Share

Kartu Merah

Penulis: Miss Wang
last update Tanggal publikasi: 2026-02-13 15:59:06

Keesokan harinya, mansion itu masih dibungkus sunyi yang berat. Raymond melangkah di koridor belakang ketika mendapati Bu Eli berdiri di dapur kecil, menata makanan di atas nampan—sup hangat, nasi lembut, dan segelas air.

Bu Eli terkejut saat bayangan tinggi menjulang muncul tepat di belakangnya. Ia berbalik cepat. “T-Tuan…” suaranya bergetar. “Ini… ini untuk Nona Clara. Maaf jika… jika tidak boleh, aku akan—”

Raymond hanya diam. Tatapannya jatuh pada nampan itu cukup lama, seperti sedang meni
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Ahmad Hasan Mad
sangat membosankan mau baca iklannya sangat banyak, tulisnya 2 iklan taunya sampai 7 iklan masih juga belum bisa baca
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Nama yang Dihapus

    Raymond masih berdiri di tengah lorong yang gelap.Gelang kecil itu berada di telapak tangannya.Dua huruf yang terukir di bagian dalamnya terus menarik perhatiannya.A.R.Cahaya lampu darurat yang kemerahan jatuh samar di wajahnya. Bayangan tiang-tiang mansion memanjang di sepanjang lantai marmer, membuat tempat itu terasa seperti labirin.John berdiri beberapa langkah di belakangnya."Tuan..."Raymond tidak menjawab.Ia mengangkat gelang tersebut mendekati cahaya."Adriana."Nama itu keluar perlahan dari bibirnya.John mengerutkan kening."Nama yang tadi disebut wanita itu?"Raymond mengangguk."Dia bilang namanya Adriana."Ia membalik gelang.Tidak ada tulisan lain.Tidak ada tanggal.Tidak ada tanda keluarga.Namun sesuatu membuat Raymond yakin gelang ini bukan kebetulan."Periksa seluruh arsip keluarg

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rekaman

    Malam hampir berganti pagi ketika mobil Raymond memasuki halaman mansion.Hujan telah berubah menjadi gerimis. Jalanan di depan mansion masih basah dan memantulkan cahaya lampu taman yang berwarna kekuningan. Udara terasa dingin, tetapi Raymond sama sekali tidak memperhatikannya.Sejak meninggalkan gudang nomor tujuh belas, tangannya tidak pernah jauh dari saku dalam jas.Di sana tersimpan kaset peninggalan Maria.Sebuah benda kecil yang tampaknya sederhana.Namun Raymond tahu, benda itu mungkin menyimpan jawaban atas seluruh hidupnya.Mobil berhenti.Raymond turun.John segera menyusul."Tuan."Raymond berhenti di tangga."Pastikan tidak ada seorang pun masuk ke ruang kerja.""Termasuk Charles?"Raymond menoleh."Terutama Charles."John mengangguk.Raymond kemudian masuk ke mansion.Suasana di dalam jauh lebih sunyi dibandingkan bi

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Kotak yang Ditinggalkan

    Pintu gudang kembali tertutup setelah suara rekaman Maria menghilang.Hujan masih mengguyur atap seng di atas kepala mereka. Suaranya begitu deras hingga hampir menenggelamkan bunyi napas para pengawal.Raymond berdiri di tengah gudang dengan kotak logam di tangannya.Tatapannya tidak lagi tertuju pada pintu.Ia menatap benda kecil itu.Kotak tersebut berwarna hitam kusam, permukaannya dipenuhi goresan halus dan noda karat di beberapa bagian. Namun pada bagian tengahnya terdapat lambang kecil yang sangat dikenalnya.Lambang keluarga Antonio.John mendekat."Tuan, sebaiknya kita membawanya keluar terlebih dahulu."Raymond menggeleng."Tidak."Ia meletakkan kotak itu di atas peti kayu."Kalau Maria menyembunyikannya di sini, berarti dia ingin seseorang membukanya di tempat ini."John memandang sekeliling."Atau seseorang ingin kita membukanya."Raymond menoleh.Tatapan keduanya bertemu."Benar."Raymond mengeluark

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Gudang no 17

    Hujan mulai turun ketika konvoi kecil Raymond memasuki kawasan pelabuhan lama.Rintiknya mula-mula tipis, kemudian semakin deras, membasahi kaca mobil dan membuat lampu-lampu jalan terlihat seperti garis cahaya yang kabur. Kawasan itu sudah lama tidak digunakan. Sebagian besar bangunan gudang berdiri dalam keadaan gelap, dindingnya kusam, pintu-pintu besi dipenuhi karat, dan rumput liar tumbuh di sela-sela beton yang retak.Di kejauhan, suara ombak terdengar menghantam dinding pemecah gelombang.Raymond duduk diam di kursi belakang.Tangannya menggenggam kunci kecil yang diberikan Elena.Benda itu dingin.Namun anehnya, setiap kali melihatnya, Raymond selalu teringat pada ibunya.Maria.Nama itu kembali memenuhi pikirannya.Wanita yang selama puluhan tahun diyakininya telah meninggal.Wanita yang wajahnya muncul kembali melalui Adriana.Dan sekarang...sebuah gudang tua yang m

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Akhirnya

    DOR!Pintu besi itu bergetar hebat.Raymond berdiri tepat di baliknya.Jas hitamnya sedikit basah akibat hujan. Rambutnya masih menyimpan titik-titik air, tetapi tatapannya sama sekali tidak menunjukkan kelelahan.John berdiri di sebelahnya bersama beberapa pengawal.“Buka pintunya.”Tidak ada jawaban.Raymond mengangkat tangan.“Hitung sampai tiga.”John langsung memberi isyarat.“Satu…”DOR!Sebelum hitungan selesai, salah seorang pengawal menghantam pintu dengan bahunya.Kunci pintu patah.Pintu terbuka keras.Raymond langsung masuk.Matanya bergerak cepat menyapu ruangan.Ken terbaring di atas ranjang.Wajahnya pucat.Di sebelahnya berdiri seorang pria berkemeja putih.Raymond mengenal wajah itu dari kartu identitas yang ditemukan sebelumnya.“Dr. Adrian Cole.”Adrian tidak bergerak.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Hujan

    Hujan mulai turun ketika Raymond meninggalkan ruangan rahasia.Titik-titik air menghantam kaca-kaca tinggi mansion tua itu, menciptakan suara berirama yang justru membuat suasana semakin menekan.John berjalan beberapa langkah di belakangnya.“Tim sudah mulai melacak Dr. Adrian Cole.”“Berapa lama?”“Belum tahu, Tuan.”Raymond berhenti.“Jangan jawab dengan tidak tahu.”John menunduk.“Maaf.”Raymond menatap halaman mansion yang gelap.“Dokter itu menghilang tujuh tahun lalu.”“Ken diculik oleh orang yang menggunakan identitasnya.”“Dan sekarang nama yang sama muncul dalam catatan M-17.”Ia mengusap rahangnya.“Ini bukan kebetulan.”John mengangguk.“Saya juga berpikir begitu.”Raymond kembali berjalan.“Hubungi rumah sakit tempat Ken dirawat.”“Cari semua orang yang pernah menangani operasinya.”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijodohkan

    Clara menghantam pintu itu dengan kedua tangannya. “Buka! Tolong buka! Aku mohon!” Tak ada jawaban. Clara merosot ke lantai. Tangannya gemetar, nafasnya terputus-putus. Ia memeluk lututnya, tubuhnya meringkuk sekecil mungkin, seolah ingin menghilang ke dalam bayangan. Air mata jatuh tanpa bisa d

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dikurung di Basement

    Clara masih terpaku di tempatnya ketika Raymond mengangkat tangan sedikit.Isyarat itu cukup.Ken, asistennya, langsung melangkah maju. Tanpa banyak bicara, ia mengeluarkan ponsel, menyebutkan angka, lalu mengangguk pelan pada manajer bar. Tidak ada negosiasi. Tidak ada tawar-menawar. Tidak ada yan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijual Paman, Dibeli Tuan Mafia

    Keesokan paginya, Clara bangun dengan kepala yang sakit dan dada yang masih terasa sesak.Seluruh tubuhnya nyeri sebab tidur di atas lantai yang keras dan dingin. Dalam hatinya, ada kemarahan yang belum menemukan jalan keluar. Clara bangkit perlahan. Tangannya gemetar saat merapikan rambut cokelat

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Tuan Mafia Kejam

    Para anak buahnya serentak menunduk.Sementara itu, melihat kedatangan seorang Raymond Antonio, tubuh Ny. Eva semakin gemetar dan tangisannya semakin keras, melengking menusuk gendang telinga. “T-Tuan Raymond… aku mohon… aku akan bayar… aku—”Raymond mendekat, tatapannya kosong. Tidak ada amarah. T

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status