author-banner
Miss Wang
Miss Wang
Author

Novels by Miss Wang

Menjadi Tawanan Tuan Mafia

Menjadi Tawanan Tuan Mafia

"Aku beli dia tiga kali lipat." Ucapan itu menghantam Clara, seorang mahasiswi yatim piatu dengan hidup dipenuhi luka dan penghinaan, yang baru saja dijual oleh pamannya ke rumah bordir. Ia dibeli oleh Raymond Antonio, pria misterius dengan reputasi mengerikan dan kekuasaan absolut. Menjadi tawanan pria berbahaya ini membuat Clara hampir kehilangan akal. Namun, ada rasa ketertarikan yang perlahan tumbuh. Antara rasa takut, dendam masa lalu, dan ketertarikan yang tak seharusnya tumbuh, Clara harus bertahan di sisi pria paling berbahaya yang pernah ia kenal. Karena di dunia Raymond Antonio, keselamatan selalu punya harga—dan kebebasan bukan sesuatu yang bisa diminta dengan mudah.
Read
Chapter: Nama yang Dihapus
Mobil berhenti di sebuah rumah kecil yang tersembunyi di balik deretan pepohonan. Adrian memastikan tidak ada kendaraan mengikuti mereka sebelum membuka pintu.Raymond turun lebih dulu."Masuk."Clara mengikuti Maria, sementara John membantu Rafael yang masih menahan sakit di bahunya. Adrian menjadi orang terakhir yang masuk.Begitu pintu terkunci, Raymond langsung berbalik."Mulai sekarang tidak ada lagi rahasia."Maria menatap anaknya."Aku tahu.""Adrian bilang kau menyembunyikan identitas Clara sejak delapan belas tahun lalu."Maria menghela napas."Karena saat itu Clara masih kecil.""Kenapa Charles terlibat?"Maria terdiam cukup lama."Karena ayahmu menemukan dokumen yang membuktikan seseorang sedang menghapus nama Clara dari catatan keluarga."Clara mengerutkan kening."Menghapus namaku?"Maria mengangguk."Namamu pernah terc
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: Orang di Balik Pintu
Gagang pintu bergerak perlahan.Klik.Raymond langsung berdiri di depan Clara dan Maria, sementara John mengangkat senjata ke arah pintu. Rafael, meski bahunya masih dibalut kain darurat, mengambil posisi di sisi jendela.Pintu terbuka sedikit.Sosok seorang pria muncul dari balik kegelapan.Raymond langsung mengenal wajah itu.Pria itu tersenyum tipis."Sudah lama, Raymond.""Adrian."Maria menutup mulutnya.Nama itu membuat wajahnya kehilangan warna.Raymond menoleh cepat."Kau mengenalnya?"Maria tidak menjawab.Adrian masuk sambil mengangkat kedua tangan."Aku tidak datang untuk menembak siapa pun.""Berhenti di sana."Raymond mengarahkan pistol tepat ke dadanya.Adrian berhenti."Kalau kau ingin membunuhku, lakukan setelah mendengar penjelasanku.""Aku tidak punya alasan untuk mendengarkan.""Kau punya."Adrian menatap Maria."Karena ibumu tahu siapa yang sebenarnya memulai semua ini."Maria menatapnya tajam."Jangan sebut dia."Adrian tersenyum pahit."Masih sama. Bahkan setelah
Last Updated: 2026-09-23
Chapter: Wanita di Balik Pintu Saint Rose
Hujan turun semakin deras.Raymond berdiri di samping mobil sambil menggenggam kertas yang diberikan Rafael.Satu alamat.Satu tulisan tangan.Dan satu nama yang selama bertahun-tahun hanya hidup sebagai kenangan.Maria.Ibunya."Saint Rose..." gumam John.Raymond mengangguk."Siapkan mobil."Clara berdiri beberapa langkah di belakangnya.Wajahnya masih pucat setelah penculikan.Namun kali ini ia tidak terlihat ketakutan.Ia justru menatap Raymond dengan tatapan serius."Kita pergi sekarang?"Raymond menoleh."Ya.""Aku ikut."Raymond langsung menggeleng."Tidak."Clara mengerutkan kening."Kenapa?""Karena aku tidak tahu apa yang menunggu di sana.""Aku juga tidak tahu."Clara melangkah mendekat."Tapi kalau yang kita cari adalah ibumu, aku tidak mau kau pergi
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: Jebakan
Raymond tidak langsung bergerak.Rafael berdiri beberapa meter di depannya.Wajah pria itu terlihat lebih pucat dibandingkan saat terakhir mereka berbicara melalui telepon. Ada luka kecil di pelipisnya dan darah mengering di kerah bajunya.Raymond mengangkat senjata."Kau."Rafael mengangkat kedua tangannya."Aku tahu kau ingin menembak.""Aku juga tahu kau berada di balik semua ini.""Kalau aku berada di balik semua ini, Clara sudah mati."Raymond tidak menurunkan senjatanya."Di mana dia?""Masih hidup.""Di mana?"Rafael menunjuk ke dalam gudang."Tapi kita harus bergerak sekarang."John muncul di belakang Raymond."Tuan, jangan percaya dia."Rafael menoleh."Kalau kalian tetap berdiri di sini, orang-orang di dalam akan memindahkan Clara melalui terowongan bawah tanah."Raymond langsung menatapnya."Ter
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Clara Menjadi Target
Mobil hitam itu melaju meninggalkan mansion.Clara duduk di kursi belakang dengan kedua tangan terikat.Napasnya masih teratur, meskipun jantungnya berdegup keras.Pria yang duduk di sebelahnya adalah Marcus.Orang yang selama bertahun-tahun dipercaya Raymond untuk menjaga keluarganya.Clara menatapnya dari sudut mata."Jadi selama ini kau bekerja untuk mereka?"Marcus tidak menjawab.Matanya tetap tertuju ke depan.Clara mencoba menarik tali di pergelangan tangannya.Tidak berhasil.Namun ia tidak berhenti berpikir.Raymond pasti sedang mencarinya.Dan jika Marcus memang orang dalam, berarti semua jalur keamanan mansion mungkin sudah diketahui."Kalian mau membawaku ke mana?"Marcus akhirnya menjawab."Ke tempat yang aman."Clara hampir tertawa."Aman?"Ia menatap pria itu."Kau menculikku.""Aku
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Pengkhianat di Dalam Rumah
Suara mesin kendaraan memenuhi halaman mansion.Satu.Dua.Tiga.Empat mobil hitam berhenti tepat di depan gerbang.Raymond berdiri di tengah ruang utama dengan senjata masih berada di tangannya.Clara berada di belakangnya.John segera berbicara melalui alat komunikasi."Semua unit, posisi bertahan. Jangan menembak sebelum ada perintah."Para pengawal menyebar.Beberapa menuju lantai dua.Sebagian lainnya mengamankan Charles.Raymond menatap layar kamera keamanan.Anehnya, orang-orang di dalam mobil tidak langsung turun.Mereka hanya diam.Menunggu.Raymond menyipitkan mata."Mereka tidak datang untuk menyerang."John menoleh."Lalu?""Mereka ingin kita panik."Tepat setelah Raymond selesai berbicara, lampu seluruh halaman kembali menyala.Empat mobil itu langsung bergerak mundur.
Last Updated: 2026-09-19
Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin

Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin

Arsenio Alvier, seorang mantan narapidana yang ditugaskan oleh bosnya yang seorang ketua gengster jahat untuk menjadi Bodyguard seorang gadis buta—Alexa Jennifer yang Hyper. Dengan satu tujuan: menguasai semua aset kekayaan orang tuanya yang melimpah ruah. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka menjadi dekat dan diam-diam saling menyukai. Apakah Arsenio akan tetap melanjutkan misinya? Atau... melawan bosnya yang kuat demi Alexa?
Read
Chapter: Epilog
Pagi itu datang tanpa tergesa. Langit biru membentang bersih, awan tipis melayang malas seolah tak ingin mengganggu ketenangan yang akhirnya menetap. Rumah kecil di pinggiran kota itu berdiri sederhana—tak berpagar tinggi, tak dijaga kamera, tak ada penjagaan ketat. Hanya halaman dengan rumput hijau, pohon mangga tua, dan kursi kayu yang mulai pudar warnanya karena matahari. Arsenio berdiri di halaman, menyiram tanaman dengan selang air. Kaus putih sederhana menempel di tubuhnya, rambutnya sedikit berantakan—jauh dari sosok pria dingin yang dulu menghuni gedung-gedung tinggi dan ruang rapat penuh tekanan. Setiap tetes air yang jatuh ke tanah terasa seperti penegasan: ia masih di sini. Hidup. Utuh. “Ayah!” Suara itu membuatnya menoleh cepat. James Alvier berlari kecil ke arahnya, langkahnya belum sepenuhnya stabil, tapi penuh keyakinan. Mata hazel itu—mata yang sama dengan milik Arsenio—bersinar cerah, polos, tanpa bayangan masa lalu. Arsenio tersenyum lebar. Ia berlutut, m
Last Updated: 2026-01-20
Chapter: Meninggalkan Dunia Gelap
“Aku mau jujur sama kamu.” Suara Arsenio memecah keheningan kamar sebelum pagi benar-benar bangun. Alexa masih setengah terlelap, James Alvier terbaring di dadanya, napas kecilnya teratur dan hangat. Ia mengangkat wajah, menatap suaminya yang duduk di tepi ranjang dengan ekspresi yang tak biasa—tenang, tapi berat. “Ada apa?” tanya Alexa pelan. Arsenio menelan ludah. “Aku sudah menyerahkan semuanya.” Alexa langsung terjaga sepenuhnya. “Semuanya… apa maksudmu?” “Perusahaanku. Posisi. Jaringan lama. Dunia yang selama ini mengikatku.” Ia mengangkat tangan, menyentuh jemari kecil James. “Aku mundur. Aku selesai.” Hening. Alexa menatapnya lama, seolah mencari tanda bahwa ini hanya keputusan impulsif. Namun yang ia lihat justru kelelahan yang jujur—dan keberanian yang akhirnya menemukan arah. “Kamu yakin?” suara Alexa bergetar. “Itu bukan hal kecil, Arsenio.” “Aku tahu,” jawabnya lirih. “Tapi setiap kali aku melihat kalian tidur… aku sadar, aku tidak ingin menang di dunia, tapi kala
Last Updated: 2026-01-20
Chapter: Harga Sebuah Pilihan
Hujan turun tanpa suara yang keras, seperti langit ikut menahan napas. Lampu-lampu kota berpendar samar di balik kaca mobil yang melaju pelan menuju pusat kota. Arsenio duduk di kursi belakang, tangannya terlipat, pandangannya kosong namun tajam—seperti mata elang yang menunggu saat tepat untuk menyambar. Di sampingnya, Felix menatap layar tablet berisi peta dan data. Kelvin menyetir dengan rahang mengeras, tak sekali pun mengalihkan pandangan dari jalan. “Lokasinya dikonfirmasi,” ujar Felix akhirnya. “Gedung lama milik perusahaan Orion Capital. Bosnya… Adrian Valen.” Nama itu menggantung di udara. Arsenio tersenyum tipis, pahit. “Aku sudah menduganya.” Kelvin menoleh cepat. “Kamu tahu sejak kapan?” “Sejak dia terlalu tenang saat perusahaannya ‘hancur’ kemarin,” jawab Arsenio. “Orang yang kalah sungguhan tidak akan diam.” Felix mengangguk. “Dia menyiapkan satu kartu terakhir. Kamu.” Mobil berhenti di lampu merah. Hujan makin deras. “Dia ingin kamu mundur total,” lanjut Felix.
Last Updated: 2026-01-19
Chapter: Pengkhianatan yang Paling Dekat
Pagi datang dengan cahaya pucat, seolah matahari pun ragu menyinari hari yang menyimpan rahasia. Mansion Alvier tampak tenang dari luar. Burung-burung bertengger di pagar besi, angin menggerakkan tirai kamar bayi dengan lembut. James tertidur pulas di boksnya, kepalan tangan kecilnya terangkat seolah sedang memeluk mimpi. Namun di ruang kerja bawah, ketenangan itu retak. Felix duduk kaku di depan layar. Jarinya berhenti di atas keyboard. Wajahnya yang biasanya dingin kini tegang, seolah baru saja melihat sesuatu yang tak ingin ia benarkan. Kelvin berdiri di belakangnya. “Katakan saja.” Felix menghela napas panjang. “Akses terakhir ke sistem keamanan mansion… dilakukan dari akun internal. Level tinggi.” Kelvin menegang. “Itu berarti—” “Orang yang punya akses penuh. Orang yang dipercaya.” Pintu terbuka. Arsenio masuk tanpa suara. Tatapannya langsung menangkap ekspresi mereka. “Lanjutkan.” Felix menelan ludah. “Waktu James diculik, alarm dinonaktifkan dari dalam. Kamera dibutak
Last Updated: 2026-01-18
Chapter: Badai Terakhir
Pagi itu terasa terlalu tenang untuk sebuah dunia yang sedang runtuh di balik layar. Mansion Alvier diselimuti cahaya matahari lembut. Alexa duduk di teras, mengayun James perlahan di dalam gendongan. Senyum kecil terukir di wajahnya—senyum yang rapuh, namun penuh harapan. Untuk sesaat, hidup terasa normal. Seperti keluarga biasa yang tak dikejar bayang-bayang. Arsenio berdiri di balik pintu kaca, menatap mereka lama. Ia sudah menyerahkan segalanya. Jabatan. Kekuasaan. Jaringan gelap yang selama ini menahannya di dunia penuh darah dan intrik. Namun instingnya—insting seorang pria yang terlalu lama hidup di medan perang—tak berhenti berbisik. Ini belum selesai. Felix datang dengan langkah cepat, wajahnya kaku. Kelvin mengikutinya, ekspresi waspada. “Arsen,” ujar Felix tanpa basa-basi. “Mereka bergerak.” Arsenio menoleh, tenang. “Siapa?” “Bos lama perusahaan saingan itu. Yang selama ini bersembunyi di balik nama-nama boneka.” Kelvin menambahkan, “Sejak kamu mundur, saham mereka
Last Updated: 2026-01-17
Chapter: Harga dari Sebuah Pilihan
Pagi itu datang tanpa cahaya. Awan menggantung rendah di atas mansion, seolah ikut menekan dada setiap orang di dalamnya. Tidak ada suara tawa, tidak ada denting cangkir, hanya langkah-langkah pelan dan napas yang ditahan. James tertidur di boks bayinya, selamat—namun bayang-bayang malam sebelumnya masih melekat di wajah kecil itu. Alexa duduk di sampingnya sejak subuh, tak bergerak, seakan jika ia berpaling sedetik saja, dunia akan kembali merenggut putranya. Arsenio berdiri di ambang pintu. Ia menatap punggung istrinya lama. Perempuan yang biasanya lembut itu kini terlihat rapuh, tapi juga kuat—kekuatan yang lahir dari cinta seorang ibu. “Aku akan keluar sebentar,” ucap Arsenio pelan. Alexa menoleh cepat. Wajahnya pucat. “Ke mana?” “Ruang kerja.” Alexa bangkit dan menghampirinya. Tangannya gemetar saat menggenggam jas Arsenio. “Jangan pergi jauh. Jangan ambil keputusan apa pun sendirian.” Arsenio mengangguk. Ia menarik Alexa ke dalam pelukan, mencium keningnya lama—lebih lam
Last Updated: 2026-01-17
You May Also Like
Kesayangan Tuan Mafia
Kesayangan Tuan Mafia
Mafia · Davian
13.3K views
Istri Rahasia Sang Bos Mafia
Istri Rahasia Sang Bos Mafia
Mafia · Rizki Adinda
11.0K views
PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA
PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA
Mafia · sugi ria
10.3K views
TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA
TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA
Mafia · Libra Syafarika
9.8K views
Jerat Hasrat Ayah Angkat
Jerat Hasrat Ayah Angkat
Mafia · Lalapoo
8.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status