author-banner
Miss Caya 88
Miss Caya 88
Author

Novels by Miss Caya 88

Istri Terbuang Jadi Dokter Kesayangan Jenderal Perang

Istri Terbuang Jadi Dokter Kesayangan Jenderal Perang

Alara Currelan, wanita sangat cantik yang berprofesi sebagai dokter dan influencer kesehatan. Dia hobi menonton drama pendek tema kerajaan zaman kuno. Karena kelelahan setelah operasi selama 36 jam nonstop, dia meninggal dunia. Tiba-tiba, dia bangun di dalam dunia drama pendek yang ditontonnya. Alara bertransmigrasi menjadi Norabel Valedel, tokoh protagonis yang mati tragis akibat dibunuh suaminya sendiri, Diller Leonaricーpangeran ke-7 kerajaan Dragerium.  Alara tak mau mengulang kisah yang sama. Pada saat pengasingan akibat fitnah, Alara berusaha mendekati antagonis pria. Dengan kemampuan medis dan pengetahuan alur cerita, dia berusaha menyelamatkan hidupnya dan mengubah alur. Sampai Alara menyadari, bukan hanya dia satu-satunya orang masa kini yang masuk ke dalam drama pendek itu.  IG:misscaya88
Read
Chapter: Bab 120. Rencana Kebangkitan
"Lady, aku senang Anda sudah sadar."" Mireya terus menangis saat melihat Alara. Cassian dengan penuh perhatian mengikuti dari belakang saat Mireya melangkah. "Hati-hati, kau baru saja sadar." Kedua tangan Cassian terus saja berada di belakang tubuh Mireya. Dia benar-benar menjaga agar seolah takut jika Mireya terjatuh. Mireya tidak begitu menggubrisnya, dia terus menatap ke arah Alara. "Duduklah dulu, kau baru saja sadar," Cassian mengambilkan kursi untuk tempat Mireya duduk. Mireya sempat memegangi kepalanya yang terasa pening. Dia pun menurut dan duduk di kursi kayu itu. "Minumlah dulu, Mireya," ujar Cassian dengan lembut. Dia kembali menyodorkan segelas air putih di dalam gelas perak. Mireya dengan ragu menatap ke arah gelas itu. Tenggorokannya memang terasa kering dan nasih sakit. Dia menggangguk lalu mengambil gelas yang terisi setengah bagian itu. "Nampaknya anak buahmu benar-benar sedang jatuh cinta," Draven berkomentar lewat telepati. "Wanita memang salah sa
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: Bab 119. Sadar
"Aku masih menyelidikinya," sahut Varek dengan lirih. Kedua tangannya kembali terkepal. Dilihatnya Alara sekilas. Wajah pucat dengan leher kemerahan itu seolah menyayat hatinya. 'Biadab! Siapa pun dirinya akan kupastikan dia tidak bisa lolos dan pantas mati!' batin Varek. "Menyimpan dendam tidak ada gunanya," terdengar suara Draven lewat telepati. Alis Varek menyatu di tengah dahi. Dia mencari-cati posisi dimana naga aneh itu berada. Rupanya Draven merayap di dekat Alara terbaring. Dia berada di dekat kepala Alara. Varek berjalan mendekat menuju ke arah tempat tidur Alara. Dia kembali duduk di kursi kayu itu. Alara yang masih tidak sadarkan diri ditatap kembali. "Sekarang yang terpenting sembuhkan dulu Alara. Masalah pelaku pikirkan nanti. Gadis yang malang, dia terus menjadi sasaran empuk keganasan orang lain," ujar Draven. Varek kembali memggenggam tangan kanan Alara. Tangan itu terasa eesikot hangat," Takkan kubiarkan dia terluka atau disakiti orang lain lagi." "
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Bab 118. Masih Ditargetkan
"Bagaimana kondisi Alara?" terdengar suara Draven lewat telepati. Kini tas selempang Alara sedang diletakkan di sebuah kursi kayu. Kepala mungil Draven nampak sedikit menyembul. Lidah mungilnya nampak menjulur-julur. Varek nampak terdiam. Dia fokus menatap ke arah Alara yang masih terbaring lemah tak berdaya. Tangan kanan Alara nampak Varek genggam dengan lembut. "Dia masih belum sadarkan diri?" ujar Varek. Alara nampak memejamkan kedua matanya. Ada perban yang ditempelkan di leher untuk menutupi baluran ramuan herbal. Bekas kemerahan akibat luka cekik itu berusaha diobati. "Lady Norabel pingsan akibat terkejut, Kakek. Aku sudah berusaha mengobatinya. Dia perlu beristirahat," ujar Tabib Khaelus. Varek menghela napas. Tangan mungil Alara semakin erat digenggam. Selimut itu dirapikan agar menutupi seluruh tubuh Alara. Terdengar suara langkah kaki memasuki ruangan yang disekat itu. Mireya dan Alara dibaringlah di ruangan tambahan yang disekat dengan kain warna gelap itu.
Last Updated: 2026-08-25
Chapter: Bab 117. Pembunuhan?
"Norabel, Norabel," Varek terus mencoba memanggil Alara. Dia membalikkan tubuh Alara agar berada di dekapannya. Nampak Alara lemas tidak berdaya. Tanda kemerahan bekas cekikan dari wanita bengis itu begitu jelas terlihat. Alara terus berusaha menstabilkan jalan pernapasannya. 'Sakit sekali, sakit. Rasanya aku tak bisa bernapas dan akan mati,' batin Alara. Samar-samar nampak bayangan wajah Varek di hadapannya. Mata Alara memandang wajah itu dengan pandangan yang terasa kabur. "Ke...vin...." panggil Alara tanpa sadar. "Hah!" Dia masih berusaha bernapas dengan keras. "Lorian!" teriak Varek. Dia secepatnya memanggil Tabib Lorian. Tabib itu langsung mengenali suara menggelegar itu. Tabib Lorian langsung berlari menuju ke arah Alara. "Astaga, Lady Norabel. Aku tak tahu jika akan ada kejadian seperti ini," Tabih Lorian segera memeriksa kondisi tubuh Alara. "Sebaiknya kita bawa beliau ke tenda pengobatan, Kakek." Varek memandangi Alara sehejak. Poni panjang yang berantakan
Last Updated: 2026-08-20
Chapter: Bab 116. Percobaan Pembunuhan?
"Ah!" teriak Alara. Lehernya langsung dicengkeram dengan kuat dengan tangan kiri wanita itu. "Ah, tolong, tolong!" terdengar teriakan para pengungsi. Para pengungsi itu langsung berlarian keluar dari dalam tenda. Suasana menjadi kacau. Tanah seolah bergetar akibat puluhan orang oada saat yang bersamaan. "Ada pembunuh! Tolong!" teriak orang-orang sambil berlarian keluar dari dalam tenda. Tubuh Alara yang terjebak di tubuh Norabel yang lemah seolah tak mampu melawan. Wanita itu rupanya berpura-pura lemas. Tenaganys cukup kuat untuk membuat Alara nyaris tak bisa bernapas. "Apa yang kau lakukan?" teriak Tabib Lorian. Suasana menjadi tegang. Sorot mata para pengungsi yang ada di tenda itu mendadak berubah ke arah Alara yang tengah dicekik. "Mundur!" teriak pemuda yang mengaku anak dari wanita lemah itu. "Atau akan kubunuh wanita ini juga!" Dia langsung menyeret tubuh Mireya. Mireya seolah tak berdaya. Tubuhnya kalah. Tubuh mungil Mireya berada di cengkeraman pria itu
Last Updated: 2026-08-19
Chapter: Bab 115. Rencana Tidak Terduga
"Ada apa? Siapa yang membutuhkan bantuan?" Alara segera bergegas menuju ke arah sumber suara itu. Nampak Mireya bersama Tabib Lorian sudah berada di tenda para pengungsi itu. Keduanya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap hari. Alara mempercepat langkah kakinya menuju ke dalam tenda pengungsian. Nampak sebuah tenda putih yang cukup besar. Banyak orang mulai dari pria, wanita, orang lanjut usia hingga anak-anak berada di sana. Sebagian orang masih memakai perban di beberapa bagian tubuhnya. Mereka tidur seadanya di tenda bundar itu. "Kau tetap harus waspada, Cu," ujar Carek mengingatkan. Dia mempercepat langkah kaki dan juga gerakan tongkat kayunya. 'Apa yang perlu ditakutkan? Mereka hanya pengungsi biasa,' batin Alara. Dia tak mengindahkan ucapan Varek. "Kemari, Lady," terdengar suara Tabib Lorian. Dia melambaikan tangan kanannya ke arah Alara. "Ada wanita yang sedang sakit. Dia sepertinya perlu pemeriksaan lebih detail." Alara segera bergegas menuju ke arah
Last Updated: 2026-08-17
Istri Kedua Dosen Dingin

Istri Kedua Dosen Dingin

Hidup Lala Prasetyo (22) seorang runtuh. Dia dijebak menghabiskan malam panas dengan dosennya sendiri, Elric Darmareja (29). Demi melindungi nyawanya, Lala terpaksa setuju menjadi istri kedua Elric. Hari-hari tenang di hidup Lala terus terusik dengan ancaman beredarnya video panas itu. Ditambah lagi pernikahan dengan Elric harus dirahasiakan.  *** IG : @misscaya88
Read
Chapter: Bab 85. Pertemuan Tidak Disengaja
"Pak Elric?" ujar Nolan tanpa sadar. Pandangan mata Nolan langsung memgarah ke arah datangnya Elric. Elric berjalan dengan langkah tegas menuju ke arah Lala. "Bapak?" Lala tertegun. Dia tidak menyangka suami rahasianya itu akan datang ke mall ini. 'Ngapain Pak Elric ke sini? Gila apa, kok bisa keremu di tempat begini,' batin Lala. Nampak di tangan Elric jas yang terlipat rapi. Dia berjalan sambil menyaku tangan kanannya. Sorot matanya tajam bak elang yang menatap mangsa. "Kau di sini, La?" ujar Elric dengan suara pelan namun lantang. Sorot mata itu seolah bertanya apa yang kau lakukan dengan pria ini di sini. Lala berusaha membuang pandang. Dia menghindari tatapan Elric. "Bapak nonton film juga?" tanya Nolan. Dia menggandeng tangan Lala. Bola mata Lala langsung melebar ketika mengetahui hal itu. Tangan Lala hendak melepaskan gandengan itu. "Saya juga punya kehidupan. Apa urusanmu menanyakan hal itu?" jawab Elric dengan nada sinis. Nolan terlihat tidak s
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: Bab 84. Ramen dan Penguntit
"Hah?" Lala terkejut mendengar pernyataan itu dari mulut Nolan. Wajah Lala nampak sedikit pucat mendengar pernyataan Nolan. "Nggak, kok ini cuma orang iseng kan gue masih single," ujar Lala. Tangan Lala berusaha membalikkan handphone itu. Saat dibalikkan, handphone itu masih menunjukkan panggilan dari nomor Elric. "Kamu dari tadi celingak-celinguk. Emang ada apa? Ada yang mencurigakan ya?" tanya Nolan. Mata Nolan ikut menatap ke arah penjuru restoran. Dia mengikuti ke mana arah mata Lala memandang. "Nggak ada apa-apa, tenang aja. Aku cuma sedikit gelisah karena asam lambungnya kumat." kilah Lala. Nampak pria botak yang seolah berjalan ke arah Lala. Lala mengenali pria itu. Itu pria yang mengikutinya sedari tadi. 'Apa mereka suruhan, Pak Rino? Jangan-jangan aku mau diculik' batin Lala. Nolan menangkap sinyal di mata Lala yang memberi tanda, seolah ketakutan. Netra itu memperhatikan pria botak yang baru saja lewat. "Kamu kenal dia?" tanya Nolan dengan mimik w
Last Updated: 2026-04-26
Chapter: Bab 83. Suami Rahasia?
"Hah? Apa?" Sedotan yang di mulut Lala berasa menusuk ke langit-langit mulut. Dia langsung terbatuk-batuk, akibat tersendak soda. 'Kenapa Nolan bisa berpikiran seorang diri itu? Apa dia sudah tahu rahasia aku?' batin Lala. "Lo kenapa, La?" tanya Nolan. Dia langsung menghadap ke arah Lala. Lala hanya tersenyum sambil tisu dari tas selempangnya. Sisa soda itu diseka dengan tisu. "Gue nggak apa-apa, cuma agak kaget. Ada adegan berdarah." kilah Lala. "Oh, begitu? Gue kira, kenapa-napa." Nolan masih memperhatikan Lala. "Gue masih single ya, belum punya pacar, apalagi suami. Bercanda lo nggak lucu." tegur Lala. "Wah, ikan di perairan yang besar, iya. Gue kagum sama ide sutradaranya." Lala sengaja mengalihkan ke topik lain. Tatapan Nolan masih berusaha dihindari. Lala berusaha bersikap senormal mungkin sambil memakan popcorn. "Kenapa lo tanya kayak gitu? Gak mungkin, kan, lo naksir gue?" canda Lala. Nolan hanya tertawa kecil. Dia langsung menatap ke layar bioskop samb
Last Updated: 2026-03-25
Chapter: Bab 82. Menonton Kenyataan
"Sorry, gue kesel. Baru baca chat dari keluarga jauh. Seenaknya minta diutangin."elak Lala. "Ada apa, Laa? Apa yang kau khawatirkan? Nolan menatap ke arah Lala dengan tatapan khawatir. Lala berusaha mengalihkan pandangannya. Namun, ujung matanya menatap ke arah orang mencurigakan itu. Dua orang itu berpakaian merah, dan satu lagi berpakaian kemeja hitam. Keduanya memakai kacamata hitam. Badan kedua pria itu tegap dan kekar. Keduanya makan nasi goreng dengan santai saat Lala menatapnya. 'Tak salah lagi, dua orang ini suruhan Pak Elric. Siapa lagi yang bisa membuat hal seperti ini selain si pria dingin itu?' batin Lala. "Permisi, Kak." seorang pelayan lelaki mengantarkan pesanan Lala dan Nolan. Ada dua gelas jus stroberi dan dua buah cupcake dengan topping krim berwarna putih. "Apakah pesanannya sudah lengkap dan sesuai, Kak?" Nolan nampak memandangi makanan dan minuman yang baru saja diturunkan dari nampan oleh pelayan. "Sudah, Kak." kata Lala. Tanpa ragu dia mengambi
Last Updated: 2026-03-24
Chapter: Bab 81. Hubungan Khusus?
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu, Nolan?" Lala berusaha menghindari tatapan Nolan. Matanya tak bisa menyembunyikan jika dia tak nyaman dengan pertanyaan. Kruk di tangan Lala tiba-tiba mendadak. Pertanyaan itu tidak disangka akan muncul dari mulut Nolan. "Aku pikir kau punya hubungan khusus dengan beliau. Kalian terlihat dekat." Nolan berusaha menatap Lala, namun Lala masih saja membuang pandang. 'Apa aku terlihat sangat mencolok?' batin Lala. Dia berusaha memikirkan cara agar tidak dicurigai Nolan. Suasana hening sejenak. Lala menyebut sepatah kata pun. Dia masih bimbang harus berkata apa. "Memangnya perilaku seperti apa yang membuatku terlihat spesial?" Lala memberanikan diri bertanya pada Nolan. Nolan nampak berpikir sejenak. Dirinya terlihat bimbang. "Pak Elric menegur kita. Aku tidak nyaman dengan hal itu." Nolan memegang bahu Lala. Gerakan Lala terhenti sejenak. Dia mendongak dan menatap Nolan. Tanpa disadari, ujung bibir Lala digigit tanpa disadari.
Last Updated: 2026-03-24
Chapter: Bab 80. Pria Yang Menyentuh Hati Kecil?
"Halo," Lala menjawab telepon dari Nolan. Telepon itu masuk tepat saat mobil taksi berhenti di depan lobi mall yang megah. Atap tinggil menjulang. Deretan nama brand kelas atas terpampang di halaman luar bangunan mall itu. Nuansa kekunigan nan elegan mendominasi bangun mall itu. "Kamu udah sampai belum, La?" terdengar suara Nolan. Suara yang lembut dan manis. Hati kecil Lala tersentuh, tanpa sadar dia tersenyum. "Gimana kalo gue jemput ke situ?" "Gue udah sampe di depan lobi mall. Loe dimana?" sahut Lala. Pintu mobil taksi itu terbuka dari dalam. Lala sudah membayar biaya taksi dengan cashless. Kaki Lala melangkah keluar dengan hati-hati. Telapak kaki itu mendarah tepat di atas lantai marmer hitam. "Ya udah gue jalan ke situ. Tungguin gue, ya." suara hangat Nolan kembali terdengar. "Iya, gue tunggu." ujar Lala. Sambungan telepon itu terputus. Kaki Lala kembali melangkah menuju ke area dalam mall. Netra Lala tak berkedip beberapa detik. Arsitektur mall itu b
Last Updated: 2026-03-20
You may also like
Menyesal Usai Talak
Menyesal Usai Talak
Romansa · Ucu Nurhami Putri
134.8K views
Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa
Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa
Romansa · Risca Amelia
134.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status