author-banner
Nayyarara
Nayyarara
Author

Novels by Nayyarara

Malam Itu, di Pelukan Sahabat Suamiku

Malam Itu, di Pelukan Sahabat Suamiku

Tiga tahun pernikahan Althea hanya diisi dengan penolakan dan sikap dingin suaminya setiap kali mereka berada di atas ranjang. Althea harus menanggung malu mama mertuanya karena tak kunjung hamil. Namun sebuah pemeriksaan medis membuat Althea menemukan sebuah rahasia besar yang sengaja ditanam di dalam rahimnya tanpa izin. Rasa dikhianati dan haus akan sentuhan yang tulus membuat pertahanan Althea mulai runtuh saat sahabat suaminya hadir memberikan perhatian yang berbeda. Kael tidak hanya menawarkan telinga untuk mendengar, tapi juga sentuhan yang membangkitkan gairah Althea yang selama ini dipadamkan oleh suaminya. Kini Althea terjebak dalam pilihan sulit untuk tetap setia pada suami yang memanipulasi tubuhnya atau menyerahkan diri sepenuhnya pada gairah terlarang bersama sahabat suaminya sendiri.
Read
Chapter: Bab 9 - Misteri Baru Yang Mulai Terkuak
Althea segera masuk ke dalam rumah yang terasa begitu sunyi dan dingin. Ia langsung menuju kamar, melepaskan pakaiannya dengan terburu-buru, lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia ingin membasuh semua sisa rasa dan aroma yang tertinggal, walau hatinya tahu, kenangan tentang Kael tidak akan hilang begitu saja. Althea memejamkan mata, kepalanya bersandar ke dinding keramik yang dingin. Napasnya terengah. “Kael,” gumamnya pelan, suaranya hampir tenggelam oleh deru air. Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga terasa sakit, berusaha menahan gelombang rasa yang tiba-tiba membuncah di perutnya. Tubuhnya masih ingat setiap gigitan kecil di leher, setiap dorongan pinggul yang membuatnya lupa segalanya. Ia mematikan keran dengan kasar. Tubuh basah kuyup, rambut hitam menempel di punggung. Cermin kamar mandi berkabut, tapi ia masih bisa melihat bekas merah samar di leher dan dada, tanda yang tak bisa ia sembunyikan besok pagi. Althea meraih handuk, membungkus tubu
Last Updated: 2026-04-09
Chapter: Bab 8 - Aku Menantikan Malam Lainnya Denganmu
Althea masih terpaku menatap layar ponsel yang menyala di atas lantai. Zayyan menelepon dia berulangkali. Untuk apa, batin Althea miris. Selama ini bahkan Zayyan pun tak peduli dia ada di mana, dengan siapa, dan apa yang ia lakukan. Belum lagi, ketika ia mengingat hal pahit yang begitu menyakitkan tentang segala pengkhianatan Zayyan. Althea meraba perutnya, masih terngiang fakta bahwa di dalam rahimnya tertanam benda asing yang tidak dia sadari sama sekali selama tiga tahun menikahi suaminya. Di satu sisi, Zayyan membiarkan ibunya menyiksa mental Althea dengan tuntutan cucu yang seperti teror baginya. Lalu bayangan tentang vila itu muncul. Kael sempat menyebutkan melihat mobil Zayyan di sana. Althea bisa membayangkan suaminya sedang bersama orang lain, berbagi kehangatan yang tak pernah ia dapatkan, sementara dirinya dibiarkan layu dalam kebohongan. Rasa sakit itu begitu dalam, menusuk hingga ke tulang, membuat air mata Althea kembali menggenang. Tiba-tiba, rasa d
Last Updated: 2026-04-09
Chapter: Bab 7 - Ah! Rasanya Sangat Nikmat
Kael mengerang pelan, suaranya rendah dan berat penuh gairah yang tertahan. Tangannya berpindah dengan gerakan mantap ke ritsleting rok Althea, menariknya perlahan hingga bunyi gesekan halus itu terdengar nyaring di ruangan yang sunyi senyap. Ia membiarkan kain itu meluncur lembut ke lantai. Saat itu, Kael terpaku sejenak. Tubuh Althea yang kini hampir telanjang terpapar di depannya begitu memukau, kulitnya yang halus dan bersinar di bawah cahaya samar, lekuk dada yang montok dan kencang dengan puncaknya yang sudah mengeras karena hasrat, pinggul yang melengkung sempurna, serta paha yang lembut dan sedikit gemetar. Setiap lekuk tubuhnya terlihat begitu seksi, menggairahkan, dan mengundang. Kael merasa napasnya tertahan, wanita itu adalah pemandangan paling erotis yang pernah ia lihat, rapuh sekaligus membangkitkan gairah yang membara di dalam dirinya. Kael berhenti sejenak, namun bukan untuk menjauh. Ia justru merendahkan tubuhnya dengan gerakan penuh kesengajaan, berlutut di anta
Last Updated: 2026-04-09
Chapter: Bab 6 - El ... Jangan Berhenti
"Thea ... kamu tidak sadar dengan apa yang kamu minta," desis Kael menahan hasrat yang sebentar lagi akan tumpah. "Aku sadar," jawab Althea, matanya fokus menatap Kael, namun ia kemudian menunduk, menatap dirinya. Benarkah, apa dia yakin, batinnya. "Kamu ragu, Thea, aku bisa melihat itu," ucap Kael lalu mengangkat dagu Althea, menatap manik mata yang berkilau. "Kamu bisa mundur sekarang, aku akan berhenti dan melupakan ini." "El ... apa kamu tidak menginginkan aku?" tanya Althea, matanya berkaca-kaca. "Kamu juga merasa aku tidak menarik, bukan begitu?" Kael menggeram rendah, sebuah suara yang lahir dari rasa frustrasi dan gairah yang sudah mencapai ubun-ubun. Pertanyaannya barusan seolah menjadi sumbu yang membakar habis sisa-sisa kesabarannya. Tanpa peringatan, Kael kembali meraup bibir Althea, melumatnya dengan gerakan yang jauh lebih kasar dan menekan dari sebelumnya. Kael seolah ingin membungkam keraguan Althea dengan cara yang panas. Ia menyesap bibir wanita i
Last Updated: 2026-04-08
Chapter: Bab 5 - Sentuh Aku Lebih Banyak
Suara Kael terdengar lebih parau dari biasanya. Kael menyadari tatapan beberapa orang di bar mulai tertuju pada mereka. Ia tidak suka Althea menjadi tontonan dalam kondisi serapuh ini. Dengan gerakan cepat, Kael merangkul bahu Althea, menopang tubuh wanita itu yang mulai limbung karena efek alkohol yang bekerja cepat. “Ikut aku. Kita bicara di tempat yang lebih tenang,” tegas Kael. Ia menuntun Althea melewati koridor di samping meja bar, menuju sebuah pintu kayu berat di lantai dua. Begitu pintu terbuka, kebisingan musik di bawah mendadak teredam sempurna. Itu adalah sebuah ruang VIP. “Ini tempat apa?” tanya Althea lirih saat Kael mendudukkannya di sofa. Kael tidak menjawab. Ia berjalan ke arah pintu, menguncinya dari dalam, lalu memberi isyarat pada seorang staf di luar melalui interkom pendek. “Jangan biarkan siapa pun naik ke lantai dua. Aku tidak ingin diganggu.” Kael kembali mendekat, berjongkok di depan Althea agar mata mereka sejajar. Ia mengambil segelas air
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: Bab 4 - Apa Aku Tidak Menarik?
Althea terdiam. Pikirannya seolah kosong seketika. Ia juga bertanya-tanya untuk apa dia di sini, membuntuti suaminya tanpa tujuan yang jelas. Tak lama kemudian, tangis Althea pun pecah. Rasa sakit menyerang dadanya dengan kuat. Kael dengan sigap menariknya ke dalam pelukan, mendekap erat tubuh Althea yang terguncang. Tangannya menepuk-nepuk punggungnya lembut. Althea terus menangis di dalam pelukannya. ** Bar ini redup, bising oleh musik yang berdentum rendah. Mata Althea melirik ke bartender, mengabaikan jus jeruk yang baru saja diletakkan di depannya. “Ganti. Berikan aku sesuatu yang lebih kuat. Apa saja,” tuntut Althea. Bartender itu langsung menyajikan segelas cairan bening dengan aroma alkohol yang menyengat. Tanpa ragu, Althea menyambar gelas itu dan meneguknya habis dalam satu tarikan napas. Rasa panas langsung membakar kerongkongannya, menjalar cepat ke dada, menciptakan sensasi kebas yang jujur saja, terasa jauh lebih baik daripada rasa sakit yang menggerogotinya
Last Updated: 2026-03-14
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status