author-banner
Miss Caya 88
Miss Caya 88
Author

Nobela ni Miss Caya 88

Istri Kedua Dosen Dingin

Istri Kedua Dosen Dingin

Hidup Lala Prasetyo (22) seorang runtuh. Dia dijebak menghabiskan malam panas dengan dosennya sendiri, Elric Darmareja (29). Demi melindungi nyawanya, Lala terpaksa setuju menjadi istri kedua Elric. Hari-hari tenang di hidup Lala terus terusik dengan ancaman beredarnya video panas itu. Ditambah lagi pernikahan dengan Elric harus dirahasiakan.  *** IG : @misscaya88
Basahin
Chapter: Bab 85. Pertemuan Tidak Disengaja
"Pak Elric?" ujar Nolan tanpa sadar. Pandangan mata Nolan langsung memgarah ke arah datangnya Elric. Elric berjalan dengan langkah tegas menuju ke arah Lala. "Bapak?" Lala tertegun. Dia tidak menyangka suami rahasianya itu akan datang ke mall ini. 'Ngapain Pak Elric ke sini? Gila apa, kok bisa keremu di tempat begini,' batin Lala. Nampak di tangan Elric jas yang terlipat rapi. Dia berjalan sambil menyaku tangan kanannya. Sorot matanya tajam bak elang yang menatap mangsa. "Kau di sini, La?" ujar Elric dengan suara pelan namun lantang. Sorot mata itu seolah bertanya apa yang kau lakukan dengan pria ini di sini. Lala berusaha membuang pandang. Dia menghindari tatapan Elric. "Bapak nonton film juga?" tanya Nolan. Dia menggandeng tangan Lala. Bola mata Lala langsung melebar ketika mengetahui hal itu. Tangan Lala hendak melepaskan gandengan itu. "Saya juga punya kehidupan. Apa urusanmu menanyakan hal itu?" jawab Elric dengan nada sinis. Nolan terlihat tidak s
Huling Na-update: 2026-04-27
Chapter: Bab 84. Ramen dan Penguntit
"Hah?" Lala terkejut mendengar pernyataan itu dari mulut Nolan. Wajah Lala nampak sedikit pucat mendengar pernyataan Nolan. "Nggak, kok ini cuma orang iseng kan gue masih single," ujar Lala. Tangan Lala berusaha membalikkan handphone itu. Saat dibalikkan, handphone itu masih menunjukkan panggilan dari nomor Elric. "Kamu dari tadi celingak-celinguk. Emang ada apa? Ada yang mencurigakan ya?" tanya Nolan. Mata Nolan ikut menatap ke arah penjuru restoran. Dia mengikuti ke mana arah mata Lala memandang. "Nggak ada apa-apa, tenang aja. Aku cuma sedikit gelisah karena asam lambungnya kumat." kilah Lala. Nampak pria botak yang seolah berjalan ke arah Lala. Lala mengenali pria itu. Itu pria yang mengikutinya sedari tadi. 'Apa mereka suruhan, Pak Rino? Jangan-jangan aku mau diculik' batin Lala. Nolan menangkap sinyal di mata Lala yang memberi tanda, seolah ketakutan. Netra itu memperhatikan pria botak yang baru saja lewat. "Kamu kenal dia?" tanya Nolan dengan mimik w
Huling Na-update: 2026-04-26
Chapter: Bab 83. Suami Rahasia?
"Hah? Apa?" Sedotan yang di mulut Lala berasa menusuk ke langit-langit mulut. Dia langsung terbatuk-batuk, akibat tersendak soda. 'Kenapa Nolan bisa berpikiran seorang diri itu? Apa dia sudah tahu rahasia aku?' batin Lala. "Lo kenapa, La?" tanya Nolan. Dia langsung menghadap ke arah Lala. Lala hanya tersenyum sambil tisu dari tas selempangnya. Sisa soda itu diseka dengan tisu. "Gue nggak apa-apa, cuma agak kaget. Ada adegan berdarah." kilah Lala. "Oh, begitu? Gue kira, kenapa-napa." Nolan masih memperhatikan Lala. "Gue masih single ya, belum punya pacar, apalagi suami. Bercanda lo nggak lucu." tegur Lala. "Wah, ikan di perairan yang besar, iya. Gue kagum sama ide sutradaranya." Lala sengaja mengalihkan ke topik lain. Tatapan Nolan masih berusaha dihindari. Lala berusaha bersikap senormal mungkin sambil memakan popcorn. "Kenapa lo tanya kayak gitu? Gak mungkin, kan, lo naksir gue?" canda Lala. Nolan hanya tertawa kecil. Dia langsung menatap ke layar bioskop samb
Huling Na-update: 2026-03-25
Chapter: Bab 82. Menonton Kenyataan
"Sorry, gue kesel. Baru baca chat dari keluarga jauh. Seenaknya minta diutangin."elak Lala. "Ada apa, Laa? Apa yang kau khawatirkan? Nolan menatap ke arah Lala dengan tatapan khawatir. Lala berusaha mengalihkan pandangannya. Namun, ujung matanya menatap ke arah orang mencurigakan itu. Dua orang itu berpakaian merah, dan satu lagi berpakaian kemeja hitam. Keduanya memakai kacamata hitam. Badan kedua pria itu tegap dan kekar. Keduanya makan nasi goreng dengan santai saat Lala menatapnya. 'Tak salah lagi, dua orang ini suruhan Pak Elric. Siapa lagi yang bisa membuat hal seperti ini selain si pria dingin itu?' batin Lala. "Permisi, Kak." seorang pelayan lelaki mengantarkan pesanan Lala dan Nolan. Ada dua gelas jus stroberi dan dua buah cupcake dengan topping krim berwarna putih. "Apakah pesanannya sudah lengkap dan sesuai, Kak?" Nolan nampak memandangi makanan dan minuman yang baru saja diturunkan dari nampan oleh pelayan. "Sudah, Kak." kata Lala. Tanpa ragu dia mengambi
Huling Na-update: 2026-03-24
Chapter: Bab 81. Hubungan Khusus?
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu, Nolan?" Lala berusaha menghindari tatapan Nolan. Matanya tak bisa menyembunyikan jika dia tak nyaman dengan pertanyaan. Kruk di tangan Lala tiba-tiba mendadak. Pertanyaan itu tidak disangka akan muncul dari mulut Nolan. "Aku pikir kau punya hubungan khusus dengan beliau. Kalian terlihat dekat." Nolan berusaha menatap Lala, namun Lala masih saja membuang pandang. 'Apa aku terlihat sangat mencolok?' batin Lala. Dia berusaha memikirkan cara agar tidak dicurigai Nolan. Suasana hening sejenak. Lala menyebut sepatah kata pun. Dia masih bimbang harus berkata apa. "Memangnya perilaku seperti apa yang membuatku terlihat spesial?" Lala memberanikan diri bertanya pada Nolan. Nolan nampak berpikir sejenak. Dirinya terlihat bimbang. "Pak Elric menegur kita. Aku tidak nyaman dengan hal itu." Nolan memegang bahu Lala. Gerakan Lala terhenti sejenak. Dia mendongak dan menatap Nolan. Tanpa disadari, ujung bibir Lala digigit tanpa disadari.
Huling Na-update: 2026-03-24
Chapter: Bab 80. Pria Yang Menyentuh Hati Kecil?
"Halo," Lala menjawab telepon dari Nolan. Telepon itu masuk tepat saat mobil taksi berhenti di depan lobi mall yang megah. Atap tinggil menjulang. Deretan nama brand kelas atas terpampang di halaman luar bangunan mall itu. Nuansa kekunigan nan elegan mendominasi bangun mall itu. "Kamu udah sampai belum, La?" terdengar suara Nolan. Suara yang lembut dan manis. Hati kecil Lala tersentuh, tanpa sadar dia tersenyum. "Gimana kalo gue jemput ke situ?" "Gue udah sampe di depan lobi mall. Loe dimana?" sahut Lala. Pintu mobil taksi itu terbuka dari dalam. Lala sudah membayar biaya taksi dengan cashless. Kaki Lala melangkah keluar dengan hati-hati. Telapak kaki itu mendarah tepat di atas lantai marmer hitam. "Ya udah gue jalan ke situ. Tungguin gue, ya." suara hangat Nolan kembali terdengar. "Iya, gue tunggu." ujar Lala. Sambungan telepon itu terputus. Kaki Lala kembali melangkah menuju ke area dalam mall. Netra Lala tak berkedip beberapa detik. Arsitektur mall itu b
Huling Na-update: 2026-03-20
Istri Terbuang Jadi Dokter Kesayangan Jenderal Perang

Istri Terbuang Jadi Dokter Kesayangan Jenderal Perang

Alara Currelan, wanita sangat cantik yang berprofesi sebagai dokter dan influencer kesehatan. Dia hobi menonton drama pendek tema kerajaan zaman kuno. Karena kelelahan setelah operasi selama 36 jam nonstop, dia meninggal dunia. Tiba-tiba, dia bangun di dalam dunia drama pendek yang ditontonnya. Alara bertransmigrasi menjadi Norabel Valedel, tokoh protagonis yang mati tragis akibat dibunuh suaminya sendiri, Diller Leonaricーpangeran ke-7 kerajaan Dragerium.  Alara tak mau mengulang kisah yang sama. Pada saat pengasingan akibat fitnah, Alara berusaha mendekati antagonis pria. Dengan kemampuan medis dan pengetahuan alur cerita, dia berusaha menyelamatkan hidupnya dan mengubah alur. Sampai Alara menyadari, bukan hanya dia satu-satunya orang masa kini yang masuk ke dalam drama pendek itu.  IG:misscaya88
Basahin
Chapter: Bab 163. Pertarungan Terakhir
"Aku takut," ujar Alara. Dia merapikan rambut Varek. Malam itu udara dingin mulai menusuk. Tanaman benar-benar sudah meranggas. Di luar jendela terlihat salju sudah mulai turun. Varek tersenyum dan membelai lembut dahi Alara. Satu kecupan hangat juga diberikan. "Kita harus menghadapi semua ini. Sama seperti saat berhadapan dengan Raja Andros dahulu." Tangan Varek digenggam erat oleh Alara. Tangan itu kasar namun terasa hangat. "Ini malam tahun baru pertama kita. Aku takit jika suatu hal buruk terjadi...." celetuk Alara. Varek meletakkan jari telunjuk tangan kanannya tepat di bibir mungil Alara. Seolah berkata untuk berhenti. "Aku akan nelimdungimu, Istriku. Semua akan baik-baik saja," Varek mengambil mantel putih dari dalam lemari. Mantel itu dipakaikan di tubuh Alara. "Aku tahu kau takut, tapi kita tidak boleh kalah dengan ketakutan." Alara menggangguk. Varek menggandeng Alara keluar dari dalam Kastil Valcon. Keduanya berjalan menuju ke arah jalanqn utama kota Frostly
Huling Na-update: 2026-10-16
Chapter: Bab 162. Rencana Baru
"Bagaimana jika kita menyusup ke Valthera, ibu kota Mercion?" ujar Cassian. Semua mata yang ada di ruangan pertemuan itu mendadak menatap ke arahnya. Alara, Varek, Mireya dan para petinggi pasukan tengah berbincang di ruang pertemuan markas pasukan Crimson Drakaina yang ada di Frostlyen. Varek meneguk cangkir teh yang ada di hadapannya. Udara dingin dari luar ruangan berusaha dihilangkan sehenak. Berbagai pikiran berkecamuk di kepalanya. "Dengan bantuan ayahku, kota berhasil menyusupkan mata-mata ke pihak Elin. Dia juga sudah berhasil dilacak. Setiap pergerakannya berhasil diawasi." Tak ada yang berani menyela Varek saat berbicara. Semua orang mendengarkan dengan seksama. "Semua kekacauan itu, Elin yang melakukannya. Dia anak kandung Raja Abdros, pembuat Guntur Maut dan pembunuh Diller...." ujar Varek. Tangan kanannya terkepal. Alara terdiam sejenak. Itu laporan dan fakta yang tidak jauh dari dugaannya. 'Sudah kuduga, Elin pasti memiliki hubungan dengan Raja Andros
Huling Na-update: 2026-10-16
Chapter: Bab 162. Runtuhnya Harapan
"Tenangkan dirimu, aku yakin dewan bangsawan tahu yang terbaik," ujar Tuan Vetlor. Dia menepuk-nepuk bahu Elin. Kepala dewan bangsawan sedang memimpin rapat di sebuah ruangan tertutup. Ruangan itu berada di sisi utara ruangan pertemuan itu. Elin menggangguk pelan. Sedari tadi dia mengcengkeram kain di gaunnya. Kakinya benar-benar terasa kebas. Tak satu pun di ruangan itu yang menawari kursi untuk dirinya duduk. "Silakan, Putri," Raven datang membawa dua buah lursi. Kursi itu digunakan duduk oleh Elin dan Tuan Vetlor. Elin menghela napas panjang. Kakinya bisa beristirahat sejenak sekarang. Ketenangan itu tak bertahan lama. Aula mencekam langsung terasa, Elin langsung melirik ke arah seseorang. Max datang menghampiri Elin. Dua bersedekap. Elin dipandanginya, dengan tatapan aneh. "Aku tak tahu apa yang ada di kepalamu," Max menunjuk tepat ke arah Elin. "Tapi soal takhta aku takkan berbelas kasih! Ingat itu!" Tuan Vetlor langsung berdiri, dia berdiri tepat di hadapan Ma
Huling Na-update: 2026-10-16
Chapter: Bab 161. Merebut Takhta
"Kau memang terlahir cantik," puji Tuan Vetlor. Dia tersenyum saat para pelayan selesai memakaikan pakaian mewah dan perhiasan di tubuh Elin. Elin melihat dirinya di cermin itu. Tak ada lagi debu dan kotoran yang memenuhi wajahnya, Kulitnya putih berseri dan wangi seperti ketika masih menjadi kesayangan Diller. "Ayo, kereta kuda sudah menunggu di bawah," Vetlor menggendeng tangan Elin. Keduanya keluar dari dalam kamar dan menuruni tangga. Sebuah kereta kuda yang megah didispkann. Elin memasuki kereta kuda yang ditarik empat ekor kuda cokelat itu. Kereta kuda itu berjalan dengan kencang. "Ibumu Selir Eveline sudah meninggal saat kau masih bayi. Dia dulu kesayangan Raja Andros. Politik istana sangat kejam. Dia tewas karena perbuatan Ratu Ravelina, ibu Max Sentinel. Kau dibuang keluar istana dengan kedok agar saat Mercion berkuasa ada darah sakral Mercion,"Vetlor mengepalkan tangannya. Elin menunduk sambil mendengarkan semuanya. Memori asli Elin terus berputar di kepalanya
Huling Na-update: 2026-10-15
Chapter: Bab 160. Kembalinya Sang Putri
"Terima kasih atas bantuan dan tumpangannya, Tuan," Elin turun dari kereta barang itu. Kereta barang itu berhenti tepat di gerbang masuk ibukota Mercion, Valthera. Elin menatap sekeliling sejenak. Dia mengeluarkan kantong berisi perbekalannya. Beberapa koin emas dia keluarkan. "Ini untuk Anda, Tuan.Tetoa kasih dan selamat jalan," Elin memberikan koin emas itu kepada kusir kereta barang yang menolongnya. Perjalanan menuju ke Valthera ditempuh selama beberapa hari. Mulai dari berjalan kaki hinggga menumpang beberapa kereta barang Elin jalani. "Jika bukan karena perang dan ambisi raja bodoh itu pasti kita tidak akan sengsara!" terdengar celetuk seorang pedagang roti. Elin membuka tudung kepalanya. Jubah Diller yang awalnya berwarna putih menjadi abu-abu kecoklatan karena kotor. Perbekalan berupa air mentah yang dia selalu isi dari sungai diminumnya. Seteguk terakhir air dari kantong itu sudah terminum. Elon mendekat ke arah pedang roti itu. Aroma wangi roti yang baru saj
Huling Na-update: 2026-10-15
Chapter: Bab 159. Nostalgia di Antara Badai
"Lady, lihat!" celetuk Mireya pagi itu. Alara dengan susah payah membuka kedua bola matanya. "Gerbang kota Frostlyen sudah terlihat!" Mireya terus menunjuk ke arah luar jendela. Alara menatap ke arah pemandangan luar jendela. Terlihat gerbang kota dari batu yang familiar. Bendera pasukan Crimson Drakaina yang berukuran raksasa dan berada di barisan paling depan sudah terlihat berada di depan gerbang. "Kita kembali," Alara tersenyum. Berbagai memori berputar di kepalanya. Dia menjadi teringat saat pertama kali melewati gerbang. "Waktu masuk kemari aku berpapasan dengan Varek yang galak dan angkuh itu!" Bola mata Mireya membulat mendengar kisah itu,"Lady berarti itu takdir. Oh sungguh romantis...." Terdengar suara pintu kereta diketuk. Alara merapikan gaunnya. Mireya bersiap-siap membuka pintu. Terlihat Varek datang dengan kudanya Golden. Ada juga Cassian bersama kuda putihnya. Rombongan itu berhenti sejenak untuk menunggu gerbang kota yang besar itu terbuka. "Varek yang g
Huling Na-update: 2026-10-14
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status