LOGINXu Qingyu tidak tahu apakah tindakan yang dia lakukan ini sesuai atau tidak, atau justru menyebabkan lebih banyak kecemasan di hati Putri Huailing. Namun dia telah mengusahakan yang terbaik, jadi jika yang terjadi masih tidak sesuai harapannya maka dia hanya bisa berpasrah. “Apakah kamu memiliki bukti? Jika tidak memiliki bukti maka itu adalah sebuah kejahatan besar untuk menuduh Permaisuri. “ Ucap Putri Huailing dengan nada rendah. “Justru karena Yu'er tidak memiliki bukti lah alasan kenapa Yu'er tidak berani gegabah dan hanya mengatakan ini kepada Ibu. “ Balas Xu Qingyu. Hati Putri Huailing menghangat melihat kepercayaan yang diberikan oleh menantunya kepadanya. Jadi Putri Huailing mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Xu Qingyu dengan erat. “Apa yang membuatmu yakin bahwa itu adalah Permaisuri? “ Tanya Putri Huailing. Xu Qingyu menundukkan tubuhnya dan membisikkan sesuatu kepada Putri Huailing yang membuat Putri Huailing membelalakkan matanya. “Kamu sungguh sungguh?
Setelah memastikan bahwa Ibu Suri telah beristirahat dengan baik, akhirnya Xu Qingyu segera kembali ke Kamar Kaisar dan melihat Permaisuri dengan Putri Huailing yang sedang merenung. “Yu'er memberi salam kepada Bibi dan Ibu. “ Ucap Xu Qingyu. “Apakah sudah ada pesan yang datang?” Tanya Permaisuri. “Menjawab Bibi, belum ada yang datang.” Jawab Xu Qingyu dengan senyum palsu. Permaisuri tidak tampak terkejut juga tidak menunjukkan emosi tertentu hanya datar seperti biasa. “Ibu hari sudah larut, Ibu juga baru pulih dari sakit. Bagaimana jika Ibu beristirahat terlebih dahulu? Nenek juga sudah beristirahat terlebih dahulu. “Bujuk Xu Qingyu. “ Tidak, aku akan menunggu Kakak Kaisar di sini. “Balas Putri Huailing dengan keras kepala. “ Ibu… kesehatan adalah yang terpenting. Selain itu Nenek bahkan berkata kalau Paman Kaisar adalah orang yang sangat tangguh, dia pasti bisa melewati kesulitan kali ini. “Ucap Xu Qingyu dengan sabar. “ Benar, adik ipar. Kamu harus beristirahat dulu. Sebel
Sudah hampir sepuluh jam sejak Kaisar dibawa pulang namun masih belum ada kabar baik dari kedua belah pihak. Sebelum akhirnya Jingyuan kembali lagi dan menyampaikan bahwa Putra Mahkota tidak akan kembali ke Istana sampai Pangeran Hexian tertangkap. “Bagaimana dengan Tuan muda? “ Tanya Xu Qingyu dengan lelah. Semua orang bisa melihat bahwa kantung matanya terlihat menghitam dan tatapannya sayu.Seolah sepuluh jam ini berlalu seperti sepuluh hari. Begitu menyulitkan dan menyiksa dirinya. “Masih belum ada kabar sedikitpun dari Tuan muda namun Nyonya muda jangan khawatir. Saat ini tidak ada kabar adalah kabar terbaik untuk kita. “ Ucap Jingyuan menyemangatinya. “Aku mengerti, kalian bekerja keras. Apapun hasilnya, aku tidak akan melupakan kerja keras kalian. “ Balas Xu Qingyu. “Sudah merupakan kewajiban kami untuk menjaga dan mencari Tuan muda, Nyonya muda harap jaga kesehatan. Jika Tuan muda melihatmu dalam posisi ini maka dia pasti akan gelisah dan sedih.” Hibur Jingyuan. “Benar
Xu Qingyu menganggukkan kepalanya sembari tersenyum dan membuat apa yang dia katakan sangat meyakinkan. Putri Huailing baru saja sadar, jangan sampai menerima kejutan besar lagi dari kabar buruk yang menimpa Ling Shang. ‘Ling Shang, cepatlah kembali. Aku berharap bahwa kamu bisa memenuhi janjimu bahwa kamu akan menemaniku seumur hidup. ‘ Pikir Xu Qingyu dengan ragu ragu. Namun pada saat yang sama Xu Qingyu sama sekali tidak berani untuk bertindak santai. Setiap pelayan yang datang untuk menyampaikan informasi akan dihalangi olehnya. Xu Qingyu menggunakan alasan untuk membantu menerima informasi, padahal dia menggunakan ini untuk menyaring informasi yang masuk. Para wanita menunggu di ruang dalam, hanya Xu Qingyu yang menjadi perantara antara para wanita ini dengan dunia luar. Selama tidak terjadi sesuatu yang di luar rencana maka Xu Qingyu seharusnya bisa menunda waktu untuk sementara. “Nyonya muda, masih tidak ada jejak Tuan muda yang ditemukan. Padahal sudah ada lima regu yan
Xu Qingyu dan Xu Yin sontak berdiri pada waktu yang hampir bersamaan karena terlalu terkejut dengan kabar yang mereka dapatkan hari ini. “Pangeran Hexian memberontak? Lalu bagaimana dengan Yang Mulia? “ Tanya Xu Qingyu dengan terkejut. “Yang Mulia menderita luka gores di lengan dan saat ini sedang dibawa kembali ke Istana. Ibu Suri, Permaisuri dan Putri Huailing telah berada di tempat. “ Jawab Jingyuan. “Bagaimana dengan Putra Mahkota? “ Tanya Xu Yin. “Putra Mahkota baik baik saja, beliau memimpin pasukan untuk mengejar Pangeran Hexian yang kabur dengan rombongan pemberontaknya. “ Jawab Jingyuan. “Bagaimana dengan Ling Shang? “Tanya Xu Qingyu dengan takut. Sejak awal yang dipikirkan olehnya adalah Ling Shang namun pada saat yang sama dia tidak siap untuk mendengarkan kabar tentang Ling Shang. “Berkat perlindungan dari Tuan muda Adipati yang berhasil melindungi Yang Mulia. Saat ini Tuan muda Adipati sedang dicari… beliau jatuh dari tebing saat berusaha untuk melindungi Yang Mul
Mendengar ini membuat Xu Qingyu terkejut, setelah sekian lama akhirnya Ayahnya akan dipromosikan. Ayahnya jelas adalah orang yang mampu dan berdedikasi. Kenapa tidak layak untuk kenaikan jabatan? “Benarkah? Akan dipromosikan sebagai Menteri Personalia? “ Tanya Xu Qingyu dengan semangat. “Tidak… akan dijadikan sebagai Hakim Agung, pejabat kelas dua. “Jawab Xu Yin dengan wajah yang agak muram. “Apa? Bagaimana mungkin… “Gumam Xu Qingyu dengan wajah murung. Seluruh semangat dan antusiasme yang dia tunjukkan sebelumnya telah menghilang kala mendengar bahwa Ayahnya akan naik menjadi Hakim Agung. “Dengan kondisi saat ini tampaknya kurang baik kan? “ Tanya Xu Qingyu. “Benar, memang kurang baik. Ini tidak akan menguntungkan untuk kita maupun Ayah. “ Jawab Xu Yin. Xu Qingyu terdiam dan berpikir sejenak, saat ini kedua putri Ayahnya, dirinya dan kakaknya adalah satu Putri Mahkota dan yang lain adalah Nyonya muda Adipati Yunwan. Keduanya adalah kerabat Kekaisaran yang Agung, namun… itu







