Chapter: Bab 83. Suami Rahasia?"Hah? Apa?" Sedotan yang di mulut Lala berasa menusuk ke langit-langit mulut. Dia langsung terbentuk-bentuk. Akibat tersendak soda. 'Kenapa Nolan bisa berpikiran seorang diri itu? Apa dia sudah tahu rahasia aku?' batin Lala. "Lo kenapa, La?" tanya Nolan. Dia langsung menghadap ke arah Lala. Lala hanya tersenyum sambil mengeluarkan sambil mengeluarkan tisu dari tas selempangnya. Sisa soda itu diseka dengan tisu. "Gue nggak apa-apa, cuma agak kaget. Ada adegan berdarah." kilah Lala. "Oh, begitu? Gue kira, kenapa-napa." Nolan masih memperhatikan Lala. "Gue masih single ya, belum punya pacar, apalagi suami. Bercanda lo nggak lucu." tegur Lala. "Wah, ikan di perairan yang besar, iya. Gue kagum sama ide sutradaranya." Lala sengaja mengalihkan ke topik lain. Tatapan Nolan masih berusaha dihindari. Lala berusaha bersikap senormal mungkin sambil memakan popcorn. "Kenapa lo tanya kayak gitu? Gak mungkin, kan, lo naksir gue?" canda Lala. Nolan hanya tertawa kecil. Dia la
Última actualización: 2026-03-25
Chapter: Bab 82. Menonton Kenyataan"Sorry, gue kesel. Baru baca chat dari keluarga jauh. Seenaknya minta diutangin."elak Lala. "Ada apa, Laa? Apa yang kau khawatirkan? Nolan menatap ke arah Lala dengan tatapan khawatir. Lala berusaha mengalihkan pandangannya. Namun, ujung matanya menatap ke arah orang mencurigakan itu. Dua orang itu berpakaian merah, dan satu lagi berpakaian kemeja hitam. Keduanya memakai kacamata hitam. Badan kedua pria itu tegap dan kekar. Keduanya makan nasi goreng dengan santai saat Lala menatapnya. 'Tak salah lagi, dua orang ini suruhan Pak Elric. Siapa lagi yang bisa membuat hal seperti ini selain si pria dingin itu?' batin Lala. "Permisi, Kak." seorang pelayan lelaki mengantarkan pesanan Lala dan Nolan. Ada dua gelas jus stroberi dan dua buah cupcake dengan topping krim berwarna putih. "Apakah pesanannya sudah lengkap dan sesuai, Kak?" Nolan nampak memandangi makanan dan minuman yang baru saja diturunkan dari nampan oleh pelayan. "Sudah, Kak." kata Lala. Tanpa ragu dia mengambi
Última actualización: 2026-03-24
Chapter: Bab 81. Hubungan Khusus?"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu, Nolan?" Lala berusaha menghindari tatapan Nolan. Matanya tak bisa menyembunyikan jika dia tak nyaman dengan pertanyaan. Kruk di tangan Lala tiba-tiba mendadak. Pertanyaan itu tidak disangka akan muncul dari mulut Nolan. "Aku pikir kau punya hubungan khusus dengan beliau. Kalian terlihat dekat." Nolan berusaha menatap Lala, namun Lala masih saja membuang pandang. 'Apa aku terlihat sangat mencolok?' batin Lala. Dia berusaha memikirkan cara agar tidak dicurigai Nolan. Suasana hening sejenak. Lala menyebut sepatah kata pun. Dia masih bimbang harus berkata apa. "Memangnya perilaku seperti apa yang membuatku terlihat spesial?" Lala memberanikan diri bertanya pada Nolan. Nolan nampak berpikir sejenak. Dirinya terlihat bimbang. "Pak Elric menegur kita. Aku tidak nyaman dengan hal itu." Nolan memegang bahu Lala. Gerakan Lala terhenti sejenak. Dia mendongak dan menatap Nolan. Tanpa disadari, ujung bibir Lala digigit tanpa disadari.
Última actualización: 2026-03-24
Chapter: Bab 80. Pria Yang Menyentuh Hati Kecil?"Halo," Lala menjawab telepon dari Nolan. Telepon itu masuk tepat saat mobil taksi berhenti di depan lobi mall yang megah. Atap tinggil menjulang. Deretan nama brand kelas atas terpampang di halaman luar bangunan mall itu. Nuansa kekunigan nan elegan mendominasi bangun mall itu. "Kamu udah sampai belum, La?" terdengar suara Nolan. Suara yang lembut dan manis. Hati kecil Lala tersentuh, tanpa sadar dia tersenyum. "Gimana kalo gue jemput ke situ?" "Gue udah sampe di depan lobi mall. Loe dimana?" sahut Lala. Pintu mobil taksi itu terbuka dari dalam. Lala sudah membayar biaya taksi dengan cashless. Kaki Lala melangkah keluar dengan hati-hati. Telapak kaki itu mendarah tepat di atas lantai marmer hitam. "Ya udah gue jalan ke situ. Tungguin gue, ya." suara hangat Nolan kembali terdengar. "Iya, gue tunggu." ujar Lala. Sambungan telepon itu terputus. Kaki Lala kembali melangkah menuju ke area dalam mall. Netra Lala tak berkedip beberapa detik. Arsitektur mall itu b
Última actualización: 2026-03-20
Chapter: Bab 79. Melawan Pria Dingin?"Saya tidak mendebat Bapak." Kedua alis Lala menyatu di tengah dahi. Bibir mungil kemerahan itu sedikit maju ke arah depan. Tatapan Elric makin tajam. Seolah seperti polosi yang sedang mengintrogasi pelaku kejahatan. "Orang bodoh juga tahu kau pergi untuk kencan dengan Nolan." Elric mengamati lebih dekat Lala. Aroma parfum yang manis tercium. Alis Elric langsung menyatu di tengah begitu menyadari aroma itu. "Saya kan mau jalan-jalan ke mall, Pak. Wajar kan jika dandan yang rapi dan pantas. Saya juga punya harga diri yang harus dijaga." sahut Lala. Netra Elric juga mengamati rambut Lala. Beberapa detik, dia sempat tak berkedip. 'Kenapa dia jadi kayak gini sih? Apa dia terpesona sama gue? Nggak mungkin,' batin Lala. "Saya harus segera berangkat, Pak. Nanti telat. Bapak juga harus segera pergi kerja kan?" Lala mengingatkan Elric. "Bukan urusanmu. Ini weekend, aku tak ada jadwal ke kampus." Elric bersedekap lagi. Helaan napas keluar dari diri Lala lagi. "Bapak
Última actualización: 2026-03-19
Chapter: Bab 78. Sekali-kali Harus Berani"Saya udah janjian, Pak." Lala menjawab dengan santai . Bahu kecilnya terangkat. Elric duduk di kursi yang ada di dekat meja itu. Jarak yang begitu terasa diantara Lala dan Elric. Bi Yati menelan ludah. Dia berjalan pelan menuju ke arah Elric. Mata renta itu terus berusaha agar tak memberi tatapan aneh. Uap panas dari cangkir kopi itu nampak mengepul. Gerakan kecil Bi Yati seolah tak menggoyahkan tatapan dingin Elric pada Lala. "Kenapa?" terdengar satu kata dari mulut Elric. Suaranya terdengar pelan namun seolah menantang. Elric diam. Suasana kembali canggung. Lala tak menyahut. Tangannya sibuk memakan masakan Bi Yati. Sendok itu digerakkan dengan nyaring. Seolah Lala berusaha menutupi pendengarannya dari suara Elric. "Kenapa tak menjawab?" desak Elric lagi. "Pria itu tetap saja orang asing!" Elric menyesap kopi itu. Cangkir itu diletakkan dengan kasar ke tatakannya. Bunyi nyaring suara cangkir menggema di area dapur. Jantung mungil Lala seolah mencuat kel
Última actualización: 2026-03-19