author-banner
Alorastory
Author

Novel-novel oleh Alorastory

Warisan Dewa Naga Yang Terlupakan

Warisan Dewa Naga Yang Terlupakan

Raynar selalu dianggap sampah sekte—lemah, tidak berbakat, dan hanya cocok menjadi pesuruh. Tak ada yang memandangnya lebih dari bayangan di sudut ruang pelatihan. Hingga suatu malam, sebuah glyph naga kuno tiba-tiba menyala di tubuhnya… dan seluruh hidupnya hancur berantakan. Glyph itu bukan tanda biasa. Itu adalah Warisan Dewa Naga yang telah hilang ribuan tahun, sebuah kekuatan yang dulu membuat kerajaan tunduk dan sekte-sekte besar saling membunuh demi memilikinya. Sejak saat itu, Raynar menjadi buruan semua pihak— para tetua sekte yang ingin memanfaatkannya, klan kerajaan yang ingin menguasainya, hingga makhluk kegelapan yang ingin menghancurkannya. Namun warisan itu memiliki kehendaknya sendiri. Ia mulai membangkitkan kekuatan naga purba dalam tubuh Raynar… kekuatan yang dapat menyelamatkan dunia—atau memusnahkannya. Ketika rahasia asal-usulnya terungkap, Raynar harus memilih: menjadi senjata para petinggi, atau menjadi penerus naga terakhir yang mampu mengguncang langit dan bumi. Sayangnya… setiap pilihan memiliki harga. Dan harga kekuatan ini adalah jiwanya sendiri.
Baca
Chapter: BAB 9 - Ujian Makam Api
Angin panas berdesir rendah di Tanah Terlupakan, membawa butiran abu yang beterbangan seperti salju hitam. Langit merah tak bergerak, seolah waktu sendiri enggan mengalir di tempat ini.Penjaga Makam Api berdiri tegak, pedang hitamnya mengarah lurus ke Raynar. Aura yang terpancar darinya bukan seperti makhluk Jurang—tidak busuk, tidak liar—melainkan dingin dan tajam, seperti tekad yang telah ditempa selama ribuan tahun.Raynar menelan ludah.Ia bisa merasakan tekanan yang luar biasa. Bukan tekanan fisik semata, melainkan tekanan jiwa—seolah setiap keraguan, setiap ketakutan dalam dirinya ditarik ke permukaan tanpa ampun.“Jika kau ingin warisan itu,” ulang Penjaga Makam Api dengan suara parau, “kau harus membuktikan bahwa kau layak memikulnya.”Raynar menurunkan kuda-kudanya. Api emas samar menyelimuti lengannya, namun ia menahan dorongan untuk melepaskannya.“Apa yang harus kulakukan?” tanya Raynar.Penjaga itu tidak menjawab.Ia melangkah maju.Dalam sekejap, dunia terasa menyempit.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-09
Chapter: BAB 8 - Jalan Pengasingan Sang Pewaris
Langit di atas Gunung Thevrion berwarna kelabu pucat, seolah matahari sendiri ragu untuk menyinari tanah yang baru saja disentuh Jurang. Kabut hitam telah lenyap, namun bekasnya tertinggal—tanah menghitam, bangunan runtuh, dan aura dingin yang belum sepenuhnya menguap.Raynar berdiri di tepi pelataran sekte.Di bawah sana, murid-murid membersihkan puing dalam diam. Tidak ada tangisan, tidak ada teriakan. Hanya kelelahan dan kesadaran pahit bahwa dunia mereka tidak lagi aman.Ia mengepalkan tangan.Glyph di dadanya berdenyut pelan, seolah merespons setiap penderitaan di sekitarnya.“Semalam… tiga puluh dua murid terluka parah. Lima tidak selamat.”Suara Tetua Bara terdengar di belakangnya.Raynar tidak menoleh. “Aku tahu.”Ia merasakan mereka pergi—benang-benang kehidupan yang putus di tengah malam, ditelan kegelapan sebelum sempat berteriak.Tetua Bara berdiri di sampingnya, wajah tua itu tampak lebih tua dari biasanya. “Makhluk Jurang tidak akan berhenti. Setelah mereka menemukan jej
Terakhir Diperbarui: 2026-01-09
Chapter: BAB 7 - Bisikan Dari Jurang Kegelapan
Api emas yang tersisa perlahan memudar di udara, menyisakan bau hangus dan keheningan yang terasa tidak wajar. Aula utama sekte Thevrion dipenuhi retakan, puing-puing batu, dan wajah-wajah murid yang membeku antara lega dan ketakutan.Raynar masih berdiri di tengah aula.Napasnya berat. Setiap tarikan terasa seperti menghirup bara hangat. Glyph di dadanya tidak lagi meledak-ledak, namun berdenyut pelan—teratur—seperti jantung naga yang sedang tidur dengan satu mata terbuka.Keheningan itu pecah oleh suara gemuruh jauh di luar tembok sekte.Makhluk-makhluk kegelapan belum pergi.“Mereka mundur,” gumam salah satu tetua, menatap ke luar dengan mata menyipit. “Tapi tidak kabur.”Tetua Bara mengangguk pelan. “Mereka sedang menilai.”Raynar menoleh. “Menilai… apa?”“Dirimu,” jawab Tetua Bara tanpa ragu.Kata itu menghantam Raynar lebih keras dari serangan makhluk mana pun. Ia mengepalkan tangan, merasakan panas samar mengalir di bawah kulitnya.Linara berdiri di sisinya. Meski wajahnya masi
Terakhir Diperbarui: 2026-01-09
Chapter: BAB 6 - Api Yang Terbangun Dalam Darah
Cahaya glyph di dada Raynar semakin terang, berdenyut seperti jantung kedua yang baru saja terbangun. Setiap denyutannya memancarkan gelombang panas yang membuat udara di sekitarnya bergetar. Bayangan naga di belakangnya semakin jelas—sisik emas samar, mata tajam seperti bintang yang terjaga dari tidur panjang. Raynar terhuyung. Ia jatuh berlutut, telapak tangannya menghantam lantai batu aula. Retakan halus menjalar di bawah sentuhannya, seolah batu itu tak sanggup menahan tekanan energi purba yang keluar dari tubuhnya. “Agh…!” Raynar menggertakkan gigi. Tubuhnya terasa seperti hendak terbelah dua. Suara itu kembali terdengar—kali ini tidak lagi seperti bisikan jauh. Melainkan… tepat di dalam kepalanya. “Jangan menahan api itu.” Raynar terengah. “Kau… kau lagi…” “Aku selalu di sini. Darahmu adalah pintu. Dan kini pintu itu telah terbuka.” Ledakan lain terdengar dari luar aula. Jeritan murid sekte bercampur dengan raungan makhluk kegelapan. Tanah berguncang hebat—sebua
Terakhir Diperbarui: 2026-01-09
Chapter: BAB 5 - Bayangan Yang Mengintai Darah Nagaku
Malam turun seperti tirai hitam yang menelan seluruh gunung Thevrion. Tidak biasanya angin berhenti bergerak, seolah semua alam menahan napas. Langit begitu gelap hingga lentera-lentera sekte tampak seperti titik cahaya rapuh yang bergetar di tengah kekosongan. Raynar berjalan pelan keluar dari ruang penyembuhan. Tubuhnya masih terasa lemah, tapi pikirannya resah. Suara gema—halus seperti bisikan angin—bergetar di benaknya sejak bangun. “Pewarisku… Kegelapan telah mencium jejakmu.” Ia menggigil. Suara itu bukan suara manusia, bukan pula suara dari dalam dirinya. Itu… suara naga itu lagi. Ketika Raynar menatap ke kejauhan, ia melihat kabut hitam tipis mulai turun dari puncak hutan di bawah gunung. Kabut itu bukan kabut biasa. Terasa berat. Pekat. Seolah memiliki kehendak sendiri. Dan dari kejauhan terdengar sesuatu— suara gesekan yang tidak seharusnya dimiliki makhluk hidup. Sek-sek-sek… Raynar merinding. “Raynar!” Ia menoleh cepat. Linara berlari menghampirinya, napasnya me
Terakhir Diperbarui: 2025-12-08
Chapter: BAB 4 - Saat Langit Bergetar Memanggil Namaku
Suasana lembap menyelimuti kamar kecil tempat Raynar tinggal. Dinding kayu yang mulai rapuh itu belum pernah terasa sedingin malam itu. Api lampu minyak menari kecil, seolah takut padam, sementara Raynar duduk di lantai, kedua tangannya menggenggam lutut, napasnya pendek—penuh tekanan yang bukan berasal dari tubuhnya sendiri. Glyph naga itu kembali berdenyut. Cahaya keperakan muncul dari balik kulitnya, merayap seperti sulur hidup hingga ke lengan dan dada. Setiap denyutan seperti memukul jantungnya dari dalam, membuatnya terhuyung, menahan teriakan. “A—ahh… tidak lagi… tolong berhenti…” desis Raynar, menekan dadanya. Tetapi glyph itu tidak peduli pada permintaannya. Ia hidup. Ia bergerak. Ia memilih. Dan ia memilih dirinya. Raynar merasakan energi asing mengalir melalui nadi, mengikis batas tubuhnya, membuat ototnya menegang dan tulangnya seolah retak oleh sesuatu yang tak terlihat. Bayangan suara—gema asing—tiba-tiba mengalun di benaknya. “Pewarisku…” Raynar terhenti. Tub
Terakhir Diperbarui: 2025-12-08
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status