LOGINMove on bukan perkara yang mudah. Perlu mendaki gunung, menuruni lembah, menyebrangi samudra, mencairkan es di Antartika dan masih banyak lagi rintangan yang harus di lewati. Rencananya, Sila akan kembali ke Jakarta , memulai hidup barunya dengan menemukan apartemen nyaman, pekerjaan menjanjikan dan hidup tenang Tapi itu semua hanyalah ilusi setelah Sila bertemu kembali dengan mantannya yang menjabat sebagai duda anak satu dengan segala rahasia yang Ia simpan. Mampukah Sila bertahan?
View MoreDisini Brandon sama Keynan favorit banget. ........... Sepanjang perjalanan, Sila terus menggigit jari. Ia tidak tau akan berakhir seperti ini. Sila merasa kalau Auris hanyalah seorang ibu yang ingin memiliki sedikit waktu dengan anaknya. Itu saja. Bahkan tidak pernah terlintas resiko apapun dalam pikirannya. "Hotel Friston deket tol nggak sih?" Tanya Mia. Keynan memutar kemudi, "Kita cari jalan lain. Bakalan macet kalau lewat jalan biasa." Daman menoleh menatap Sila disampingnya, "Santai, Rio cucunya ultraman, pasti bisa selamatin Railey." Brandon yang duduk di depan menoleh, "Gak papa, Sil. Lo nggak tau. Gak perlu panik." Keynan mengendus, merasa telah menyudutkan Sila tadi, "Sorry, Sil." Sila menggeleng, bahkan dia tidak marah sama sekali pada Keynan, "Gue cuma takut mereka kenapa napa." "Udah dibilangin cucunya ultramen, jangan khawatir. Rio juga punya jurusnya Luffy dari anime One Piece." "Bentar lagi nyampe," celetuk Mia. Brandon mengambil ponselnya mene
"Sayang, cepet. Keburu siang." Rio duduk di kasur menunggu Sila keluar dari kamar mandi. Pagi ini mereka ada rencana untuk pergi piknik bersama. "Iya bentar." Rio melirik arloji, pandangannya teralih saat Railey muncul dari balik pintu. "Papa, jadi pergi kan?" Gadis itu menutup pintu. Rio mengendikkan dagu ke arah kamar mandi, "Mama kamu lama banget." Railey terkekeh, "Pa." "Iya sayang," Rio memainkan rambut anak gadisnya. "Railey seneng banget punya Papa sama Mama yang sayang sama Railey," mata polosnya menatap Rio, "Jangan pernah ninggalin Railey." Rio tersenyum dan merengkuh ayahnya, "Dimana ada papa, disitu ada Railey." Railey mengeratkan pelukan mereka, "Boleh tanya sesuatu?" "Boleh." "Kenapa dia nggak sayang sama Railey? Padahal Railey sayang banget sama dia." Rio mengernyit bingung, "Siapa?" "Mama Auris." Rio mengecup puncak kepapa Railey, "Masih banyak orang yang sayang sama kamu. Kalau satu doang nggak sayang nggak jadi masalah." TingTong! Su
Semenjak menjadi istri Rio, Sila memilih resign dari pekerjaannya. Menghabiskan waktu dirumah bersama Railey dan mengurus rumah tangga. Sila tidak sendiri, ada Bi Asih dan beberapa karyawan yang Rio pekerjakan di rumah ini, tapi untuk mendidik Railey dan menemani Rio, itu seluruhnya tanggung jawab Sila. Rio tidak pernah memaksanya, Sila di bebaskan memilih apa pun yang Sila suka. Mau bekerja ataupun dirumah bagi Rio sama saja yang penting Sila bahagia. Dan gadis itu memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, artinya sebentar lagi Railey pulang dari sekolah. Sila menyiapkan makan siang milik gadis cantik itu, tak lupa dengan baju rumahnya dan perlengkapan mandi. Karena Railey tiap pulang sekolah pasti minta mandi. "Railey pulaaang," Sila yang tengah meletakkan sendok di meja menoleh menatap gadis kecil yang datang memeluknya, "Tadi Railey dapat nilai A. Kata Miss Bianca Railey pinter." "Oh iyaa?" Sila antusias, menundu
Waktu terasa berjalan begitu cepat. Tiga bulan yang direncanakan akhirnya terlaksana.Malam ini acara resepsi di gelar dengan tema Garden night wedding seperti keinginan Sila. Sejak dulu Ia menginginkan resepsi pernikahan yang di gelar malam hari di taman dengan kolam dan di lengkapi dengan lampu kuning yang romantis, dan Rio mengabulkannya.Mia dengan lipstick di tangannya celingukan mencari Railey, "Mana tuh bocah?""Siapa?" Sahut Brandon di depannya."Railey," ujar Mia, "Tadi katanya minta di pakein lipstick.""Udah pake lipsctik perasaan," celetuk Daman.Mia berdecak, "Tadi gara-gara dia makan es krim jadi abis lipstick nya.""Namanya juga anak-anak," sahut Keynan tenang.Para Bridesmaids dan Groomsmen duduk di satu meja khusus yang telah di sediakan."Tuh anak dititipin ke lo tadi, awas ilang. Bapaknya marah ntar," kata Abraham dengan gelas di tangannya."Ngerepotin banget bocah," Mia panik lalu melihat ke arah altar, "Mana bapaknya senyum-senyum lagi. Bahagia banget kayaknya.""












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.