author-banner
Anisnca
Anisnca
Author

Novels by Anisnca

Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran

Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran

77 kali, demi menunda pernikahannya dengan Lorrene Valgard, Duke Calix Luther merancang tujuh puluh tujuh kecelakaan yang mengancam nyawa Lorrene. Semua itu ia lakukan hanya untuk menyenangkan wanita yang ia cintai. Pada kali ke-78, Lorrene memilih takdirnya sendiri. Ia menukar pernikahan dengan Kaisar Tiran sang penguasa kekaisaran.
Read
Chapter: Bab 292
Di dalam ruangannya, udara terasa lebih dingin daripada biasanya.Cahaya dari jendela tinggi jatuh miring ke atas meja kerja yang dipenuhi dokumen, menciptakan bayangan panjang yang mempertegas kesunyian di dalam ruangan itu. Tidak ada suara selain gesekan halus kertas ketika Calix menutup berkas terakhir yang sejak tadi ia baca dengan saksama.Ia tidak langsung berbicara.Punggungnya bersandar perlahan pada kursi, jemarinya masih menahan dokumen itu sejenak sebelum akhirnya ia meletakkannya di atas meja. Sudut bibirnya terangkat tipis sebuah senyum yang tidak menunjukkan kehangatan, melainkan kepuasan yang dingin, lahir dari sesuatu yang telah berjalan persis seperti yang ia rencanakan.Tatapannya terangkat.Berhenti pada sosok yang berdiri tegak di hadapannya.“Ini sempurna, Essel.”Suaranya rendah, tenang, namun membawa bobot yang tidak bisa disalahartikan. Tidak ada pujian berlebihan, tetapi cukup untuk membuat siapa pun mengerti bahwa apa yang telah dilakukan itu… bernilai.Essel
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 291
Reis tidak langsung merespons. Tatapannya mengeras, bukan karena marah, melainkan karena mencoba memahami. Seolah ia ingin memastikan bahwa ia tidak salah mendengar atau bahwa ini bukan sekadar permainan kata yang tidak memiliki makna.Lorrene tidak menarik kembali ucapannya.Ia tetap berdiri di hadapan Reis, begitu dekat hingga batas di antara mereka terasa tidak lagi berarti. Tidak ada kegugupan di wajahnya, tidak ada keraguan dalam sorot matanya. Ia datang dengan tujuan dan untuk pertama kalinya, ia memilih untuk melangkah sendiri ke dalam permainan yang selama ini selalu ia hindari.Reis menatapnya tanpa berkedip.Tatapannya perlahan berubah, dari sekadar penasaran menjadi sesuatu yang lebih dalam lebih tajam. Ia tidak mengatakan apa-apa, namun jelas bahwa ia membaca situasi ini dengan sangat baik.Dan justru itu yang membuat Lorrene tahu ia tidak boleh ragu sekarang.Dalam satu gerakan, tangan Reis terangkat dan menariknya mendekat. Tubuh Lorrene sedikit terhuyung, namun sebelum
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 290
Ruangan tamu itu perlahan kembali tenggelam dalam keheningan setelah kepergian Gween. Tidak ada lagi suara langkah terburu-buru, tidak ada lagi nada cemas yang memenuhi udara. Hanya Lorrene yang masih duduk di tempatnya, tanpa berpindah sejak tadi.Ia duduk tegak seperti biasa, anggun dan tenang di luar, namun tatapannya kosong. Pandangannya tidak benar-benar tertuju pada apa pun, seolah pikirannya telah jauh pergi, meninggalkan tubuhnya yang masih diam di sana.Untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai ia ragu.Ucapan Reis kembali terngiang di benaknya, berulang, seolah tidak memberinya ruang untuk berpikir dengan tenang.Ia akan menangkap siapa pun yang terbukti terlibat.Tanpa memandang siapa mereka.Tanpa pengecualian.Lorrene menutup matanya perlahan. Napasnya terasa lebih berat, seolah ada sesuatu yang menekan dadanya dari dalam. Ia tahu betul seperti apa Reis ketika sudah mengambil keputusan. Tidak ada yang bisa mengubahnya. Tidak dengan alasan. Tidak dengan emosi.Jika Duk
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 289
Lorrene mengangguk pelan, seolah menerima semua yang baru saja terjadi, meski di dalam dirinya masih ada sesuatu yang belum benar-benar ia pahami. Ia menarik napas perlahan, mencoba menenangkan gelombang emosi yang sejak tadi ia tahan dengan susah payah. Wajahnya tetap tenang, namun matanya tidak lagi sepenuhnya sama.Perlahan, ia mengangkat pandangannya ke arah Reis.Tatapan mereka bertemu.Ada banyak hal yang tidak terucap di antara keduanya, sesuatu yang terlalu rumit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Namun Lorrene tetap membuka suara, meski pelan.“Apa aku boleh bertemu dengannya?” tanyanya.Suaranya lembut, hampir seperti permintaan yang tidak ingin terdengar sebagai permintaan. Namun di balik nada itu, ada kebutuhan yang tidak bisa ia sembunyikan kebutuhan untuk memastikan semuanya dengan caranya sendiri.Reis tidak langsung menjawab. Ia menatap Lorrene sejenak, memperhatikan ekspresi yang berusaha tetap tenang itu. Ia tahu, wanita di hadapannya bukan seseorang yang mudah goyah
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 288
Reis menatap Lorrene dalam diam sejenak sebelum akhirnya berbicara. Wajahnya tetap tenang, tidak menunjukkan emosi berlebih, namun ada ketegasan yang tidak bisa disangkal dalam sorot matanya. “Aku tidak peduli pada siapa pun,” ucapnya pelan, setiap katanya jatuh dengan jelas, tanpa ragu.Lorrene tidak langsung menjawab. Ia hanya menatapnya, membiarkan kalimat itu menggantung di antara mereka. Bukan karena ia tidak mengerti melainkan karena ia terlalu memahami. Kata-kata itu bukan sekadar pernyataan, melainkan prinsip yang selama ini dipegang oleh seorang kaisar.Reis kemudian melanjutkan, nadanya sedikit lebih rendah, namun tetap tegas. “Namun aku akan mencari tahu apakah dia memang terlibat atau tidak. Kita akan mengetahui kebenarannya setelah itu.”Lorrene menghela napas pelan. Dadanya terasa sesak, namun ia menahannya. Tidak ada gunanya bereaksi terlalu cepat ketika kenyataan bahkan belum sepenuhnya terungkap. Ia tahu itu. Ia selalu tahu bagaimana menahan diri.Namun kali ini… tida
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 287
Lorrene menatap Rowan dengan tajam, sorot matanya penuh penolakan, seolah berharap pria itu akan menarik kembali kata-katanya dan mengakui bahwa semua ini hanyalah kesalahpahaman. “Jangan bercanda, Rowan,” ucapnya dingin, suaranya tenang namun mengandung tekanan yang jelas.Namun Rowan tidak bergeming sedikit pun. Ia tetap berdiri tegak, tanpa ragu, tanpa mengalihkan pandangan.“Saya tidak bercanda, Yang Mulia,” jawabnya tegas. Tanpa menunggu lebih lama, ia melangkah mendekat dan mengeluarkan sebuah surat, lalu meletakkannya di atas meja di hadapan Lorrene dengan hati-hati, seolah benda itu memiliki bobot yang jauh lebih berat dari sekadar kertas.Ruangan itu seketika terasa lebih sunyi.Lorrene tidak berkata apa-apa lagi. Ia segera mengambil pisau pembuka surat di sampingnya, membuka segel dengan gerakan cepat, lalu membaca isi surat itu. Tatapannya bergerak cepat, menyusuri setiap baris tanpa melewatkan satu pun kata. Namun semakin lama, ekspresinya berubah. Ketenangan yang tadi ia
Last Updated: 2026-04-11
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status