LOGINAnna dijual ibu tirinya dengan dalih untuk membayar utang biaya pengobatan sang ayah yang sebelumnya sakit sampai akhirnya meninggal. Tidak ingin dijual ke pria hidung belang, Anna kabur saat dipaksa melayani pria hidung belang itu. Ketika Anna kabur, dia bertemu pria berwajah dingin dengan tatapan tajam. Kai, pria dingin itu bersedia membantunya, tapi ternyata itu tidak gratis. Anna harus memberikan imbalan atas bantuan Kai. Lalu, akankah Anna memberikan imbalan yang diinginkan Kai, agar dirinya bebas dari pria hidung belang itu?
View MoreTerima kasih sudah mengikuti kisah Anna dan Kai sampai selesai. Dukungan kalian selama ini, sangat berarti bagi saya. Jika kalian ingin membaca buku-buku dari saya yang lain, kalian bisa mengunjungi profil saya. Nantikan juga buku baru karya saya yang lain. Terima kasih banyak sekali lagi. Sampai ketemu di buku selanjutnya :ā -ā )
Keesokan harinya. Alex baru saja bangun tapi tidak mendapati Rania di ranjang, Alex lantas bangun karena menebak istrinya pasti sedang sibuk di dapur.Saat Alex akan keluar dari kamar, dia melihat pintu kamar mandi terbuka, ternyata Rania baru saja di kamar mandi.Rania berdiri di ambang pintu dengan satu tangan disembunyikan di belakang punggung, lalu dia berjalan mendekat ke Alex.āAda apa?ā tanya Alex saat melihat tatapan Rania yang berbeda.āTidak ada apa-apa,ā jawab Rania.āBaiklah kalau begitu,ā ucap Alex, āaku mandi dulu,ā kata Alex lalu melangkah menuju kamar mandi.āLex.ā Rania memanggil sambil membalikkan badan ke arah Alex.Rania menatap Alex yang berhenti melangkah, lalu membalikkan badan ke arahnya.āAda apa?ā tanya Alex.Rania tersenyum, lalu mengeluarkan tangan yang sejak tadi disembunyikannya di belakang pinggang.āAku hamil,ā ucap Rania sambil memperlihatkan alat penguji kehamilan yang memiliki tanda plus.Alex terkejut sampai bergeming menatap Rania yang terus tersen
Setelah mendapat izin untuk bepergian, akhirnya Anna mengajak Rendra untuk menjenguk kakek buyutnya.Anna dan Kai baru saja turun dari pesawat. Anna menggendong Rendra, sedangkan Kai yang membawa koper mereka.āKata Rania, nanti ada sopir Kakek yang menjemput kita,ā ucap Anna sambil melangkah menuju pintu keluar bandara.Kai mengedarkan bandara, mencari sopir Abraham, sampai akhirnya dia melihat seorang pria berkemeja hitam mendekat sambil tersenyum ramah ke arah Kai dan Rania.āSiang Nona, Tuan.ā Pria itu langsung mengambil alih koper dari tangan Kai. āMari, mobilnya sudah siap di depan,ā ucapnya lagi.Anna dan Kai pergi ke mobil, lalu mereka menuju ke rumah Abraham.Sepanjang perjalanan, Anna memandangi jalanan yang mereka lewati. Dulu dia ke sana untuk mendapat pengakuan, sekarang dia ke sana karena dirindukan.Setelah beberapa saat perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah Abraham. Saat tiba di sana, para pelayan sudah menyambut mereka di depan, bahkan Abraham dan Rania juga ada
Hari pertunangan Anser dan Queen pun tiba. Mereka melangsungkan pertunangan satu bulan setelah Anna melahirkan.Malam itu di ballroom hotel milik keluarga Kai, sudah ramai dengan para tamu yang datang untuk menyaksikan pertunangan Queen.āAku tidak menyangka, dari teman sekarang malah jadi adikmu,ā ucap Bella sambil menatap Anna.Anna menahan senyum, lalu merangkul pundak Bella.āTidak masalah, bukankah malah bagus, kita semakin dekat,ā balas Anna.Bella terharu, lalu memeluk erat Anna.āIya, padahal dulu maunya kamu jadi kakakku, ya sudah bukankah tetap saja sama, sama-sama jadi adik,ā ucap Bella.Anna tertawa, dia mengangguk-angguk sambil mengusap lengan Bella.Rania datang menggendong Rendra. Bayi itu tumbuh dengan baik, bahkan sekarang semakin gemuk.āDia rewel, sepertinya mau minum,ā kata Rania sambil menyerahkan Rendra ke dalam gendongan Anna.āKamu lapar ya, Sayang?ā Anna menimang Rendra, lalu pamit untuk pergi ke ruangan khusus agar bisa menyusui Rendra.Ballroom itu sudah pen
Sore hari. Rania sibuk di dapur membuat makan malam meskipun pelayan sudah melarang, dia kukuh ingin memasak untuk suaminya karena sudah terbiasa dengan masakan darinya.āKalau Tuan Besar tahu, kami pasti disalahkan, Nona,ā kata pelayan itu dengan ekspresi panik.āTidak akan, kalau Kakek marah, nan
Saat malam hari. Alex tidak menyangka kalau kakeknya dan yang lain memasang tenda di halaman karena rumahnya kecil dan hanya memiliki dua kamar. Anna dan Stefanie tidur di kamar yang kosong.āLex.ā Rania masuk kamar sambil membawa selimut.āAda apa?ā tanya Alex.āDi luar lumayan dingin. Kakek pasti
Saat sore hari, Alex mengemudikan mobil meninggalkan area perusahaan. Saat baru saja keluar dari pintu keluar area perusahaan, Alex melihat Rania yang berjalan menuju bus.Alex memperlambat laju mobil. Dia memantau Rania yang berlari kecil saat melihat bus sudah berhenti di halte.Tak hanya memanta
Dahi Kai berkerut halus mendengar pertanyaan Anna.āKenapa kamu bertanya seperti itu?ā Kai bertanya dengan tatapan tak senang.Anna menurunkan pandangan.āAnna, apa Rachel mengatakan sesuatu tentang sikapku?ā tanya Kai menyelidik.āTidak, dia tidak mengatakan apa pun tentang sikapmu.ā Anna mengelak






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore