author-banner
Aira Jiva
Aira Jiva
Author

Novels by Aira Jiva

Pura Pura Pacaran dengan Selebriti 90 Hari

Pura Pura Pacaran dengan Selebriti 90 Hari

Awalnya cuma kontrak. Aku butuh rumah, dia butuh citra baik setelah gosip menghancurkan kariernya. Tapi setelah tiga minggu pura-pura pacaran di depan kamera… yang pura-pura justru mulai terasa nyata. Setiap tatapan, setiap sentuhan kecil, setiap momen “cut” di belakang layar — semuanya bikin batas antara akting dan kenyataan makin kabur. Dan aku nggak tahu lagi, kapan terakhir kali aku berhenti pura-pura mencintainya. “Awalnya skenario, tapi kenapa debarannya sungguhan?”
Read
Chapter: Bab 80 Papan Nama Nyata 
Satu tahun berlalu sejak Damian Lee berlutut di panggung Grand Finale. Hari ini, udara musim gugur terasa sejuk, dan Ayla Morgan, yang kini sudah menjadi Nyonya Ayla Lee, terbangun bukan oleh alarm studio atau dering telepon darurat, melainkan oleh aroma kopi dan roti panggang dari lantai bawah.Mereka tidak lagi tinggal di apartemen mewah Damian. Mereka tinggal di rumah yang mereka bangun bersama: sebuah duplex modern yang dinamai "T.S." (Terusan Senja). Rumah ini terletak di lingkungan perbukitan yang tenang, jauh dari hiruk pikuk media, dengan banyak jendela kaca yang menyambut matahari pagi.Ayla ters
Last Updated: 2025-11-18
Chapter: Bab 79 Babak Baru dan Closure
Beberapa bulan telah berlalu sejak Grand Finale Couple 90 Days. Sekarang, udara Jakarta sudah selesai musim kemarau, membawa harapan dan aroma bunga yang segar. Ayla dan Damian tidak lagi tinggal di apartemen mewah Damian yang dikepung media. Berkat bonus kemenangan dan reward mereka, mereka sedang dalam proses membangun rumah impian Ayla di pinggiran kota yang lebih tenang.Ayla, yang kini resmi bertitel CEO perusahaan event organizer kecil bernama 'The TS Events' (singkatan dari Terusan Senja), berdiri di lahan kosong tempat calon rumah mereka. Ia mengenakan helm
Last Updated: 2025-11-18
Chapter: Bab 78 Gema Kemenangan dan Realitas Baru
Alarm di apartemen Damian berbunyi, bukan dari jam weker, melainkan dari dering telepon Ayla yang tak henti-henti. Matahari Minggu pagi sudah terbit, tetapi di luar jendela apartemen penthouse itu, suasana terasa seperti pusat gempa.Ayla menggeliat, merasakan lengan Damian yang melingkar erat di pinggangnya. Mereka terbangun sebagai pasangan tunangan yang nyata untuk pertama kalinya. Tadi malam, setelah gemuruh studio mereda, mereka kembali ke apartemen ini, bukan lagi sebagai partner kasus, melainkan sebagai sepasang kekasih yang baru bertunangan, bebas dari kontrak, dan kaya raya."Pagi, tunanganku," bisik Damian, mencium rambut Ayla. Suaranya terdengar serak dan sangat lega.
Last Updated: 2025-11-17
Chapter: Bab 77 The Grand Finale
Di ruang tunggu yang dingin, di balik panggung Grand Finale, udara terasa tipis karena ketegangan. Ayla dan Damian, yang kini bukan lagi aktor, merasakan beban emosi yang nyata. Mereka sama-sama mengenakan mic yang merekam setiap bisikan mereka."Gue nggak tahu kenapa Bu Lena harus bikin ini se-dramatis ini," bisik Ayla, memutar cincin keychain T.S. di jarinya."Karena kita yang paling dramatis, La," balas Damian, merapikan gaun emerald green Ayla. "Kita adalah plot twist
Last Updated: 2025-11-17
Chapter: Bab 76 Ujian Final dan Keraguan
Minggu ke-12, minggu terakhir Couple 90 Days, terasa seperti berada di dalam pressure cooker. Safe house yang awalnya tempat sembunyi, kini terasa seperti sangkar berlapis kamera. Hanya tersisa dua pasangan: Ayla Morgan dan Damian Lee versus Leo dan Maya.Host Risa membuka sesi Minggu ke-12 dengan senyum bengis."Selamat datang di Minggu Grand Finale! Kalian berdua adalah yang terkuat, yang tersisa setelah drama fake dating dan konspi
Last Updated: 2025-11-16
Chapter: Bab 75 Cinta Sejati di Bawah Lampu Sorot 
Studio Couple 90 Days terasa segar sekaligus tegang. Papan nama baru sudah terpasang, mencerminkan reality show yang kini diposisikan sebagai "Cinta Setelah Konspirasi." Host baru yang energik, Risa, membuka siaran langsung Minggu ke-11 dengan senyum yang dipaksakan."Selamat siang, pemirsa! Minggu ini terasa berbeda! Setelah plot twist yang menggemparkan, kita memasuki babak baru: Minggu Keterbukaan dan Komitmen! Di sofa tersisa dua pasangan: Leo dan Maya, yang dikenal sweet dan
Last Updated: 2025-11-16
Pengantin di Gerbang Hitam

Pengantin di Gerbang Hitam

“Kau ini bukan istri, Aruna. Kau adalah kompensasi.” Aruna Nirmala dijual keluarganya untuk melunasi hutang dan dipaksa menikah dengan Arden Kaeswara, duda dingin yang dibayangi rumor pembunuhan istri pertamanya, Layla. Terperangkap di Kaeswara Estate yang megah tapi penuh rahasia, Aruna menghadapi Reyna yang mencurigai, intrik keluarga, dan bayangan Layla yang tak pernah benar-benar mati. Pernikahan kontrak ini seharusnya soal utang, tapi semakin ia menentang Arden, semakin ia terjerat perasaan yang tak ia duga. Setiap langkahnya diawasi, setiap gerakannya diuji, dan setiap rahasia bisa menghancurkan hidupnya. Bisakah Aruna menuntut kebebasan, mengungkap kebenaran Arden, dan menemukan cinta sejati? Atau akankah gerbang hitam Kaeswara menelan semuanya?
Read
Chapter: Bab 42 Layla Mengalami Kemajuan Signifikan
“Aruna…”Suara itu nyaris tak terdengar. Lebih mirip embusan napas yang tersangkut di tenggorokan seseorang yang sudah lama lupa bagaimana caranya memanggil orang lain tanpa rasa takut.Aruna berhenti di ambang pintu.Bukan karena ia terkejut... ia sudah mendengar banyak hal yang lebih mengejutkan dalam hidupnya... melainkan karena ia tahu, jika ia bergerak terlalu cepat, momen rapuh itu bisa runtuh begitu saja.“Aku di sini,” jawab Aruna pelan. Tidak mendekat. Tidak mundur. Nada suaranya datar, aman. “Aku tidak akan masuk kalau kau tidak mau.”Keheningan kembali turun.Layla duduk di sudut ruangan, punggungnya bersandar pada dinding berwarna gading. Rambutnya disanggul asal, beberapa helai jatuh menutupi wajahnya. Tangannya mencengkeram ujung selimut, seperti orang yang bersiap menghadapi gelombang yang tak terlihat.“Suaramu…” Layla menelan ludah. “Tidak berisik.”Itu bukan pujian. Itu pengakuan.Aruna mengangguk, meski Layla mungkin tidak melihatnya. “Aku memang tidak suka berisik.
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: Bab 41 Laporan Koneksi Rendra
“Ini gila,” kata Aruna sambil menatap dokumen tebal di mejanya. Kertas-kertas itu hampir menumpuk setinggi lengan, setiap halaman membawa potongan puzzle yang lebih menakutkan daripada sebelumnya. “Mereka tidak main-main.”Arden duduk di seberangnya, kedua tangannya saling bertaut, menatap Aruna dengan mata yang menahan ledakan emosi. “Apa maksudmu, ‘tidak main-main’?”Aruna menghela napas panjang, matanya menyapu setiap baris laporan yang disusun rapi oleh Pak Herman. “Pak Herman menemukan sesuatu. Sesuatu yang menghubungkan Rendra langsung ke Paman Bima. Mereka… mereka bermain di level yang sama, Arden. Dan ini bukan sekadar bisnis atau utang lama... ini permainan hidup dan mati.”Arden meneguk. Udara di ruang kerja terasa berat, seolah setiap kata Aruna menekan dada. “Tunjukkan padaku.”Aruna menggeser dokumen itu ke arahnya, membuka halaman pertama. Grafik aliran dana, tanda tangan palsu, transaksi tersembunyi. “Lihat ini. Ada transfer besar dari rekening perusahaan Rendra ke akun
Last Updated: 2026-01-03
Chapter: Bab 40 Detektif Swasta Dilibatkan
“Nama saya Herman.”Suara itu tenang, nyaris datar, seperti orang yang sudah terlalu sering melihat rahasia sampai berhenti terkejut oleh apa pun.Arden tidak langsung menjawab. Ia menatap pria paruh baya di seberang meja... rambutnya sudah memutih di pelipis, kemeja abu-abu sederhana, jam tangan kulit yang tampak usang tapi dirawat. Tidak ada aura pamer. Tidak ada kesan ingin mengesankan.Justru itu yang membuatnya berbahaya.“Dan Anda tahu,” kata Arden pelan, “bahwa orang-orang yang ingin kami selidiki tidak bermain bersih.”Pak Herman mengangguk kecil. “Kalau mereka bermain bersih, Tuan Arden tidak akan memanggil saya.”Aruna menyilangkan kaki, mencondongkan tubuh ke depan. Matanya tajam, memindai setiap perubahan ekspresi pria itu.“Rendra,” ucap Aruna, jelas. “Dan Paman Bima.”Untuk pertama kalinya, Herman menghela napas lebih panjang dari sekadar formalitas.“Dua nama itu,” katanya, “punya ekor. Panjang. Dan tidak semua orang yang mengikutinya pulang dengan selamat.”Arden melir
Last Updated: 2026-01-02
Chapter: Bab 39 Perjanjian Darah: Hidup dan Mati
Malam itu, Kaeswara tidak tidur.Rumah besar itu berdiri seperti makhluk hidup yang menahan napas... menunggu sesuatu pecah, atau justru disegel selamanya.Arden berdiri di depan jendela ruang kerja, punggungnya menghadap Aruna. Tangannya bertumpu di kusen, jari-jarinya mengepal, seolah jika ia sedikit saja lengah, seluruh bangunan yang ia lindungi selama bertahun-tahun akan runtuh bersamaan dengan dirinya.“Jonas tidak pernah berbicara tanpa maksud,” kata Arden akhirnya. Suaranya rendah, berat. “Jika dia mengatakan Surya yang menyarankan pernikahan itu… berarti semua yang kita jalani sejak awal adalah jebakan yang dipoles rapi.”Aruna mendekat, langkahnya pelan. Tidak tergesa. Tidak ragu.“Bukan jebakan untuk menghancurkanmu,” ucapnya. “Jebakan untuk membuatmu patuh.”Arden tertawa pendek... tawa tanpa humor.“Dan aku masuk ke dalamnya dengan sukarela.”Aruna berhenti tepat di belakangnya. Ia bisa melihat bayangan Arden di kaca jendela... lelaki kuat yang selama ini ia lawan, ia goda
Last Updated: 2026-01-02
Chapter: Bab 38 Ungkapan Jonas
Pagi di Kaeswara selalu tampak rapi.Terlalu rapi untuk sebuah rumah yang menyimpan terlalu banyak rahasia.Aruna berdiri di teras belakang, memandangi kebun yang basah oleh embun. Udara pagi menusuk dingin, tapi pikirannya jauh lebih tajam daripada angin. Setelah pertemuan dengan Paman Bima kemarin, satu hal mengganggunya tanpa henti:Orang itu terlalu tenang.Orang yang terlalu tenang saat kekuasaan digoyang, biasanya bukan penonton.“Jika sebuah rumah berdiri terlalu lama tanpa retak,” suara tua terdengar pelan, “biasanya retaknya disembunyikan di fondasi.”Aruna menoleh.Jonas berdiri di dekat pohon kamboja, membawa sekop kecil dan topi kebunnya yang sudah usang. Wajahnya tampak biasa saja... seperti tukang kebun tua yang tak tahu apa-apa. Tapi Aruna sudah belajar: Jonas selalu tahu terlalu banyak.“Kau memilih metafora bangunan pagi ini?” tanya Aruna.Jonas tersenyum samar.“Karena manusia sering lupa bahwa fondasi yang salah tidak runtuh saat dibangun… tapi saat dihuni.”Aruna m
Last Updated: 2025-12-31
Chapter: Bab 37 Ruang Singa Tua dan Perempuan yang Dianggap Tidak Berbahaya
Ruang kerja Paman Bima tidak pernah berubah.Kayu mahoni tua, rak buku penuh laporan yang tidak pernah benar-benar dibaca, dan satu lukisan besar di dinding... lukisan singa jantan tua dengan surai memudar, tetapi mata masih tajam.Arden berdiri di depan lukisan itu sesaat sebelum masuk.Ia tahu simbol itu bukan kebetulan.Paman Bima selalu suka mengingatkan siapa yang merasa dirinya alfa.Pintu dibuka dari dalam.“Masuk,” suara Paman Bima berat, tenang, dan terlalu santai untuk orang yang baru saja menerima tekanan dari Rendra.Arden masuk lebih dulu.Aruna menyusul setengah langkah di belakang... cukup jauh untuk terlihat seperti aksesori, cukup dekat untuk mendengar segalanya.“Arden,” Paman Bima tersenyum tipis. “Sudah lama kita tidak bicara tanpa pengacara di ruangan.”“Biasanya karena pembicaraan kita jarang jujur,” jawab Arden datar.Paman Bima tertawa kecil, lalu pandangannya bergeser ke Aruna.Oh.Di sanalah perubahan atmosfer itu terasa.Tatapan menilai.Tatapan meremehkan.
Last Updated: 2025-12-30
You may also like
Dilema
Dilema
Romansa · Ryuzayn
6.0K views
Terjerat Cinta Paman Dokter
Terjerat Cinta Paman Dokter
Romansa · She Sheila
6.0K views
Seruni Senja
Seruni Senja
Romansa · Aery18
6.0K views
Disayang Duda Kaya
Disayang Duda Kaya
Romansa · Ahgisa
6.0K views
Mereka Bilang Kakakku Pelakor
Mereka Bilang Kakakku Pelakor
Romansa · Ajeng padmi
6.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status