author-banner
Celoteh Asta
Celoteh Asta
Author

Romans de Celoteh Asta

Dibuang Suami, Dicintai Ipar

Dibuang Suami, Dicintai Ipar

Sudah satu tahun Tsabita humayrah atau yang biasa di sapa Humey merasa frustrasi dengan dunia yang dijalaninya. Suami yang harusnya menjadi rumah malah menjadi neraka bagi dirinya. Ia kerap mendapatkan tamparan, makian, hinaan, bahkan diperlakukan layaknya pembatu padahal suaminya ada seorang yang dikenal sangat patuh dalam beragama. Ia masih bertahan karena berharap masih ada sedikit cahaya dari perjodohan dia dengan suaminya Zayyan faisal yang dulu telah menolong keluarganya keluar dari kegelapan, tapi sampai sekarang cahaya itu masih tenggelam seperti tak pernah muncul di permukaan. Di balik setahun penderitaannya hadirlah Eyman Ashar— ipar yang baru kembali dari penugasan selalu menatapnya dengan kelemah lembutan di setiap perjumpaan. Eyman selalu memberikan sapaan manis dan senyuman hangat yang mampu menggetarkan jiwa Humey. Dari balik tatapan neraka sang suami Humey menemukan tatapan yang berbalik 180 derajat dari iparnya sendiri yang mampu memporak-porandakan jiwa dan dunia Humey.
Lire
Chapter: BAB 25. Di Balik Pintu Kayu
Namun, rasa lega yang sempat menyelimuti hati Humey sesaat setelah melihat foto gedung itu ternyata tidak bertahan lama di dalam benaknya. Sebab justru sekarang, rasa penasarannya membuncah jauh lebih besar dan menyesakkan dari sebelumnya.Berbagai pertanyaan berkecamuk hebat tanpa bisa dicegah. Mengapa Aluna hanya mengirimkan lokasi gedung pernikahan mewah itu tanpa memberikan penjelasan rinci apa pun? Apa sebenarnya agenda besar yang sedang disembunyikan dan dipersiapkan di tempat megah itu?Pukul sembilan pagi lewat beberapa menit, di tengah sejuknya udara pagi yang masih tersisa, Humey sudah berdiri tegak di depan gerbang utama pesantren. Sebuah tas kecil berwarna hitam tampak menggantung rapi di bahu kanannya.Seumur hidupnya selama ia tinggal dan belajar di pesantren itu, ia belum pernah sekalipun mengambil izin keluar tanpa alasan yang jelas, apalagi hanya untuk urusan pribadi yang begitu rumit dan misterius seperti ini, apalagi perjalannya sekarang cukup jauh ke Jakarta.Kakin
Dernière mise à jour: 2026-08-06
Chapter: BAB 24. Bayangan di Balik Layar
Humey menarik napas panjang, tetapi dadanya tetap terasa sesak oleh beban emosi yang menumpuk. Notifikasi gambar itu masih menggantung di layar ponselnya, seakan menjadi pintu tak kasat mata yang memisahkan dua dunia yang sangat berbeda.Di satu sisi ada harapan suci yang selama ini ia pelihara dalam sunyi, di sisi lain ada kemungkinan pahit yang tak pernah siap ia terima dalam hidupnya.Perlahan, dengan tangan yang bergetar hebat, ia mematikan layar ponsel tanpa sempat membuka gambar tersebut."Bukan sekarang..." bisiknya lirih, hampir tak terdengar oleh angin malam.Ia sebenarnya tidak takut pada foto itu, melainkan takut pada kenyataan mutlak yang mungkin akan mengubah seluruh alur hidupnya hanya dalam sekali pandang. Semua impian masa depan yang ia rajut perlahan bisa runtuh seketika.Malam kembali turun dengan keheningan yang mencekam. Selepas salat Isya berjamaah di masjid pesantren, Humey memilih untuk duduk sendirian di serambi luar.Udara masih menyisakan aroma tanah basah ya
Dernière mise à jour: 2026-08-06
Chapter: BAB 23. Aluna
Malam itu, hujan belum benar-benar berhenti.Rintiknya masih jatuh perlahan di atas genting pesantren, meninggalkan irama monoton yang mengetuk-ngetuk kesunyian, seolah-olah waktu sedang menghitung detik-detik kehancuran bagi hati yang tertinggal dalam penantian.Humey tidak tidur. Ia duduk bersandar di sisi ranjang, memeluk lututnya sendiri dalam kegelapan kamar yang hanya ditembus oleh cahaya bulan yang pucat.Lampu sengaja ia padamkan, seolah ia sedang bersembunyi dari kenyataan yang perlahan-lahan merobek dinding pertahanannya.Matanya yang sembap menatap kosong ke arah meja, tempat secarik catatan peninggalan Eyman tergeletak.Namun, malam ini, kertas itu bukan lagi sumber kekuatan atau jimat pelindung; ia telah berubah menjadi beban yang menyesakkan dada.Untuk pertama kalinya, Humey merasa takut pada isi janji itu, takut jika ternyata ia hanyalah satu-satunya orang yang masih mendekap keyakinan, sementara dunia di luar sana telah lama melupakan.Pukul sebelas lewat tiga puluh t
Dernière mise à jour: 2026-07-12
Chapter: BAB 22. Harapan Humey Yang Runtuh
Fajar kembali menyentuh atap-atap pesantren dengan cahaya keemasan yang lembut, seolah dunia enggan mengakui bahwa ada hati yang sedang retak di dalamnya.Bagi penghuni pesantren lainnya, pagi selalu membawa janji tentang harapan yang baru, tentang doa-doa yang akan dikabulkan, dan tentang ilmu yang siap diserap.Namun bagi Humey, setiap kali sinar matahari itu merayap masuk ke celah jendela, ia hanyalah penanda bahwa satu hari lagi telah berlalu dalam kekosongan yang menyesakkan. Sebuah hari lagi telah tuntas, dan Eyman tetap tidak ada.Humey tetap menjalani rutinitasnya dengan ketelitian yang hampir mekanis.Ia membangunkan santri putri untuk salat Subuh dengan suara yang lembut namun tipis, membimbing mereka menghafal ayat-ayat Al-Qur'an dengan konsentrasi yang dipaksakan, lalu membantu para ibu di dapur menyiapkan sarapan.Sesekali, tawa polos para santri yang berebut tempat di meja makan berhasil menyunggingkan senyum di bibir Humey, namun itu hanyalah riak kecil di permukaan.Se
Dernière mise à jour: 2026-07-12
Chapter: BAB 21. Janji Yang terjaga
Fajar menyapa pesantren dengan ritme yang sama, namun bagi Humey, setiap detik yang berlalu adalah penanda dari waktu yang terus berdetak.Langit di atas pesantren perlahan membasuh kelabu dengan semburat jingga, sementara lantunan ayat suci dari masjid kecil mulai mengusik kesunyian, membangunkan para santri untuk menyambut hari.Di antara langkah-langkah kecil yang riuh memenuhi halaman, Humey berdiri mematung di serambi asrama putri.Matanya yang bening menatap embun yang masih bergelantungan di ujung dedaunan, sebuah kesabaran yang ia tiru dari alam.Sudah berbulan-bulan sejak Eyman melangkah pergi, meninggalkan pesantren di belakang punggungnya.Masa iddah Humey pun sudah lama sampai di titik penghabisan, namun janji “Aku akan kembali saat semuanya benar-benar aman” masih ia simpan seutuh jiwa di relung hatinya yang terdalam.Kalimat itu bukan sekadar rangkaian kata; ia adalah napas bagi Humey, bahkan ketika kertas kecil pemberian Eyman mulai luruh warnanya karena terlalu sering
Dernière mise à jour: 2026-07-12
Chapter: BAB 20. Menunggu
Empat belas hari adalah waktu yang panjang bagi sebuah detak jantung yang senantiasa berpacu dalam cemas.Bagi Humey, waktu tersebut bukan dihitung berdasarkan jam atau hari, melainkan berdasarkan tetesan cairan infus, deru napas Eyman yang berangsur stabil, dan gurat kelelahan yang semakin dalam di wajah Abah.Selama dua minggu penuh, Humey nyaris tidak meninggalkan sisi ranjang Eyman.Ia tidur dengan posisi meringkuk di sofa sempit, bangun setiap kali Eyman membutuhkan sesuatu, dan menyeka pemuda itu dengan kasih sayang yang tak pernah luntur.Ketika akhirnya dokter memberikan lampu hijau bagi Eyman untuk pulang, ada kelegaan yang menyesakkan dada Humey.Mereka kembali ke pesantren, sebuah tempat yang selama ini menjadi rumah bagi jiwa mereka yang lelah.Namun, kepulangan itu tidak membawa kedamaian yang diharapkan. Suasana pesantren yang biasanya hangat justru terasa asing, seolah udara di sana telah berubah menjadi lebih dingin setelah badai yang mereka lalui.Sore itu, di ruang t
Dernière mise à jour: 2026-07-11
Vous vous intéresseriez aussi à
Rahim Penebus Dosa
Rahim Penebus Dosa
Romansa · Snow White
9.5K Vues
Sebenarnya Dia Mesum Ma!
Sebenarnya Dia Mesum Ma!
Romansa · Biru Langit
9.5K Vues
Aksa!
Aksa!
Romansa · PlutoPen
9.5K Vues
Istri Yang Kucampakkan
Istri Yang Kucampakkan
Romansa · Goresan Pena93
9.5K Vues
Yes! Please, Daddy
Yes! Please, Daddy
Romansa · Salwa Maulidya
9.5K Vues
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status