Malaikat Sayap Hitam-Putih
【Romantisme×Teror+Malaikat+Cerita gaib】Selingkuh meraja rela⚠️⚠️⚠️
"Aku takut dengan risikonya, tahukah kau apa yang terjadi padaku ketika aku pikir aku akan kehilanganmu?!" Di tempat di mana setiap kebenaran terbungkus kebohongan, Emilia menemukan bahwa apa yang diceritakan tentang dirinya jauh dari kebenaran. Lembaga tempat ia dikirim seharusnya melindunginya, tetapi di balik pintu-pintu terkunci itu tersimpan kekuatan gelap, sayap yang bukan milik malaikat, dan cinta segitiga rumit yang tak dapat dipilih hatinya. Ia terombang-ambing antara masa lalu yang terhapus dari ingatannya, masa kini yang berbahaya yang mengancam akan menghancurkannya, dan masa depan yang bahkan ia sendiri tak yakin akan mampu ia jalani. Ketika hati, tubuh, dan kebenarannya tak selaras, Emilia harus memutuskan: lari? melawan? atau tersesat.
Read
Chapter: 31Aku duduk di dekat gerbang menunggu kurir yang membawakan hasilnya sendiri. Kalau ada yang tahu aku hamil dan tahu aku sudah tes, mungkin mereka juga tahu cara mendapatkan hasilnya. Aku harus mendapatkannya sebelum mereka! Aku duduk di depan gerbang, stres, badanku tegang, kakiku terus bergerak-gerak gugup.Aku tak percaya aku akan tahu siapa ayahnya. Bagaimana aku akan memberitahunya? Keduanya? Sebuah tangan diletakkan di bahuku dan aku terlonjak ketakutan. "Aku memanggilmu dari tadi, kau tidak dengar?" Ternyata Natalie."Aku sedang melamun," aku berbohong padanya, mengalihkan pandanganku kembali ke gerbang."Tunggu apa lagi?" Apa yang dia mau dariku!"Aku butuh paket penting. Apa yang sebenarnya kau lakukan di sini?" tanyaku curiga. "Aku cuma jalan-jalan," dia kesal padaku, seolah-olah seharusnya sudah jelas."Bagus." Aku menatapnya lagi, lalu kembali menatap gerbang."Kamu kelihatan stres. Kau tahu itu tidak baik," katanya sam
Last Updated: 2026-01-07
Chapter: 30Ini hari ketiga aku menghindari teman-teman di ruangan dan langsung pergi ke klinik. "Kumohon Mia, beri aku satu hari libur lagi," aku mencoba tersenyum padanya, tetapi dia memasang ekspresi tegas. "Segera ke sekolah. Kamu sudah kehilangan terlalu banyak berat badan," katanya."Aku sudah ketinggalan banyak sekali sepanjang tahun ini. Aku tidak akan menyelesaikan tahun ajaran ini," aku tertawa, tetapi ada sedikit rasa jujur dan sedih di dalamnya. Seharusnya aku tidak menjalani tahun ajaranku seperti ini. "Jadilah siswa biasa seperti yang lainnya. Belajarlah dengan giat dan minggu depan kita akan pergi ke dokter," katanya."Oke," aku dengan enggan bangkit dan menuju pintu keluar. Aku berbalik sejenak sebelum meninggalkan klinik, menatap Mia. "Terima kasih untuk semuanya," dia tersenyum padaku dan aku berjalan menuju sekolah. Aku tidak punya energi untuk bertemu siapa pun di sana, aku tidak ingin mengikuti pelajaran yang membosankan ini, dan aku tidak tahu apa yang ha
Last Updated: 2026-01-06
Chapter: 29"Adam, akan kukatakan padamu, aku melihat kakakku, dia mirip denganku. Dia sama sekali tidak mirip denganku, sama sekali tidak, tidak masuk akal kalau aku adiknya atau kami sama," aku mondar-mandir di kamar. Adam duduk di tempat tidurnya, tak mampu menenangkanku. "Jadi, apa kau punya penjelasan lain kenapa sayapmu mirip?""Mungkin ada beberapa yang pernah berkelana antardunia?""Aku tidak tahu dan tidak mengerti kenapa John jadi pemandu nya?" Kalimat terakhir itu terucap tanpa sengaja."Kenapa kau terganggu?" tanya Adam dengan marah."Tidak juga," aku terduduk dengan berat di tempat tidur di sebelahnya."Kurasa meskipun ini membingungkan, kaulah satu-satunya yang bisa memahaminya saat ini. Dia membutuhkanmu," Adam membelaiku. Mungkin ada benarnya apa yang dia katakan. Terdengar ketukan di pintu, yang langsung terbuka. Ron berdiri di ambang pintu, menatap kami dengan marah."Kepala sekolah sedang mencarimu, dan kuingatkan kau bahw
Last Updated: 2026-01-05
Chapter: 28Bel yang memekakkan telinga berbunyi. Hari sekolah telah usai, semua orang mengambil barang-barang mereka dan meninggalkan kelas, tetapi aku tetap duduk. Tiga hari telah berlalu sejak malam di tanah lapang ketika iblis itu menghilang, tetapi mimpi-mimpi itu tidak berhenti. Bagaimana jika kami tidak berhasil menyingkirkannya? Bagaimana jika ini hanya efek samping? Lagipula, beberapa mimpi terakhir bukan lagi mimpi buruk, tetapi bagaimana jika iblis itu benar dan salah satu ketakutan terbesarku menjadi kenyataan? "Amelia," Adam duduk di meja di depanku, menarik perhatianku. "Lia," aku mengoreksinya. "Aku sudah mencoba memanggil begitu, tapi kau tidak menjawab. Apa semuanya baik-baik saja?" Aku tak bisa menceritakan mimpiku pada Adam, aku tak ingin membuatnya khawatir. "Masih sakit," aku berbohong padanya tentang luka-luka yang belum sembuh. Adam meraih tanganku dan mencium bekas luka yang masih tersisa di telapak tanganku. Ka
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: 27John terus menyerang dan memukulku selama dua hari terakhir untuk melatih dan membuatku lebih kuat. Dia mencoba mengajariku tentang setan yang bisa disebut iblis juga, untuk membantuku bermeditasi agar terhubung dengan diriku sendiri. Tidak ada omong kosong yang membantu. Aku masih terus berjalan sambil tidur dan bermimpi buruk, aku bahkan mulai melukai diri sendiri saat tidur.John memintaku datang ke kamarnya. Aku mengenakan kemeja panjang untuk menutupi luka gores di tubuhku. Aku mengangkat lipatan kemejaku sejenak dan berdiri di depan cermin. Goresan terakhir di perutku terlalu dalam. Terdengar ketukan di pintu. "Buka," aku segera merapikan kemejaku sebelum Adam masuk. "Hei, di mana Lev dan Natalie?""Lev bersama Dani seperti biasa. Natalie pasti sedang mencari seseorang untuk bermain-main."Natalie ini benar-benar membuatku kesal. Dia sudah memberi tahu semua orang bahwa aku gila karena berjalan sambil tidur dan dia akan menanggung akibatnya.
Last Updated: 2026-01-03
Chapter: 26Aku sedang berjalan di hutan dekat sekolah, bertelanjang kaki. Tempat itu gelap dan dingin, tak ada satu bintang pun yang bersinar di langit. Aku mendengar suara di belakangku dan aku segera berbalik. Di tanah ada seekor ular. Ia melingkariku, menatapku, dan menggigitku.Aku terlonjak panik. Punggungku sakit sekali dan jantungku berdebar kencang. "Apa yang terjadi?" Adam segera menghampiriku. Aku sedang di klinik, mereka pasti memindahkanku ke sini. "Aku bermimpi digigit ular. Adam, ular adalah ketakutan terbesarku.""Aku di sini, semuanya baik-baik saja," Adam membelaiku dengan khawatir. Aku menariknya mendekat. Dia berbaring telentang dan aku bersandar padanya. Dia menenangkanku dan memelukku dengan lemah agar tidak menyakitiku. Aku menyandarkan kepalaku di dadanya, merasakan detak jantungnya. "Kamu tidur sepanjang siang dan malam.""Adam, aku tidak mengerti apa yang terjadi di sini?" tanyaku, dan dia bergerak gelisah. "Kamu punya setan mimpi," jawabnya
Last Updated: 2026-01-02

Sang Dukun Seruling Dan Muridnya
Gunung Kumulus terguncang oleh kabar tentang pembantai misterius. Monster level tinggi ditemukan hanya tinggal tulang. Kawanan predator berkumpul untuk membalas dendam. Mereka tidak tahu siapa lawan yang mampu menghancurkan ras mereka seorang diri.
Arum Sekar muncul sebagai tokoh yang sama sekali tak biasa. Penampilannya lusuh. Baju dan serulingnya bernoda darah. Dia dukun seruling yang lebih mahir membunuh daripada memasak. Dengan tangan kosong dan seruling bambu yang menyimpan pisau, dia menumpas kawanan monster tanpa kesulitan. Sikapnya acuh sedikit gila, dia sering salah sasaran, tapi hasilnya tetap brutal.
Sekar ingin mencari koki. Dia bisa menangkap ikan lebih besar dari elang dengan trik konyol. Tanpa sengaja dia menyaksikan konflik lain yang jauh lebih berbahaya.
...
Lekir Maldawai adalah murid Arum Sekar. Ia memiliki banyak harta hasil warisan. Seluruh sukunya dibantai, termasuk guru yang pernah mengajarnya dulu. Entah apa penyebabnya, tetapi ia menyimpan misteri tentang asal-usulnya. Setelah bertahun-tahun bergaul bersama Arum Sekar, ia menjadi murid paling fanatik padanya.
Suatu ketika, ingatannya yang disegel muncul kembali. Saat itu, ia mengingat bahwa guru yang kini ia hormati adalah pembantai seluruh sukunya. Ia murka, tetapi rasa sayangnya pada sang guru jauh lebih besar. Ia berpura-pura patuh dan mulai membuat masalah di belakang.
Hingga akhirnya, ia mengetahui dari sebuah alam ilusi duplikat dari ingatan gurunya bahwa semua orang yang ada di sukunya dulu adalah orang bejat, mengetahui rahasia yang ia miliki, dan berniat memonopolinya dengan memanfaatkan rahasia tersebut. Ia mulai menyadari kesalahannya, menyesal setiap hari.
Suku yang dulu merawatnya ternyata pembantai orang tuanya. Hanya guru yang benar-benar memperlakukannya dengan baik sejak awal hingga akhir.
Read
Chapter: 19. Tamat"Apa ini aman! Kau yakin itu tidak berbahaya untuk anak itu?" Ananti duduk santai sambil melihat makhluk hitam pekat yang bermata emas salib terbalik kini berwujud manusia jadi-jadian yang super tampan. Jika Sekar disini dia psti akan bilang ke mereka berdua: "Apa kalian berdua sehat, hah!" Ini bukan karena apapun, Sekar hanya berpikir... tidak akan bisa bereproduksi antara Monster dan manusia. Dia juga merinding menayangkan andegan tidak senonoh saat keduanya berbaring. Tapi lupakan Sekar sudah tidak ada disana, dia sudah terputus sangat jauh dari 12 dukun catur. Iris mata pria itu penuh kelembutan saat memandang perut Ananti yang kini sudah menonjol membentuk cetakan telur yang sedikit lebih besar dari telur unta. "Sayang, dia akan keluar sebenar lagi. Dia bilang, dia sangat senang punya ibu sepertimu." Makluk tentakel hitam yang kini berwajah manusia itu tidak bohong karena dia bisa berkomunikasi secara telepati dalam jarak dekat. Anak monster tidak seperti anak manusia yang
Last Updated: 2025-12-11
Chapter: 18Bernapas berat sambil menghunus pedang, pedang itu melesat tepat sasaran ke tubuh makluk unggu, tapi makhluk ungu juga punya insting untuk mempertahankan hidup dan berhasil menghindar.Lekir kesulitan untuk menemukan sudut yang cocok untuk membunuhnya, dia menatap tajam makluk unggu sampai menemukan jawaban dimana harus memprediksi gerakan menghindarnya yang akan datang. Kesabarannya tidak sia-sia, dia mendapat bayangan fatamorgana dimana tentakel ungu akan menjulur selanjutnya. Tidak tanggung-tanggung, seluruh tentakel akan bergerak ke belakang tubuhnya bukan mengincar Lekir lagi.Tanpa keraguan Lekir melesat kedepan, kakinya menapak diatas air dan melompat.Syuttt.....Cress....Tangkai bunga paling atas itu terpotong menjadi dua, tentakel ungu itu bergerak tidak beraturan, tidak seperti sebelumnya terarah dan terkendali.Guru sungguh jenius, guru bisa memikirkan terik ini hanya dengan memadang. Kali ini beban Lekir berkurang, dia bisa santai untuk memotong tentakel tanpa harus wasp
Last Updated: 2025-12-11
Chapter: 17Semua tubuh yang terendam dalam air itu mulai keluar menampakan wujud aslinya. Tubuh itu seperti ubur-ubur raksasa yang tentakelnya berwarna ungu tua, kemudian menjalar menjadi ungu muda. Dan bagian atasnya seperti pecahan kelopak bunga dengan tangkai bunga di atasnya. Makhluk itu menggeliat ganas sampai mencabik utuh tanaman bakau yang ada di depan mata. Air sungai bergolak hebat saat makhluk itu naik ke permukaan, seolah seluruh arus sungai tiba-tiba tunduk pada kehadirannya. Percikan airnya memantul hingga ke dinding kapal kayu, dingin dan menyengat, membawa bau anyir yang menusuk sampai ke rongga hidung. Setiap tentakel yang bergerak seperti cambuk raksasa itu memecahkan permukaan air dengan suara keras, membuat riak air besar bergulung dari tepi sungai menuju ke kapal tempat Sekar dan yang lain berada. Lekir bergerak waspada sampai ke tepi kapal. Langkahnya terukur tapi cepat, seperti pemburu yang tahu persis kapan harus mendekat dan kapan harus menyingkir. Angin kencang yang la
Last Updated: 2025-12-01
Chapter: 16Setelah kejadian yang tidak menyenangkan di penginapan, Sekar dan Lekir keluar tanpa uang sepeserpun. Kini mereka sampai di tengah-tengah lalu lalang untuk ke dermaga. "Minggir jika kalian berdua tidak mau bepergian. Jangan menghalangi orang-orang di belakang." Penjaga itu dengan tidak sabar menunjuk pada Sekar dan Lekir untuk pergi sambil terus memberi isyarat kepada orang-orang di belakangnya. Orang berikutnya dalam antrean mengambil segenggam emas berkilau dan perak, kemudian melewati mereka, lalu berjalan menuju dermaga. "Guru ..." Lekir dipenuhi dengan rasa bersalah. Setelah pertempuran dengan Mozan, sudah merupakan keajaiban baginya untuk tetap hidup; dia benar-benar lupa tentang kehilangan emas dan perak di penginapan. "Ini semua salahku. Jika aku tidak terburu-buru untuk mengamankan batu akik, aku tidak akan menyebabkan Guru bekerja keras. " "Uh ..." Tidak Lekir, aku benar-benar tidak punya uang. Menjadikanmu murid adalah keputusan yang tepat. "Kenapa tidak Guru berbela
Last Updated: 2025-11-30
Chapter: 15Sekar ingin protes, tapi bos penginapan sudah menjulurkan baju maskot: sejenis pakaian kuning cerah, dengan hiasan bambu di kepala. "Ah," gumam Sekar lirih, "aku menyesal menginap di sini." Hari pertama pekerjaan itu langsung membuktikan bahwa orang normal memang suka melihat drama manusia yang teraniaya, baik itu mendapat simpati atau hanya sekedar cacian. Lekir berdiri di dapur, dia memegang wajan dengan tatapan seperti hendak menghabisi seseorang. "Guru," katanya ketika Sekar lewat dengan seruling khasnya yang selalu di bawa di pinggang. "Tolong ingat. Aku ini pendekar pedang. Bukan koki spatula." "Aku tau," jawab Sekar ringan. Padahal dalam hati dia bilang jika Lekir itu koki eksekutif, "Aku percaya." "Beruntung guru masih percaya padaku." Lekir mendesah dalam tragedi. Tapi anehnya, ketika mulai memasak, gerakannya efisien. Mungkin terlalu efisien. Pisau di tangannya bergerak secepat kilat, memotong sayuran seolah itu latihan memenggal musuh. Salah satu staf lama m
Last Updated: 2025-11-29
Chapter: 14Awalnya Sekar masih tidur pulas, tapi perut kenyang membuatnya tidak bisa tidur lagi, kamu mengerti kan bagaimana rasanya perut kenyang dibawa tidur. Tidak nyaman dan membuat mual. Sekar bergerak gelisah dalam tidurnya, kemudian dia terbangun sendiri karena percakapan di kamar. "Koki, kenapa ada orang tambahan di kamarku?!" Sekar menggeliat malas, dia tidak panik jika ada orang tambahan secara tiba-tiba, sayangnya dia belum melihat kehancuran tembok di penginapan, mungkin jika dia tau sekarang dia akan kabur paling awal. "Guru. Aku tidak tau, saat aku datang ke kamar guru, mereka tiba-tiba menerobos masuk begitu saja." Tunjuk Lekir pada dua orang, keduanya penuh cacat dari pertempuran sebelumnya. Pakaian Sajada robek, Rajan terluka lebih parah daripada Sajada, kedua lenganya patah tulang. Sajada mendongak menatap wajah orang yang bertarung dengannya. "Rajan, sejak tadi aku masih kebingungan, kenapa kamu tidak memakai senjata saat kita bertarung?" Sajada menatap intens seluruh t
Last Updated: 2025-11-28
Chapter: EkstraDisini Brandon sama Keynan favorit banget. ........... Sepanjang perjalanan, Sila terus menggigit jari. Ia tidak tau akan berakhir seperti ini. Sila merasa kalau Auris hanyalah seorang ibu yang ingin memiliki sedikit waktu dengan anaknya. Itu saja. Bahkan tidak pernah terlintas resiko apapun dalam pikirannya. "Hotel Friston deket tol nggak sih?" Tanya Mia. Keynan memutar kemudi, "Kita cari jalan lain. Bakalan macet kalau lewat jalan biasa." Daman menoleh menatap Sila disampingnya, "Santai, Rio cucunya ultraman, pasti bisa selamatin Railey." Brandon yang duduk di depan menoleh, "Gak papa, Sil. Lo nggak tau. Gak perlu panik." Keynan mengendus, merasa telah menyudutkan Sila tadi, "Sorry, Sil." Sila menggeleng, bahkan dia tidak marah sama sekali pada Keynan, "Gue cuma takut mereka kenapa napa." "Udah dibilangin cucunya ultramen, jangan khawatir. Rio juga punya jurusnya Luffy dari anime One Piece." "Bentar lagi nyampe," celetuk Mia. Brandon mengambil ponselnya mene
Last Updated: 2025-12-01
Chapter: Ekstra "Sayang, cepet. Keburu siang." Rio duduk di kasur menunggu Sila keluar dari kamar mandi. Pagi ini mereka ada rencana untuk pergi piknik bersama. "Iya bentar." Rio melirik arloji, pandangannya teralih saat Railey muncul dari balik pintu. "Papa, jadi pergi kan?" Gadis itu menutup pintu. Rio mengendikkan dagu ke arah kamar mandi, "Mama kamu lama banget." Railey terkekeh, "Pa." "Iya sayang," Rio memainkan rambut anak gadisnya. "Railey seneng banget punya Papa sama Mama yang sayang sama Railey," mata polosnya menatap Rio, "Jangan pernah ninggalin Railey." Rio tersenyum dan merengkuh ayahnya, "Dimana ada papa, disitu ada Railey." Railey mengeratkan pelukan mereka, "Boleh tanya sesuatu?" "Boleh." "Kenapa dia nggak sayang sama Railey? Padahal Railey sayang banget sama dia." Rio mengernyit bingung, "Siapa?" "Mama Auris." Rio mengecup puncak kepapa Railey, "Masih banyak orang yang sayang sama kamu. Kalau satu doang nggak sayang nggak jadi masalah." TingTong! Su
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: EkstraSemenjak menjadi istri Rio, Sila memilih resign dari pekerjaannya. Menghabiskan waktu dirumah bersama Railey dan mengurus rumah tangga. Sila tidak sendiri, ada Bi Asih dan beberapa karyawan yang Rio pekerjakan di rumah ini, tapi untuk mendidik Railey dan menemani Rio, itu seluruhnya tanggung jawab Sila. Rio tidak pernah memaksanya, Sila di bebaskan memilih apa pun yang Sila suka. Mau bekerja ataupun dirumah bagi Rio sama saja yang penting Sila bahagia. Dan gadis itu memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, artinya sebentar lagi Railey pulang dari sekolah. Sila menyiapkan makan siang milik gadis cantik itu, tak lupa dengan baju rumahnya dan perlengkapan mandi. Karena Railey tiap pulang sekolah pasti minta mandi. "Railey pulaaang," Sila yang tengah meletakkan sendok di meja menoleh menatap gadis kecil yang datang memeluknya, "Tadi Railey dapat nilai A. Kata Miss Bianca Railey pinter." "Oh iyaa?" Sila antusias, menundu
Last Updated: 2025-11-18
Chapter: 49. PernikahanWaktu terasa berjalan begitu cepat. Tiga bulan yang direncanakan akhirnya terlaksana.Malam ini acara resepsi di gelar dengan tema Garden night wedding seperti keinginan Sila. Sejak dulu Ia menginginkan resepsi pernikahan yang di gelar malam hari di taman dengan kolam dan di lengkapi dengan lampu kuning yang romantis, dan Rio mengabulkannya.Mia dengan lipstick di tangannya celingukan mencari Railey, "Mana tuh bocah?""Siapa?" Sahut Brandon di depannya."Railey," ujar Mia, "Tadi katanya minta di pakein lipstick.""Udah pake lipsctik perasaan," celetuk Daman.Mia berdecak, "Tadi gara-gara dia makan es krim jadi abis lipstick nya.""Namanya juga anak-anak," sahut Keynan tenang.Para Bridesmaids dan Groomsmen duduk di satu meja khusus yang telah di sediakan."Tuh anak dititipin ke lo tadi, awas ilang. Bapaknya marah ntar," kata Abraham dengan gelas di tangannya."Ngerepotin banget bocah," Mia panik lalu melihat ke arah altar, "Mana bapaknya senyum-senyum lagi. Bahagia banget kayaknya.""
Last Updated: 2025-11-17
Chapter: 48. Will you marry me?Bicara soal love language. Rio adalah si paling receiving gift. Cowok itu tidak pernah pelit memberikan apa yang pasangannya mau. Berapapun harganya jika membuat pacarnya bahagia, pasti di tebus.Contohnya seperti malam ini.Rio merogoh uang yang tidak sedikit untuk ukuran pesta ulang tahun yang hanya di hadiri keluarga dan teman dekat saja. Bahkan, cowok itu tidak mengundang kolega bisnisnya sama sekali.Malam ini, Rio ingin privasi. Hanya diririnya, keluarganya dan Sila."Sil." Rio menepuk pelan lengan Sila, "Bangun yuk, udah nyampe."Sila mengerjap, menyesuaikan cahaya yang masuk ke netranya, "Aku tidur lama banget?""Tiga jam."Gadis itu menegak, "Serius tiga jam? Jam berapa sekarang?""Jam dua belas."Sila mengamati sekeliling, "Kok disini?""Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat," Rio mengeluarkan kain hitam, "Tapi matanya aku tutup dul
Last Updated: 2025-11-06
Chapter: 47. Ulang tahunSerius nanya.Kalian penasaran sama kisah siapa? Keynan- Mia kah? Atau Brandon- Queena?Ataaaau, pengen tau cerita SMK nya Railey?................Tanggal yang dinanti tiba. Ulang tahun Sila kali ini dibuat sangat mewah. Tujuannya agar Sila bahagia, tapi malah buat Mia, Daman dan Keynan kesiksa.Pagi-pagi buta, mereka udah dipaksa bangun sama Rio dan langsung ke restoran tempat nanti malam acara akan di adakan."Acaranya tengah malem ngapain kesini sekarang bego?" Mia baru aja tidur tiga jam lalu, pantes kalau dia marah."Ya kalian pantau kerja EO nya Celine gimana. Gue takut ada yang kurang pas."Mia Jambak rambut."Tiduran situ kalau masih ngantuk." Keynan menunjuk sofa yang ada di ujung."Resto udah gue booking sampe besok." Lanjut Rio."Sekalian lo kasih kita sarapan kan ini?" Daman laper banget. Dari tadi perutnya b
Last Updated: 2025-11-05