ANMELDENPernahkah terpikir olehmu jika suatu saat, di siang hari bolong tiba-tiba kau terbangun di tempat baru? Sehari dua hari, Maeve kira ini hanya mimpi aneh yangs sering ia dapatkan saat demam. Hanya saja, mimpi ini terus berlanjut hingga semua terasa begitu nyata. Akan tetapi, mana mungkin kan Maeve tiba-tiba berpindah alam atau sejenisnya? Tempat ini terdengar sangat fiktif bagi Maeve yang setiap hari menghadapi realitas dunia. Huh. Seperti novel yang sering ia baca saja. Tunggu... Novel???!
Mehr anzeigenPernah tidak, kau yang sedang menikmati fase hidup tenang di tengah grasah-grusuh dunia, tiba-tiba terhempas jauh ke dunia novel?
Itulah yang terjadi padaku saat ini. Entah bagaimana ceritanya, aku yang awalnya sedang tidur siang di kamar 4x4-ku tiba-tiba terbangun di sebuah mansion besar, bahkan aku bisa menyebutnya kastel. Tentu saja awalnya kukira ini semua hanyalah mimpi. Namun, bagaimana bisa mimpi terasa begitu nyata dan berjalan sampai 2 bulan lamanya? Belum lagi dengan detail latar belakang yang sangat rapi dan realistis. Tentu saja ini bukan imajinasi yang kuciptakan dalam alam bawah sadarku semata. Aku tidak sepintar itu. Dunia ini sangat berbeda dengan dunia asliku. Dunia yang ini… masih dikuasai oleh kerajaan. Kita hidup berdasarkan status sosial dan segala macamnya. Hanya saja, kehidupan di sini cukup modern. Modern yang aku maksud di sini bukan seperti dunia asliku yang penuh teknologi digital, melainkan modern di mana aturan tidak sekaku yang kubaca dari buku-buku tentang abad renaissance masa itu. Dunia yang ini terasa tersusun rapi tapi juga sedikit berantakan, seakan dunia yang sengaja dibuat untuk cerita fiksi. Maksudku, sistem di dunia ini memang rapi, hanya saja banyak hal yang aku merasa terlalu dipaksakan dan terasa tidak natural. Saat itulah aku menyimpulkan bahwa aku bukan terlempar ke dunia novel. Yah, seperti cerita-cerita komik yang sering aku baca dulu. Mungkin dari ribuan cerita fiksi yang tersebar tentang transmigrasi itu, salah satunya memang berdasarkan pengalaman nyata. Siapa yang tahu, kan? Masalahnya, aku tidak tahu cerita yang mana yang aku maksud? Kalau aku memang transmigrasi ke dunia novel, novel yang mana? Aku telah membaca puluhan novel dengan tema yang sama. Selama dua bulan aku di sini, aku mempelajari dunia ini, dan ya, banyak nama tempat yang disebutkan cukup familier bagiku. Hanya saja, aku tidak akan ingat cerita apa itu dan bagaimana jalan ceritanya sampai aku mengenal tokoh utama cerita itu. Saat pertama kali bangun, sebagaimana orang lain yang mengalami hal ini, aku seperti orang linglung. Awalnya aku hanya menjalani hidupku sesukaku karena aku mengira ini hanya mimpi. Sampai berhari-hari, aku tetap di sini, aku pun mulai bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya terjadi. Maeve Everly, pemilik asli tubuh ini. Lucu, nama kami sama-sama Maeve, hanya berbeda nama belakang. Ia adalah putri keluarga duke dari sebuah kekaisaran besar bernama Valerian Empire. Keluargaku merupakan salah satu keluarga ducal dari wilayah Selatan. Keluarga ini telah cukup lama mengabdi ke kekaisaran yang Tengah berkuasa sekarang. Ia juga cukup terpandang walau keberadaannya cukup pasif dibanding keluarga-keluarga lain. Mereka lebih memilih fokus menangani urusan di wilayah mereka sendiri daripada ikut campur politik di pusat kekaisaran. Mereka juga lebih sering menghabiskan waktu di kediaman mereka dan sangat jarang pergi ke perjamuan besar tanpa maksud yang jelas. Mereka fokus kepada anak semata wayang mereka yang bisa dibilang rentan. Ya, aku. Anak semata wayang itu. Dari yang aku pelajari selama berada di sini, Maeve Everly telah menderita sejak kecil. Energinya sangat terbatas. Ia tidak dapat beraktivitas terlalu lama karena ia mudah lelah. Dokter tidak memiliki jawaban atas penyakit yang dialami Maeve. Setiap kali diperiksa, semuanya normal. Ia hanya kelelahan, begitu katanya. Maka dari itu, Maeve sejak kecil menghindari aktivitas berat dan berlebihan. Ia lebih sering mengurung diri di kamarnya dan hanya keluar bersosialisasi sesekali dalam satu tahun. Bisa dibilang, ia adalah sebuah misteri di kalangan bourgeois. Orang tuanya bahkan membangun segala fasilitas yang ia butuhkan seperti perpustakaan, kamar bermain, bahkan taman untuknya di sekitar kamarnya agar ia tidak perlu berjalan jauh untuk melakukan hobinya. Hah, sebuah surga untuk kaum pemalas sepertiku. Walaupun demikian, kemalangan tentu tidak dapat dicegah. Sering kali, tanpa ada penyebab pasti, ia akan tertidur selama berhari-hari tanpa sekalipun bangun. Padahal tidak ada yang salah padanya. Ia tidak memakan sesuatu yang asing, serta ia tidak kelelahan. Namun ia tetap akan jatuh koma selama beberapa hari. Puncaknya, ketika ia memasuki usia 17 tahun, Maeve mulai mengurung diri sepenuhnya. Ia jarang keluar kastil dan hanya bolak-balik kamar dan perpustakaan pribadinya. Intensitas koma yang dihadapinya juga menjadi lebih tinggi. Jika sebelumnya ia akan tidur panjang alias koma selama tiga hari, dalam satu bulan, kini hal itu dapat terjadi dua kali dalam satu bulan. Orang tuanya pun semakin berhati-hati atas kesehatan putrinya. Selama tiga tahun, ia tidak mengikuti kegiatan kerajaan sama sekali. Mereka membiarkan Maeve tenggelam di buku-buku di perpustakaannya. Orang luar tidak pernah mendengar tentangnya lagi. Hingga beberapa bulan lalu, Maeve tiba-tiba jatuh koma lagi. Koma terpanjang yang pernah terjadi padanya. Tiga bulan lamanya tanpa pergerakan sama sekali. Hanya alat-alat medis penunjang kesehatan yang berkelip. Dokter terbaik yang mereka dapatkan pun hanya dapat menyarankan orang tua Maeve untuk berdoa dengan keras. Tidak ada yang dapat mereka lakukan atas hal ini selain memasrahkan kepada keajaiban Tuhan. Itulah yang terjadi, sebelum akhirnya aku mengambil alih tubuh ini. Aku terbangun sebagai Maeve Everly yang telah tak sadarkan diri selama 3 bulan. Maeve Everly yang kehilangan memorinya setelah koma panjang. Selain berbagi nama yang sama, fisik kami juga hampir identik, seakan kami seharusnya adalah satu orang yang sama yang terpisah oleh dunia paralel, dunia alternatif. Yah, Maeve Everly lebih cantik tentu saja karena ia bangsawan sementara aku hanya orang biasa. Untungnya, keluarga ini sangat menyayang putrinya hingga mereka tidak menaruh curiga sama sekali. Putri mereka yang telah lama koma tiba-tiba hidup lagi terbebas dari penyakit yang ia derita seumur hidupnya. Ia berlaku aneh sesaat setelah ia bangun dengan sifatnya tiba-tiba berubah secara total. Satu lagi, ia juga didiagnosis amnesia alias kehilangan memorinya. Kebetulan yang sangat aneh, bukan? Jika ada kepercayaan akan dunia magis di sini, mungkin mereka percaya kalau hantu atau jiwa tersesat telah merasuki tubuh putrinya. Yang mana merupakan kebenaran. Maeve Everly baru itu adalah aku, Maeve Reed yang tersesat di tubuh bangsawan dunia lain ini. Setelah dua minggu aku lantang lantung di kastel seperti kera yang tersesat, akhirnya aku menemukan sedikit kisi-kisi akan apa yang sebenarnya terjadi. Pemilik tubuh ini, Maeve Everly, yang telah menyeretku ke mari. Katanya, ini adalah takdirku. Aku dikirim ke dunia ini untuk menyelamatkan kerajaan dari keruntuhan. Tentang apa, dia tidak mengatakannya padaku. Ia hanya bilang, kau tahu apa yang akan terjadi. Bantu aku mencegah kehancuran kerajaan ini, termasuk kehancuran keluarga ini. Hah, hanya karena aku pernah membaca novel tentang tempat ini. A savior, katanya? Enak saja dia. Tiba-tiba membebankan semuanya padaku tanpa aba-aba. Sejujurnya aku memang menikmati hidup sebagai bangsawan di sini. Namun, jika bayaran dari kehidupan ini adalah aku harus menyelamatkan satu kerajaan, tentu saja tidak sepadan. Akan tetapi, setelah satu pesan itu, Maeve tidak pernah kembali untuk memberiku detail apa yang terjadi. Kini, sudah hampir dua bulan sejak aku merasuki tubuh ini. Entah sampai kapan aku akan begini. “Maeve, bolehkah Ayah masuk?” “Tentu saja, Ayah.” Ayahku, Duke Ashton Everly, memasuki kamarku dengan senyum lebar. Ia adalah pria paruh baya yang tampak sangat berwibawa dan begitu bugar. Perawakannya sama tidak menunjukkan kalau ia telah memiliki putri dewasa. Ia tampak seperti ayah muda yang anaknya masih berusia balita. “Surat dari Grand Imperial Academy telah tiba. Ayah ingat, itu keinginanmu satu bulan sebelum...” Ayah tidak melanjutkan ucapannya dan hanya menundukkan kepala. Sebelum aku koma, tentu saja. “Tidak apa-apa, Ayah, katakan saja. Jadi apa itu?” “Ini adalah surat penerimaanmu. Beberapa bulan yang lalu kau mendaftar ke akademi. Ayah sangat menentangmu saat itu. Bagaimana bisa Ayah membiarkan putri Ayah satu-satunya hidup sendiri di akademi. Kau tidak dibolehkan membawa pelayan di sana, jadi, Ayah sangat khawatir.” Apakah belajar di akademi ini termasuk rencana Maeve Everly sejak awal? Haruskah aku mengikutinya saja? “Tidak apa-apa, Ayah. Aku pasti akan baik-baik saja. Ingat kata dokter kemarin, aku sudah benar-benar sembuh. Aku tidak pernah pingsan lagi sejak hari itu.” Lebih baik aku mengikutinya. Lagi pula, lama kelamaan aku pasti akan bosan sehari-hari hanya bolak balik kastel saja. “Ayah hanya cemas.” “Jangan khawatir, Ayah. Ayah bisa mengunjungi akademi setiap minggu jika Ayah benar-benar khawatir. Oh, aku juga akan menulis surat setiap hari jika memang itu yang Ayah mau.” “Tapi...” “Ayah, aku sudah berusia 20 tahun. Aku sudah dewasa. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Lagi pula, sudah lama sejak aku bersosialisasi dengan para bangsawan lain, aku juga harus mengumpulkan teman lagi, Ayah. Dan berada di akademi akan sangat membantuku.” Entah bagaimana aku memiliki perasaan kuat bahwa latar utama cerita novel ini adalah di akademi itu. Aku ingat pernah membaca sebuah novel yang cukup menarik bagiku dengan latar belakang ini. Seingatku tokoh utamanya adalah mata-mata. Namun aku lupa jalan ceritanya. Aku harus ke akademi untuk mengetahui siapa tokoh utamanya agar aku dapat mengingat kembali alur ceritanya. Melihat Ayah yang masih ragu-ragu, aku terus mencoba meyakinkannya. “Satu bulan! Mari lakukan percobaan selama satu bulan. Aku akan pulang jika dalam satu bulan penyakitku kambuh. Aku bisa membawa Ruby untuk menjagaku jika Ayah tidak yakin.” Ruby adalah putri Ibu Claire, seorang kepala pelayan di kediaman ini. Keluarga kami sangat mempercayainya. Ruby pun sangat bebas di sini. “Akademi memang tidak memperbolehkan bangsawan untuk membawa pelayan, tetapi kita masih bisa mengakali sistem. Jika aku memberi beasiswa kepada Ruby, seorang anak pelayan pun dapat bersekolah di sana.” “Betul. Secara formal, Ruby datang ke akademi untuk belajar, bukan untuk menjagaku.” “Tapi ia tetap harus mengikuti tes formasi. Dan hanya mereka yang pandai yang dapat lolos. Itulah kenapa rakyat bawah sangat sulit untuk masuk.” “Tapi Ruby tumbuh di kastel ini, Ayah. Dia sering ikut aku belajar, kan? Aku yakin dia pasti bisa.” “Kuharap begitu.” “Kalau begitu aku akan mempersiapkan semuanya.” “Jadi aku boleh ke akademi? Terima kasih banyak Ayah!”Perjalanan menuju akademi cukup melelahkan. Bahkan setelah dua hari beristirahat di asramaku, aku masih merasa mabuk perjalanan. Apalagi baik aku maupun tubuhku belum terbiasa dengan perjalanan menggunakan kereta kuda. Tubuh ini terlalu dijaga untuk tidak pernah kelelahan sebelumnya. Sementara jiwaku, aku masih belum terbiasa dengan mode transportasi di sini.Sebuah pengalaman baru memang. Aku harus mulai membiasakan diri dengan kehidupan di sini. Aku mungkin harus segera belajar menunggang kuda juga jika ingin selamat hidup di sini.Akademi ini begitu megah, kurasa ini adalah bangunan terbesar kedua setelah kastel kekaisaran di ibu kota. Bahkan kastel penguasa teritorial barat yang terkenal sebagai kawasan industri pun kalah besar dibandingkan bangunan akademi ini.Akademi ini memang masih berada di teritorial pusat yang dipimpin langsung oleh kaisar, hanya saja, ia terletak jauh di dalam hutan di perbatasan timur. Jadi, untukku yang tinggal di selatan, harus berjalan memutar melewat
Pengungsian untuk para prajurit di selatan penuh dengan bau anyir darah. Sudah berbulan-bulan krisis di ujung selatan terjadi dan Claude masih tidak dapat menemukan solusinya. Ia hanya bisa melawan dan melawan tanpa tahu bagaimana cara menyudahi konflik ini dan mundur menang. “Senja lembayung. Sebuah pertanda buruk.” Hunter, tangan kanan Claude yang telah menjadi sahabatnya sejak lama memasuki tenda tempat Claude beristirahat. Mereka sudah saling mengenal begitu dekat hingga Hunter tidak perlu berbasa-basi dengan penghormatan ketika berbicara dengan Claude yang merupakan seorang pangeran kekaisaran. Ya, Pangeran Claude von Ravencourt merupakan putra bungsu kaisar yang kini memimpin Imperium Valerian. Pangeran yang tidak begitu diapresiasi di kekaisaran pusat hingga ia dilempar jauh untuk mengurus teritorial terjauh di selatan yang telah dilanda krisis selama berabad-abad. “Lagi?” Dahi Claude berkerut ketika mengintip ke luar biliknya. Benar, sejauh matanya mengobservasi luar, pa
Pernah tidak, kau yang sedang menikmati fase hidup tenang di tengah grasah-grusuh dunia, tiba-tiba terhempas jauh ke dunia novel?Itulah yang terjadi padaku saat ini.Entah bagaimana ceritanya, aku yang awalnya sedang tidur siang di kamar 4x4-ku tiba-tiba terbangun di sebuah mansion besar, bahkan aku bisa menyebutnya kastel.Tentu saja awalnya kukira ini semua hanyalah mimpi. Namun, bagaimana bisa mimpi terasa begitu nyata dan berjalan sampai 2 bulan lamanya? Belum lagi dengan detail latar belakang yang sangat rapi dan realistis.Tentu saja ini bukan imajinasi yang kuciptakan dalam alam bawah sadarku semata. Aku tidak sepintar itu.Dunia ini sangat berbeda dengan dunia asliku. Dunia yang ini… masih dikuasai oleh kerajaan. Kita hidup berdasarkan status sosial dan segala macamnya. Hanya saja, kehidupan di sini cukup modern. Modern yang aku maksud di sini bukan seperti dunia asliku yang penuh teknologi digital, melainkan modern di mana aturan tidak sekaku yang kubaca dari buku-buku tent












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.