ログインMove on bukan perkara yang mudah. Perlu mendaki gunung, menuruni lembah, menyebrangi samudra, mencairkan es di Antartika dan masih banyak lagi rintangan yang harus di lewati. Rencananya, Sila akan kembali ke Jakarta , memulai hidup barunya dengan menemukan apartemen nyaman, pekerjaan menjanjikan dan hidup tenang Tapi itu semua hanyalah ilusi setelah Sila bertemu kembali dengan mantannya yang menjabat sebagai duda anak satu dengan segala rahasia yang Ia simpan. Mampukah Sila bertahan?
もっと見るI had read countless books about sneaky sisters and cheating exes.
Who would have thought it would happen to me? I was twenty-six, thinking my life finally made sense. But this… This moment tore everything apart. We were on the lower floor of Conner's company and everything happened because Clara had spilled scalding hot coffee on herself and blamed me. I tried to explain but my so-called fiancé gave me a big shock. “You are so disgusting Alyssa! I gave you everything but yet you are so greedy.” Conner spat out, every word stabbed my heart. “Conner, I-” My words were stopped instantly. “Shut up Alyssa! Don't you dare call my name. You should be grateful for Clara, she's even pleading for you! I should ruin you right now.” He raised his voice. I stepped back. I had dated Conner for three years and he never looked nor talked to me in such a way, especially not in front of all these people. My time, my life, my modelling career, I left it all to work as his consultant. I handled his projects. I built his company with my negotiating skills. I did the dirty work while he rested. Why was he doing this? This wasn't what he promised me. “Conner, don't you see? Clara’s manipulating you. She's lying, and that's what she's been doing since she got here. Clara wants to make me look bad.” I tried to explain to him. Clara hid behind Conner, sniffing and tearing up but I could see the smirk on that sneaky face. This was how she convinced our parents to hate me, using the same script. It was the same thing all over again, in front of these people. Connor was the light in my darkness. He was my pillar, my first love. I couldn't let him go. “Conner, please listen to me.” The slap came fast, and my vision blurred before I hit the ground. “You vengeful piece of…” Conner stopped himself, then he crouched to my level. His fingers dug into my cheeks and it burned. “Listen yourself Alyssa. You sound insane. I want nothing to do with you. You always rubbed yourself on me, so I had no choice but to humor you." He said. "But I'm done now! Take this as a warning. Stay very far away from me and Clara.” My eyes welled up. I couldn't believe how foolish I was. But no words left my lips. I watched Conner hold Clara by the waist, something he had never done to me, and that was bare minimum. “There's no place for you in my heart Alyssa. It will only belong to Clara. You can and will never compare to her.” And then he walked out. Just like that. Out of my life. Out of my feelings. Out of the future I thought we had. I had been blind. It was obvious. The calls, the late nights, the absence. Clara's sudden sweetness. I laughed. It was funny how I had been played and sad that I thought there was a chance. ***** “Hey Kate. Are you there please?” My voice was shaky when I called my best friend in the whole world. “Oh my gosh, Alyssa. Why do you sound like that? Tell me where you are right now, I'm coming now.” This was why I loved her. And why I hated myself now. Kate had warned me but I didn't listen. I waited and a car pulled up. Kate walked out in the snow, and wrapped me inside her arms. “My baby. Don't cry for that man! He's going to pay and you'd be the one to serve it.”Disini Brandon sama Keynan favorit banget. ........... Sepanjang perjalanan, Sila terus menggigit jari. Ia tidak tau akan berakhir seperti ini. Sila merasa kalau Auris hanyalah seorang ibu yang ingin memiliki sedikit waktu dengan anaknya. Itu saja. Bahkan tidak pernah terlintas resiko apapun dalam pikirannya. "Hotel Friston deket tol nggak sih?" Tanya Mia. Keynan memutar kemudi, "Kita cari jalan lain. Bakalan macet kalau lewat jalan biasa." Daman menoleh menatap Sila disampingnya, "Santai, Rio cucunya ultraman, pasti bisa selamatin Railey." Brandon yang duduk di depan menoleh, "Gak papa, Sil. Lo nggak tau. Gak perlu panik." Keynan mengendus, merasa telah menyudutkan Sila tadi, "Sorry, Sil." Sila menggeleng, bahkan dia tidak marah sama sekali pada Keynan, "Gue cuma takut mereka kenapa napa." "Udah dibilangin cucunya ultramen, jangan khawatir. Rio juga punya jurusnya Luffy dari anime One Piece." "Bentar lagi nyampe," celetuk Mia. Brandon mengambil ponselnya mene
"Sayang, cepet. Keburu siang." Rio duduk di kasur menunggu Sila keluar dari kamar mandi. Pagi ini mereka ada rencana untuk pergi piknik bersama. "Iya bentar." Rio melirik arloji, pandangannya teralih saat Railey muncul dari balik pintu. "Papa, jadi pergi kan?" Gadis itu menutup pintu. Rio mengendikkan dagu ke arah kamar mandi, "Mama kamu lama banget." Railey terkekeh, "Pa." "Iya sayang," Rio memainkan rambut anak gadisnya. "Railey seneng banget punya Papa sama Mama yang sayang sama Railey," mata polosnya menatap Rio, "Jangan pernah ninggalin Railey." Rio tersenyum dan merengkuh ayahnya, "Dimana ada papa, disitu ada Railey." Railey mengeratkan pelukan mereka, "Boleh tanya sesuatu?" "Boleh." "Kenapa dia nggak sayang sama Railey? Padahal Railey sayang banget sama dia." Rio mengernyit bingung, "Siapa?" "Mama Auris." Rio mengecup puncak kepapa Railey, "Masih banyak orang yang sayang sama kamu. Kalau satu doang nggak sayang nggak jadi masalah." TingTong! Su
Semenjak menjadi istri Rio, Sila memilih resign dari pekerjaannya. Menghabiskan waktu dirumah bersama Railey dan mengurus rumah tangga. Sila tidak sendiri, ada Bi Asih dan beberapa karyawan yang Rio pekerjakan di rumah ini, tapi untuk mendidik Railey dan menemani Rio, itu seluruhnya tanggung jawab Sila. Rio tidak pernah memaksanya, Sila di bebaskan memilih apa pun yang Sila suka. Mau bekerja ataupun dirumah bagi Rio sama saja yang penting Sila bahagia. Dan gadis itu memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, artinya sebentar lagi Railey pulang dari sekolah. Sila menyiapkan makan siang milik gadis cantik itu, tak lupa dengan baju rumahnya dan perlengkapan mandi. Karena Railey tiap pulang sekolah pasti minta mandi. "Railey pulaaang," Sila yang tengah meletakkan sendok di meja menoleh menatap gadis kecil yang datang memeluknya, "Tadi Railey dapat nilai A. Kata Miss Bianca Railey pinter." "Oh iyaa?" Sila antusias, menundu
Waktu terasa berjalan begitu cepat. Tiga bulan yang direncanakan akhirnya terlaksana.Malam ini acara resepsi di gelar dengan tema Garden night wedding seperti keinginan Sila. Sejak dulu Ia menginginkan resepsi pernikahan yang di gelar malam hari di taman dengan kolam dan di lengkapi dengan lampu kuning yang romantis, dan Rio mengabulkannya.Mia dengan lipstick di tangannya celingukan mencari Railey, "Mana tuh bocah?""Siapa?" Sahut Brandon di depannya."Railey," ujar Mia, "Tadi katanya minta di pakein lipstick.""Udah pake lipsctik perasaan," celetuk Daman.Mia berdecak, "Tadi gara-gara dia makan es krim jadi abis lipstick nya.""Namanya juga anak-anak," sahut Keynan tenang.Para Bridesmaids dan Groomsmen duduk di satu meja khusus yang telah di sediakan."Tuh anak dititipin ke lo tadi, awas ilang. Bapaknya marah ntar," kata Abraham dengan gelas di tangannya."Ngerepotin banget bocah," Mia panik lalu melihat ke arah altar, "Mana bapaknya senyum-senyum lagi. Bahagia banget kayaknya.""
Dengan langkah tergesa, gadis itu keluar dari gedung kampus menuju parkiran. Matanya mengedar mencari seorang wanita berambut sebahu."Mana sih tuh anak?" Gumam Sila sembari matanya menyipit sebab beradu dengan raja siang."Woy!" Seseorang menepuk bahunya dari belakang.Sila segera berbalik dan te
Terhitung sejak enam bulan terakhir, Rio gencar mencari Sila, dimana gadis itu berada, berapa nomor telfonnya dan sudah sampai mana kuliahnya. Setelah lama mencari, Ia pun mendapatkan info jika Sila tinggal di salah satu kos putri dekat kampus. Tak perlu menunda lagi, Rio segera meluncur ke Suraba
🎼Sebutlah aku kenangan. Katakan sudah kau lupakan, tapi kau masih tetap bunyi debaran jantungku🎼Happy🕊️Reading—Skripsi di mulai, itu artinya Sila akan lebih lama berkutat dengan laptopnya dan mulai mengurangi kegiatan dagang.Ini adalah penentuan antara hidup dan mati baginya. Lulus dengan IP
Kota pahlawan benar-benar menjadi pahlawan untuk Sila. Tiga tahun tinggal di Surabaya mengobati Sila sepenuhnya. Rasa sakit akan kehilangan, dikhianati, tak di hargai dan tak pernah di anggap ada, kini hilang sepenuhnya. Banyak hal baru yang Ia temukan disini, mulai dari teman, makanan hingga tran
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.