Share

Bab 128

Author: Ariess_an
last update publish date: 2026-04-28 19:28:36

Sejak tiba dirumah sakit Ana hanya bisa berdiri sambil memandang lalu lalang orang yang sejak tadi begitu sibuk menangani pasien.

Ana dilarang masuk lebih dalam. Sementara Jeffreyan langsung mendapat penanganan. Ia bisa mendengar bahwa Jeffreyan akan dipindah ke ruangan operasi.

Ana membawa diri mengikuti brangkar Jeffreyan yang ditarik masuk ke ruang operasi. Namun begitu ingin ikut masuk dirinya dicegat. Ia disuruh menunggu di depan ruangan operasi.

Tak punya pilihan selain menurut, Ana ha
Ariess_an

Selamat membaca... jangan lupa tinggalkan komentar

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 128

    Sejak tiba dirumah sakit Ana hanya bisa berdiri sambil memandang lalu lalang orang yang sejak tadi begitu sibuk menangani pasien. Ana dilarang masuk lebih dalam. Sementara Jeffreyan langsung mendapat penanganan. Ia bisa mendengar bahwa Jeffreyan akan dipindah ke ruangan operasi. Ana membawa diri mengikuti brangkar Jeffreyan yang ditarik masuk ke ruang operasi. Namun begitu ingin ikut masuk dirinya dicegat. Ia disuruh menunggu di depan ruangan operasi. Tak punya pilihan selain menurut, Ana hanya bisa terpaku. Didepannya, tatapan tajam seorang pria menghujam tajam. Melihat itu membuat Ana perlahan menjauh. Memilih berdiri agak jauh sementara didepan ruangan Jeffreyan ada beberapa laki-laki yang Ana yakin anak buah pria itu yang berjaga. Tak jauh dari tempatnya berdiri, tepatnya diruangan operasi sebelah dia orang wanita sedmag berpelukan dalam tangis. Melihat itu, Ana menghela nafas. Tatapannya kosong. Pikirannya penuh. Baik tentang Jeffreyan maupun ucapan terakhir Davin yang kini

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 127

    update!!! Jangan lupa follow dan komen yang banyak yaaa semakin banyak komen semakin cepat update ################# " Tolong jangan sampai hilang kesadaran.. " Ana duduk di bangku belakang. Sementara di depan, Salah seorang anak buah Jeffreyan mengemudi dengan kecepatan tinggi, membelah jalan tanpa ragu. Sesekali klakson dibunyikan keras, memaksa kendaraan lain menyingkir. Tubuh Ana terhuyung mengikuti laju mobil, tangannya berpegangan kuat pada kursi. Di sampingnya, Jeffreyan nyaris menutup mata. Tubuh bersimbah darah. beberapa saat lalu, - Semua terjadi begitu cepat hingga sulit dipahami—suara borgol yang beradu, langkah kaki yang berlarian, dan teriakan panik bercampur menjadi satu kekacauan yang menyesakkan, seolah waktu tidak memberi kesempatan bagi siapa pun untuk benar-benar bereaksi sebelum semuanya berubah. “Pegang dia!” Namun Davin—dengan tenaga yang tersisa dan amarah yang membakar—berhasil melepaskan satu tangannya. Gerakannya liar, tak terduga. Dalam satu

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 126

    Maaf lama update. Kalau kalian lupa jalan ceritanya, silahkan baca kembali yaa bab sebelumnya. Selamat membaca.... ############## Jelita terpaku. Dadanya terasa nyeri saat mendengar makian itu keluar dari mulut Davin. Anak yang selama ini ia asuh, yang dulu begitu lembut padanya… kini berdiri dengan tatapan penuh kebencian. Sejak hubungan mereka merenggang, Davin memang berubah. Ia lebih banyak diam. Menghindari percakapan diantara mereka. Jelita bisa merasa Davin yang sengaja menjauh tiap kali dia mendekat. Namun tidak pernah—tidak pernah—seperti ini. Jelita menelan ludah. Suaranya tercekat. Pandangannya mengabur oleh air yang bertumpuk di kelopak mata. Semua ini… karena dirinya. Karena masa lalu yang ia bawa masuk ke dalam keluarga barunya. Karena dendam yang tidak pernah benar-benar selesai. Masa lalu dimana egonya membuat dirinya buta pada kebenaran. Dan kebodohannya itu menghancurkan semua orang yang dirinya sayang. “Davin… maafin Mama…” Suaranya lirih. Hampi

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 125

    Ana masih terisak. Memeluk perutnya erat. Dia merasakan ada rasa tidak nyaman di bawah perutnya. "Tolong lepaskan saya." Pintanya. Dia tidak sebegitu berharga sampai Jeffreyan menukar perusahaan dengan nyawanya. Meski begitu, Ana masih berharap bekas kasih setidaknya keselamatan nyawa bayinya. "Hidup dan matimu saat ini ada ditangan Tuan Jeffreyan, satu keputusan yang dia ambil akan menjadi pedal kematian atau justru penyelamatan." Jeffreyan menatap Ana. Wanita itu tampak kecil. Rapuh. Tapi sedang membawa bagian dari dirinya. Padahal tidak ada yang sulit dari pilihan yang ditawarkan. Tujuannya membuat Ana menderita, dan mungkin tercapai melalui Davin . Tapi rasanya ada yang mengganjal dihatinya memikirkan bayi itu ikut terseret. Davin menyeringai tipis. “Anda selalu bilang semua orang punya harga.” Ia menatap tajam kearah Jeffreyan. “Sekarang giliran Anda membuktikan… seberapa mahal harga anak anda.” Srettt... "akh... " Ana meringis perih ketika ujung pisau

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 124

    Gudang itu tidak besar. Bau oli dan besi tua menyengat di udara. Ana tidak tahu persisnya mereka ada dimana. Semalam di nyeri di perutnya teras amat menyiksa sampai Ana hilang kesadaran. Bangun bangun dirinya sudah berada di sini dengan posisi berbaring di sofa usang. Belum sempat sadar sepenuhnya, suara Davin kembali terdengar. "Berdiri." Ana yang tadinya duduk di kursi besi, dipaksa berdiri, lalu tanganya diikat dengan posisi berdiri membelakangi tiang. "Kalau mau adikmu selamat, jangan macam-macam." Peringat Davin. Ana tidak menjawab, mulutnya masih terkunci rapat. Masih shok dengan fakta bahwa ternyata ibu yang dia panggil Buk Sri selama 3 bulan ini nyatanya adalah wanita yang melahirkan nya lalu meninggalkan dia bersama sang Ayah. Dan Pria yang dia kenal sebagai salah seorang tekan bisnis Jeffreyan ini ternyata anak sambung ibunya. Netra Ana berpendar, melihat lebih jelas. Dia tidka tau mendeskripsikan tempat ini. Yang jelas didepanya ada pintu besar. Dan merupa

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 123

    Tubuh Jelita gemetar. CCTV dengan jelas merekam detik-detik ketika Ana dibawa pergi. Ana terlihat berjalan dengan sukarela tanpa paksaan. Namun, bukan itu yang menjadi fokus Jelita. Melainkan pria yang berjalan di depan Ana. Ana sangat kenal. Dan netranya semakin lebar ketika dengan jelas CCTV area parkir menangkap nomor plat mobil yang membawa Ana pergi. Tubuh Jelita nyaris roboh untuk kedua kalinya kalau saja Maya tidak bersiaga memegang. "Rekaman ini akan kami analisis sebagai barang bukti..." Ucapan seorang pria berseragam aparat negara membuat pikiran Jelita semakin semraut. Meski saat ini para polisi belum tahu siapa sosok pria di video, tapi Jelita paling kenal sosok pria memaki hoody itu. Pria itu Davin. Putra sambungnya dari pernikahan dengan Mas Harun. Tapi kenapa Davin menculik Ana, putra sambungnya menculik putri kandungnya. "Setelah selesai dianalisis selanjutnya nanti ibu akan dimintai keterangan-' "Pak, sepertinya ini bukan kasus penculikan."

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 108

    “Buk Sri tolong… s-saya nggak mau lagi…” lirih Ana di sela isak tangisnya. Napasnya tersengal, dadanya naik turun tak beraturan. “Saya nggak mau dikurung lagi…” Buk Sri tertegun. Kalimat yang diucapkan Ana terdengar bukan sekadar ketakutan biasa. Itu jeritan dari trauma yang jelas nyata. Ia se

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 106

    “Aaakh—ampun!!” Pekikan nyaring itu menggema di lorong bawah tanah yang lembap dan pengap. Bau darah bercampur air dingin memenuhi udara. Seorang wanita yang diikat ke sebuah tiang berbaring dengan tubuh penuh lebam, meronta ketika air kembali disiram ke luka-luka yang bahkan belum sempat menge

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 105

    Dari kejauhan, seorang wanita memperhatikan semua itu. Rumi berdiri di sudut koridor rumah sakit, wajahnya setengah tertutup masker. Cahaya lampu memantul samar di matanya yang menyipit tajam. Lalu—perlahan—bibirnya melengkung, membentuk senyum tipis yang nyaris tak terlihat. Jadi… ini akhirnya.

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 100

    “Ana, bangun!” Kelopak mata Ana bergetar, namun tetap tertutup rapat. Kepalanya berdenyut hebat, seolah dipukul tanpa ampun, sementara seluruh tubuhnya terasa remuk redam. Rasa dingin menusuk hingga ke tulang, membuat tubuhnya menggigil tanpa kendali. Seseorang mengguncangnya pelan. Namun jangank

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status