LOGIN"Aku sudah memiliki kekasih, dan ... aku tidak bisa meninggalkan wanita itu." Layla tidak pernah menyangka bahwa perjodohannya dengan sang CEO akan berakhir sebagai perjanjian. Kenyataan bahwa Arsen telah memiliki kekasih membuatnya terpaksa menerima tawaran perjanjian pernikahan yang pria itu sodorkan. Hanya setahun dan kemudian keduanya akan resmi berpisah. Tetapi, apakah takdir menginginkan hal yang sama untuk dua insan itu?
View MorePagi harinya, mereka telah meninggalkan resort.Pak Surya datang kembali menjemput keduanya. Duduk di jok belakang, Arsen tidak berhenti bertanya apakah Layla baik-baik saja, semata-mata karena apa yang terjadi semalam.Arsen terlihat begitu khawatir, dan Layla malah ingin tertawa.Rasanya tidak sesakit yang Layla bayangkan. Apalagi dengan sentuhan Arsen yang lembut. Alih-alih sakit, ia justru merasa malu.“Kau ingin makan apa pagi ini?” tanya Layla saat mobil mulai berbelok masuk ke kompleks perumahan mereka.Arsen awalnya ingin memesan makanan, tetapi Layla menolak. Ia ingin memasak sendiri untuk Arsen. Mulai hari ini, ia akan menganggap kalau keduanya baru memulai hubungan sebagai suami-istri yang sesungguhnya.Tanpa kontrak itu.Memikirkannya kembali sungguh terasa seperti mimpi. Ketakutan yang selama ini bersarang di hatinya akhirnya menghilang, seperti burung-burung yang terbebas dari sangkarnya.Ketika ia menatap suaminya, hanya ada perasaan tenang yang tertinggal di dadanya. L
“Kalau kau merasa tidak nyaman, kita bisa pulang ke rumah.”“Tidak, tempat ini nyaman. Aku suka,” ujar Layla, menoleh dengan senyum tipis. Detik itu, sebuah kecupan mendarat di pelipisnya. Layla tidak tahu sudah berapa kali Arsen mengecupnya malam ini. Rasanya di setiap kesempatan, dia akan menunduk dan mengecupi wajahnya sampai Layla merasa geli. Meskipun begitu, tak bisa dipungkiri bahwa hatinya dipenuhi bunga yang mekar.Malam ini, sesuai ucapan Arsen, mereka menginap di resort yang baru dibangun. Tempatnya akan diresmikan dalam seminggu. Untuk itu, Arsen ingin memperkenalkan fasilitas apa saja yang ditawarkan oleh resort itu.Selain desain tiap ruangannya yang elegan dan mewah, resort itu juga memiliki fasilitas lengkap seperti kolam renang besar, pusat kebugaran, pusat olahraga air, restoran, spa dan juga arena bermain untuk anak. “Aku senang jika kau menyukainya,” gumam Arsen di belakangnya. Dia berdiri sangat dekat, panas tubuhnya terasa menembus gaun tidur tipis yang Layla k
Olivia mendekat ke arahnya dengan cepat. Tatapannya sinis. Dia tidak berbasa-basi dan langsung menyembur Layla dengan cemoohan dan umpatan, “Pasti sekarang kau merasa di atas angin karena Arsen berpihak padamu dan kami sudah putus hubungan, bukan? Dasar wanita jalang.”Layla menghela napas kasar. “Kau berselingkuh darinya. Dan itulah alasan kenapa Arsen putus denganmu. Kenapa kau malah bersikap seolah aku yang bersalah, padahal jelas-jelas itu salahmu sendiri?” ujar Layla acuh tak acuh. Suasana hatinya berubah drastis dalam sekejap. Ia tidak sedang berminat untuk berdebat.Olivia mendecih. “Memangnya kenapa aku bisa berselingkuh dari Arsen? Itu karena kau merebut Arsen dariku.” Suara Olivia sama sekali tidak terdengar bersalah atau menyesal.Layla menatapnya dengan tidak percaya. Dari semua orang yang ditemuinya, Olivia-lah yang memiliki muka paling tebal. Ia tidak menyangka setelah semua kebusukannya terbongkar, Olivia masih saja mencoba menyalahkannya.“Aku tahu berbohong itu sangat
“... untuk memperhatikan lebih jauh kinerja para karyawan dan tunjangan yang sesuai...”Di atas panggung, penyambutan Arsen telah memasuki inti pembahasan. Seluruh atensi tertuju padanya. Suaranya setenang laut di belakang mereka, tetapi semua orang diam mendengarkan.Layla duduk di kursi depan panggung seraya memperhatikan suaminya. Arsen sebagai seorang direktur dan seorang suami memiliki sisi yang sungguh berbanding terbalik. Selalu seperti ini.Direktur Arsen Sergio adalah pria yang penuh wibawa. Kharismanya tak terbantahkan. Meskipun masih muda, aura kepemimpinan terpancar kuat dari tubuhnya. Mata hitamnya menatap tegas ke arah para karyawan.Pria yang dingin, kaku, dan workaholic itu sedang mengambil alih.Tetapi ketika pandangan Arsen terarah padanya, Layla bisa melihat kehangatan dan kasih sayang itu. Senyum kecil terbit di bibir Arsen, membuat Layla otomatis ikut tersenyum.“Pandangan kak Arsen saat menatap Kakak memang beda, ya,” bisik Kiran di sampingnya. Setelah berkelilin
Layla menatap Randy dengan wajahnya yang dipenuhi keterkejutan. Ia memperhatikan penampilan Randy dari atas sampai ke bawah, tampak sangat berbeda dari terakhir kali mereka bertemu. Teman masa SMP-nya itu telah tumbuh menjadi pemuda dewasa yang keren."Kau di sini?! Bagaimana—bukankah—?" Layla kesuli
Layla tidak bisa tidur.Iris cokelatnya terpaku menatap bulan yang bersembunyi di balik awan. Ia terdiam di tepi tempat tidurnya, menimbang-nimbang untuk keluar atau tidak. Matanya melirik jam, sudah hampir tengah malam.Semua orang mungkin sudah tidur sejak tadi, pikirnya.Suasana rumah ini begitu
"Kau cantik sekali, Nak. Persis seperti yang dikatakan Arinda. Sangat manis."Senyum Layla merekah. Bukan karena pujian yang diberikan oleh nenek Arsen, melainkan tatapan hangat yang diberikan oleh wanita tua itu. Layla jadi ingat dengan neneknya sendiri. Ia ingin berkunjung ke makamnya sebelum per
"Wahhh semuanya sangat cantik. Bagaimana kalau kau pakai yang ini saja? Ah, tidak! Yang ini juga bagus—eh ya ampun, yang ini lebih manis lagi!"Layla menghela napas menatap ibunya yang kelewat antusias. Pagi ini, Ibu Arsen mengirim paket berisi sepuluh lembar gaun sebagai hadiah untuk Layla. Salah












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews