author-banner
Mediasari012
Mediasari012
Author

Novels by Mediasari012

Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Demi menyelamatkan keluarganya dari hutang dan pengobatan adiknya yang sakit, Amira rela menikah kontrak dengan CEO dingin karena sang CEO menolak dijodohkan. Yang awalnya hanya kesepakatan, perlahan berubah jadi perasaan. Tidak disangka, malam ketika sang CEO dan calon tunangannya sedang makan bersama, Amira dipaksa datang, kemudiaun Sang CEO menciumnya, di hadapan semua keluarga besarnya.
Read
Chapter: Akhir Cerita
"Aku teman lama Sekretaris Ken. Boleh aku menunggunya di sini?" Bibi yang membuka pintu bingung dan meminta wanita itu menunggu. Sisil yang duduk disebelah Amira mendengar laporan bibi terkejut. "Eh dia cari Ken sampai ke sini?" "Siapa Sil? Kamu kenal. Kalau nggak biar security yang urus," tanya Amira.Senyuman Sisil seketika menghilang. "Cewek yang waktu itu di rumah Ken dulu. Di minimarket, aku bertemu lagi sama dia, aku heran kok dia tahu rumah Tuan Arsya," gumamnya."Mira, kita ijinkan dia masuk boleh. Aku numpang terima tamu di rumahmu. Aku ingin tahu Apa Ken sedekat itu sama dia?" Amira mengangguk. Ia mengikuti arah pandangan sahabatnya saat Bibi masuk. Seorang wanita bergaun putih krem berdiri di ambang pintu dengan senyum percaya diri. Wanita itu melangkah anggun ke ruang tamu lalu menyapa semua orang dengan ramah."Selamat siang semua. Saya Relia. Kenal dekat dengan sekretaris Ken. Boleh saya menunggunya di sini?" ""Silakan duduk," ujar Amira."Terima kasih. Saya ingin b
Last Updated: 2026-06-02
Chapter: Kunjungan Ibu Ken ke Rumah Arsya
"Wah, nggak nyangka ya. Akhirnya kita bisa bertemu lagi disini," ucap wanita itu.Sisil masih terdiam, raut wajahnya mendadak datar. Ia memang tidak bisa menyembunyikan perasaannya."Ulat bulu ini kenapa bisa ada disini sih?" batin Sisil kesal."Kamu pasti lupa ya? Aku Relia, kita pernah bertemu di desa, di rumah sekretaris Ken dulu," ucap Relia sembari mengulurkan tangannya."Sisil," jawab Sisil singkat seraya menerima uluran tangan itu."Ternyata kamu tinggal disini ya? Apa kamu tau alamat sekretaris Ken?" tanya Relia tidak tau malu."Tau, dia udah menikah. Jangan mengusiknya," jawab Sisil datar."Haha, iya aku tau kok. Aku dengar kabar pernikahannya dari ibuku, tapi sayangnya pernikahan itu sangat private ya, jadi kami sangat penasaran dengan wajah istrinya. Secantik apa sih istrinya sampai bisa meluluhkan hati laki-laki dingin dan tampan itu?" ceracau Relia. Gadis itu tidak peduli dengan tatapan aneh para pengunjung minimarket terhadapnya."Aku ingin memukulinya saat ini juga!" ba
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: Akhirnya Kita Bertemu lagi
Hari ini adalah hari ketika Ken dan Sisil akhirnya kembali ke apartemen mereka. Setelah beberapa hari sibuk dengan berbagai urusan keluarga pascapernikahan, keduanya memutuskan untuk tinggal lebih dulu di apartemen milik Ken.Ibu Ken masih belum kembali ke desa. Wanita paruh baya itu rupanya masih ingin menikmati suasana kota selama beberapa hari lagi.Sementara itu, ibu Sisil dan adiknya sudah kembali ke rumah mereka sendiri. Meski demikian, hampir setiap hari wanita itu tetap datang mengunjungi apartemen putrinya.Sisil bahkan sudah berkali-kali melarang ibunya membersihkan apartemen, tetapi larangan itu seolah masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Setiap kali datang, ibunya selalu menemukan sesuatu untuk dibereskan.Jarum jam kini menunjukkan pukul sepuluh pagi.Kiara sudah berangkat ke sekolah sejak beberapa jam yang lalu. Ken dan Sean pun telah berada di kantor untuk bekerja.Kini hanya tersisa Sisil dan ibu mertuanya di apartemen yang terasa jauh lebih tenang dibanding biasan
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: Kekesalan Sisil
Amira menghentikan mobilnya tepat di garasi luar.Di kursi teras, terlihat Arsya sedang duduk disana. Sementara Ken sudah berdiri tak jauh dari Tuan mudanya. Sorot mata Arsya seakan sudah mengintimidasi langkah Amira."Tumben sekali kak Arsya dan sekretaris Ken ada diluar!" bisik Elena sangat pelan."Mungkin mereka sedang menunggu kita, El," jawab Amira."Kita? Nunggu kak Mira aja kali," timpal Elena sembari mengulum senyumnya.Obrolan itu terhenti saat mereka sudah sampai di tangga teras. Ken terlihat sedang menganggukan kepalanya ke arah Amira dan Elena."Kak, aku ke dalam dulu ya," pamit Elena tiba-tiba.Amira hanya mengangguk pelan.Arsya menepuk tempat kosong disebelahnya. Tanpa berpikir panjang, Amira segera duduk di samping suaminya."Sayang, Ryu dimana?" tanya Arsya."Tidur di kamar Mama," jawab Arsya. "Apa yang kamu lakukan di toko kamu?" tanya Arsya."Tadi ada vendor yang menghubungi nomor toko, dan bertanya waktu luangku. Lalu aku jawab saat itu juga aku sedang luang, dan t
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Di Ruko
Di lantai tiga, lantai paling atas ruko milik Amira, suasana terasa jauh lebih tenang dibandingkan dua lantai di bawahnya. Setelah menyelesaikan pertemuan singkat dengan salah satu vendor di lantai dua, Amira kembali menaiki tangga menuju ruang istirahat yang ia sediakan untuk dirinya dan para karyawan.Beberapa bulan terakhir, Amira memang melakukan banyak perubahan pada rukonya. Lantai dua yang sebelumnya kosong kini disulap menjadi area multifungsi. Sebagian ruangan dibatasi dengan sekat dan dijadikan tempat menerima tamu atau vendor. Di sana terdapat sofa nyaman, meja kopi, serta beberapa tanaman hias yang membuat suasana terasa lebih hangat.Sementara bagian lainnya digunakan sebagai area pengepakan pesanan. Setiap hari, para karyawan sibuk membungkus barang yang akan dikirim ke berbagai kota. Aktivitas itu membuat bisnis Amira berkembang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.Saat tiba di lantai tiga, Amira mendapati Elena masih berbaring di atas tempat tidur kecil yang berad
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Kejahilan Amira
Tring! Tring!Ponsel Amira berdering sangat keras, hingga ia terbangun dari tidurnya.Ia menggerakan tangannya, mengarahkanmya ke atas meja makan sembari masih memejamkan matanya."Halo." Amira menjawab panggilan telepon itu tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang meneleponnya, suaranya juga masih terdengar serak saat ini."Iya, halo. Kak Mira bisa ke ruko sebentar nggak?" tanya Rina melalui panggilan telepon."Iya, Rin. Tunggu sebentar ya," jawab Amira menyetujuinya tanpa menanyakan alasannya.Ia sudah bisa mengira bahwa ada hal penting yang harus melibatkan dirinya. Semua karyawannya selama ini sudah bisa menghandle toko tanpa titah darinya lagi, ia selama ini hanya menerima laporan dan mengecek tokonya hanya dari rumah saja."Berapa lama aku tidur?" ucapnya sembari mengusap beberapa kali. "Dimana Ryu? Ryu!"Matanya membulat sempurna saat menyadari anaknya tidak ada di kamarnya. Ia kembali mengecek ponselnya, terlihat ada sebuah pesan dari Elena, pesan itu dikirim sejak jam tujuh
Last Updated: 2026-05-30
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status