Início / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 183: Melarikan Diri

Compartilhar

CHAPTER 183: Melarikan Diri

Autor: Heiho
last update Data de publicação: 2026-04-08 19:07:32

“Bagus banget!”

Hani menatap terpesona pemandangan di depannya. Matanya berbinar-binar. Ia tidak menyangka rooftop hotel ini akan begitu indah!

Ada meja-meja kayu di sana yang sebagian sudah diduduki oleh orang-orang. Di depan barisan meja itu, terdapat sebuah panggung kecil. Seseorang tengah memainkan piano di sana, menampilkan lagu-lagu klasik yang menentramkan hati.

Tempat ini benar-benar pas untuk menjalankan rencananya! Belum lagi dengan pemandangan langit malam yang memanjakan mata.

Han
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 237: Tidak Lebih Dari Ini

    “Terburu-buru sekali. Anda bahkan belum beristirahat dengan benar.”Hani tidak segera menjawab. Lanjut memakaikan kancing kemejanya sambil masih membelakangi Merphilus. Setelah selesai, ia lalu menatap Merphilus yang masih merebahkan badannya di atas kasur dengan posisi menyamping. Tangannya yang berurat menopang kepalanya. “Saya harus kembali sebelum ayah saya pulang,” balas Hani akhirnya.Merphilus ber-hm pelan. Meski tatapannya seolah berkata, ‘untuk apa kamu mengkhawatirkan itu?’Hani mendengus pelan.“Pokoknya saya akan pergi sekarang,” tegas Hani, “Saya akan pergi sendiri ke rumah. Jadi, anda tidak perlu mengantarkan saya.”“Baiklah, saya juga tidak akan menghalangi,” balas Merphilus sambil mengangkat kedua bahunya santai. Membuat Hani menatapnya kesal. Hani kembali mengalihkan pandangannya ke cermin. Merapihkan dirinya sejenak. Setelah dirasa rapih, ia kemudian beranjak pergi. “Apa kita perlu

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 236: Bantu Saya, Tuan

    “Jadi anda sudah memutuskan, ya?”Hani hanya mendengus pelan melihat Merphilus menyeringai. Ia lalu melengang masuk ke dalam kamar. Pintu segera ditutup Merphilus. Ia kemudian mengikuti langkah Hani ke arah kasur. Keduanya kemudian bertatapan.“Apa anda perlu bersiap lagi?” tanya Merphilus.“Tidak. Kita langsung saja,” balas Hani datar. Tangannya sudah berada di kancing atas kemeja. “Saya akan membuka baju sekarang.”Merphilus menaikkan satu alisnya. Ia berjalan mendekat ke Hani lalu menahan tangannya yang hendak melepas kancing.“Jangan terburu-buru.”Tangannya yang lain menggamit dagu Hani dan menaikkannya. “Biarkan mengalir saja,” bisik Merphilus sebelum menyatukan bibirnya dengan Hani. Hani memejamkan matanya. Mengernyit pelan ketika lidah Merphilus mulai menerobos ke mulutnya. Mengingatkannya dengan ciuman mereka di malam sebelumnya. Tapi, berbeda dengan malam sebelumnya, ing

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 235: Keputusan Hani

    Mata Hani membesar. Ia segera menepis tangan Merphilus dan menjauhinya. Tapi, tidak ada bantahan dari Hani. Perempuan itu justru menundukkan kepalanya. Mengalihkan pandangannya dari Merphilus.Merphilus mengangkat satu alisnya. Tersenyum puas.“Sepertinya tebakan saya benar,” celetuknya yang segera ditatap tajam Hani. “Tapi itu hanya sementara,” sergah Hani, “Buktinya saya masih mengingat tentang mereka lagi sekarang.”“Mungkin karena kita tidak melakukannya lagi,” Merphilus mengangkat bahunya ringan, “Kalau kita melakukannya dengan sering, anda mungkin bisa melupakannya.”Mata Hani kembali membesar. Ia menatap Merphilus tidak percaya.“Apa anda …. Baru saja mengajak saya sebagai pasangan ranjang anda?” tanya Hani, “Jadi, memang itu permintaan anda sebenarnya?”“Tidak. Ini hanya tawaran bantuan biasa,” bantah Merphilus, “Lagipula, saya sendiri juga sudah bilang akan memberitahukan permintaan itu ketika di waktu yang tepat, kan?”“Kalau begitu, kenapa anda menawarkan bantuan ini?”“Te

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 234: Tawaran Kedua Merphilus

    “Kita sudah sampai, Pak Merphilus.”Merphilus mengangguk. Ia melangkah keluar dari mobil. Liam lanjut membawa mobil hingga ke parkiran.Mata Merphilus langsung menangkap sosok Hani di depan pintu masuk restoran. Senyum miring terukir di wajahnya. Ia berjalan mendekat.“Nona Hani, selamat pagi,” sapanya setelah sampai di samping Hani.Hani tersentak dan segera menoleh. Merphilus mengangkat satu alisnya melihat wajah pucat Hani. Ia seolah habis melihat hantu.“Tuan Merphilus, selamat pagi,” Merphilus segera mengalihkan pandangannya ke Leo dan tersenyum tipis.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 233: Bertemu Lagi

    [Selamat pagi, Nona Hani. Hari ini agenda kita adalah meeting dengan tim IT dan kepala manajer dari tiap cabang hotel. Tuan Merphilus dan timnya juga akan ikut bersama kita. Saya akan menjemput anda sebentar lagi.]Hani hampir tersedak makanannya begitu membaca nama Merphilus di pesan Leo. Ia buru-buru menelan makanannya dan meminum air sebanyak mungkin. Hal itu membuat Rara menoleh heran padanya. “Kenapa, Han?”“Nggak apa-apa,” balas Hani cepat. Ia kembali membaca pesan Leo.Nama Merphilus benar ada di sana. Tubuh Hani seketika melemas. Kalau begini, bagaimana caranya ia menghadapi hari ini?Hani tidak bisa membayangkan situasi nanti. Sudahlah akan canggung dengan Leo. Canggung juga dengan Merphilus. Hani mendadak sakit kepala saat membayangkannya.“Kamu tidak enak badan, ya?” tanya Rara cemas. Hani menggeleng cepat. Ia hendak menjawab, tapi Jefri mendahuluinya. “Dia baik-baik saja. Kemarin kan sudah istirahat seharian,” balas Jefri sambil menegak minumannya acuh.Hani langsung d

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 232: Lakukan, Ra

    “Ayo lakukan, Ra. Tadi kamu yang ingin, kan?”Dasar licik!Rara menelan ludah. Jantungnya berdebar kencang dari biasanya. Ia menatap Jefri yang memerhatikannya dengan seringai lebar dan alis terangkat satu. Pria itu benar-benar terlihat puas. Rara mengeratkan pegangannya di pundak Jefri. Ia lalu membungkukkan badannya dan mulai menciumi rahang Jefri. Membuat pria itu tersenyum semakin lebar. Rara bisa merasakan gerakannya begitu kaku. Ia yakin Jefri juga bisa merasakannya. Kalau diingat-ingat lagi, ini memang kali pertama Rara melakukan hal ini. Selama ini, dia selalu membiarkan Jefri yang memimpin. Ciuman Rara terus turun ke bawah. Ia berhenti ketika mencapai leher Jefri. Wanita itu menelan ludah sejenak. Biasanya bagaimana Jefri melakukannya?Rara mencoba mengingat-ingat, tapi hal itu justru membuatnya malu. Apalagi, Jefri tengah menatapnya penuh godaan sekarang. “Ada apa? Sedang berpikir titik yang tempat untuk meninggalkan bekasnya?” kekeh Jefri, “Kamu hanya perlu melakukann

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 109: Saksi Misterius itu Adalah ...

    “Jangan khawatir, nona Rara,” ucap Lexus begitu melihat wajah Rara ketakutan, “Anda lupa kalau kita juga punya kartu AS sekarang?”Rara tersentak. Ia menoleh cepat ke Lexus. “A-anda benar,” ucapnya tidak yakin. Bagaimana pun, Rara belum mengetahui kesaksian yang akan diberikan nanti, jad

    last updateÚltima atualização : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 101: Biar Aku yang Lakukan

    Kate menelan ludah. Ia menatap bergantian Rachel dan Jefri yang sedang saling berhadapan. Aura di antara mereka berdua sangat dingin, membuat Kate merinding. Kalau bukan karena tuntutan untuk menjaga Rachel yang baru siuman dari para petinggi agensi, Kate pasti sudah lari ketakutan. “Aku dengar

    last updateÚltima atualização : 2026-03-28
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 105: Sidang Dimulai

    “Sidang hari ini dengan tuntutan kepada terdakwa nyonya Rachel Sullivan oleh nona Rara Hestelia, dimulai,”Suara ketukan palu hakim membahana di ruang sidang. Rara lagi-lagi membetulkan posisi duduknya. Ia melirik Rachel di kursi pesakitan yang masih menatapnya tajam. Sekarang

    last updateÚltima atualização : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 106: Seperti Suami Istri

    “Kita memerlukan bukti yang kuat tentang penyerangan Rachel ini,” ucap Lexus membuka percakapan ketika berkumpul bersama Rara, Hani, Jefri, dan Septa setelah sidang selesai. Mereka berlima kini ada di ruang tengah rumah Jefri. “Posisi kita dan Rachel sekarang sama. Sama-sama belum memiliki bukti ku

    last updateÚltima atualização : 2026-03-29
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status