แชร์

Kartu Merah

ผู้เขียน: Miss Wang
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-13 15:59:06

Keesokan harinya, mansion itu masih dibungkus sunyi yang berat. Raymond melangkah di koridor belakang ketika mendapati Bu Eli berdiri di dapur kecil, menata makanan di atas nampan—sup hangat, nasi lembut, dan segelas air.

Bu Eli terkejut saat bayangan tinggi menjulang muncul tepat di belakangnya. Ia berbalik cepat. “T-Tuan…” suaranya bergetar. “Ini… ini untuk Nona Clara. Maaf jika… jika tidak boleh, aku akan—”

Raymond hanya diam. Tatapannya jatuh pada nampan itu cukup lama, seperti sedang meni
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Ahmad Hasan Mad
sangat membosankan mau baca iklannya sangat banyak, tulisnya 2 iklan taunya sampai 7 iklan masih juga belum bisa baca
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Jejak Terakhir Maria

    Kartu hitam itu masih berada di tangan Raymond.Satu kalimat sederhana tercetak di atas permukaannya.Kalau ingin menemukan Ken, datanglah sendirian.Raymond membacanya sekali lagi.Kemudian tertawa pendek.Bukan tawa karena lucu.Melainkan tawa seseorang yang baru saja kehilangan kesabarannya."Mereka pikir aku akan datang sendirian?"John segera menggeleng."Jangan lakukan itu, Tuan."Raymond menatapnya."Aku tidak berniat mengikuti aturan mereka."Ia menyerahkan kartu tersebut."Periksa semuanya."John menerima kartu itu."Sidik jari?""DNA, serat kain, tinta, apa pun yang bisa ditemukan.""Baik."Raymond kemudian menoleh kepada Adriana.Wanita itu masih berdiri di sudut ruangan.Wajah yang menyerupai Maria membuat Raymond kembali merasa tidak nyaman."Adriana."Wanita itu mengangkat w

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Wajah yang Bukan Miliknya

    Ruangan bawah tanah itu mendadak terasa sesak.Raymond menatap John."Di mana wanita itu?""Ruang sebelah, Tuan.""Antarkan aku."John mengangguk.Namun sebelum Raymond bergerak, Charles tiba-tiba bersuara."Raymond."Raymond berhenti."Apa?"Charles menatap putranya dengan wajah penuh keraguan."Jangan percaya semua yang akan kau lihat."Raymond tersenyum dingin."Seharusnya Ayah mengatakan itu kepada dirimu sendiri sejak awal."Ia berbalik.John membuka pintu besi di ujung lorong.Kreeek...Ruangan di baliknya jauh lebih terang.Seorang wanita duduk di atas kursi.Rambut hitam panjang terurai di bahunya.Wajahnya...wajah Maria.Raymond berhenti beberapa langkah dari pintu.Jantungnya berdegup keras.Walaupun ia sudah mengetahui kemungkinan wanita itu bukan ibunya, mel

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Anak yang Disembunyikan

    Ruang bawah tanah itu mendadak terasa jauh lebih dingin.Raymond masih berdiri di tengah ruangan dengan tatapan terpaku kepada Charles.Kalimat pria itu terus berputar di kepalanya.Adriana adalah anak yang selama ini diyakini semua orang sudah mati.Raymond menelan ludah."Ulangi."Suaranya rendah, tetapi penuh tekanan.Charles mengangkat wajah."Adriana.""Siapa dia?"Charles menarik napas panjang."Anak Maria."Raymond membeku."Anak... ibu?""Ya."Untuk beberapa detik, Raymond tidak mampu berkata apa-apa.Selama bertahun-tahun ia hanya mengetahui dirinya sebagai anak tunggal.Tidak pernah ada nama Adriana dalam keluarganya.Tidak pernah ada foto.Tidak pernah ada dokumen.Tidak pernah ada makam.Tidak pernah ada cerita.Namun sekarang seseorang berdiri di hadapannya dan mengatakan ba

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Nama yang Dihapus

    Raymond masih berdiri di tengah lorong yang gelap.Gelang kecil itu berada di telapak tangannya.Dua huruf yang terukir di bagian dalamnya terus menarik perhatiannya.A.R.Cahaya lampu darurat yang kemerahan jatuh samar di wajahnya. Bayangan tiang-tiang mansion memanjang di sepanjang lantai marmer, membuat tempat itu terasa seperti labirin.John berdiri beberapa langkah di belakangnya."Tuan..."Raymond tidak menjawab.Ia mengangkat gelang tersebut mendekati cahaya."Adriana."Nama itu keluar perlahan dari bibirnya.John mengerutkan kening."Nama yang tadi disebut wanita itu?"Raymond mengangguk."Dia bilang namanya Adriana."Ia membalik gelang.Tidak ada tulisan lain.Tidak ada tanggal.Tidak ada tanda keluarga.Namun sesuatu membuat Raymond yakin gelang ini bukan kebetulan."Periksa seluruh arsip keluarg

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rekaman

    Malam hampir berganti pagi ketika mobil Raymond memasuki halaman mansion.Hujan telah berubah menjadi gerimis. Jalanan di depan mansion masih basah dan memantulkan cahaya lampu taman yang berwarna kekuningan. Udara terasa dingin, tetapi Raymond sama sekali tidak memperhatikannya.Sejak meninggalkan gudang nomor tujuh belas, tangannya tidak pernah jauh dari saku dalam jas.Di sana tersimpan kaset peninggalan Maria.Sebuah benda kecil yang tampaknya sederhana.Namun Raymond tahu, benda itu mungkin menyimpan jawaban atas seluruh hidupnya.Mobil berhenti.Raymond turun.John segera menyusul."Tuan."Raymond berhenti di tangga."Pastikan tidak ada seorang pun masuk ke ruang kerja.""Termasuk Charles?"Raymond menoleh."Terutama Charles."John mengangguk.Raymond kemudian masuk ke mansion.Suasana di dalam jauh lebih sunyi dibandingkan bi

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Kotak yang Ditinggalkan

    Pintu gudang kembali tertutup setelah suara rekaman Maria menghilang.Hujan masih mengguyur atap seng di atas kepala mereka. Suaranya begitu deras hingga hampir menenggelamkan bunyi napas para pengawal.Raymond berdiri di tengah gudang dengan kotak logam di tangannya.Tatapannya tidak lagi tertuju pada pintu.Ia menatap benda kecil itu.Kotak tersebut berwarna hitam kusam, permukaannya dipenuhi goresan halus dan noda karat di beberapa bagian. Namun pada bagian tengahnya terdapat lambang kecil yang sangat dikenalnya.Lambang keluarga Antonio.John mendekat."Tuan, sebaiknya kita membawanya keluar terlebih dahulu."Raymond menggeleng."Tidak."Ia meletakkan kotak itu di atas peti kayu."Kalau Maria menyembunyikannya di sini, berarti dia ingin seseorang membukanya di tempat ini."John memandang sekeliling."Atau seseorang ingin kita membukanya."Raymond menoleh.Tatapan keduanya bertemu."Benar."Raymond mengeluark

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Sang Mafia Kehilangan Arah

    Mobil Raymond memasuki halaman mansion. ajahnya masih setenang biasanya—dingin dan tertutup. Ia bahkan belum menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang malam itu.Langkahnya mantap ketika memasuki ruang utama. Jas hitamnya masih rapi, aroma rokok dan parfum mahal bercampur samar di udara. Dan Ken berj

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijual Paman, Dibeli Tuan Mafia

    Keesokan paginya, Clara bangun dengan kepala yang sakit dan dada yang masih terasa sesak.Seluruh tubuhnya nyeri sebab tidur di atas lantai yang keras dan dingin. Dalam hatinya, ada kemarahan yang belum menemukan jalan keluar. Clara bangkit perlahan. Tangannya gemetar saat merapikan rambut cokelat

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Tuan Mafia Kejam

    Para anak buahnya serentak menunduk.Sementara itu, melihat kedatangan seorang Raymond Antonio, tubuh Ny. Eva semakin gemetar dan tangisannya semakin keras, melengking menusuk gendang telinga. “T-Tuan Raymond… aku mohon… aku akan bayar… aku—”Raymond mendekat, tatapannya kosong. Tidak ada amarah. T

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Gadis Yatim Piatu, Clara

    “Lepaskan aku!”Teriakan Clara tenggelam oleh dentuman musik dan tawa para pria yang memenuhi ruangan. Dua penjaga menyeretnya keluar dari kamar sempit itu, langkahnya terseret di lantai. Kain hitam yang tipis membalut tubuhnya begitu ketat, memamerkan lekuk yang paling sensitif. Bagian atasnya te

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status