author-banner
Anisnca
Anisnca
Author

Novels by Anisnca

Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran

Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran

77 kali, demi menunda pernikahannya dengan Lorrene Valgard, Duke Calix Luther merancang tujuh puluh tujuh kecelakaan yang mengancam nyawa Lorrene. Semua itu ia lakukan hanya untuk menyenangkan wanita yang ia cintai. Pada kali ke-78, Lorrene memilih takdirnya sendiri. Ia menukar pernikahan dengan Kaisar Tiran sang penguasa kekaisaran.
Read
Chapter: Bab 572
Satu tahun berlalu begitu cepat.Musim dingin telah berganti dengan musim semi, dan Istana Kekaisaran yang dahulu dipenuhi intrik serta pertumpahan darah kini dipenuhi oleh suara tawa anak-anak. Lorrene sering kali merasa waktu bergerak terlalu cepat. Rasanya baru kemarin ia berjuang mempertaruhkan nyawanya di ruang persalinan, namun kini ketiga bayinya sudah mampu merangkak ke sana kemari dan membuat seluruh istana sibuk mengejar mereka.Ketiga anak itu diberi nama Rhea Asteria, putri sulung Kekaisaran, serta dua pangeran kembar, Ronan Aurelius dan Rhydian Cael.Dan seperti yang telah diperkirakan banyak orang, ketiganya tumbuh dengan sangat mirip ayah mereka.Rambut hitam pekat dan mata merah menyala.Bahkan Duke Kurtcher masih sering mengeluh bahwa keluarga Kurtcher benar-benar kalah telak dalam urusan pewarisan wajah.Hari itu, aula utama istana dipenuhi para bangsawan, pejabat tinggi, serta anggota keluarga kekaisaran. Semua berkumpul untuk menyaksikan salah satu tradisi tertua ke
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: Bab 571
Cahaya matahari pagi yang lembut menembus tirai kamar permaisuri, menerangi ruangan yang semalam dipenuhi ketegangan dan kepanikan. Kini, suasananya jauh lebih tenang. Hanya terdengar suara napas pelan dan sesekali tangisan kecil dari salah satu bayi yang sedang tertidur di dalam boksnya.Lorrene perlahan membuka mata.Kelopak matanya terasa berat, tubuhnya pun terasa jauh lebih lemah daripada biasanya. Butuh beberapa saat baginya untuk mengingat apa yang telah terjadi. Namun begitu kesadarannya kembali sepenuhnya, hal pertama yang dilihatnya adalah sosok Reis yang duduk tidak jauh dari ranjang.Sepertinya lelaki itu sama sekali tidak meninggalkan ruangan sejak semalam.Begitu melihat Lorrene membuka mata, Reis langsung berdiri dan menghampirinya. Untuk seseorang yang biasanya selalu tenang, gerakannya terlihat terlalu cepat."Syukurlah kau bangun," katanya pelan, meskipun ada kelegaan yang begitu jelas di wajahnya. "Dokter itu ternyata berkata jujur ketika mengatakan bahwa kau hanya
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: Bab 570
Malam telah berganti menjadi dini hari ketika seluruh proses persalinan akhirnya benar-benar selesai. Ketegangan yang sejak tadi menyelimuti Istana Permaisuri perlahan menghilang, digantikan oleh kelegaan yang begitu besar hingga beberapa pelayan bahkan terlihat diam-diam menyeka air mata mereka.Lorrene masih tertidur pulas di atas ranjang besar. Wajahnya tampak pucat dan lelah setelah melewati perjuangan panjang, namun napasnya kini teratur. Untuk pertama kalinya setelah berjam-jam, ia dapat beristirahat dengan tenang.Tidak jauh dari ranjang, tiga buah boks bayi berjajar rapi.Di dalamnya, ketiga bayi itu tertidur lelap, dibungkus kain hangat yang tebal. Bayi perempuan yang lahir lebih dulu berada di tengah, sementara dua bayi laki-laki yang lahir melalui pembedahan tidur di sisi kanan dan kirinya. Sesekali terdengar suara kecil atau gerakan mungil dari mereka, cukup untuk membuat siapa pun yang melihatnya tersenyum tanpa sadar.Reis berdiri di depan ketiga boks itu sejak beberapa
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: Bab 569
Ruangan itu dipenuhi suara napas yang dipaksa, kain yang diremas, dan instruksi pendek para tabib yang terdengar seperti potongan perintah perang.Lorrene sudah tidak banyak bicara. Ia hanya bisa bertahan.Tubuhnya menegang setiap beberapa detik, lalu runtuh lagi dalam gelombang rasa sakit yang membuat seluruh wajahnya pucat dan basah oleh keringat. Giginya terkatup kuat, dan suara yang keluar hanya erangan tertahan yang tidak pernah benar-benar selesai.Di sampingnya, Reis duduk diam dan tegak seperti patung.Namun tangan yang menggenggam tangan Lorrene sama sekali tidak tenang. Terlalu kuat. Terlalu kaku. Seolah jika ia melepaskan sedikit saja, sesuatu yang lebih buruk akan terjadi.“Sekarang. Dorong!” suara tabib utama terdengar tajam.Lorrene memaksakan tubuhnya.Satu dorongan.Tidak cukup.Rasa sakit langsung menghantam lagi, membuat tubuhnya melengkung, napasnya terputus.“Sekali lagi!”Lorrene mengeluarkan suara tertahan. Tangannya bergerak tanpa sadar dan tiba-tiba mencengkera
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: Bab 568
Laporan dari utara tiba di istana pada malam yang sama ketika salju mulai turun tipis di ibu kota.Pengawal yang membawa dokumen itu tidak berani berlama-lama di dalam ruang audiensi. Ia hanya membungkuk dalam, menyerahkan gulungan perkamen dengan kedua tangan, lalu mundur beberapa langkah sebelum akhirnya meninggalkan ruangan tanpa suara.Reis menerima laporan itu tanpa terburu-buru. Jarinya membuka segel lilin hitam di ujung perkamen, lalu membacanya dalam diam.Setelah beberapa saat, ia menurunkan laporan itu sedikit dan berbicara dengan nada datar."Jadi mereka semua hanya bertahan selama satu bulan saja?"Pengawal yang masih berdiri di dekat pintu segera membungkuk."Benar, Yang Mulia."Reis terdiam sesaat.Lalu ia mengeluarkan tawa kecil ringan, hampir seperti hembusan napas yang lebih panjang dari biasanya."Aku kira mereka akan lebih tahan dari itu," ucapnya pelan. "Dengan semua kebencian dan ambisi mereka… kupikir mereka akan saling membunuh lebih lama sebelum akhirnya mati."
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: Bab 567
Badai salju semakin menggila.Angin dingin menerjang celah-celah gubuk yang telah setengah runtuh, membawa serta suara jeritan dari kejauhan. Koloni kecil tempat Calix dan yang lainnya bertahan selama berbulan-bulan akhirnya mencapai akhirnya."Mereka sudah masuk!" teriak seseorang dari luar sebelum suara itu berubah menjadi jeritan yang mendadak terputus.Calix segera bangkit sambil meraih tombaknya. Di belakangnya, Helena berdiri dengan wajah pucat. Bahkan wanita itu yang biasanya selalu tenang kini tidak mampu menyembunyikan ketakutan di matanya.Suara langkah kaki terdengar semakin dekat. Banyak bahkan erlalu banyak.Kemudian—BRAK!"Musuh! Mereka datang!"Teriakan itu segera disusul jeritan mengerikan."AAAAAAAH!"Suara seseorang mendadak terputus.Helena langsung bangkit."Kelompok Utara?"Calix tidak menjawab. Wajahnya sudah berubah pucat.BRAK!Dinding gubuk di sebelah mereka runtuh.Orang-orang berlarian di tengah salju."Tahan mereka!""Jangan biarkan mereka mengambil persed
Last Updated: 2026-06-21
Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!

Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!

Duke Buta yang Berakhir Mati Dieksekusi sebagai Pengkhianat Menjadi Suamiku! Aku masuk ke dalam novel. Namun, aku bukan tokoh utama, melainkan istri antagonis dari seorang duke buta yang akan mati dieksekusi sebagai pengkhianat di akhir cerita. Masalahnya, dia adalah karakter favoritku. Karena itu, kali ini aku akan mengubah takdirnya dan memastikan dia tetap hidup!
Read
Chapter: Bab 66
Jawaban itu datang datar, bahkan tanpa emosi dan tanpa kemarahan. Namun justru karena itulah Vincent semakin merasa terganggu."Aneh sekali." Ia tertawa kecil. "Dulu dia selalu mencariku ke mana pun aku pergi."Tatapan Vincent jatuh pada wajah Ditrian."Sekarang tiba-tiba dia bahkan tidak ingin menemuiku."Ditrian tidak menjawab. Ia hanya berdiri diam di tempatnya sementara angin sore berembus pelan melewati taman belakang kastil. Keheningan itu membuat Vincent sedikit mengernyit."Kau benar-benar percaya dia berubah?"Tidak ada jawaban.Vincent tertawa kecil."Aku mengenalnya jauh lebih lama darimu, Ditrian." Ia melangkah mendekat satu langkah. "Yuniver tidak pernah melakukan sesuatu tanpa alasan."Ditrian menatapnya."Jangan salah paham. Aku hanya tidak ingin kau berharap terlalu banyak."Kepala Ditrian sedikit bergerak ke arah sumber suara."Berharap?"Vincent tersenyum tipis."Bahwa semua ini karena dirimu. Bahwa dia tiba-tiba menjadi istri yang baik karena akhirnya jatuh cinta pa
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Bab 65
Langkahnya langsung terhenti. Selama beberapa detik, ia hanya bisa menatap pria di hadapannya tanpa tahu harus bereaksi seperti apa. Sementara Ditrian sendiri tampak sama sekali tidak menyadari bahwa kalimat sederhana yang baru saja diucapkannya telah membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk berpikir dengan benar.Ekspresinya tetap tenang, wajahnya tetap datar. Seolah ia baru saja mengatakan sesuatu yang sepenuhnya biasa dan Ditrian sedikit memiringkan kepalanya."Mengapa diam?"Yuniver segera mengalihkan pandangannya ke arah lain."T-Tidak ada." Jawabannya terdengar terlalu cepat untuk dianggap meyakinkan.Entah mengapa pipinya mulai terasa panas. Di sampingnya, Ditrian kembali melanjutkan langkahnya menyusuri koridor kastil tanpa menunjukkan perubahan apa pun pada ekspresinya.Yuniver hanya bisa menatap punggung pria itu dengan perasaan campur aduk. Pria ini benar-benar tidak adil. Dan yang lebih menyebalkan lagi Ditrian tampaknya benar-benar tidak menyadari apa yang telah ia la
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: Bab 64
Pertemuan hari itu tidak berubah menjadi pelajaran seperti yang dibayangkan Yuniver. Tidak ada dokumen atau pembahasan tentang tugas seorang Duchess. Sebaliknya, mereka hanya mengobrol dan saling mengenal.Anehnya, Yuniver justru merasa lebih nyaman dengan itu.Lady Eleanor bercerita tentang kehidupan bangsawan di ibu kota, Lady Margaret membahas pesta dan aturan para bangsawan, sementara Lady Catherine banyak berbicara tentang perdagangan dan hubungan antarwilayah. Percakapan mereka mengalir dengan santai hingga waktu berlalu tanpa terasa. Yuniver bahkan beberapa kali tertawa kecil, sesuatu yang sudah lama tidak ia lakukan.Perlahan, ketiga wanita itu juga terlihat lebih santai. Kehati-hatian di antara mereka mulai menghilang dan digantikan oleh suasana yang lebih hangat."Tampaknya pelajaran yang sebenarnya harus kita mulai lain hari," ujar Lady Eleanor sambil tersenyum tipis. "Hari ini rasanya lebih tepat disebut sebagai perkenalan."Lady Margaret mengangguk setuju."Dan saya rasa
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Bab 63
Belum sempat Yuniver menyelesaikan kalimatnya, ketiga wanita itu langsung menggeleng hampir bersamaan."Tidak, Yang Mulia."Wanita tertua di antara mereka segera membungkukkan kepala lebih dalam dari sebelumnya. Wajahnya yang semula hanya dipenuhi rasa penasaran kini tampak sedikit pucat, seolah khawatir ucapan mereka barusan telah menyinggung sang Duchess tanpa mereka sadari."Harap jangan salah paham," ujarnya dengan hati-hati. "Kami sama sekali tidak bermaksud meremehkan ataupun mempertanyakan kemampuan Yang Mulia."Wanita yang duduk di sebelahnya segera mengangguk menyetujui."Kami hanya merasa terkejut," lanjutnya pelan. "Selama bertahun-tahun kami hidup di lingkungan bangsawan dan mengajari banyak wanita muda sebelum mereka memasuki kehidupan pernikahan, belum pernah kami bertemu seseorang dengan kedudukan setinggi Anda yang secara terbuka mengakui bahwa dirinya masih memiliki banyak hal untuk dipelajari."Ia berhenti sejenak sebelum tersenyum kecil, senyum yang kali ini tidak l
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Bab 62
Erin tidak berhenti bercerita. Karena Yuniver mengatakan ingatannya belum pulih setelah kecelakaan kereta, gadis itu mulai menceritakan kehidupan Yuniver yang asli. Yuniver hanya mendengarkan dan sesekali bertanya agar tidak terlihat mencurigakan.Dari cerita Erin, Yuniver baru tahu bahwa Count Vernois jauh lebih kejam dari yang ia bayangkan. Yuniver bukan satu-satunya korban. Count memiliki beberapa putri, tetapi tidak ada satu pun yang benar-benar dianggap sebagai anak. Mereka hanya dimanfaatkan demi kepentingan keluarga.Setiap kali ada bangsawan yang ingin menikah, Count akan menikahkan salah satu putrinya demi mendapatkan uang, tanah, atau keuntungan politik. Setelah itu, para putrinya dikirim ke berbagai tempat dan banyak yang tidak pernah terdengar kabarnya lagi. Sementara semua keuntungan dari pernikahan mereka digunakan untuk memperkuat keluarga Vernois.Semua itu dilakukan demi satu orang, yaitu putra satu-satunya yang akan menjadi pewaris keluarga. Sejak kecil, anak laki-lak
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Bab 61
Pertanyaan Yuniver membuat tubuh Erin membeku.Gadis itu tetap berlutut dengan kepala tertunduk dalam. Kedua tangannya yang berada di atas pangkuan mengepal begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Beberapa saat ia hanya diam, seolah sedang mengumpulkan keberanian untuk mengakui sesuatu yang selama ini dipendamnya sendiri.Akhirnya, dengan gerakan yang nyaris tak terlihat, Erin menganggukkan kepala."Iya, Nyonya..."Jawaban itu keluar begitu lirih hingga hampir tenggelam oleh keheningan ruangan. Air mata kembali jatuh satu per satu ke lantai."Saya... sering melihatnya."Suara Erin mulai bergetar. Ia berusaha mengusap air matanya dengan punggung tangan, tetapi tangisan itu justru semakin sulit dibendung."Setiap kali Nyonya kembali dari rumah keluarga Vernois, Anda selalu tersenyum di depan semua orang. Anda selalu mengatakan semuanya baik-baik saja."Ia menarik napas yang terasa sesak."Tapi saya tahu... senyum itu bukan karena Nyonya benar-benar baik-baik saja."Yuniver tidak m
Last Updated: 2026-07-05
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status