LOGINAisyah Saraswati tidak menyangka jika suaminya berselingkuh dengan wanita lain yang ternyata adalah kakak perempuannya, lalu Aisyah pergi meninggalkan Adrian suaminya karena tidak ingin mempunyai madu di dalam rumah tangganya. Namun, setelah tiga tahun masa perceraian. Aisyah bertemu kembali dengan Adrian tanpa sengaja, dan Adrian ingin Aisyah kembali menjadi istrinya. Apalagi setelah Adrian tahu bahwa Aisyah telah mempunyai anak setelah mereka bercerai. "Ini anakku?" "Bukan, ini anakku. Kamu, nggak berhak memilikinya."
View MoreRevan menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah Aisyah, senja sudah merayap, mewarnai langit dengan gradasi jingga dan ungu yang menawan. Aisyah keluar mobil dengan hati-hati dan ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Revan. "Terima kasih banyak ya, Pak Revan. Maaf jadi merepotin," kata Aisyah tulus, tersenyum. Revan membalas senyum itu. "Santai aja, Aisyah. Memang itu sudah kewajiban aku untuk menjaga mu," jawab Revan. Aisyah mengangguk. "Maksudnya?""Maksudnya-" Beberapa saat mereka hanya saling pandang, menikmati keheningan yang nyaman di antara mereka. Angin sepoi-sepoi menerbangkan beberapa helai rambut Aisyah, membuat Revan tanpa sadar tertegun sesaat. "Kalau gitu, aku masuk dulu ya," ujar Aisyah memecah keheningan, sedikit canggung. "Oke," jawab Revan. Ia menunggu hingga Aisyah melangkah masuk ke halaman rumahnya dan melambaikan tangan kecil sebelum akhirnya Aisyah menghilang di balik pintu. Revan lalu mengenakan helmnya kembali, menyalakan mesin mo
Aisyah menutup matanya erat, mencoba menahan emosi yang bergejolak. "Aku tidak bisa. Aku... aku tidak siap untuk ini, Adrian," ucapnya, suaranya bergetar. Adrian menatapnya lekat, matanya dipenuhi campuran kekecewaan dan kebingungan. "Tidak siap untuk apa, Aisyah? Untuk bicara? Untuk melanjutkan kisah kita dulu?" Nada suaranya sarat dengan kepedihan yang tak bisa disembunyikan. Aisyah menggelengkan kepala, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Bukan itu. Aku, aku tidak bisa menghadapi lagi semua kenangan itu. Ini terlalu menyakitkan, Adrian." Ia akhirnya mengucapkan alasan yang selama ini ia pendam, sebuah kebenaran yang pahit. Kenangan masa lalu mereka, yang berakhir dengan luka, adalah tembok tebal yang ia bangun. Sebelum Adrian sempat membalas, sebuah suara familiar memecah ketegangan di antara mereka. "Aisyah? Akhirnya aku menemukanmu!" Aisyah tersentak, ia menoleh ke arah sumber suara, dan jantungnya kembali berdesir, kali ini karena kejutan. Berdiri tidak jauh d
Di antara keramaian lobi gedung pertemuan yang mewah, Aisyah merasa jantungnya berdebar kencang, bukan karena kegembiraan, melainkan karena kecemasan. Matanya terus menyapu setiap sudut ruangan, mencari celah untuk menghindar. Ia tahu Adrian ada di sini, dan pertemuan dengannya adalah hal terakhir yang ia inginkan. "Astaga," gumamnya pelan saat melihat punggung Adrian di dekat meja registrasi, sedang berbicara dengan seseorang. Aisyah segera memutar badan, berpura-pura tertarik pada pajangan bunga di dekat pilar. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan degup jantungnya. Pikirannya kalut, ia harus mencapai lift tanpa terlihat. Aisyah menyusun rencana cepat berpura-pura menelepon, berjalan cepat tapi tidak tergesa-gesa, dan menunduk seolah sibuk dengan ponselnya. Ini adalah taktik lamanya, dan sering kali berhasil. Saat Adrian bergerak sedikit ke kiri, Aisyah melihat peluang. Ia melangkahkan kaki, menyusup di antara sekelompok tamu yang sedang tertawa. Aroma kopi yang k
Dentuman musik mengalun lembut di ballroom mewah hotel bintang lima itu, berpadu dengan riuhnya tawa dan obrolan para tamu. Aroma sedap hidangan prasmanan dan semerbak bunga sedap malam mengisi setiap sudut ruangan. Aisyah, dengan gaun batiknya yang elegan, menyesap minumannya perlahan sambil sesekali membalas sapaan kenalan. Ini adalah pernikahan sahabatnya, dan ia berusaha menikmati setiap momen, meski hatinya terasa sedikit kosong belakangan ini. Saat sedang asyik memperhatikan dekorasi pelaminan, pandangannya tak sengaja berpapasan dengan seseorang di seberang ruangan. Seketika, waktu terasa melambat. Sosok tinggi tegap itu, dengan setelan jas hitam yang membalut tubuhnya sempurna, memancarkan aura familiar yang langsung menusuk relung hati Aisyah. Jantung Aisyah berdesir hebat, ia mencoba mengalihkan pandangan, berpura-pura tertarik pada pajangan di dekatnya, namun ia tahu Adrian juga menyadari kehadirannya. Sejak perpisahan mereka bertahun-tahun lalu, Aisyah tak pernah benar






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.