrem itu pasti membuatnya benar-benar putus asa. Ponsel Derrick berdering. Dia melihat layar dan menghela napas panjang. "Itu Eddie. Dia bertanya ke mana kita pergi." Aku tahu mengapa ekspresi wajah Derrick tampak kecewa. Dia berharap itu Lev, tapi Lev belum berbicara sepatah kata pun dengannya sejak Dani meninggal beberapa hari yang lalu."Aku tidak suka Eddie. Fakta bahwa dia lebih suka memukuli anak kecil daripada memasukkan mereka ke akademi menunjukkan bahwa dia sama buruknya denga
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: 94Aku keluar dari mobil sebelum Amir atau Derrick bisa menghentikanku dan aku cepat-cepat berjalan menuju John."Lia, berhenti," Derrick memanggilku. Aku menoleh dan melihat semua orang keluar dari mobil dan dengan panik mengeluarkan sayap mereka. Aku berdiri beberapa meter dari John. Dia menatapku tetapi matanya kosong. Dia berdiri seperti patung.Aku melangkah lagi mendekatinya dan sayapnya terbentang ke samping, menimbulkan debu di jalan. "Aku tahu itu ada di dalam pikiranmu. Aku tahu kau tidak bisa mengendalikan apa yang kau lakukan, tetapi ada batasan tertentu untuk hal-hal yang bisa kumaafkan, John, jadi aku memohon padamu untuk kembali kepadaku sebelum sesuatu hal buruk terjadi yang akan kita berdua tanggung akibatnya."Aku berharap akan ada sedikit keajaiban, aku berharap jiwa John belum hancur, bahwa dia masih ada di dalam, tetapi sepertinya tidak
Last Updated: 2026-02-07
Chapter: 93Aku duduk di ranjang perawatan menghadap malaikat yang Adam bicarakan. Dia menatapku dan aku menatapnya, mengamatinya dari janggutnya, posturnya, dan energi yang terpancar darinya. Dia benar-benar bukan manusia. Dia menatap seorang pria yang berdiri di sudut ruangan dengan tangan bersilang, dan tersenyum padanya."Adam, bisakah kau memberi kami waktu beberapa menit untuk berduaan?" tanyanya. Adam mengangguk dan meninggalkan ruangan sementara orang yang sama terus menatapku dengan tatapan yang tak bisa dimengerti. "Kau tidak mempercayaiku," katanya, dan aku tersenyum tipis. "Tentu saja aku tidak mempercayaimu. Jika kau di sini, itu berarti mereka tidak mengizinkanmu kembali ke atas, dan biasanya mereka punya alasan yang bagus untuk melakukan itu.""Memang benar, mereka mengusirku dari surga, tetapi aku diizinkan kembali ke sana empat puluh tahun yang lalu. Aku memilih untuk tinggal di sini untu
Last Updated: 2026-02-06
Chapter: EkstraDisini Brandon sama Keynan favorit banget. ........... Sepanjang perjalanan, Sila terus menggigit jari. Ia tidak tau akan berakhir seperti ini. Sila merasa kalau Auris hanyalah seorang ibu yang ingin memiliki sedikit waktu dengan anaknya. Itu saja. Bahkan tidak pernah terlintas resiko apapun dalam pikirannya. "Hotel Friston deket tol nggak sih?" Tanya Mia. Keynan memutar kemudi, "Kita cari jalan lain. Bakalan macet kalau lewat jalan biasa." Daman menoleh menatap Sila disampingnya, "Santai, Rio cucunya ultraman, pasti bisa selamatin Railey." Brandon yang duduk di depan menoleh, "Gak papa, Sil. Lo nggak tau. Gak perlu panik." Keynan mengendus, merasa telah menyudutkan Sila tadi, "Sorry, Sil." Sila menggeleng, bahkan dia tidak marah sama sekali pada Keynan, "Gue cuma takut mereka kenapa napa." "Udah dibilangin cucunya ultramen, jangan khawatir. Rio juga punya jurusnya Luffy dari anime One Piece." "Bentar lagi nyampe," celetuk Mia. Brandon mengambil ponselnya mene
Last Updated: 2025-12-01
Chapter: Ekstra "Sayang, cepet. Keburu siang." Rio duduk di kasur menunggu Sila keluar dari kamar mandi. Pagi ini mereka ada rencana untuk pergi piknik bersama. "Iya bentar." Rio melirik arloji, pandangannya teralih saat Railey muncul dari balik pintu. "Papa, jadi pergi kan?" Gadis itu menutup pintu. Rio mengendikkan dagu ke arah kamar mandi, "Mama kamu lama banget." Railey terkekeh, "Pa." "Iya sayang," Rio memainkan rambut anak gadisnya. "Railey seneng banget punya Papa sama Mama yang sayang sama Railey," mata polosnya menatap Rio, "Jangan pernah ninggalin Railey." Rio tersenyum dan merengkuh ayahnya, "Dimana ada papa, disitu ada Railey." Railey mengeratkan pelukan mereka, "Boleh tanya sesuatu?" "Boleh." "Kenapa dia nggak sayang sama Railey? Padahal Railey sayang banget sama dia." Rio mengernyit bingung, "Siapa?" "Mama Auris." Rio mengecup puncak kepapa Railey, "Masih banyak orang yang sayang sama kamu. Kalau satu doang nggak sayang nggak jadi masalah." TingTong! Su
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: EkstraSemenjak menjadi istri Rio, Sila memilih resign dari pekerjaannya. Menghabiskan waktu dirumah bersama Railey dan mengurus rumah tangga. Sila tidak sendiri, ada Bi Asih dan beberapa karyawan yang Rio pekerjakan di rumah ini, tapi untuk mendidik Railey dan menemani Rio, itu seluruhnya tanggung jawab Sila. Rio tidak pernah memaksanya, Sila di bebaskan memilih apa pun yang Sila suka. Mau bekerja ataupun dirumah bagi Rio sama saja yang penting Sila bahagia. Dan gadis itu memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, artinya sebentar lagi Railey pulang dari sekolah. Sila menyiapkan makan siang milik gadis cantik itu, tak lupa dengan baju rumahnya dan perlengkapan mandi. Karena Railey tiap pulang sekolah pasti minta mandi. "Railey pulaaang," Sila yang tengah meletakkan sendok di meja menoleh menatap gadis kecil yang datang memeluknya, "Tadi Railey dapat nilai A. Kata Miss Bianca Railey pinter." "Oh iyaa?" Sila antusias, menundu
Last Updated: 2025-11-18
Chapter: 49. PernikahanWaktu terasa berjalan begitu cepat. Tiga bulan yang direncanakan akhirnya terlaksana.Malam ini acara resepsi di gelar dengan tema Garden night wedding seperti keinginan Sila. Sejak dulu Ia menginginkan resepsi pernikahan yang di gelar malam hari di taman dengan kolam dan di lengkapi dengan lampu kuning yang romantis, dan Rio mengabulkannya.Mia dengan lipstick di tangannya celingukan mencari Railey, "Mana tuh bocah?""Siapa?" Sahut Brandon di depannya."Railey," ujar Mia, "Tadi katanya minta di pakein lipstick.""Udah pake lipsctik perasaan," celetuk Daman.Mia berdecak, "Tadi gara-gara dia makan es krim jadi abis lipstick nya.""Namanya juga anak-anak," sahut Keynan tenang.Para Bridesmaids dan Groomsmen duduk di satu meja khusus yang telah di sediakan."Tuh anak dititipin ke lo tadi, awas ilang. Bapaknya marah ntar," kata Abraham dengan gelas di tangannya."Ngerepotin banget bocah," Mia panik lalu melihat ke arah altar, "Mana bapaknya senyum-senyum lagi. Bahagia banget kayaknya.""
Last Updated: 2025-11-17
Chapter: 48. Will you marry me?Bicara soal love language. Rio adalah si paling receiving gift. Cowok itu tidak pernah pelit memberikan apa yang pasangannya mau. Berapapun harganya jika membuat pacarnya bahagia, pasti di tebus.Contohnya seperti malam ini.Rio merogoh uang yang tidak sedikit untuk ukuran pesta ulang tahun yang hanya di hadiri keluarga dan teman dekat saja. Bahkan, cowok itu tidak mengundang kolega bisnisnya sama sekali.Malam ini, Rio ingin privasi. Hanya diririnya, keluarganya dan Sila."Sil." Rio menepuk pelan lengan Sila, "Bangun yuk, udah nyampe."Sila mengerjap, menyesuaikan cahaya yang masuk ke netranya, "Aku tidur lama banget?""Tiga jam."Gadis itu menegak, "Serius tiga jam? Jam berapa sekarang?""Jam dua belas."Sila mengamati sekeliling, "Kok disini?""Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat," Rio mengeluarkan kain hitam, "Tapi matanya aku tutup dul
Last Updated: 2025-11-06
Chapter: 47. Ulang tahunSerius nanya.Kalian penasaran sama kisah siapa? Keynan- Mia kah? Atau Brandon- Queena?Ataaaau, pengen tau cerita SMK nya Railey?................Tanggal yang dinanti tiba. Ulang tahun Sila kali ini dibuat sangat mewah. Tujuannya agar Sila bahagia, tapi malah buat Mia, Daman dan Keynan kesiksa.Pagi-pagi buta, mereka udah dipaksa bangun sama Rio dan langsung ke restoran tempat nanti malam acara akan di adakan."Acaranya tengah malem ngapain kesini sekarang bego?" Mia baru aja tidur tiga jam lalu, pantes kalau dia marah."Ya kalian pantau kerja EO nya Celine gimana. Gue takut ada yang kurang pas."Mia Jambak rambut."Tiduran situ kalau masih ngantuk." Keynan menunjuk sofa yang ada di ujung."Resto udah gue booking sampe besok." Lanjut Rio."Sekalian lo kasih kita sarapan kan ini?" Daman laper banget. Dari tadi perutnya b
Last Updated: 2025-11-05

Sang Dukun Seruling Dan Muridnya
Gunung Kumulus terguncang oleh kabar tentang pembantai misterius. Monster level tinggi ditemukan hanya tinggal tulang. Kawanan predator berkumpul untuk membalas dendam. Mereka tidak tahu siapa lawan yang mampu menghancurkan ras mereka seorang diri.
Arum Sekar muncul sebagai tokoh yang sama sekali tak biasa. Penampilannya lusuh. Baju dan serulingnya bernoda darah. Dia dukun seruling yang lebih mahir membunuh daripada memasak. Dengan tangan kosong dan seruling bambu yang menyimpan pisau, dia menumpas kawanan monster tanpa kesulitan. Sikapnya acuh sedikit gila, dia sering salah sasaran, tapi hasilnya tetap brutal.
Sekar ingin mencari koki. Dia bisa menangkap ikan lebih besar dari elang dengan trik konyol. Tanpa sengaja dia menyaksikan konflik lain yang jauh lebih berbahaya.
...
Lekir Maldawai adalah murid Arum Sekar. Ia memiliki banyak harta hasil warisan. Seluruh sukunya dibantai, termasuk guru yang pernah mengajarnya dulu. Entah apa penyebabnya, tetapi ia menyimpan misteri tentang asal-usulnya. Setelah bertahun-tahun bergaul bersama Arum Sekar, ia menjadi murid paling fanatik padanya.
Suatu ketika, ingatannya yang disegel muncul kembali. Saat itu, ia mengingat bahwa guru yang kini ia hormati adalah pembantai seluruh sukunya. Ia murka, tetapi rasa sayangnya pada sang guru jauh lebih besar. Ia berpura-pura patuh dan mulai membuat masalah di belakang.
Hingga akhirnya, ia mengetahui dari sebuah alam ilusi duplikat dari ingatan gurunya bahwa semua orang yang ada di sukunya dulu adalah orang bejat, mengetahui rahasia yang ia miliki, dan berniat memonopolinya dengan memanfaatkan rahasia tersebut. Ia mulai menyadari kesalahannya, menyesal setiap hari.
Suku yang dulu merawatnya ternyata pembantai orang tuanya. Hanya guru yang benar-benar memperlakukannya dengan baik sejak awal hingga akhir.
Read
Chapter: 19. Tamat"Apa ini aman! Kau yakin itu tidak berbahaya untuk anak itu?" Ananti duduk santai sambil melihat makhluk hitam pekat yang bermata emas salib terbalik kini berwujud manusia jadi-jadian yang super tampan. Jika Sekar disini dia psti akan bilang ke mereka berdua: "Apa kalian berdua sehat, hah!" Ini bukan karena apapun, Sekar hanya berpikir... tidak akan bisa bereproduksi antara Monster dan manusia. Dia juga merinding menayangkan andegan tidak senonoh saat keduanya berbaring. Tapi lupakan Sekar sudah tidak ada disana, dia sudah terputus sangat jauh dari 12 dukun catur. Iris mata pria itu penuh kelembutan saat memandang perut Ananti yang kini sudah menonjol membentuk cetakan telur yang sedikit lebih besar dari telur unta. "Sayang, dia akan keluar sebenar lagi. Dia bilang, dia sangat senang punya ibu sepertimu." Makluk tentakel hitam yang kini berwajah manusia itu tidak bohong karena dia bisa berkomunikasi secara telepati dalam jarak dekat. Anak monster tidak seperti anak manusia yang
Last Updated: 2025-12-11
Chapter: 18Bernapas berat sambil menghunus pedang, pedang itu melesat tepat sasaran ke tubuh makluk unggu, tapi makhluk ungu juga punya insting untuk mempertahankan hidup dan berhasil menghindar.Lekir kesulitan untuk menemukan sudut yang cocok untuk membunuhnya, dia menatap tajam makluk unggu sampai menemukan jawaban dimana harus memprediksi gerakan menghindarnya yang akan datang. Kesabarannya tidak sia-sia, dia mendapat bayangan fatamorgana dimana tentakel ungu akan menjulur selanjutnya. Tidak tanggung-tanggung, seluruh tentakel akan bergerak ke belakang tubuhnya bukan mengincar Lekir lagi.Tanpa keraguan Lekir melesat kedepan, kakinya menapak diatas air dan melompat.Syuttt.....Cress....Tangkai bunga paling atas itu terpotong menjadi dua, tentakel ungu itu bergerak tidak beraturan, tidak seperti sebelumnya terarah dan terkendali.Guru sungguh jenius, guru bisa memikirkan terik ini hanya dengan memadang. Kali ini beban Lekir berkurang, dia bisa santai untuk memotong tentakel tanpa harus wasp
Last Updated: 2025-12-11
Chapter: 17Semua tubuh yang terendam dalam air itu mulai keluar menampakan wujud aslinya. Tubuh itu seperti ubur-ubur raksasa yang tentakelnya berwarna ungu tua, kemudian menjalar menjadi ungu muda. Dan bagian atasnya seperti pecahan kelopak bunga dengan tangkai bunga di atasnya. Makhluk itu menggeliat ganas sampai mencabik utuh tanaman bakau yang ada di depan mata. Air sungai bergolak hebat saat makhluk itu naik ke permukaan, seolah seluruh arus sungai tiba-tiba tunduk pada kehadirannya. Percikan airnya memantul hingga ke dinding kapal kayu, dingin dan menyengat, membawa bau anyir yang menusuk sampai ke rongga hidung. Setiap tentakel yang bergerak seperti cambuk raksasa itu memecahkan permukaan air dengan suara keras, membuat riak air besar bergulung dari tepi sungai menuju ke kapal tempat Sekar dan yang lain berada. Lekir bergerak waspada sampai ke tepi kapal. Langkahnya terukur tapi cepat, seperti pemburu yang tahu persis kapan harus mendekat dan kapan harus menyingkir. Angin kencang yang la
Last Updated: 2025-12-01
Chapter: 16Setelah kejadian yang tidak menyenangkan di penginapan, Sekar dan Lekir keluar tanpa uang sepeserpun. Kini mereka sampai di tengah-tengah lalu lalang untuk ke dermaga. "Minggir jika kalian berdua tidak mau bepergian. Jangan menghalangi orang-orang di belakang." Penjaga itu dengan tidak sabar menunjuk pada Sekar dan Lekir untuk pergi sambil terus memberi isyarat kepada orang-orang di belakangnya. Orang berikutnya dalam antrean mengambil segenggam emas berkilau dan perak, kemudian melewati mereka, lalu berjalan menuju dermaga. "Guru ..." Lekir dipenuhi dengan rasa bersalah. Setelah pertempuran dengan Mozan, sudah merupakan keajaiban baginya untuk tetap hidup; dia benar-benar lupa tentang kehilangan emas dan perak di penginapan. "Ini semua salahku. Jika aku tidak terburu-buru untuk mengamankan batu akik, aku tidak akan menyebabkan Guru bekerja keras. " "Uh ..." Tidak Lekir, aku benar-benar tidak punya uang. Menjadikanmu murid adalah keputusan yang tepat. "Kenapa tidak Guru berbela
Last Updated: 2025-11-30
Chapter: 15Sekar ingin protes, tapi bos penginapan sudah menjulurkan baju maskot: sejenis pakaian kuning cerah, dengan hiasan bambu di kepala. "Ah," gumam Sekar lirih, "aku menyesal menginap di sini." Hari pertama pekerjaan itu langsung membuktikan bahwa orang normal memang suka melihat drama manusia yang teraniaya, baik itu mendapat simpati atau hanya sekedar cacian. Lekir berdiri di dapur, dia memegang wajan dengan tatapan seperti hendak menghabisi seseorang. "Guru," katanya ketika Sekar lewat dengan seruling khasnya yang selalu di bawa di pinggang. "Tolong ingat. Aku ini pendekar pedang. Bukan koki spatula." "Aku tau," jawab Sekar ringan. Padahal dalam hati dia bilang jika Lekir itu koki eksekutif, "Aku percaya." "Beruntung guru masih percaya padaku." Lekir mendesah dalam tragedi. Tapi anehnya, ketika mulai memasak, gerakannya efisien. Mungkin terlalu efisien. Pisau di tangannya bergerak secepat kilat, memotong sayuran seolah itu latihan memenggal musuh. Salah satu staf lama m
Last Updated: 2025-11-29
Chapter: 14Awalnya Sekar masih tidur pulas, tapi perut kenyang membuatnya tidak bisa tidur lagi, kamu mengerti kan bagaimana rasanya perut kenyang dibawa tidur. Tidak nyaman dan membuat mual. Sekar bergerak gelisah dalam tidurnya, kemudian dia terbangun sendiri karena percakapan di kamar. "Koki, kenapa ada orang tambahan di kamarku?!" Sekar menggeliat malas, dia tidak panik jika ada orang tambahan secara tiba-tiba, sayangnya dia belum melihat kehancuran tembok di penginapan, mungkin jika dia tau sekarang dia akan kabur paling awal. "Guru. Aku tidak tau, saat aku datang ke kamar guru, mereka tiba-tiba menerobos masuk begitu saja." Tunjuk Lekir pada dua orang, keduanya penuh cacat dari pertempuran sebelumnya. Pakaian Sajada robek, Rajan terluka lebih parah daripada Sajada, kedua lenganya patah tulang. Sajada mendongak menatap wajah orang yang bertarung dengannya. "Rajan, sejak tadi aku masih kebingungan, kenapa kamu tidak memakai senjata saat kita bertarung?" Sajada menatap intens seluruh t
Last Updated: 2025-11-28