author-banner
Ivorybeige
Ivorybeige
Author

Novels by Ivorybeige

Dihina Suami dan Mertua, Didekap Adik Ipar

Dihina Suami dan Mertua, Didekap Adik Ipar

"Demi Tuhan, Shaluna! Bukan Ragan yang gak bergairah, tapi tubuh kamu gak bikin nafsu!" Tiga tahun Shaluna dituntut memiliki anak, tapi bahkan Ragan sendiri jarang menyentuhnya. Perlahan, kebenaran mulai terkuak. Shaluna tahu Ragan bukanlah pria yang menyukai perempuan. Keiran, adik tiri suaminya, orang yang seharusnya dijodohkan dengannya dari awal, datang mengisi tubuhnya. Pria itu menuntut haknya yang sejak awal dicurangi, ia ingin mengambil kembali Shaluna untuk dijadikan istrinya. "Shaluna, sudah saya bilang tubuh kamu nggak salah. Lihat, sekarang kamu hamil anak saya."
Read
Chapter: 156. Suasana Panas
"Aku butuh sex."Keiran membeku sejenak, tatapannya yang semula menatap keluar jendela langsung tertambat penuh pada Shaluna. Di dalam kabin Rolls-Royce yang kedap udara dan remang, kalimat singkat itu memutus sisa hening dengan gravitasi yang teramat kuat.​Tanpa mengucap sepatah kata pun, Keiran meraih gagang panel pembatas, menaikkan kaca gelap yang memisahkan kabin penumpang dari pengemudi di depan. Begitu sekat itu tertutup rapat, Keiran menekan tombol pengunci pintu.​Pria itu memutar tubuhnya sepenuhnya, menarik Shaluna dalam satu gerakan tegas hingga wanita itu berpindah duduk di atas pangkuannya. Jas hitam pemakaman yang dikenakan Keiran terasa dingin di kulit, namun dekapan tangannya di pinggang Shaluna memancarkan kehangatan yang membakar.​"Bicara sekali lagi," bisik Keiran rendah di depan bibir Shaluna, suaranya parau dan penuh dominasi yang tak tertahankan.​Shaluna tidak menyahut dengan kata-kata. Ia meremas kerah kemeja hitam Keiran, memangkas sisa jarak dan menyambar
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: 155. Pemakaman
Hujan gerimis mengguyur pemakaman keluarga Alvareno yang terletak di perbukitan hijau yang asri. Suasana duka begitu pekat, dilingkungi barisan pohon cemara tinggi dan ribuan karangan bunga duka cita yang mengular dari pintu gerbang utama hingga ke area pemakaman privat.​Sebagai pemimpin tertinggi Alvareno Group dan satu-satunya pilar keluarga yang tersisa, Tuan Dion Alvareno dilepas dengan prosesi pemakaman Kristiani yang teramat megah dan khidmat.​Ratusan orang hadir memenuhi area pemakaman. Jajaran menteri, diplomat asing, petinggi otoritas keuangan, para CEO perusahaan multinasional, hingga jajaran kurator seni internasional berdiri merapat di bawah naungan payung-payung hitam. Awak media dan ratusan wartawan bertahan di balik garis pengaman polisi di luar gerbang, menyorotkan lensa kamera untuk mengabadikan momen bersejarah runtuhnya era sang patriarch Alvareno.​Di tengah kerumunan yang mengenakan pakaian serba hitam itu, Keiran berdiri tegak di barisan paling depan, persis d
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: 154.
Keheningan yang mengendap di dalam kamar mendadak berubah menjadi kehampaan yang luar biasa dingin. Kalimat Aris yang menggantung di udara seolah menyedot seluruh oksigen di ruangan itu.​Tangan Keiran yang memegang ponsel membeku seketika. Tatapan matanya yang tadi penuh kehangatan mendadak kehilangan fokus, menatap lurus pada dinding kamar tanpa ekspresi. Tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya. Bahkan respons paling dasar dari seorang pria tangguh. Sebuah makian atau helaan napas pun sama sekali tidak ada.​Ponsel di tangannya perlahan meluncur dari genggaman, jatuh menimpa kasur busa dengan bunyi puk yang pelan. Suara Aris yang masih memanggil-manggil nama Keiran dari pengeras suara terdengar makin jauh dan sayup, sampai Shaluna meraih ponsel itu dan mematikannya.​"Keiran," bisik Shaluna pelan, suaranya sarat ketakutan melihat keheningan pria di hadapannya.​Dion Alvareno memang seorang manipulatif. Dia adalah sosok ayah yang kejam, dingin, dan menjadikan anak-anaknya seka
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: 153. Kabar
Malam di Rumah Sakit Sentosa berlalu dalam keheningan yang mencekam. Dion Alvareno berbaring kaku di balik kaca ketat ruang perawatan intensif, terikat pada selang dan monitor detak jantung yang berbunyi teratur. Di luar ruangan itu, Keiran dan Shaluna berdiri bersandingan. Mereka tidak mengucapkan satu patah kata pun kepada pria tua yang tak berdaya itu.Kehadiran mereka di sana hanya untuk memberikan penutup resmi, sebuah stempel akhir bahwa dinasti Alvareno kini berlanjut di bawah genggaman dan aturan mereka sendiri.​Satu jam kemudian, mobil membawa mereka kembali ke penthouse Keiran di pusat kota. Begitu pintu koridor pribadi tertutup dan kunci otomatis berdetak mengunci, seluruh sisa ketegangan perang korporasi yang menumpuk bertahun-tahun seolah runtuh seketika.​Di dalam remang ruang tengah yang hanya diterangi pendar lampu kota dari balik dinding kaca, Keiran melepas jasnya dan membuangnya ke sembarang tempat. Pria itu memutar badan, menatap Shaluna yang sedang berdiri melep
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: 152. Sudah Selesai
Julian berdiri membeku di balik meja kerja raksasa yang dulunya milik Dion Alvareno. Surat pembatalan RUPSLB di hadapannya seolah berubah menjadi vonis mati bagi seluruh ambisi yang ia pupuk selama puluhan tahun. Layar monitor di dinding ruangan masih menyala, menampilkan grafik saham Alvareno Group yang mendadak stabil akibat kembalinya kepercayaan para investor mayoritas. Seseorang telah memotong aliran dananya, mengunci ruang geraknya, dan mematikan eksekusinya hanya dalam hitungan jam.​Pandangan Julian beralih dari kertas itu menuju Keiran dan Shaluna yang berdiri berdampingan. Ada keheningan yang amat pekat mendominasi ruangan, sebuah kekalahan mutlak yang tidak meninggalkan celah untuk alibi apa pun.​"Kalian—" Suara Julian keluar berupa desisan parau, rahangnya mengeras hingga otot-otot di lehernya menegang. "Kalian pikir kalian sudah menang?"​"Ini bukan soal menang atau kalah, Julian," sahut Shaluna, melangkah satu jilid ke depan. Tatapannya tidak lagi menyimpan kemaraha
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: 151. Dendam VS Strategi
Aksi pembagian tugas ini dieksekusi dengan presisi dingin tanpa memberi ruang sedikit pun bagi Julian untuk bernapas.​Mobil SUV berpelat diplomatik meluncur membelah kemacetan kota. Di dalam kabin, Keiran dan Shaluna saling memeriksa dokumen terakhir sebelum berpisah di persimpangan jalan utama pusat keuangan. Tidak ada keraguan di antara mereka.Pertempuran ini tidak lagi mengandalkan emosi, melainkan perhitungan catur politik tingkat tinggi.​"Ingat, Keiran," bisik Shaluna sambil merapikan kerah jas hitam pria itu. "Investor cuma peduli pada angka dan stabilitas. Kasih mereka kepastian yang tidak bisa diberikan oleh dendamnya Julian."​Keiran menggenggam jemari Shaluna, mendaratkan ciuman singkat namun bertekanan kuat di punggung tangannya. "Dan kamu, Shaluna. Jangankan memberi ruang, cabut seluruh fondasi finansial yang menopang pameran seni Julian di Eropa. Buat dia sadar kalau tanpa nama besar yang dia benci itu, dia bukan siapa-sapa."​Mobil berhenti. Mereka membagi peran, be
Last Updated: 2026-09-04
Selir Angkuh Kesayangan Paduka

Selir Angkuh Kesayangan Paduka

"Panggilkan pelukis tubuh kerajaan sekarang juga! Aku ingin dia mengukir namaku di tengkuk bangsawan kelas tiga ini. Jika dia merasa terlalu tinggi untuk menjadi istri seorang anak selir, maka biar dia merasakan bagaimana rasanya menjadi selir dari Pangeran Mahkota!" Nadira sudah mati, tapi kemudian hidup pada tubuh seorang putri tunggal dari bangsawan kelas tiga, Meghan. Pada malam pertunangannya, Meghan menolak pinangan dari seorang anak selir dan menghinanya di sana. Membuat murka Pangeran Mahkota, Ralph, ia tiba-tiba dijadikan selir. Kini, tengkuknya berlukiskan tato dengan nama Ralph sebagai pemiliknya. Menyulut amarahnya, Meghan bertekad akan membuat sejarah baru dalam istana ini. Ia akan membuat Ralph menentang semua aturan kuno dengan status selirnya. Akankah Meghan berhasil?
Read
Chapter: Ratu
Sinar matahari fajar menerobos celah-celah jendela tinggi Aula Utama Istana Agung, membiaskan cahaya keemasan di atas meja panjang tempat para menteri dan bangsawan senior Dewan Kabinet berkumpul. Udara di dalam ruangan itu begitu berat, dipenuhi aura ketegangan dan ambisi yang tertahan.​Di barisan paling depan, Lord Vane berdiri dengan dada terangkat. Di sisinya, Elanor duduk di atas kursi kayu berukir—bukan di takhta samping Raja, melainkan di kursi kehormatan Ratu Resmi. Ia mengenakan gaun beludru hitam bercorak perak yang megah, wajahnya kaku seperti patung pualam, memancarkan keyakinan mutlak bahwa hari ini ia akan memenangkan pertempuran politik terbesar dalam hidupnya.​"Fajar telah menyingsing, Lord Vane," bisik Elanor tanpa memalingkan wajahnya. "Apakah seluruh fraksi sudah memegang draf penolakan legitimasi Pangeran Ashton?"​"Semua sudah terikat rapat, Ratuku," jawab Lord Vane seraya tersenyum penuh kemenangan. "Tujuh fraksi telah menandatangani maklumat. Begitu Paduka mel
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: Sah
​Ralph telah memanggil tiga orang paling tepercaya di seluruh kerajaan.Gomund, Panglima Garda Utama yang memiliki parut luka silang di pipinya. Bapa Anselm, kepala arsiparis Istana Agung yang memegang naskah-naskah hukum kuno. Lord Silas, seorang bangsawan senior dari Wilayah Barat yang sejak awal diam-diam berseberangan dengan kubu Lord Vance.​Meghan duduk di dekat perapian yang menyala, menimang Ashton yang terlelap tenang. Gaun beludru birunya telah berganti dengan pakaian sutra tebal berwarna merah tua, warna kebesaran keluarga yang secara tidak resmi kini ia kenakan. ​"Ini bukan sekadar pelanggaran adat, Paduka." Suara Bapa Anselm bergetar, jemari tuanya yang keriput menunjuk sebuah gulungan hukum berusia ratusan tahun yang lapuk dimakan usia. "Pernikahan di hadapan Tetua Agung tanpa persetujuan Ratu Resmi yang masih bertakhta adalah perbuatan yang belum pernah tercatat sejak era Perang Tiga Takhta. Jika ini dilakukan sebelum fajar, Dewan Kabinet bisa menganggapnya sebagai k
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Ego
Suara gemertak kayu pintu tebal yang tertutup rapat bergema, menyisakan keheningan yang mencekam di Ruang Sidang.​Ralph berdiri dalam diam. Jemari tangannya yang terkepal erat memutih, menahan amarah yang membakar dada. Nama Carl kini kembali diangkat dari kegelapan oleh Elanor. Dijadikan mata pisau tajam yang diacungkan tepat ke leher putranya.​Di bawah sana, di balik rerimbunan taman rahasia, Meghan tampak mendongak ke arah jendela tinggi tempat sang Raja berdiri. Seolah sanggup merasakan kerapuhan yang membayang di bahu gagah suaminya.Meghan mempererat dekapan pada Ashton kecil, menatap dari kejauhan dengan binar mata yang sarat akan kecemasan.​Ralph mengembuskan napas berat, mencoba memadamkan gelora murkanya sebelum ia melangkah keluar. Konflik beracun ini tidak boleh menyentuh Meghan yang masih dalam masa pemulihan.​Beberapa saat kemudian, pintu berat Menara Utara terdorong pelan. Meghan yang tengah membenahi selimut tipis di atas pembaringan Ashton, berbalik seketika. Tat
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Hak
Ruang Sidang di Sayap Timur kastil biasanya hanya digunakan untuk urusan-urusan paling krusial yang enggan disentuh oleh Dewan Menteri. Udara di dalam ruangan itu terasa dingin, dilingkupi aroma kayu cedar tua dan bau lilin lebah yang membakar pelan di sudut-sudut meja bundar.​Ralph berdiri membelakangi pintu masuk, menatap keluar jendela tinggi yang memperlihatkan pemandangan taman rahasia di bawah sana. Dari ketinggian ini, ia masih bisa melihat bayangan sayup Meghan yang sedang menggendong Ashton dalam balutan kain tebal. Jemari Ralph mengepal di belakang punggungnya, cengkeramannya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.​Suara langkah kaki yang teratur dan penuh keanggunan bergema di atas lantai, memecah kesunyian ruangan. Elanor masuk tanpa didampingi pengawal. Ia mengenakan gaun beludru hitam bercorak perak.Pakaian kebesarannya sebagai Ratu yang belum pernah dicopot meski dekrit baru saja disebarkan.​"Langkah yang sangat mengagumkan, Paduka." Suara Elanor mengalun l
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: Resmi
Fajar baru saja menyingsing ketika pesan dari Menara Utara tiba di meja kerja Ratu Elanor.​Tiga bilah belati berlambang Aula Barat yang sebelumnya dibawa oleh para penyusup, kini tertancap di atas meja kayu jati milik sang Ratu. Tidak ada surat, tidak ada pesan tertulis. Hanya darah kering di ujung bilahnya yang menjadi bukti bisu bahwa Ralph tidak hanya menggagalkan rencana senyap itu, tetapi juga mengirimkan ancaman balik yang sangat mematikan.​Elanor berdiri mematung di dekat mejanya. Wajahnya yang biasa anggun kini tampak mengeras, mata kelabunya berkilat penuh amarah yang tertahan. Di hadapannya, Lord Vance dari Dewan Altar menunduk dalam-dalam dengan gemetar.​"Dia ... Paduka Raja telah menyita seluruh dokumen Dewan Altar pagi ini, Yang Mulia," lapor Lord Vane dengan suara bergetar. "Beliau juga mengumumkan bahwa Dewan tidak lagi memiliki hak veto atas urusan garis keturunan kerajaan."​"Paduka Ralph sudah gila," desis Elanor, suaranya sangat rendah namun sarat akan racun.
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Dekrit
Ralph tidak membuang waktu. Pria itu sadar betul, keamanan Menara Utara ada di bawah kendalinya secara penuh, dan tidak ada satu pun orang luar yang bisa menyusup tanpa terdeteksi oleh pengawal pribadinya.​Namun, fakta bahwa ada pergerakan tidak wajar di koridor luar menunjukkan bahwa Aula Barat sedang mencoba menguji batas kesabarannya dengan mengirimkan penyusup amatir.​"Meghan, tetap di ranjang dan jaga Ashton," bisik Ralph tenang namun dingin. Tidak ada kepanikan sama sekali di wajahnya. Ini adalah wilayahnya, dan ia adalah Raja di istana ini.​Meghan terbangun pelan, matanya langsung tertuju pada Ralph yang sudah berdiri tegap. Tanpa bersuara, Meghan mendekap Ashton lebih erat dalam pelukannya, percaya penuh pada pria yang berdiri menjaga mereka.​Ralph melangkah mantap menuju pintu utama, tanpa perlu bersembunyi. Dengan satu gerakan cepat dan berwibawa, ia memutar kunci besi tebal dan membuka pintu ek tersebut selebar-lebarnya.​Di luar koridor, dua komandan pengawal pribadin
Last Updated: 2026-07-20
You May Also Like
The Secret Of Love
The Secret Of Love
Romansa · Azuretanaya
6.7K views
Hasrat Wanita Kedua
Hasrat Wanita Kedua
Romansa · Gumi Gula
6.7K views
I'am Not Cinderella
I'am Not Cinderella
Romansa · Shofi Nur Hidayah
6.7K views
Lusia
Lusia
Romansa · Elios
6.7K views
Kill Me, Love Me
Kill Me, Love Me
Romansa · nura0484
6.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status