author-banner
Ariess_an
Ariess_an
Author

Novel-novel oleh Ariess_an

HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM

HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM

Karena kalah dalam permainan iseng bersama sahabatnya, Jeffreyan Wicaksana — pewaris sekaligus CEO muda Wicaksana Group — terpaksa menerima "hadiah kekalahan" yang tak biasa: satu malam bersama Raisa Andrianna, karyawannya sendiri yang dikenal cupu, pendiam, dan tak punya teman. Awalnya Ana hanya datang ke pesta untuk merayakan kenaikan jabatan sang atasan. Tapi nasib membawanya ke malam penuh luka yang tak pernah ia bayangkan. Malam itu mengubah segalanya. Menghancurkan masa depan dan kesucian yang selama ini dia jaga. Yang lebih mengejutkan, malam kelam itu bukan akhir dari segalanya. Setelahnya, hidup Ana berubah jadi neraka. Jeffreyan, si CEO kejam, mulai menekan, menyiksa, dan mempermainkan emosinya — membuat Ana trauma dan kehilangan arah. Tapi anehnya, pria itu juga tak membiarkan Ana lepas dari genggamannya. Apa yang sebenarnya Jeffreyan inginkan dari Ann? Mampukah Ana bertahan menghadapi kegilaan sang CEO? Atau... justru jebakan ini akan mengikat mereka dalam takdir yang tak terduga? Temukan jawabannya dalam HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM — kisah cinta yang gelap, penuh tekanan, tapi sulit dilepaskan.
Baca
Chapter: Bab 102
“Bagaimana jika Nona Ana tidak bersalah?” Langkah Jeffreyan sontak terhenti. Netranya menatap tajam ke arah Juna, seolah ingin menguliti pria itu hidup-hidup. "Berhenti menyebutnya Nona, Tama!" peringat Jeffreyan. “Aku yakin matamu masih cukup bagus untuk melihat bukti yang terpampang nyata.” Jelas-jelas Ana adalah putri dari wanita yang dulu menjadi simpanan si brengsek—yang sialnya adalah ayah biologis Jeffreyan sendiri. Sangat mungkin wanita licik itu sengaja mengirim putrinya untuk menjeratnya, karena dulu ia gagal masuk ke keluarga Wicaksana. Mengingat itu, wajah Jeffreyan mengeras. Dua wanita tak tahu malu itu benar-benar brengsek! Jeffreyan menggeram, mengingat hampir saja ia terperdaya. Wajah polos Ana pasti hanya cerminan ibunya—polos di luar, busuk di dalam! Mendengar penuturan sang Tuan, Tama mendesah lesu. Jika Jeffreyan sudah berada dalam mode keras, tak ada yang bisa menghentikannya. Namun Tama memegang satu informasi. Bisa jadi melunakkan hati sang B
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: Bab 101
Jeffreyan menyangga pelipisnya dengan sebelah tangan, lalu mengembuskan napas pelan. Beberapa saat lalu, orang kepercayaannya membawa informasi yang sama sekali tidak mengenakkan. Perusahaan cadangan minyak milik Wicaksana di Timur Tengah mengalami kebocoran dan berujung pada pemanggilan oleh pihak keamanan setempat. Jeffreyan tahu, masalah ini tidak akan berakhir dengan mudah. Kerugian yang ditimbulkan jelas tidak sedikit. Belum selesai mengkalkulasi kerusakan itu, ia kembali harus mendengarkan laporan dari asisten ibunya. Ibunya terlibat pertengkaran dengan seorang wanita di kantor milik ayahnya. Kini, sang ibu mengurung diridi didalam kamar dan menolak diajak bicara siapa pun. Ting! Notifikasi ponselnya kembali berbunyi. Sebenarnya, Jeffreyan malas mengurusi masalah apa pun yang berkaitan dengan ayahnya atau apa saja yang terjadi di kantor pria yang berstatus ayah biologis nya itu. Baginya, pria itu tidak lagi penting. Namun karena ini menyangkut ibunya, ia harus tah
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: Bab 100
“Ana, bangun!” Kelopak mata Ana bergetar, namun tetap tertutup rapat. Kepalanya berdenyut hebat, seolah dipukul tanpa ampun, sementara seluruh tubuhnya terasa remuk redam. Rasa dingin menusuk hingga ke tulang, membuat tubuhnya menggigil tanpa kendali. Seseorang mengguncangnya pelan. Namun jangankan membuka mata, mengangkat kelopak mata saja terasa seperti usaha mustahil. Beban berat menekan kesadarannya. Yang mampu ia lakukan hanyalah merapatkan selimut, mencari sedikit kehangatan dari dingin yang menyiksa. “Ana, bangun…” Suara itu kembali terdengar, rendah namun mendesak. Tubuhnya kembali diguncang. Ana bisa merasakan sentuhan tangan kekar di keningnya, lalu berpindah ke leher. “Dingin…” gumamnya lirih, hampir tak terdengar. Lampu kamar menyala. Ana refleks memejamkan mata lebih erat. Silau bercampur pening membuat kepalanya semakin berat. “Ana, kamu bisa dengar aku? Hei!” Ia ingin menjawab. Ingin mengatakan iya. Namun lidahnya kelu, dan setiap gerakan kecil saja memicu rasa
Terakhir Diperbarui: 2026-01-03
Chapter: Bab 99
Netra Jelita membola ketika tahu siapa yang sejak tadi menggedor rumahnya di tengah malam.Adiknya—Adri—duduk di ruang tamu dengan wajah babak belur. Sudut bibirnya pecah, darah mengering di dagu. Satu matanya membengkak.“Kamu dari mana, Dri?” suara Jelita bergetar. Ia segera duduk di sisi Adri, menahan meringis. “Wajah kamu kenapa begini?”Ia meneliti adiknya dari ujung kepala hingga kaki. Suara dengusan kasar terdengar. “Kamu sudah terlalu tua untuk urusan semacam ini. Tinggalkan pekerjaanmu itu. Nanti biar Mbak minta tolong ke suami Mbak—dia bisa carikan pekerjaan yang layak buat kamu.”Jelita mengira Adri kembali terlibat perkelahian. Belakangan ia memang tahu pekerjaan adiknya tak pernah jauh dari dunia gelap.Namun bukannya menjawab, Adri justru menatapnya lama.“Suami Lo di mana?”“Di kamar. Sudah tidur,” jawab Jelita sekenanya. Seharusnya ia juga sudah terlelap kalau saja pelayan tidak mengetuk pintu kamarnya, memberi kabar tentang kedatangan Adri.Ia melirik jam dinding. Pu
Terakhir Diperbarui: 2025-12-21
Chapter: Bab 98
“Tu–tuan Jeffreyan?”Netra Adri membola. Tamatlah dirinya.Alamat itu memang ia peroleh dari anak buah yang ditugaskan mengawasi Jeffreyan—tempat yang diduga menjadi lokasi Ana disekap. Namun sejak melewati gerbang, firasat Adri sudah memberi peringatan was-was. Namun sudah terlambat untuk mundur. Dirinya sudah terjebak. Kaki Adri terasa berat, seolah tertanam di tanah. Ia sadar, berlari hanya akan mempercepat kematian. Sepuluh pria bersenjata telah mengepungnya tanpa celah.“Kaget?”Suara itu tenang. Terlalu tenang.Jeffreyan berdiri dari kursinya. Gerakannya santai, nyaris malas. Tangan yang sejak tadi berada di saku dikeluarkan perlahan.Klik.Pistol berperedam itu kini tergenggam mantap di tangan kanannya.“Ternyata Eyang memelihara ular berbisa.”Nada Jeffreyan datar. Tidak ada kemarahan. Tidak pula ejekan. Justru ketenangan itulah yang membuat Adri merinding.Wajah Adri memucat. Namun sikapnya tenang, ini bukan situasi menegangkan pertama yang dia alami. Matanya bergerak, meng
Terakhir Diperbarui: 2025-12-14
Chapter: Bab 97
Kondisi Ana menurun. Kulitnya pucat. Lingkaran hitam semakin pekat di bawah mata. Rambutnya kusut—rontok, menempel di bantal. Dengan berat badan yang terus turun. Tidak ada yang tahu Ana sering pingsan. Kadang karena terlalu lama digagahi. Kadang karena terlalu panik mendengar langkah kaki pria di depan pintu. Detak jantungnya berpacu tak terkendali. Napasnya berat. Dadanya sesak, seolah diikat sesuatu yang tak kasat mata. Aktifitas membersihkan rumah dan segala tugas rumahan sudah tidak lagi dibebankan pada Ana. Jangankan untuk beberes dan memasak, bangun pagi saja Ana merasa tubuhnya rontok semua. Yang paling menakutkan—kadang perutnya terasa nyeri, menusuk tiba-tiba. Ketika rasa perih itu datang, Ana hanya bisa membungkuk menahan sakit dengan tangan gemetar memeluk perut. Atau sambil mengigit bibir keras-keras agar tak menjerit. Kadang, di tengah rasa nyeri yang menusuk, Ana hanya bisa bergumam pelan. "Ayah, Ana takut yah..." Itu menjadi kalimat yang paling serin
Terakhir Diperbarui: 2025-12-11
Anda juga akan menyukai
Terjebak Dalam Pesona
Terjebak Dalam Pesona
Romansa · Septiono17
454 Dibaca
Kontrak Hati Sang CEO
Kontrak Hati Sang CEO
Romansa · Yuna lys
452 Dibaca
Mendadak Dinikahi Dokter Duda
Mendadak Dinikahi Dokter Duda
Romansa · from_december
452 Dibaca
Getting Married Again
Getting Married Again
Romansa · Axeliayaa
451 Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status