author-banner
Eng_
Eng_
Author

Novels by Eng_

Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Enam belas tahun lalu, Mireya pergi meninggalkan Langit dengan membawa bayi dalam kandungannya. Bagi dunia, ia hanyalah gadis panti asuhan yang merebut dan menghancurkan masa depan pewaris Andaru Group. Kini, Reya kembali sebagai wanita sukses. Tanpa ia sadari, putranya justru bergabung di dojo milik Langit—ayah yang selama ini hanya ia kenal dari cerita sang ibu. Rahasia yang dijaga selama bertahun-tahun akhirnya pecah. Mampukah Reya dan Langit menemukan kesempatan kedua? Atau justru harus kembali memilih luka masing-masing?
Read
Chapter: Dufan - 3
“Roller coaster dulu gimana?”Sky menoleh kebelakang dan melempar pertanyaan itu dengan wajah sumringah yang seolah tidak akan surut.Mereka kini berdiri depan wahana dengan papan bertuliskan ‘Halilintar’ terpampang jelas di atas gerbangnya. Tulisannya merah menyala dengan jenis huruf tajam dan tambahan bentuk kilat yang membuatnya semakin dramatis.Reya melirik ke arah wahana yang sedang berjalan. Sama seperti roller coaster pada umumnya, beberapa kereta kecil-kecil berjejer panjang ke belakang di atas rel besi, meliuk tinggi lalu meluncur tajam. Gerakannya secepat kilat, benar-benar sesuai dengan nama wahananya. Teriakan penumpang memecah udara di ketinggian dan semakin keras saat kereta menukik tajam. Reya bergidik. “Count me out,” jawab Reya cepat. “Kalian aja.”Dia mundur satu langkah dan bergeser cepat ke balik pagar pembatas.“Come on, Mom,” Sky memohon, tapi Reya menggeleng kuat.Wendy tak ketinggalan, ia menyambar pergelangan tangan Reya cepat, tidak memberi kesempatan Rey
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: Dufan - 2
Sky berjalan cepat. Terlalu cepat bagi Reya yang sebenarnya tidak ingin, tapi terpaksa ikut melangkah karena tangannya sudah diapit kuat oleh putranya. Mau tidak mau ia ikut terseret.Di depan loket, Langit sudah menunggu.“Coach!”Sky mengangkat tangan, dan Langit menyambutnya dengan tos tinggi yang di balas penuh semangat. Senyum pria itu lebar, matanya bersinar – tapi bukan ke arah Reya.Atau setidaknya, belum.Langit terlihat seolah memang datang untuk menyambut Sky. Bukan Reya.Setelah tos itu pun, Langit tidak langsung menoleh ke arahnya. Pria itu justru lebih dulu menyapa Wendy.“Hai, Wen.” Ia mengangkat tangan santai. “Semoga elo nggak bosen ya, hari minggu masih harus ketemu bos,” kekehnya.“Kalau bos nya elo, gue aman aja sih, Bang.”Langit tertawa kecil. “Emang bos yang mana yang gak aman?”Wendy mencebik.Barulah setelah itu, Langit menoleh ke Reya. Tidak ada sapaan. Tidak ada kalimat. Hanya sebuah anggukan kecil dan senyum tipis. Sederhana.Tapi justru karenanya Reya jadi
Last Updated: 2026-04-13
Chapter: Dufan - 1
Minggu pagi. Reya bangun dengan keengganan kuat. Rasanya dia hanya ingin tenggelam lebih lama di tempat tidur. Lelah. Bukan cuma fisik, tapi juga pikirannya penuh. Tapi tiba-tiba pintu kamarnya terbuka tanpa permisi.“Ibu ada acara nggak?”Sky berdiri di ambang pintu, menatap Reya dengan wajah cerah. Matanya berbinar – terlalu bersinar untuk minggu pagi. “Kenapa?” tanya Reya curiga.Tidak biasanya Sky bangun pagi di hari minggu, apalagi setelah bermain game sampai larut – Reya masih mendengar Sky asyik main game sampai hampir pukul tiga. “Ke dufan yuk!”Alis Reya terangkat. “Dufan?”Sky mengangguk cepat.“Sekarang?” Sky mengangguk lagi. “Iya. Ayo ke dufan hari ini.”Reya menegakkan tubuhnya, duduk di tepi ranjang dan menatap Sky lebih lama. Senyum Sky masih lebar dan penuh antusias.“Ayolah, Bu. Please! Kita kan belum pernah jalan-jalan dari kita pindah ke sini.”Aneh. Sky sudah terlalu besar untuk tiba-tiba merengek minta pergi ke taman hiburan, apalagi hanya berdua dengannya. Bi
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: Konsistensi
Pukul 09.30 pagi.Langit baru saja tiba di ruangannya. Jasnya baru dilepas, kancing manset belum sepenuhnya terbuka. Ia masih berdiri sambil menggulung lengan kemeja ketika pintu didorong tanpa ketukan.Saga muncul dengan langkah cepat. Wajahnya tegang.“Ada apa, Bang?”“Telepon Wendy. Tanyain dia lagi dimana!”Kening Langit berkerut. “Dia belum dateng?”Saga tidak menjawab pertanyaan itu. “Telepon aja.”Langit menyandarkan pinggulnya ke tepi meja. “Kenapa nggak lo sendiri yang telepon, Bang? Kayak nggak punya nomornya aja.”
Last Updated: 2026-02-19
Chapter: Melewati Batas
Lampu tanda record di ruang vocal akhirnya mati.Bian melepas headphone dari kepalanya, menggantungnya rapi lalu membuka pintu kada. Wendy sudah berdiri di luar, menyambutnya dengan senyum.“Capek nggak?”Bian menggeleng, senyumnya sopan seperti biasa. “Nggak, Kak.”Wendy mengangguk puas. Di luar dugaan, Bian bukan cuma punya suara bagus. Dia juga cepat menangkap instruksi Saga— bahkan yang terdengar absurd sekalipun. Kemampuannya tetap fokus di bawah tatapan intimidatif Saga sungguh pantas mendapat acungan jempol.“Untuk hari ini cukup sampai di sini dulu. Jadwal berikutnya nanti gue kabarin.”“Iya, Kak. Om, saya pamit.”
Last Updated: 2026-02-18
Chapter: Kiriman Makan Siang
Sudah jam makan siang. Reya baru selesai rapat bersama stafnya.Ia duduk di kursi nya. Menyandarkan punggung. Pandangannya jatuh ke luar jendela. Mengamati awan-awan kecil yang bergerak pelan.Sudah beberapa hari sejak pertemuannya dengan Langit di supermarket. Dan Langit sepertinya memang tidak main-main dengan kata-katanya.Tentu saja.Reya kenal Langit.Jika sudah bertekad, tidak akan ada yang bisa membuatnya mundur.Langit mengirim pesan WA setiap hari. Menanyakan hal sepele— sedang apa, sudah makan atau belum, bahkan tak jarang mengirim pesan random, menceritakan bagaimana harinya berjalan. Tak peduli Reya membalas atau tidak, pesan itu tetap dat
Last Updated: 2026-02-17
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status