author-banner
Miss Wang
Miss Wang
Author

Miss Wangの小説

Menjadi Tawanan Tuan Mafia

Menjadi Tawanan Tuan Mafia

Dark RomanceDewasaWanita KuatMafiaPria DinginBudakBenci jadi CintaPembalasan DendamCinta Pertama
"Aku beli dia tiga kali lipat." Ucapan itu menghantam Clara, seorang mahasiswi yatim piatu dengan hidup dipenuhi luka dan penghinaan, yang baru saja dijual oleh pamannya ke rumah bordir. Ia dibeli oleh Raymond Antonio, pria misterius dengan reputasi mengerikan dan kekuasaan absolut. Menjadi tawanan pria berbahaya ini membuat Clara hampir kehilangan akal. Namun, ada rasa ketertarikan yang perlahan tumbuh. Antara rasa takut, dendam masa lalu, dan ketertarikan yang tak seharusnya tumbuh, Clara harus bertahan di sisi pria paling berbahaya yang pernah ia kenal. Karena di dunia Raymond Antonio, keselamatan selalu punya harga—dan kebebasan bukan sesuatu yang bisa diminta dengan mudah.
読む
Chapter: Kembali
Elena tersenyum tipis, meski senyum itu tampak sedikit kaku. Di telapak tangan kanannya, ponsel yang sejak beberapa detik lalu terus bergetar masih menyala, menampilkan panggilan masuk dari nomor yang tidak disimpan di daftar kontak. Getarannya berhenti sesaat. Lalu kembali bergetar. Bzzzt... Bzzzt... Bzzzt... Elena menarik napas panjang, berusaha menenangkan debar jantungnya yang mendadak tak beraturan. "Maaf..." ujarnya lirih sambil memandang Raymond dan Clara bergantian. "Sepertinya aku harus mengangkat telepon ini sebentar." Clara mengangguk sambil tersenyum ramah. "Tidak apa-apa, Bibi." Raymond tidak mengatakan apa pun. Namun matanya mengikuti setiap gerakan wanita itu. Elena membalas anggukan kecil, lalu berbalik dan melangkah menjauh dari rombongan. Hak sepatu krem yang dikenakannya mengetuk lantai marmer koridor rumah sakit dengan irama pelan. Tok... Tok... Tok... Setiap langkahnya terdengar jelas di koridor yang mulai lengang menjelang siang. Semakin jauh
最終更新日: 2026-07-04
Chapter: Tawa Bahagia
Koridor utama Rumah Sakit Antonio Medical Center pagi itu bermandikan cahaya keemasan matahari. Sinar mentari menembus dinding-dinding kaca setinggi langit-langit, memantulkan bayangannya pada lantai marmer putih yang mengilap hingga tampak seperti permukaan air yang tenang. Aroma khas rumah sakit—perpaduan antiseptik, cairan disinfektan, dan bunga lili segar yang diletakkan di sudut-sudut koridor—masih samar tercium, tetapi kini tidak lagi terasa mencekam. Suasana yang beberapa hari lalu dipenuhi langkah kaki tergesa-gesa, suara alat medis yang bersahutan, dan wajah-wajah penuh kecemasan, kini berubah menjadi jauh lebih damai. Hari itu... Mereka akhirnya pulang. Raymond berdiri di belakang kursi roda Clara dengan kedua tangan menggenggam erat pegangan berlapis kulit hitam itu. Jemarinya yang besar mencengkeram begitu kuat, seolah ia sedang memegang sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar kursi roda. Perlahan ia mulai mendorongnya menyusuri koridor. Sangat perlahan.
最終更新日: 2026-07-02
Chapter: Pulang
Charles perlahan melepaskan pelukan. "Kabarmu bagaimana?" tanyanya lembut. Elena tersenyum pahit. Kalau saja hidupnya berjalan baik... Mungkin ia tidak akan pernah datang ke Mansion Antonio. "Kalau aku baik-baik saja..." "Mungkin hari ini aku tidak akan berdiri di sini." Charles mengangguk pelan. "Aku mendengar suamimu telah meninggal." Elena menunduk. "Empat tahun lalu." "Lalu tiga tahun setelahnya..." "Anakku juga pergi karena kecelakaan." Suara wanita itu kembali bergetar. "Aku kehilangan semuanya." Charles menepuk bahunya dengan penuh empati. "Mulai hari ini..." "Kau tidak perlu memikul semuanya sendirian lagi." Elena mengangguk sambil menyeka air matanya. Beberapa saat kemudian, ia menoleh ke arah Clara. Tatapannya berubah jauh lebih lembut. Ia melangkah perlahan menghampiri ranjang. Gerakannya hati-hati, seolah khawatir mengganggu kondisi wanita yang baru saja selamat dari masa kritis akibat preeklampsia berat. "Kau pasti Clara." Clara mengangguk sambil
最終更新日: 2026-07-01
Chapter: Nostalgia
Charles Antonio. Begitu pria tua itu melangkahkan kaki memasuki ruang perawatan VIP, suasana yang semula mulai menghangat kembali berubah dalam sekejap. Suara hentakan tongkat kayu eboni berukir kepala singa yang sedari tadi terdengar mantap di koridor mendadak terhenti tepat di ambang pintu. Tok. Keheningan pun mengambil alih. Sinar matahari pagi yang menembus jendela besar memantulkan cahaya lembut di lantai marmer mengilap, tetapi tidak seorang pun lagi memperhatikannya. Semua mata tertuju pada dua orang yang saling berhadapan. Charles Antonio... Dan Elena Ardelia. Tatapan Charles yang semula tenang perlahan berubah. Kerutan di dahinya semakin dalam, sementara sorot matanya yang tajam membeku pada wajah wanita yang berdiri tidak jauh dari ranjang Clara. Seolah waktu berhenti berputar. Tongkat di tangan kanannya tak lagi bergerak. Jemarinya justru mencengkeram gagangnya semakin erat hingga buku-buku jarinya memutih. Di sisi lain, Elena benar-benar membeku. Bibirnya se
最終更新日: 2026-06-30
Chapter: Bukti Masa Lalu
Raymond tertawa pelan. Namun tawa itu sama sekali tidak mengandung kehangatan. "Lucunya..." "Semua pembohong yang pernah kutemui juga mengatakan hal yang sama." Elena memejamkan mata sesaat. Kemudian dengan tangan yang masih gemetar, ia membuka tas kulit tuanya. "Aku sudah menduga..." "...kau akan mengatakan itu." Karena itu... "Aku membawa sesuatu." Perlahan ia mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil berwarna cokelat tua. Permukaannya dipenuhi goresan halus akibat usia. Sudut-sudutnya mulai aus. Pengait logamnya bahkan telah berubah warna karena karat. Kotak itu jelas bukan benda yang baru disimpan beberapa bulan. Melainkan benda yang telah dijaga selama puluhan tahun. Dengan sangat hati-hati Elena membuka tutupnya. Di dalamnya tersimpan sebuah foto hitam putih berukuran kecil. Raymond menerimanya tanpa berkata apa-apa. Tatapannya langsung terpaku. Dalam foto itu tampak dua gadis remaja berdiri berdampingan di depan sebuah rumah tua bergaya koloni
最終更新日: 2026-06-27
Chapter: Mencurigakan
"...bisakah aku tinggal sementara di Mansion Antonio?"Kalimat itu meluncur pelan dari bibir Elena, nyaris tenggelam oleh dengung pendingin ruangan dan bunyi monitor jantung yang berdetak stabil di sisi ranjang Clara.Namun justru karena diucapkan dengan suara yang begitu lirih, permintaan itu terdengar jauh lebih berat.Seolah seluruh harga diri wanita itu ikut dipertaruhkan dalam satu kalimat sederhana.Tak seorang pun langsung menjawab.Ruangan VIP yang beberapa saat lalu dipenuhi kehangatan karena Clara berhasil melewati masa kritis, kini kembali diselimuti keheningan yang begitu pekat.Bahkan Noah yang masih duduk di sisi ranjang ibunya ikut terdiam. Bocah kecil itu bergantian menatap Elena, kemudian ayahnya, tanpa benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi.Tatapan Raymond perlahan berubah.Jika beberapa menit yang lalu matanya dipenuhi keterkejutan dan kebingungan setelah mendengar pengakuan Elena sebagai adik kandung mendiang ibunya...Kini sorot mata itu berubah.Dingin.Ta
最終更新日: 2026-06-26
Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin

Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin

ActionCinta yang ManisDewasaBadboyBodyguardGoodgirlPerbedaan UsiaBenci jadi CintaKriminal
Arsenio Alvier, seorang mantan narapidana yang ditugaskan oleh bosnya yang seorang ketua gengster jahat untuk menjadi Bodyguard seorang gadis buta—Alexa Jennifer yang Hyper. Dengan satu tujuan: menguasai semua aset kekayaan orang tuanya yang melimpah ruah. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka menjadi dekat dan diam-diam saling menyukai. Apakah Arsenio akan tetap melanjutkan misinya? Atau... melawan bosnya yang kuat demi Alexa?
読む
Chapter: Epilog
Pagi itu datang tanpa tergesa. Langit biru membentang bersih, awan tipis melayang malas seolah tak ingin mengganggu ketenangan yang akhirnya menetap. Rumah kecil di pinggiran kota itu berdiri sederhana—tak berpagar tinggi, tak dijaga kamera, tak ada penjagaan ketat. Hanya halaman dengan rumput hijau, pohon mangga tua, dan kursi kayu yang mulai pudar warnanya karena matahari. Arsenio berdiri di halaman, menyiram tanaman dengan selang air. Kaus putih sederhana menempel di tubuhnya, rambutnya sedikit berantakan—jauh dari sosok pria dingin yang dulu menghuni gedung-gedung tinggi dan ruang rapat penuh tekanan. Setiap tetes air yang jatuh ke tanah terasa seperti penegasan: ia masih di sini. Hidup. Utuh. “Ayah!” Suara itu membuatnya menoleh cepat. James Alvier berlari kecil ke arahnya, langkahnya belum sepenuhnya stabil, tapi penuh keyakinan. Mata hazel itu—mata yang sama dengan milik Arsenio—bersinar cerah, polos, tanpa bayangan masa lalu. Arsenio tersenyum lebar. Ia berlutut, m
最終更新日: 2026-01-20
Chapter: Meninggalkan Dunia Gelap
“Aku mau jujur sama kamu.” Suara Arsenio memecah keheningan kamar sebelum pagi benar-benar bangun. Alexa masih setengah terlelap, James Alvier terbaring di dadanya, napas kecilnya teratur dan hangat. Ia mengangkat wajah, menatap suaminya yang duduk di tepi ranjang dengan ekspresi yang tak biasa—tenang, tapi berat. “Ada apa?” tanya Alexa pelan. Arsenio menelan ludah. “Aku sudah menyerahkan semuanya.” Alexa langsung terjaga sepenuhnya. “Semuanya… apa maksudmu?” “Perusahaanku. Posisi. Jaringan lama. Dunia yang selama ini mengikatku.” Ia mengangkat tangan, menyentuh jemari kecil James. “Aku mundur. Aku selesai.” Hening. Alexa menatapnya lama, seolah mencari tanda bahwa ini hanya keputusan impulsif. Namun yang ia lihat justru kelelahan yang jujur—dan keberanian yang akhirnya menemukan arah. “Kamu yakin?” suara Alexa bergetar. “Itu bukan hal kecil, Arsenio.” “Aku tahu,” jawabnya lirih. “Tapi setiap kali aku melihat kalian tidur… aku sadar, aku tidak ingin menang di dunia, tapi kala
最終更新日: 2026-01-20
Chapter: Harga Sebuah Pilihan
Hujan turun tanpa suara yang keras, seperti langit ikut menahan napas. Lampu-lampu kota berpendar samar di balik kaca mobil yang melaju pelan menuju pusat kota. Arsenio duduk di kursi belakang, tangannya terlipat, pandangannya kosong namun tajam—seperti mata elang yang menunggu saat tepat untuk menyambar. Di sampingnya, Felix menatap layar tablet berisi peta dan data. Kelvin menyetir dengan rahang mengeras, tak sekali pun mengalihkan pandangan dari jalan. “Lokasinya dikonfirmasi,” ujar Felix akhirnya. “Gedung lama milik perusahaan Orion Capital. Bosnya… Adrian Valen.” Nama itu menggantung di udara. Arsenio tersenyum tipis, pahit. “Aku sudah menduganya.” Kelvin menoleh cepat. “Kamu tahu sejak kapan?” “Sejak dia terlalu tenang saat perusahaannya ‘hancur’ kemarin,” jawab Arsenio. “Orang yang kalah sungguhan tidak akan diam.” Felix mengangguk. “Dia menyiapkan satu kartu terakhir. Kamu.” Mobil berhenti di lampu merah. Hujan makin deras. “Dia ingin kamu mundur total,” lanjut Felix.
最終更新日: 2026-01-19
Chapter: Pengkhianatan yang Paling Dekat
Pagi datang dengan cahaya pucat, seolah matahari pun ragu menyinari hari yang menyimpan rahasia. Mansion Alvier tampak tenang dari luar. Burung-burung bertengger di pagar besi, angin menggerakkan tirai kamar bayi dengan lembut. James tertidur pulas di boksnya, kepalan tangan kecilnya terangkat seolah sedang memeluk mimpi. Namun di ruang kerja bawah, ketenangan itu retak. Felix duduk kaku di depan layar. Jarinya berhenti di atas keyboard. Wajahnya yang biasanya dingin kini tegang, seolah baru saja melihat sesuatu yang tak ingin ia benarkan. Kelvin berdiri di belakangnya. “Katakan saja.” Felix menghela napas panjang. “Akses terakhir ke sistem keamanan mansion… dilakukan dari akun internal. Level tinggi.” Kelvin menegang. “Itu berarti—” “Orang yang punya akses penuh. Orang yang dipercaya.” Pintu terbuka. Arsenio masuk tanpa suara. Tatapannya langsung menangkap ekspresi mereka. “Lanjutkan.” Felix menelan ludah. “Waktu James diculik, alarm dinonaktifkan dari dalam. Kamera dibutak
最終更新日: 2026-01-18
Chapter: Badai Terakhir
Pagi itu terasa terlalu tenang untuk sebuah dunia yang sedang runtuh di balik layar. Mansion Alvier diselimuti cahaya matahari lembut. Alexa duduk di teras, mengayun James perlahan di dalam gendongan. Senyum kecil terukir di wajahnya—senyum yang rapuh, namun penuh harapan. Untuk sesaat, hidup terasa normal. Seperti keluarga biasa yang tak dikejar bayang-bayang. Arsenio berdiri di balik pintu kaca, menatap mereka lama. Ia sudah menyerahkan segalanya. Jabatan. Kekuasaan. Jaringan gelap yang selama ini menahannya di dunia penuh darah dan intrik. Namun instingnya—insting seorang pria yang terlalu lama hidup di medan perang—tak berhenti berbisik. Ini belum selesai. Felix datang dengan langkah cepat, wajahnya kaku. Kelvin mengikutinya, ekspresi waspada. “Arsen,” ujar Felix tanpa basa-basi. “Mereka bergerak.” Arsenio menoleh, tenang. “Siapa?” “Bos lama perusahaan saingan itu. Yang selama ini bersembunyi di balik nama-nama boneka.” Kelvin menambahkan, “Sejak kamu mundur, saham mereka
最終更新日: 2026-01-17
Chapter: Harga dari Sebuah Pilihan
Pagi itu datang tanpa cahaya. Awan menggantung rendah di atas mansion, seolah ikut menekan dada setiap orang di dalamnya. Tidak ada suara tawa, tidak ada denting cangkir, hanya langkah-langkah pelan dan napas yang ditahan. James tertidur di boks bayinya, selamat—namun bayang-bayang malam sebelumnya masih melekat di wajah kecil itu. Alexa duduk di sampingnya sejak subuh, tak bergerak, seakan jika ia berpaling sedetik saja, dunia akan kembali merenggut putranya. Arsenio berdiri di ambang pintu. Ia menatap punggung istrinya lama. Perempuan yang biasanya lembut itu kini terlihat rapuh, tapi juga kuat—kekuatan yang lahir dari cinta seorang ibu. “Aku akan keluar sebentar,” ucap Arsenio pelan. Alexa menoleh cepat. Wajahnya pucat. “Ke mana?” “Ruang kerja.” Alexa bangkit dan menghampirinya. Tangannya gemetar saat menggenggam jas Arsenio. “Jangan pergi jauh. Jangan ambil keputusan apa pun sendirian.” Arsenio mengangguk. Ia menarik Alexa ke dalam pelukan, mencium keningnya lama—lebih lam
最終更新日: 2026-01-17
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status