author-banner
Anisnca
Anisnca
Author

Novels by Anisnca

Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran

Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran

77 kali, demi menunda pernikahannya dengan Lorrene Valgard, Duke Calix Luther merancang tujuh puluh tujuh kecelakaan yang mengancam nyawa Lorrene. Semua itu ia lakukan hanya untuk menyenangkan wanita yang ia cintai. Pada kali ke-78, Lorrene memilih takdirnya sendiri. Ia menukar pernikahan dengan Kaisar Tiran sang penguasa kekaisaran.
Read
Chapter: Bab 7
Musik iring-iringan masih mengalun, lembut namun menekan, seperti jantung yang dipaksa berdetak tenang di tengah kegelisahan. Biola dan lonceng kecil berpadu, namun tak satu pun mampu menutupi keheningan aneh yang menggantung di antara dua sosok di tengah halaman kastil itu.Semua mata tertuju pada mereka.Lorenne berdiri diam, veil putih menutupi wajahnya, sementara Kaisar Reis Czar de Zoltan berdiri di hadapannya dengan tangan terulur tetap, tegas, dan tak tergoyahkan. Tatapannya terkunci pada Lorenne, seolah dunia di sekeliling mereka lenyap begitu saja.Bisik-bisik mulai muncul di antara para bangsawan. Tidak ada yang berani berbicara keras, namun rasa ingin tahu mereka berdenyut liar. Mereka tahu ada sesuatu yang baru saja terjadi. Sesuatu yang tidak tercantum dalam tata upacara.Di balik veil, Lorenne menarik napas dalam-dalam.Dadanya terasa sesak, bukan karena ragu, melainkan karena kesadaran yang akhirnya utuh. Tidak ada lagi jalan mundur. Tidak ada lagi tempat untuk berharap
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: Bab 6
Tanpa terasa, hari yang selama ini terasa jauh akhirnya tiba juga.Hari pernikahan.Pagi itu, langit cerah tanpa awan terlalu cerah, seolah mengejek segala luka yang tersembunyi di balik senyum dan gaun putih. Di sebuah ruangan besar Kastil Valgard, Lorenne dan Roseane berdiri berdampingan, sama-sama mengenakan gaun pengantin.Gaun Roseane adalah pilihan Lorenne. Lembut, anggun, penuh detail yang menonjolkan kecantikan adiknya. Sedangkan gaun Lorenne gaun yang kini membungkus tubuhnya dipilih oleh Roseane. Indah, sempurna, namun terasa asing di kulitnya, seolah bukan miliknya.Di tangan mereka, buket bunga yang berbeda. Buket Roseane cerah dan lembut. Sementara buket milik Lorenne ditentukan oleh istana: mawar merah tua. Merah pekat, hampir kehitaman. Merah seperti darah yang mengering.Mereka saling menatap.Untuk sesaat, tidak ada yang berbicara.“Kau benar-benar bodoh,” kata Roseane akhirnya, suaranya rendah namun jelas. “Melepaskan Duke dan memilih menikah dengan tiran.”Lorenne m
Last Updated: 2026-01-05
Chapter: Bab 5
Hari-hari berlalu tanpa suara.Lorenne menghabiskannya di kamar peninggalan ibunya, ruang yang selalu ia anggap sebagai satu-satunya tempat aman. Ia membuka peti kayu tua, mengeluarkan perhiasan lama, surat-surat yang mulai menguning, dan beberapa dokumen penting yang selama ini tersimpan rapi. Jarinya bergerak pelan, nyaris penuh kehati-hatian, seolah benda-benda itu bisa hancur bila disentuh terlalu kasar.Ia menata semuanya kembali, satu per satu. Bukan karena rapi, melainkan karena ia ingin menunda waktu. Menunda kenyataan bahwa hidupnya telah diputuskan orang lain.Setelah selesai, Lorenne merasa dadanya semakin sempit. Ia membutuhkan udara. Ia perlu keluar, berjalan tanpa tujuan, sekadar menjauh dari dinding-dinding yang kini terasa asing.Ia menuruni tangga batu kastil dengan langkah perlahan.“Kak Lorenne.”Langkahnya terhenti.Roseane berdiri di halaman, mengenakan mantel putih tebal. Wajahnya pucat, seperti seseorang yang menahan kegelisahan terlalu lama. Sebuah kereta kuda
Last Updated: 2026-01-05
Chapter: Bab 4
“Dibatalkan?” ulangnya pelan. Nada suaranya turun, tak percaya. “Apa kau bercanda?”Calix tertawa kecil, suara yang dipaksakan, seperti seseorang yang berusaha menertawakan mimpi buruk agar terasa tidak nyata.“Lorenne, jangan berkata hal seperti itu. Kita sudah sejauh ini.”Sejauh ini? Lorenne menelan pahit. Sejauh Lorrene hampir mati tujuh puluh tujuh kali.Keheningan kembali jatuh. Count, Countess, dan Roseane saling bertukar pandang dengan canggung karena jelas ini bukan percakapan yang seharusnya mereka dengar.“Kurasa,” ujar Count Valgard akhirnya, suaranya berat, “lebih baik urusan ini kalian bicarakan berdua. Kami akan masuk lebih dulu.”Countess mengangguk cepat, seolah ingin segera menghilang dari ketegangan itu.Roseane melangkah mendekat, senyumnya terukir rapi namun kosong. “Jangan bertengkar,” katanya lembut. “Tidak baik. Kalian kan pasangan.” Ia lalu berbalik pergi, senyuman itu tak pernah benar-benar sampai ke matanya. Bukan senyum tulus.Begitu mereka pergi, halaman t
Last Updated: 2026-01-05
Chapter: Bab 3
Kaisar menatap ke arah Lorenne lalu Roseane. Mereka berdua tentu saja tegang.Tatapan itu terlalu tenang namun justru itulah yang membuat seluruh ruangan menahan napas. Semua orang tahu reputasi Kaisar Reis Czar de Zoltan. Emosinya tak dapat ditebak karena satu kata yang salah dapat berakhir pada murka, bahkan kehancuran.Keheningan menekan seperti beban di dada.Count Valgard, dengan keringat dingin di pelipisnya, memberanikan diri membuka suara.“J-jika Anda keberatan… Yang Mulia maka—”Belum sempat kalimat itu selesai, Kaisar menyela."Apa kau memaksanya?" Tanya Kaisar pada Count.Semua orang menatap kearah Kaisar yang sekarang menatap curiga. Wajar jika Kaisar curiga karena mengganti calon pengantin jelas bukan perkara mudah, apalagi pengantin milik penguasa Kekaisaran seperti dirianya."Tidak yang mulia, semua ini kami pertimbangkan dengan matang mengingat Lorrene lebih dewasa dari Roseane, tentu saja anda pasti membutuhkan pasangan yang cocok dengan anda." Jelas Count hati-hati.
Last Updated: 2026-01-03
Chapter: Bab 2
Ruangan itu mendadak hening setelah Lorenne mengucapkan kalimatnya dengan keyakinan penuh. Count dan Countess Valgard,bahkan hampir tak mampu menutup mulut mereka, bahkan Roseane lebih parah lagi.“Kak… apa kau bercanda?” tanya Roseane, suaranya gemetar karena keterkejutan.“Ini bukan candaan,” jawab Lorenne datar.“Tapi, Lorenne, kau—”“Aku akan menikah dengan Kaisar,” potong Lorenne tegas. “Dan kau bisa menikah dengan Duke yang kau cintai.”Count dan Countess saling berpandangan lama, sebelum akhirnya sang Count bertanya, “Lorenne… kau serius dengan ucapanmu?”Countess menyipitkan mata. “Atau ini salah satu trikmu untuk menarik perhatian Duke?”“Jika bisa,” ucap Lorenne dingin, “jangan sampai Duke mengetahui apa pun tentang percakapan ini.”Keterkejutan di wajah mereka semakin jelas.“Aku tidak mungkin mengatakannya,” ujar Roseane cepat. “Itu akan menyakiti hati Duke. Dia mencintaimu.”Lorenne mencibir pelan. Bukan hanya Roseane semua orang di ruangan itu bisa berkata hal yang sama.
Last Updated: 2026-01-03
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status