Chapter: 3. Selamat Datang di AkademiPerjalanan menuju akademi cukup melelahkan. Bahkan setelah dua hari beristirahat di asramaku, aku masih merasa mabuk perjalanan. Apalagi baik aku maupun tubuhku belum terbiasa dengan perjalanan menggunakan kereta kuda. Tubuh ini terlalu dijaga untuk tidak pernah kelelahan sebelumnya. Sementara jiwaku, aku masih belum terbiasa dengan mode transportasi di sini.Sebuah pengalaman baru memang. Aku harus mulai membiasakan diri dengan kehidupan di sini. Aku mungkin harus segera belajar menunggang kuda juga jika ingin selamat hidup di sini.Akademi ini begitu megah, kurasa ini adalah bangunan terbesar kedua setelah kastel kekaisaran di ibu kota. Bahkan kastel penguasa teritorial barat yang terkenal sebagai kawasan industri pun kalah besar dibandingkan bangunan akademi ini.Akademi ini memang masih berada di teritorial pusat yang dipimpin langsung oleh kaisar, hanya saja, ia terletak jauh di dalam hutan di perbatasan timur. Jadi, untukku yang tinggal di selatan, harus berjalan memutar melewat
Terakhir Diperbarui: 2026-09-11
Chapter: 2. Pangeran Terasing yang Cukup SibukPengungsian untuk para prajurit di selatan penuh dengan bau anyir darah. Sudah berbulan-bulan krisis di ujung selatan terjadi dan Claude masih tidak dapat menemukan solusinya. Ia hanya bisa melawan dan melawan tanpa tahu bagaimana cara menyudahi konflik ini dan mundur menang. “Senja lembayung. Sebuah pertanda buruk.” Hunter, tangan kanan Claude yang telah menjadi sahabatnya sejak lama memasuki tenda tempat Claude beristirahat. Mereka sudah saling mengenal begitu dekat hingga Hunter tidak perlu berbasa-basi dengan penghormatan ketika berbicara dengan Claude yang merupakan seorang pangeran kekaisaran. Ya, Pangeran Claude von Ravencourt merupakan putra bungsu kaisar yang kini memimpin Imperium Valerian. Pangeran yang tidak begitu diapresiasi di kekaisaran pusat hingga ia dilempar jauh untuk mengurus teritorial terjauh di selatan yang telah dilanda krisis selama berabad-abad. “Lagi?” Dahi Claude berkerut ketika mengintip ke luar biliknya. Benar, sejauh matanya mengobservasi luar, pa
Terakhir Diperbarui: 2026-09-11
Chapter: 1. Your Typical Isekai StoryPernah tidak, kau yang sedang menikmati fase hidup tenang di tengah grasah-grusuh dunia, tiba-tiba terhempas jauh ke dunia novel?Itulah yang terjadi padaku saat ini.Entah bagaimana ceritanya, aku yang awalnya sedang tidur siang di kamar 4x4-ku tiba-tiba terbangun di sebuah mansion besar, bahkan aku bisa menyebutnya kastel.Tentu saja awalnya kukira ini semua hanyalah mimpi. Namun, bagaimana bisa mimpi terasa begitu nyata dan berjalan sampai 2 bulan lamanya? Belum lagi dengan detail latar belakang yang sangat rapi dan realistis.Tentu saja ini bukan imajinasi yang kuciptakan dalam alam bawah sadarku semata. Aku tidak sepintar itu.Dunia ini sangat berbeda dengan dunia asliku. Dunia yang ini… masih dikuasai oleh kerajaan. Kita hidup berdasarkan status sosial dan segala macamnya. Hanya saja, kehidupan di sini cukup modern. Modern yang aku maksud di sini bukan seperti dunia asliku yang penuh teknologi digital, melainkan modern di mana aturan tidak sekaku yang kubaca dari buku-buku tent
Terakhir Diperbarui: 2026-09-11