LOGINKinara Ariana. Perawan tua berumur tiga puluh tahun harus terjebak ke dalam masalah hidupnya sendiri. Sang Ibu yang selalu sakit-sakitan harus melakukan pengoperasian secepat mungkin. Namun, dikarenakan dia tidak mempunyai uang membuat Kinara nekad meminjam uang ke atasan tempatnya bekerja. Namun, bagaimana jika niat yang ingin meminjam malah terjebak ke dalam kehidupan seorang CEO perusahaan tersebut? Dan lebih dari itu. Runi, Ibunya Kinara yang sudah di ambang menuju kematian menginginkan putri pertamanya itu untuk menikah. Entah takdir apa yang membawa Kinara, karena tiba-tiba pria yang belum Kinara kenali itu mendadak bersedia untuk menikahi Kinara. Hingga pada akhirnya kehidupan Kinara membawanya pada takdir yang tidak terduga. Sebuah rahasia mengenai masalalu mulai terungkap akan siapa sebenarnya CEO tersebut.
View More“Assalamu'alaikum…?” Khalifa mengucap salam saat ia masuk ke dalam rumah, ah, bukan hanya Khalifa, Alby juga ada. Keduanya masuk dengan raut muka terlihat capek. “Kak, eum … aku mau mandi dulu ya, seharian kerja bikin aku gerah,” ucap Khalifa pada Alby. Alby tersenyum. “okke, tapi jangan lama-lama ya, udah malam soalnya. Ah iya, pake air hangat biar nggak kedinginan.”Khalifa terkekeh. “Aku bukan kamu yang harus pake air dingin kali, aku kan nggak alergi dingin,” timpal Khalifa menjawab. “Masalahnya kan udah malam, nggak baik buat kesehatan.”“Enggak bakal kak. Udah, lagian aku mandi bakal cepet kok. Dah ya, aku mau mandi dulu!” ucap Khalifa gegas berlari namun dengan cepat Alby menahannya lebih dahulu membuat Khalifa kembali berbalik menatap Alby. “Kalo udah mandi nanti turun ke bawah ya? Aku mau masakin kesukaan kamu. Kita makan bareng,” ucap Alby. Kebetulan sekali keduanya belum makan membuat Khalifa mengangguk antusias. “Cium dulu sini.” Alby menampilkan pipi kanannya. Ia men
Seminggu berlalu…Seorang wanita berjalan dengan menyeret kopernya. Tergesa-gesa sebab terlambat,bahkan saking tergesa-gesanya, wanita itu tanpa sengaja menabrak bahu seseorang membuat wanita itu menyeru minta maaf. “Ya ampun maaf, Mas. Saya enggak sengaja!” ucapnya sedikit menundukkan kepala, detik berikut kepala wanita itu mendongak. Namun… “Lho?” Sesaat pandangan keduanya bertemu. “Gama?”“Khanza?” Keduanya berseru secara berbarengan. Gama dengan pandangan mata menelisik, sedang Khanza menatap dengan tarikan napas. “Kukira siapa, taunya kamu,” ucapnya merubah raut wajah. Khanza menghela napas, tanpa sepatah kata apapun perempuan itu pergi begitu saja. Gama menaikan alisnya, namun sedetik kemudian ia mengedikkan bahu, ikut pergi dengan menyeret kopernya. Ia tahu yang dirinya tabrak, untuk itu tidak peduli baginya.Gama memilih duduk setelah melakukan check up,melalui maskapai yang telah memberitahukannya kini ia duduk menunggu antrian untuk masuk ke dalam pesawat. Gama menghel
Pagi ini Khalifa bangun lebih awal, melihat sosok suaminya yang tertidur pulas. Ah, mungkin efek cairan infus yang masuk ke dalam tubuhnya, membuat pria itu terjaga dari tidurnya. Merasa pegal dibagian lengannya, Khalifa merenggangkan otot-ototnya. Tidur seranjang dengan Alby jelas membuatnya tak bergerak sana-sini, menjadikan ia merasakan pegal. Khalifa menghela napas, ia menunduk melihat pakaiannya yang kotor nan penuh darah, lupa, bahwa memang ia tak mengganti baju. Ah, jangankan untuk mengganti baju, justru hatinya saat itu resah memikirkan Alby. “Aku harus memberitahukan Bunda. Jika tidak mereka pasti khawatir.” Khalifa menatap terlebih dahulu Alby, mumpung pria itu masih tertidur membuat Khalifa gegas pergi. Selain merasa tak nyaman dengan pakaiannya ia juga tak nyaman dengan keadaan ini. Sungguh, walau ada perasaan lega melihat Alby selamat namun ada sisi lain yang membuatnya resah. Mengenai Khanza … Ia belum berani untuk menghadap padanya dan mengatakan yang sejujurnya. *
Lihatlah, wajah Alby yang dulunya tampan kini banyak dipenuhi luka. Beberapa luka itu diperban, entah bagian kepala, rahang, maupun anggota tubuh lainnya. Tak kuasa melihat keadaannya seperti ini, Khalifa menunduk dengan hati penuh sesal. “Maafin, Alifa Kak… maaf ….” Khalifa terduduk di kursi yang berada di pinggir ranjang tersebut, menggenggam tangan Alby yang begitu kekar. Dulu, tangan inilah yang selalu siap siaga menggenggam tangannya. “Andai aku tidak menurutinya, andai kita kabur saat itu mungkin keadaan kamu enggak bakal separah ini Kak. Bodoh, harusnya aku menolak ajakanmu untuk melawan mereka. Bodoh!” Khalifa merutuk dirinya, menarik tangan Alby untuk ia kecup. “Sekarang aku baru menyadarinya, Kak. Kalau aku … benar-benar takut kehilangan kamu. Aku takut ….” Khalifa tak bisa lagi membendung tangis yang kian jatuh menimpa pipinya, bengkak sudah kedua matanya sebab terus menangis. “Setelah kehilangan Mama dan Papa, aku enggak mau kehilangan kamu, Kak. Boleh aku egois? Aku i
Khalifa terduduk seorang diri di atas batu dengan pandangan menatap lurus danau. Menatap kosong danau tersebut yang tampak tidak seperti biasanya. Ucapan Aavar kala itu terngiang di telinga Khalifa. “Ketahuilah Khalifa, setelah kecelakaan itu aku sudah menduga kalau dia bukan Khanza, melainkan jiwa
“Kenapa kau ada di kamarku, Khalifa….”Deg! “Khanza?”Jantung Khalifa bertalu kian cepat. Sangat-sangat cepat. Mendadak tenggorokan kering, kakinya gemetar. Seperti maling yang kepergok sang pemilik, itulah yang dirasa Khalifa. “Za … ada hal yang pengen aku bicarain.” Dengan penuh keberanian itu, Khal
“Aku tidak ingin lihat kamu bahagia, Khalifa! Tidak ingin!” Khanza meluruhkan tangisnya, badannya ikut merosot ke bawah bersamaan Khalifa yang menahannya. Keduanya terduduk di lantai dengan Khalifa yang memeluk Khanza. “Jika aku tidak bahagia … maka kamu juga enggak boleh bahagia, Khalifa. Jika ak
“Kak Alby?” ucap Khalifa lirih. Segera ia tutup kembali gorden. Jantungnya berdegup kencang, bingung semakin melanda hatinya. Di sisi lain ia senang tatkala melihat Alby ada di sini, kerinduan yang sempat terpendam terbayar saat melihat wajahnya. Namun tak bisa berbohong pula, rasa resah Khalifa ras






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.