LOGINValerie Riven tidak sengaja menolong adik Emrys Lysander saat akan menjadi korban penculikan. Namun, Valerie tidak menyadari jika tindakannya tersebut membuat nyawanya terancam. Emrys pun menawarkan pernikahan demi keamanannya. Tanpa disadari, perasaan mulai timbul di antara keduanya. Hanya saja, belum sempat mengatakan, mantan kekasih Emrys kembali muncul dan berusaha memisahkan keduanya. Lantas, bagaimana kelanjutan rumah tangga keduanya? Sanggupkah mereka bertahan.
View More"Li-lima ratus juta? Itu artinya … jika perempuan yang jadi istri ke-2 bosmu melahirkan seorang anak, maka dia akan mewarisi kekayaan keluarga Dharmawangsa?"
Paman dari Sarah itu terkejut mendengar kabar yang disampaikan kerabat jauh mereka itu.Siapapun wanita yang mau menjadi Istri muda dari Tuan Adipati Dharmawangsa, jelas akan beruntung sekali.Meski sudah berusia 42 tahun, tetapi pria itu tak hanya kaya dan seorang pewaris tunggal. Seluruh orang di negara ini pun tahu bahwa kharisma dan ketampanan Adipati jelas mampu membuat para gadis muda berlomba naik ke ranjangnya."Benar sekali," konfirmasi sang tamu, “tapi, ini informasi yang sangat rahasia, ya.”Mendengar itu, Ali semakin tertarik. Ia sadar bahwa keponakannya sudah besar dan memiliki wajah yang cantik. Bahkan, tidak kalah dari para gadis kota yang perawatan jutaan rupiah.Bukankah lebih baik bila Sarah saja yang menjadi calon istri Tuan Adipati?Hidup gadis itu akan terjamin dan juga … Ali bisa ikut mendapatkan kesempatan luar biasa untuk berbesan dengan keluarga Dharmawangsa!“Bagaimana jika keponakanku saja yang menjadi istri kedua bosmu?” ucap Ali bernegosiasi."Tidak! Aku tidak mengizinkan,” tolak Layla dengan cepat.Ibu Sarah yang sedari tadi mendengarkan percakapan antara sang kakak dan tamunya itu, tampak tak senang.“Lagi pula, Sarah juga pasti tidak akan setuju," tambahnya.Ali lantas menatap tajam sang adik. "Ck. Kamu diam saja, Layla! Aku yang akan mengurusnya."Layla terdiam, enggan melawan sang kakak.Setelah wanita itu ditinggal meninggal sang suami, Ali lah yang menjadi sosok ayah bagi sang putri.Meski tidak banyak membantu, tetapi kakaknya itu jelas dihormati oleh Sarah.Terpaksa, ia pun mendengar percakapan Ali dan sang tamu tentang keuntungan sebagai istri kedua sang bos. Meskipun tidak senang, Layla turut serius mendengarkan."Ssst!" Ali mendadak memberi isyarat untuk diam setelah melihat kedatangan Sarah– keponakannya.Perempuan dengan wajah menawan itu tersenyum manis kala muncul di hadapan mereka.“Selamat sore,” sapa Sarah segera menghampiri sang ibu, paman, serta tamu yang tak dikenalnya.Ia segera menyalim ketiganya.Meski wajahnya tertutupi debu dan pakaiannya tampak lusuh akibat bekerja sebagai kuli di pasar, tetapi pesona Sarah tak dapat dihindari.Terkadang, sang ibu tak tega melihat keadaan putrinya itu.Saking miskinnya mereka, Sarah harus bekerja keras demi mencari beberapa cangkir beras untuk di rumah.Padahal, dulu hidup mereka berkecukupan. Tapi, putrinya itu tak pernah mengeluh….‘Seandainya kecelakaan itu tak pernah terjadi,’ batin Layla pedih mengingat dirinya dan Sarah yang diusir, serta dicoret dari daftar waris sang suami oleh mertuanya."Sarah, apa kau ingat dengan paman ini?" tanya Ali tiba-tiba, “dia Paman Romi!”Perempuan berusia 22 tahun itu terdiam dan berpikir sejenak. Sayangnya, Sarah tak bisa mengingatnya."Maafkan aku, Paman. Aku belum bisa mengingatnya," ucapnya tak enak sembari menggelengkan kepala.Romi terkekeh. "Tidak masalah. Saat itu, kau memang masih kecil. Jadi, wajar saja jika kau tidak mengingatku. Setelah kejadian itu, kita memang belum pernah bertemu lagi."Sarah tidak mengerti maksud perkataan Romi tentang ‘kejadian’ apa yang dimaksud. Oleh sebab itu, ia memilih tersenyum dan mengangguk untuk menghargai tamu pamannya itu.Hanya saja, Sarah tak sengaja menoleh pada ibunya. Seketika, ia menyadari bahwa Layla terus saja diam. Kekhawatiran pun muncul dalam dirinya. "Kenapa ibu diam saja? Apa ibu sedang tidak enak badan?"Layla sontak menggeleng. Tak lupa, ia mengulas senyum pada Sarah. "Ibu baik-baik saja. Ibu hanya sedang mendengarkan cerita mengenai pengalaman Paman Romi saat bekerja di kota."Mendengar itu, Sarah mengangguk lega. "Baiklah kalau begitu. Silakan dilanjutkan, Paman. Aku ingin membersihkan diri lebih dulu."Perempuan itu pun berpamitan pada mereka untuk mandi sebentar.Lagipula, dia merasa tidak enak jika kerabatnya mencium aroma keringat bercampur matahari yang tidak sedap dari dirinya.Hanya saja, langkah kakinya terhenti begitu mendengar ucapan sang Paman. "Sarah. Tunggu!"Perempuan itu segera berbalik badan menatap Ali. “Iya, Paman?”"Kami sebenarnya sedang membicarakan tentang acara pernikahanmu."Deg!“Pe–pernikahan?” beo Sarah sangat terkejut.Matanya melebar ketika Ali mengatakan hal tersebut. Setahunya, saat ini sang kekasih sedang bekerja di luar kota.Mungkinkah Arjuna-kekasihnya telah datang melamarnya tanpa memberitahunya lebih dulu?Sontak kedua netra Sarah berbinar bahagia.Diedarkannya pandangan ke semua sudut ruang tamu untuk memastikan apakah Arjuna sedang bersembunyi untuk memberikannya kejutan.Namun, tampaknya pria itu tak ada di sana…."Bu, apa benar tadi Arjuna datang melamarku? Tapi, kenapa dia tidak bilang dulu padaku?" tanyanya bingung.Layla sendiri tidak kalah terkejutnya dengan Sarah.Raut wajah wanita itu seketika berubah menjadi sendu–tak mampu menjawab pertanyaan Sarah.Putrinya itu sepertinya telah salah paham, dan mengira Arjuna lah yang melamarnya."Bukan dengan Arjuna," jelas Ali cepat, “tapi, dengan pria pilihan kami, Sarah."Hal pertama yang dilakukan Isabelle adalah memeluk erat Valerie ketika dia turun dari sedan yang membawanya kembali ke rumah. Dalam diam, dia menangis sesenggukan, menumpahkan semua rasa sakit hati dan penyesalan yang tak terukur dalam dirinya. Isabelle tidak bisa menggambarkan betapa terlukanya perasaannya dan sedalam apa rasa sakitnya.Rasa sakit itu bukan hanya karena dia berpikir jika dia kehilangan Valerie, namun juga karena rasa cinta yang sudah menggebu-gebu dalam dirinya untuk Rick. Tapi keadaan ini membuat dirinya sendiri tidak mengizinkan cinta itu berbalas. Dia sangat sakit hati hingga dia membatasi dirinya untuk tidak mencintai.“Heh, berikan Grandpa kesempatan.” Isabelle melepas pelukannya. Dia berdiri di sisi Valerie, menyeka air matanya dan membiarkan Grandpa memeluk sosok yang sangat dirindukannya itu.Tangisan Grandpa pecah saat memeluk Valerie. Dia terus mengelus punggung Valerie dan mengatakan maaf, bukan hanya sekali dua kali, namun berkali-kali hingga Valerie pun
“Emrys bunuh diri.” Lucy tergesa-gesa masuk ke dalam rumah Karlis ketika Valerie sedang menonton televisi.Valerie berdiri, kedua bola matanya membulat tak percaya, namun dia kembali duduk dengan santai. "Jangan membohongiku. Aku tidak akan percaya.""Valerie...""Aku tahu kamu selalu memaksaku pulang. Tapi jangan menggunakan cara seperti ini." ujar Valerie."Aku tidak berbohong. Emrys benar-benar bunuh diri." Lucy membuka ponselnya, menunjukkan pesan yang dikirim oleh Ky padanya. “Apa katamu?” desis Valerie.“Setelah mengirim pesan padaku, dia menghubungiku juga. Dia bertanya dimana aku sekarang dan aku berbohong jika aku sedang diluar kota untuk urusan pekerjaan. Dia memintaku untuk menenangkan Isabelle dan memberitahu jika Emrys bunuh diri.”“Ke-kenapa bisa...”“Dia melompat dari tebing yang sama dengan tebing tempatmu nyaris dibunuh. Dalam suratnya yang dia letakkan di meja kamar, dia mengatakan jika dia ingin mengalami sendiri apa yang kamu alami.”“Tapi ini sudah satu setengah
Lucy berguling menghadapkan tubuhnya pada Valerie yang masih terlentang menatap kosong langit-langit kamar. Setiap akhir pekan, Lucy selalu menyempatkan diri untuk melihat Valerie dan bermalam di sana. Valerie selalu mengalami mimpi buruk, berteriak dalam tidurnya untuk diselamatkan. Lucy tahu sahabatnya itu terluka sangat dalam hingga dalam mimpi pun dia masih bergulat. Namun, Lucy juga tidak bisa melakukan apa-apa.“Belum mengantuk?” bisik Lucy.Valerie menggeleng, menarik selimut menutupi dadanya. Dia mendesah panjang. “Bagaimana kondisi perusahaan Emrys?”“Sudah lebih baik.” Lucy memilih duduk. “Sejak aku memutuskan untuk menarik semua produk yang kami luncurkan dan mengembalikan apa yang seharusnya milik Lysander Kingdom berikut hak ciptanya, perusahaan mereka semakin membaik.”“Bagaimana dengan Isabelle?”“Isabelle?” Lucy mengingat-ingat. “Aku tidak terlalu sering bertemu dengannya karena aku sibuk di perusahaan. Tapi Rick mengatakan jika Isabelle masih marah dan menolak dirinya
Sebulan kemudian.Sepasang bola mata yang indah dan teduh itu menatap layar televisi yang ukurannya nyaris seukuran dengan kardus pembungkus mie instan yang biasa dimakannya. Kedua bola mata itu bergerak mengikuti arah gambar yang menayangkan acara komedi. Dia tidak tertawa saat tokoh dalam acara itu menjatuhkan dirinya ke dalam kubangan lumpur. Apapun adegannya, dia tidak tersenyum.Seorang wanita paruh baya masuk ke ruanganya. Dia membawakan semangkuk bubur yang masih mengepul panas dan meletakkannya di atas meja. Dengan lembut wanita itu menarik remote dari tangannya dan mematikan saluran televisi. “Sudah malam, Nak. Makanlah dulu. Kamu perlu tetap hidup demi janin dalam perutmu.”Pemilik mata teduh itu adalah Valerie. Ketika wanita yang menemukannya dan menyelamatkannya itu menyebut janinnya, dia secara naluri memegang perutnya. Di keningnya ada beberapa bekas luka goresan yang belum hilang, begitu pula di tangannya.Dia ingat. Ketika tubuhnya dihempas oleh arus, seseorang tiba-t






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore