author-banner
Miss reins
Author

Novel-novel oleh Miss reins

Suami Hina, Kunikahi Saja Kakakmu!

Suami Hina, Kunikahi Saja Kakakmu!

“Jadilah wanitaku, Hana. Aku akan memberikan kenikmatan yang tidak pernah suamimu berikan padamu!” Mas Angga, Kakak ipar yang seharusnya aku hormati, ternyata dia sangat terobsesi untuk memilikiku. Aku yang menjunjung tinggi cinta dan kesetiaan harus luluh pada pria yang bukan suamiku. Di saat suamiku tak pernah memahamiku, Kakak iparku lah yang datang untuk memberiku kehangatan, cinta bahkan sentuhan yang memabukkan. Haruskah aku terus terperangkap dalam hubungan rumit ini atau kah aku harus menyerah?
Baca
Chapter: Bab 34 Bertemu
“Mas, mau sampai kapan kamu bersikap egois soal cucu? Jika dibandingkan dengan Angga, selama ini Hendra sudah melakukan apa pun. Dia bekerja jauh lebih keras dari Angga!” ucap ibu mertuaku, Sarah. Wajahnya tampak memerah, menahan sisa amarah yang belum tuntas tersampaikan.Surya, ayah mertuaku, hanya menoleh sekilas tanpa melepaskan rokok yang terselip di jemarinya. Ia menyesapnya dalam-dalam, lalu mengembuskan asapnya perlahan ke udara, seolah-olah perdebatan istrinya hanyalah gangguan kecil.“Bicara apa kamu, Sarah. Aku hanya mencoba adil pada mereka berdua,” jawab ayah Surya. “Adil bagaimana?” serang Ibu Sarah lagi. Ia melangkah mendekat ke arah kursi suaminya. “Jelas-jelas Angga adalah putra kandungmu, darah dagingmu sendiri. Sementara Hendra? Kamu tahu statusnya bagaimana, tapi kamu tetap memberikan beban yang sama beratnya. Kenapa kamu tidak mau sedikit saja melunak pada Hendra?”Ayah Surya meletakkan rokoknya di asbak, lalu menatap istrinya dengan pandangan tajam yang membuat
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05
Chapter: Bab 33 Salah Paham
“Kenapa perasaanku tidak enak begini? Seolah ada mata yang terus mengawasi setiap langkahku,” gumamku lirih sembari mempererat pegangan pada tali tas belanjaku. Aku baru saja keluar dari salah satu toko pakaian di mall. Langkahku terasa berat, bukan karena barang bawaan, melainkan karena rasa was-was yang terus menghantui. Sejak menginjakkan kaki di sini, aku merasa ada bayangan yang mengikutiku dari kejauhan. Berkali-kali aku menoleh, namun yang kulihat hanyalah kerumunan pengunjung mall yang lalu lalang. Aku menghela napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungku yang tidak beraturan. “Mungkin aku hanya terlalu stress karena kejadian di rumah tadi pagi,” pikirku mencoba menghibur diri. Di sudut lain mall, di balik pilar besar dekat eskalator, mas Hendra berdiri dengan topi dan kacamata hitam. Rahangnya mengeras setiap kali melihatku berhenti untuk melihat ponsel. “Di mana Angga? Tidak mungkin Hana hanya belanja sendirian sesantai ini setelah apa yang terjadi s
Terakhir Diperbarui: 2026-03-04
Chapter: Bab 32 Ancaman
“Mas Hendra ternyata tidak pulang semalam,” gumamku lirih sembari meraba sisi ranjang di sebelahku yang terasa dingin dan kosong.Aku menoleh ke arah jam dinding, sudah pukul delapan pagi. Tidak ada bekas kerutan di bantalnya, tidak ada aroma parfum yang tertinggal. Pikiranku langsung melayang pada bayangan Ayu yang menggelayut manja di lengannya semalam. Apa mereka menghabiskan malam bersama di apartemen wanita itu? Ataukah mas Hendra sengaja menghindari rumah ini karena merasa muak melihat wajahku?Rasa sesak kembali menghimpit dada, namun aku mencoba kuat. “Jangan menangis lagi, Hana. Kamu sudah cukup terlihat menyedihkan semalam di depan mas Angga,” bisikku pada pantulan diri di cermin.Karena hari ini adalah hari Minggu dan aku sedang tidak ingin terkurung dalam kesepian rumah yang luas ini, aku memutuskan untuk pergi ke mall. Aku butuh udara segar, mungkin membeli beberapa potong pakaian baru atau sekadar berjalan-jalan untuk melupakan luka hati.Selesai membersihkan diri d
Terakhir Diperbarui: 2026-03-04
Chapter: Bab 31 Pria Bodoh!
Mobil mas Angga berhenti di halaman rumah. Aku sama sekali tidak menyadari bahwa perjalanan telah usai. Rasa lelah yang luar biasa, ditambah tangis yang menguras energi, membuatku terlelap sangat dalam di balik jas besar milik mas Angga.Mas Angga menatap wajahku sejenak. Ia melihat sisa air mata yang mengering di pipiku. Tanpa membangunkan, ia turun dari mobil dan memutari pintu penumpang. Dengan gerakan yang sangat hati-hati, seolah takut memecahkan porselen mahal, ia menggendongku. Tangannya yang kokoh menyangga tubuhku dengan mantap.Begitu pintu depan terbuka, Maya yang sedang berjaga di ruang tengah langsung berdiri dengan wajah pucat pasi.“Lho, nyonya kenapa, Tuan? Nyonya pingsan?!” tanya Maya dengan suara setengah berteriak karena panik.Mas Angga langsung menempelkan telunjuk di bibirnya, memberikan kode tajam agar Maya diam. “Jangan berisik. Dia hanya tertidur karena kelelahan,” bisik mas Angga. Maya menutup mulutnya dengan kedua tangan, mengangguk cepat. “Ya Tuhan, s
Terakhir Diperbarui: 2026-03-03
Chapter: Bab 30 Bimbang
“Mas, menginap ya? Malam ini saja,” rengek Ayu dengan nada manja seperti biasa. Ia melingkarkan lengannya di leher mas Hendra, mencoba menahan pria itu agar tidak beranjak dari ranjang apartemennya.Mas Hendra terdiam sejenak, namun kemudian ia melepaskan tangan Ayu perlahan. “Tidak bisa, Ayu. Hana sendirian di rumah. Aku tidak tega meninggalkannya,” jawabnya sembari meraih kemeja yang tersampir di kursi.Bukan tanpa alasan Mas Hendra mengatakan itu. Sebenarnya, ada rasa cemas yang menggerogoti hatinya sejak tadi. Saat meninggalkanku, ia sempat melihat mobil hitam yang sangat di kenali melaju pelan melewati kawasan klub malam itu. Firasatnya memburuk, ia takut istrinya justru sedang bersama kakaknya.“Lho, tumben sekali kamu khawatir padanya, Mas? Apa kamu mulai ada perasaan untuk Hana?” sewot Ayu sembari membalikkan badan, membelakangi mas Hendra dengan wajah cemberut.Mas Hendra menghela napas, ia mendekat dan memeluk Ayu dari belakang, mencoba menenangkan wanitanya. Tidak dipu
Terakhir Diperbarui: 2026-03-03
Chapter: Bab 29 Jatuh Cinta?
Aku tertidur lelap di bahu mas Angga, terbungkus jas besarnya yang hangat. Aroma parfumnya seolah menjadi bius yang membuatku merasa aman, jauh dari rasa sakit yang baru saja ditorehkan mas Hendra.Roby, yang duduk di depan, melirik melalui spion tengah. Ia melihat tuannya, sang pria es yang tak tersentuh itu, perlahan mengulurkan tangan. Jemari mas Angga mengusap lembut helai rambutku yang masih agak lembap, lalu turun mengusap pipiku dengan ibu jarinya. Tatapan mas Angga yang biasanya tajam dan menusuk, kini melunak. Ada sorot kerinduan dan kepedihan yang dalam di sana.Roby berdehem kecil, ia merasa sedang mengintip sebuah momen yang terlalu pribadi. Ia pun salah tingkah sendiri.“Ehem, Pak Angga, maaf. Sepertinya ban depan agak kurang angin. Saya izin menepi sebentar untuk mengeceknya,” ucap Roby memberi alasan yang cukup masuk akal. Mas Angga hanya bergumam pendek, “Hmm.”Begitu mobil berhenti di jalanan yang cukup sepi, Roby buru-buru keluar, membiarkan kami hanya berdua di
Terakhir Diperbarui: 2026-03-02
Anda juga akan menyukai
Istri Imutku
Istri Imutku
Romansa · SILAN
216.2K Dibaca
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan
Romansa · Jovita Tantono
215.9K Dibaca
CEO Nakal Kekasihku
CEO Nakal Kekasihku
Romansa · Meyyis
212.8K Dibaca
Dendam Birahi Penakluk Hati
Dendam Birahi Penakluk Hati
Romansa · Rosenorchid
211.7K Dibaca
Sang Abdi
Sang Abdi
Romansa · Frank R
210.7K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status