Chapter: Bab 520Lorrene menundukkan pandangannya. Jemarinya masih berada di atas berkas yang terbuka, tetapi matanya sudah tidak lagi membaca tulisan-tulisan di sana. Pikirannya justru melayang kepada seseorang yang tidak berada di ruangan itu.Entah mengapa, ucapan Val terasa begitu masuk akal.Selama ini memang seperti itulah Reis.Ia tidak pernah mengeluh. Tidak pernah menunjukkan betapa berat tanggung jawab yang dipikulnya. Bahkan ketika kelelahan terlihat jelas di wajahnya, lelaki itu selalu menemukan cara untuk mengalihkan pembicaraan atau membuat orang lain berpikir bahwa semuanya baik-baik saja.Lorrene dulu sering menganggapnya berlebihan.Ketika Reis tertidur lebih cepat dari biasanya, ia mengira lelaki itu hanya terlalu banyak berlatih pedang. Ketika Reis pulang larut malam dari ruang kerja, ia berpikir itu hanyalah rapat yang memakan waktu lebih lama dari seharusnya.Ketika Reis memijat pelipisnya sambil membaca laporan, Lorrene bahkan pernah mengatakan bahwa seorang Kaisar seharusnya tid
最終更新日: 2026-06-08
Chapter: Bab 519Lorrene mengembuskan napas panjang sambil meletakkan berkas yang baru saja selesai dibacanya. Sesaat ia memejamkan mata, berusaha meredakan rasa lelah yang mulai terasa di pelipisnya.Namun ketika kembali membuka mata, yang menyambutnya bukanlah ketenangan, melainkan tumpukan dokumen lain yang masih menunggu untuk diperiksa.Meja kerja yang biasanya digunakan Reis hampir tidak lagi memperlihatkan permukaan kayunya.Laporan dari berbagai wilayah, surat resmi para bangsawan, laporan perdagangan, permohonan dana, hingga berbagai urusan administrasi yang selama ini tidak pernah benar-benar diperhatikannya kini memenuhi hampir setiap sudut meja.Lorrene mengambil satu dokumen lagi dan mulai membacanya. Belum sampai setengah halaman, ia sudah menghela napas untuk kedua kalinya.Beberapa hari terakhir membuatnya menyadari sesuatu yang selama ini tidak pernah benar-benar ia pahami.Menjadi Kaisar ternyata jauh lebih melelahkan daripada yang terlihat. Selama ini banyak orang memandang seorang
最終更新日: 2026-06-08
Chapter: Bab 518Reed masih berdiri di tepian sungai ketika suara derap kuda terdengar dari kejauhan. Ia mengangkat kepalanya dan melihat sekelompok penunggang kuda mendekat melalui jalur setapak yang membelah hutan di belakang mereka.Debu perjalanan masih menempel pada pakaian dan mantel mereka, menandakan bahwa rombongan itu telah menempuh perjalanan tanpa banyak berhenti.Begitu mereka semakin dekat, Reed langsung mengenali dua sosok yang berada di barisan depan.Duke Kurtcher dan Duke Fenrath.Kedua lelaki itu segera turun dari kuda mereka. Tidak ada sapaan panjang ataupun basa-basi. Wajah mereka yang serius sudah cukup membuat Reed menyadari bahwa mereka datang membawa sesuatu."Aku tidak menyangka Anda berdua akan datang ke sini," ucap Reed sambil melangkah mendekat.Duke Kurtcher menyerahkan kendali kudanya kepada seorang prajurit sebelum mengembuskan napas panjang."Kami juga tidak menyangka akan berada di sini."Nada suaranya terdengar lelah. Berhari-hari terakhir tidak ada seorang pun di ke
最終更新日: 2026-06-08
Chapter: Bab 517Reed berdiri di tepian sungai dengan tatapan tertuju pada arus air yang mengalir deras di hadapannya. Sungai itu membentang panjang di antara dua wilayah, menjadi batas alami yang memisahkan Kekaisaran Zoltan dan Kekaisaran Berg.Dari tempatnya berdiri, ia masih dapat melihat tebing jauh di belakang sana, tempat terakhir Reis terlihat sebelum menghilang.Sudah berhari-hari pencarian dilakukan.Suara langkah kaki membuat Reed mengalihkan pandangannya ke seberang sungai. Dari balik pepohonan muncul seorang lelaki berambut gelap dengan pakaian militer khas Berg. Senyum miring langsung muncul di wajahnya saat mengenali sosok yang berdiri di tepian sungai."Aku sempat bertanya-tanya siapa yang membuat para penjaga perbatasanku begitu tegang."Lelaki itu berhenti di seberang sungai sambil menyilangkan kedua tangannya di dada."Ternyata Jenderal Reed."Reed mengenal pria itu dengan baik.Gordon, salah satu komandan yang bertugas menjaga wilayah perbatasan Kekaisaran Berg."Kau masih banyak b
最終更新日: 2026-06-08
Chapter: Bab 516Ruangan mendadak menjadi sunyi.Helena tidak langsung memberikan tanggapan. Ia hanya memandang keluar jendela yang memperlihatkan taman belakang istana. Di luar sana, malam mulai turun perlahan dan cahaya obor satu per satu menyala di sepanjang jalan setapak.Pengawal itu menunggu dengan gugup. Sementara Helena justru terlihat tenggelam dalam pikirannya sendiri."Jadi dia benar-benar tidak pernah datang..." gumamnya pelan.Kalimat itu nyaris terdengar seperti berbicara kepada dirinya sendiri.Perlahan wanita itu berjalan menuju kursi yang berada di dekat jendela lalu duduk dengan anggun. Tatapannya masih mengarah ke luar, tetapi pikirannya jelas berada jauh dari sana.Reis memang tidak pernah menyukainya. Hal itu bukan rahasia bagi siapa pun.Namun karena itulah Helena sempat mengira Kaisar muda itu akan datang ke tempat ini suatu hari nanti. Bukan untuk menjenguknya, melainkan untuk memastikan tidak ada sesuatu yang disembunyikan di balik dinding-dinding kediamannya.Ternyata ia sala
最終更新日: 2026-06-07
Chapter: Bab 515Setelah menerima perintah mereka masing-masing, Victor, Rowan, Flinch, dan Falk segera membungkukkan kepala sebelum meninggalkan ruangan.Pintu perlahan tertutup di belakang mereka, mengembalikan suasana sunyi yang selama beberapa hari terakhir seolah menjadi penghuni tetap ruang pribadi Ratu.Lorrene tidak bergerak.Entah berapa lama ia duduk seperti itu. Sampai akhirnya suara langkah kaki pelan terdengar dari luar ruangan.Pintu kembali terbuka.Ana dan Belona masuk bersamaan.Kedua wanita itu saling bertukar pandang sesaat sebelum melangkah mendekat. Beberapa hari terakhir mereka hampir tidak pernah meninggalkan Lorrene sendirian terlalu lama. Bukan karena diperintah, melainkan karena mereka khawatir.Semua orang di istana khawatir.Lorrene mungkin masih terlihat tenang di luar, tetapi mereka tahu wanita itu nyaris tidak beristirahat sejak kabar mengenai Reis tiba.Makan tidak teratur dam tidur hanya beberapa jam, hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk menunggu laporan yang tidak
最終更新日: 2026-06-07
Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!
Cinta yang ManisWanita KuatDramaDuchessDukeWanita DominanMasuk ke dalam BukuTransmigrasiMelawan Takdir
Duke Buta yang Berakhir Mati Dieksekusi sebagai Pengkhianat Menjadi Suamiku!
Aku masuk ke dalam novel.
Namun, aku bukan tokoh utama, melainkan istri antagonis dari seorang duke buta yang akan mati dieksekusi sebagai pengkhianat di akhir cerita.
Masalahnya, dia adalah karakter favoritku.
Karena itu, kali ini aku akan mengubah takdirnya dan memastikan dia tetap hidup!
読む
Chapter: Bab 6Suara Ainaa terdengar begitu keras hingga membuat percakapan di sekitar mereka terhenti.Alunan musik yang sejak tadi memenuhi ballroom seakan menghilang sesaat ketika puluhan pasang mata beralih ke arah mereka. Para bangsawan yang sebelumnya sibuk berbincang kini menoleh dengan rasa penasaran yang tidak disembunyikan sedikit pun.Aina sendiri baru menyadari apa yang telah ia lakukan setelah semua perhatian tertuju padanya. Namun saat itu ia tidak peduli. Tatapannya hanya tertuju pada Ditrian dan Vincent.Ditrian tampak sedikit tertegun. Pria itu memalingkan wajah ke arahnya dengan ekspresi yang sulit ditebak, tetapi Aina dapat merasakan kebingungan yang samar dari sikapnya.Sementara itu, Vincent berdiri beberapa langkah di hadapan mereka dengan senyum yang perlahan memudar dari wajahnya.“Apa maksudmu, Yuni?” tanyanya pelan.Aina tidak langsung menjawab. Ia justru menoleh ke arah Ditrian dan menatap pria itu lekat-lekat.“Apa dia mengatakan sesuatu yang buruk?”Untuk beberapa saat D
最終更新日: 2026-06-05
Chapter: Bab 5Kereta keluarga Elgard berhenti di depan kediaman Marquis Varell yang malam itu dipenuhi para bangsawan, cahaya mewah, dan alunan musik dari ballroom megah di dalam.Namun suasana di depan kediaman itu berubah sedikit aneh saat pintu kereta keluarga Elgard terbuka.Aina turun lebih dulu.Gaun hitam keperakan membalut tubuhnya dengan anggun, sementara rambut panjangnya ditata rapi dengan hiasan berlian kecil yang berkilau di bawah cahaya lampu malam.Beberapa bangsawan langsung menoleh padanya, tetapi perhatian Aina justru tertuju ke dalam kereta saat ia segera mengulurkan tangan.“Pelan-pelan,” ucapnya refleks.Sedetik kemudian, tangan besar Ditrian menyentuh jemarinya.Jantung Aina langsung berdegup aneh.Tetap saja meskipun sejak tadi sudah berusaha tenang, ia masih belum terbiasa berada sedekat ini dengan karakter favoritnya sendiri.Ditrian turun dari kereta dengan tenang. Setelan hitam formal membuatnya terlihat semakin elegan, sementara wajah tampan dan matanya yang kosong tetap
最終更新日: 2026-06-05
Chapter: Bab 4“Apa?!” Suara Aina langsung meninggi tanpa bisa ia tahan.Tangannya refleks mencengkeram ujung meja kaca di depannya hingga rangkaian bunga yang tadi diberikan Vincent hampir jatuh ke lantai. Dadanya naik turun tidak beraturan, sementara matanya membelalak menatap pria di hadapannya.Membunuh Ditrian?Tidak mungkin!Vincent tampak terkejut melihat reaksinya. Senyum lembut di wajah pria itu perlahan memudar, berganti dengan kerutan bingung di dahinya.“Ada apa denganmu, Yuniver?” tanyanya pelan. “Kau aneh sekali hari ini.”Namun Aina sama sekali tidak bisa menjawab.Kepalanya terasa penuh akibat semua ucapan Vincent bercampur menjadi satu di dalam pikirannya sampai membuat napasnya terasa sesak.Tubuh Aina langsung terasa dingin.Bagaimana bisa? Bagaimana mungkin wanita ini ingin membunuh pria seperti Ditrian? Karakter yang bahkan rela mati sendirian demi melindungi keluarganya.Karakter yang selama ini paling ia sukai, yang selalu ia bela setiap kali membaca komentar orang-orang yang
最終更新日: 2026-06-05
Chapter: Bab 3Taman kaca milik keluarga Elgard dipenuhi cahaya matahari pagi yang menembus dinding-dinding bening di sekeliling ruangan.Pantulan sinarnya jatuh di antara hamparan bunga yang tumbuh rapi, membuat seluruh tempat itu terlihat hangat dan indah, jauh berbeda dari suasana kastil utama yang dingin dan terasa menyesakkan.Ditengah itu semua, Aina sama sekali tidak bisa menikmati pemandangan itu.Ia duduk bersidekap sambil memperhatikan lelaki di hadapannya.Vincent Elgard, adik tiri Ditrian.Pria itu sedang sibuk merangkai beberapa tangkai bunga mawar putih dengan gerakan tangan yang tenang dan hati-hati. Sesekali ia merapikan daun-daun kecil di sela bunga dengan ekspresi lembut yang membuatnya terlihat begitu berbeda dari Ditrian.Harus Aina akui, Vincent memang tampan. Lelaki ini jelas cocok menjadi tokoh pria utama di sebuah novel romantis.Tapi entah kenapa Aina tetap lebih menyukai Ditrian. Mungkin karena memang sejak awal, pria itu adalah karakter favoritnya. Ditrian Elgard adalah ka
最終更新日: 2026-06-05
Chapter: Bab 2Aina nyaris tidak tidur sepanjang malam. Semua yang terjadi terasa tidak masuk akal.Beberapa waktu lalu, ia masih berada di kamarnya sendiri sambil membaca novel favoritnya hingga larut malam. Namun sekarang, ia berada di dalam novel itu.Dan bukannya menjadi tokoh utama, Aina justru menjadi karakter yang bahkan tidak pernah dijelaskan di novel. Pantas saja ia tidak mengingat keberadaan karakter Yuniver yang merupakan istri dari Duke Elgard. Informasi yang tertera tentang Duke Elgard hanyalah ia seorang pengkhianat kekaisaran yang dijatuhi hukuman mati.Aina menggeleng keras. Karena ia sudah di sini… ia harus menyelamatkan karakter kesayangannya!Namun sebelum itu…“Maaf, Nyonya,” suara dingin seorang pria tiba-tiba memecah keheningan di ruang makan itu. “Apakah Anda sudah selesai? Yang Mulia Duke memiliki jadwal penting pagi ini.”Aina menoleh pelan, lalu melirik sekilas ke seberang meja makan. Pagi itu ia menikmati sarapan dengan tenang, duduk satu meja dengan Ditrian Elgard sang
最終更新日: 2026-06-05
Chapter: Bab 1“Tahan sebentar. Ini akan terasa sakit.”Kelopak mata Aina terbuka perlahan, ia menggeliat saat merasakan hawa panas menyentuh pundaknya.Namun begitu menyadari pemandangan di atas tubuhnya, Aina langsung membelalak.Tepat di atas tubuhnya, seorang pria dengan tubuh kekar sedang mengukungnya. Kepala pria itu nyaris menyentuh pundak polosnya. Dan detik itu juga, Aina tersadar bahwa pundaknya tersibak, menampilkan kulitnya yang mulus.Tanpa berpikir dua kali, ia langsung mendorong kuat tubuh pria itu hingga jatuh dari kasur.“Apa yang kau lakukan?!”Ia beringsut mundur, menghimpit kepala ranjang, tangannya bergerak menarik bagian gaun yang terbuka.Tidak ada jawaban dari pria yang tadi berada di atasnya. Pria itu nampak sibuk meraba-raba sekelilingnya. Kening Aina sontak berkerut dalam. Apa yang dia lakukan…?Namun saat ingin bertanya lebih lanjut, ia baru menyadari keadaan sekitarnya.Ini bukan kamarnya!"Istriku..." suara berat dan dalam dari pria yang ada di depannya membuat Aina me
最終更新日: 2026-06-05