Chapter: Bagian 20"Dasar monster!"Eula memberontak, namun tenaga dua penjaga itu cukup kuat. Dirinya tidak berhasil kabur. Eula berhasil kembali di kurung dalam sebuah ruangan yang gelap, tubuhnya lemas, bekas suntikan dari kedua lengannya terlihat. "Lapar... " Dia terus menggumamkan itu berulang kali seraya menyentuh perutnya. Pintu yang awalnya tertutup rapat kini terbuka dengan perlahan, Eula langsung mendongak, disana seorang pelayan berdiri dengan kepala yang celingak celinguk, seperti tengah memastikan sesuatu. Dia berlari menghampiri Eula, membawa segelas air bersih. "Nona, minum lah." Tanpa ragu, Eula meraih dengan tangan gemetar. Ia meneguk air itu seperti orang kesurupan. Sudah tiga hari lamanya dia tidak makan atau minum, Eula terus berada du ruangan eksperimen untuk di uji darahnya oleh Daza, karena tidak sengaja tadi dirinya melukai Daza akhirnya dia bisa kembali ke ruangan tanpa peralatan eksperimen ini. "Nona, dengarkan saya... " Pelayan itu memegang tangan Eula. "Saya akan bant
Last Updated: 2026-02-28
Chapter: Bagian 19Hari ini, Seluruh murid melakukan pembersihan lingkungan bersama-sama. Itu merupakan rutinitas yang sudah diterapkan sejak dulu, dimana terdapat satu hari yang di khusus kan untuk merawat lingkungan yang ada di akademik, itu bagian dari pembelajaran dikelas. Para murid tampak asik, menyirami dan memotong rumput. Tidak adanya pengawasan membuat mereka terus berbincang tanpa melupakan tugasnya. "Kapan selesai nya sih?""Tidak tahu, sudah lah jangn terus mengeluh seperti itu."Mereka yang berucap cukup keras pun tak Rupa ubris, memotong rumput dengan pikiran yang melayang. Raganya ada, namun jiwa nya seakan tengah berkelana. "Hei rambut yang seperti kambing!" Suara itu milik Thomy, ia bersama Cedric kini berdiri tak jauh dibelakang nya. "Apa kau bilang?""Apa kau melihat Eula?"Laki-laki di depannya tampak berpikir sejenak, "Siapa Eula?" dia malah balik bertanya. "Kau tidak kenal?" Dia menggeleng lalu kembali melanjutkan aktifitas nya. "Hei!""Jangan dipaksa, coba tanya yang lain."
Last Updated: 2026-02-26
Chapter: Bagian 18"Kita harus mendekati, Thea."Eula mengernyit bingung, ia bertanya-tanya apa yang sebenarnya Cedric katakan barusan. Thomy dan Sausan juga tampak penasaran, mengapa tiba-tiba Thea? Tepat di malam hari, mereka tengah berkumpul di belakang Asrama perempuan. Belum jam nya untuk tidur jadi mereka menyempatkan untuk berbincang-bincang. Ke-empat anak itu kini tengah duduk di kursi kayu yang saling berhadapan dibawah pohon, lampu tiang yang menyoroti mereka, tempat ini memang cocok untuk digunakan dimalam hari. Bintang-Bintang yang menemani bulan itu tampak indah jika dilihat dari tempat mereka saat ini. "Apa maksud mu, Cedric?" Tanya Eula tak paham, bukan apa-apa sebenarnya tapi itu kan sangat susah dilakukan, mengingat Thea yang membenci mereka. "Monster yang tadi kita hadapi itu berasal dari wilayah Barance, dan kita tidak tahu apa penyebab segel monster itu pecah, kita perlu informasi dari Thea," jelas Cedric. "Kenapa harus Thea?""Dia putri bungsu, Magnu bukan? Tidak mungkin hal se
Last Updated: 2026-02-25
Chapter: Bagian 17Di akademik Kekaisaran Helix terdapat 7 petinggi. Di urutan paling atas adalah kepala sekolah sekaligus pemimpin menara sihir yang berasal dari keluarga Magnu. Alex Dri Magnu adalah nama lengkapnya, pria yang berusia 40 tahun itu merupakan Ahli sihir di Kekaisaran Helix sekaligus Kakek dari Thea. Dibawah Alex, ada Maja dan Cisa yang bertugas mendisiplinkan para murid sekaligus guru sihir dan matematika. Lalu, ada Brian dan Jaya yang bertugas mengurus dan mencatat alat-alat pelatihan para murid yang baru dan yang rusak. Mereka adalah guru yang bertugas untuk memberikan pelatihan pedang atau cara bertahan dan menyerang. Kemudian yang terakhir ada Daya dan Desya, si kembar yang memiliki peran sebagai guru filsafat dan bisnis. Para petinggi adalah cendekiawan yang berasal dari keluarga biasa, kecuali kepala sekolah, Alex. "Bagaimana ini, master? Kita harus segera mencari penyebab segelnya terbuka, ini akan sangat membahayakan para murid," Seru Petinggi, Desya. Kini, para petinggi Aka
Last Updated: 2026-02-24
Chapter: Bagian 16Para murid beramai-ramai berlari tergesa-gesa penuh kepanikan, mereka berteriak histeris ketika monster itu muncul di hadapannya. Beberapa murid senior turut membantu para petinggi untuk menaklukkan monster sedangkan beberapa murid lain memilih menyelamatkan diri. Kini, kondisi Akademik sangat kacau, gerbang utama itu runtuh bersamaan dengan pelindung yang berhasil pecah. Para monster yang tidak sedikit berbondong-bondong masuk dan mencari mangsa. Mereka terlihat seperti iblis yang kelaparan. "ARGGHHH!" Raungan itu berasal dari para monster yang kini sudah mulai lunglai hendak ambruk. Serangan yang petinggi berikan itu berhasil memotong leher monster. Banyak para monster terkapar dengan keadaan leher yang sudah terpisah dengan kepala. "MASUK KEDALAM ASRAMA!" Salah satu petinggi itu berteriak, mereka menyuruh para murid yang masih berkeliaran agar segera melindungi dirinya dengan cara masuk kedalam asrama. Kini, hanya tersisa beberapa para murid diluar. Nampaknya mereka enggan u
Last Updated: 2026-02-22
Chapter: Bagian 15Gelembung besar berwarna jingga melayang di udara. Eula menyunggingkan senyumnya, ia menoleh pada Sausan, "Berhasil!" Sausan bertepuk tangan, turut merasa senang dengan pencapaian Eula. Dikelas sihir tadi, Eula adalah orang yang susah membuat gelembung sihir dari cahaya matahari. Hingga akhirnya gelembung itu berhasil dibentuk setelah setengah jam lamanya mencoba. Thomy ikut bertepuk tangan, menghargai proses Eula. "Itu luar biasa Eula," katanya membuat Eula terus tersenyum kesenangan. Thomy yang tengah duduk lantas berdiri, ia membersihkan celananya yang kotor, "Sayang sekali saya tidak bisa berlama-lama dengan kalian, saya harus masuk kelas pedang, dah!" Ia pergi kemudian melambaikan tangannya. "Hei apa kau akan menemui kami lagi?!" Teriak Sausan. Thomy terus berlari dengan jempol yang diacungkan. Eula mengubah posisi nya, ia duduk di samping Sausan kemudian menyenderkan punggung nya pada pohon besar dibelakangnya. "Kau pandai memanah ya?" Tanya Eula tiba-tiba. Sausan yang sed
Last Updated: 2026-02-21