author-banner
Ivorybeige
Ivorybeige
Author

Novels by Ivorybeige

Dihina Suami dan Mertua, Didekap Adik Ipar

Dihina Suami dan Mertua, Didekap Adik Ipar

"Demi Tuhan, Shaluna! Bukan Ragan yang gak bergairah, tapi tubuh kamu gak bikin nafsu!" Tiga tahun Shaluna dituntut memiliki anak, tapi bahkan Ragan sendiri jarang menyentuhnya. Perlahan, kebenaran mulai terkuak. Shaluna tahu Ragan bukanlah pria yang menyukai perempuan. Keiran, adik tiri suaminya, orang yang seharusnya dijodohkan dengannya dari awal, datang mengisi tubuhnya. Pria itu menuntut haknya yang sejak awal dicurangi, ia ingin mengambil kembali Shaluna untuk dijadikan istrinya. "Shaluna, sudah saya bilang tubuh kamu nggak salah. Lihat, sekarang kamu hamil anak saya."
Read
Chapter: 96. Faster, Mas
Adrenalin dan sisa-sisa pelepasan sebelumnya masih melingkupi udara lembap kamar mandi itu. Ketika Keiran hendak menarik diri dan merapikan kemejanya yang berantakan, jemari Shaluna yang gemetar mendadak mencengkeram erat kerah kemeja pria itu.​Keiran terhenti, menunduk menatap wanita di hadapannya dengan alis terangkat.​"Jangan pergi dulu," pinta Shaluna. Suaranya parau, berat, dan sarat akan dahaga yang belum terpuaskan.​Mata Shaluna yang berkaca-kaca menatap Keiran lurus-lurus dalam remang-remang. Empat bulan diasingkan di Bogor, diputus dari dunia luar, dan harus menahan rasa kesepian sendirian di tengah perubahan hormon kehamilan yang gila-gilaan telah meruntuhkan seluruh gengsinya. Sentuhan Keiran beberapa menit lalu bukan cuma memicu rindunya, tapi membakar rasa lapar yang kini menuntut lebih.​"Shaluna." Keiran berbisik rendah, mengusap rahang wanita itu. "Pengawal di luar bisa—"​"Aku gak peduli," pangkas Shaluna cepat. Ia menarik kerah kemeja Keiran lebih kuat, memangk
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: 95. Dua Bulan Lagi
Rasa lapar akan presensi Shaluna tidak bisa ditahan lagi oleh Keiran. Enam bulan terasa seperti keabadian, dan Keiran Alvareno bukan pria yang sabar menanti tanpa bertindak.​Celah itu akhirnya muncul di usia kehamilan Shaluna yang memasuki bulan ketujuh. Dastan harus menghadiri jamuan makan malam privat antar-pengusaha senior di sebuah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Selatan. Demi memastikan putri tunggalnya aman dan tidak kesepian di rumah Bogor, Dastan membawa Shaluna ikut serta, menempatkannya di suite room lantai atas hotel tersebut dengan dua pengawal berjaga ketat di depan pintu kamar.​Bagi Dastan, itu adalah perlindungan maksimal. Bagi Keiran, itu adalah undangan dari orang terbuka.​Suara gemericik air dari keran bathtub memecah hening di dalam kamar mandi suite room yang luas dan mewah. Shaluna, yang malam itu mengenakan maternity dress berbahan sutra tipis berwarna hijau zamrud, sedang membungkuk di depan cermin, mengusap lehernya yang terasa gerah. Perutnya kini
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: 94. Akses yang Putus
Malam telah jatuh sepenuhnya saat sedan hitam Tuan Dion akhirnya berhenti di pelataran mansion keluarga Dastan. Hujan gerimis menyiram dedaunan di halaman, menciptakan suasana basah yang makin mempertegas rasa dingin dan sunyi di rumah besar itu.​Dion melangkah turun terlebih dahulu, lalu membukakan pintu untuk Shaluna. Perempuan muda itu melangkah keluar dengan canggung. Langkah kakinya terasa berat, seolah setiap senti tanah yang ia pijak di halaman rumahnya sendiri kini dipenuhi duri penyesalan.​"Ingat, Shaluna," bisik Dion pelan saat mereka berjalan berdampingan menuju pintu utama. "Apa pun yang Papa kamu katakan nanti, bersabarlah. Dia bertindak seperti ini hanya karena dia teramat sangat mencintaimu."​Shaluna tidak menjawab, ia hanya mengangguk pelan seraya merapatkan mantelnya.​Lampu di ruang kerja Dastan di lantai bawah masih menyala. Saat pintu dibuka oleh pelayan, Dastan sudah berdiri di sana, menanti di dekat jendela besar yang menghadap ke taman belakang. Pria tua itu
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: 93. Menjemput Shaluna
Pernyataan Dastan adalah titah mutlak yang tak bisa ditawar. Tuan Dion paham betul, jika ia ingin menyelamatkan kehormatan dua keluarga besar ini, ia harus mengembalikan Shaluna ke bawah pengawasan Dastan sebelum media dan publik mencium aroma skandal ini lebih jauh.​Tanpa membuang waktu, Dion mendatangi penthouse pribadi Keiran. Tempat di mana putranya menyembunyikan Shaluna dari kejaran dunia.​Suara pintu utama penthouse yang terbuka secara paksa membuat Keiran yang sedang berdiri di dekat jendela kaca besar langsung memutar tubuhnya. Matanya yang tajam mendingin begitu melihat sang ayah melangkah masuk, diikuti oleh dua orang pengawal pribadi keluarga Alvareno.​Namun, yang membuat rahang Keiran mengeras seketika adalah tatapan Dion yang tertuju lurus pada Shaluna yang tengah duduk tegang di sofa ruang tamu.​"Bawa Shaluna," perintah Dion datar dan dingin pada kedua pengawalnya.​"Coba saja kalau ada yang berani menyentuhnya," pangkas Keiran cepat. ​Keiran maju beberapa langkah
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: 92. Syarat Mutlak dari Dastan
Berita tentang keributan besar di mansion Tuan Dastan tak butuh waktu lama untuk sampai ke telinga Tuan Dion. Sebagai kepala keluarga Alvareno sekaligus ayah kandung Keiran, ia tidak bisa tinggal diam saat nama besar keluarganya terancam terseret ke dalam skandal panas.​Apalagi, melibatkan putri tunggal dari Dastan, pria taat yang dikenal punya harga diri setinggi langit.​Keesokan harinya, sebuah sedan hitam mewah berhenti di halaman depan rumah Tuan Dastan. Suasana mansion itu masih diselimuti duka dan keheningan.​Tuan Dion melangkah masuk dengan setelan jas rapinya, didampingi oleh asisten pribadinya. Wajah pria paruh baya itu tampak tenang, tatapan matanya sarat akan beban berat usai mendengar laporan mengenai ulah nekat putranya semalam.​Di dalam ruang kerja yang masih menyimpan aroma tegang dari peristiwa semalam, Tuan Dastan duduk di balik mejanya. Wajah Dastan tampak amat lelah, matanya sembap, dan sorot matanya redup. Seperti seorang prajurit yang baru saja kalah dalam pep
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: 91. Mood Bumil
Keiran membukakan pintu mobil, menanti hingga Shaluna masuk dan duduk di kursi penumpang. Pria itu mengitari kap mobil, lalu mengambil posisi di balik kemudi. Sebelum menyalakan mesin, Keiran menarik beberapa lembar tisu dari konsol tengah, mengusap lelehan darah di sudut bibir dan pelipisnya tanpa sedikit pun merintih.​Shaluna memperhatikan pergerakan itu dari samping. Air matanya sudah kering, digantikan oleh tatapan dingin yang tajam menembus netra Keiran.​"Puas, Mas?" tanya Shaluna, suaranya datar sarat akan kecaman yang menusuk.​Gerakan tangan Keiran menyeka darah terhenti sejenak. Ia menoleh, menatap Shaluna yang kini menyilangkan dada dan bersandar tegak di joknya.​"Puas udah bikin Papa makin hancur malam ini?" lanjut Shaluna. "Kamu datang, bukannya ngeredain situasi atau minta maaf baik-baik, kamu malah makin menyudutkan Papa. Kamu tahu betul titik lemah Papa itu nama baik dan gereja, tapi kamu malah sengaja pakai itu buat skakmat dia!"​Keiran menghembuskan napas pelan,
Last Updated: 2026-07-31
Selir Angkuh Kesayangan Paduka

Selir Angkuh Kesayangan Paduka

"Panggilkan pelukis tubuh kerajaan sekarang juga! Aku ingin dia mengukir namaku di tengkuk bangsawan kelas tiga ini. Jika dia merasa terlalu tinggi untuk menjadi istri seorang anak selir, maka biar dia merasakan bagaimana rasanya menjadi selir dari Pangeran Mahkota!" Nadira sudah mati, tapi kemudian hidup pada tubuh seorang putri tunggal dari bangsawan kelas tiga, Meghan. Pada malam pertunangannya, Meghan menolak pinangan dari seorang anak selir dan menghinanya di sana. Membuat murka Pangeran Mahkota, Ralph, ia tiba-tiba dijadikan selir. Kini, tengkuknya berlukiskan tato dengan nama Ralph sebagai pemiliknya. Menyulut amarahnya, Meghan bertekad akan membuat sejarah baru dalam istana ini. Ia akan membuat Ralph menentang semua aturan kuno dengan status selirnya. Akankah Meghan berhasil?
Read
Chapter: Sah
​Ralph telah memanggil tiga orang paling tepercaya di seluruh kerajaan.Gomund, Panglima Garda Utama yang memiliki parut luka silang di pipinya. Bapa Anselm, kepala arsiparis Istana Agung yang memegang naskah-naskah hukum kuno. Lord Silas, seorang bangsawan senior dari Wilayah Barat yang sejak awal diam-diam berseberangan dengan kubu Lord Vance.​Meghan duduk di dekat perapian yang menyala, menimang Ashton yang terlelap tenang. Gaun beludru birunya telah berganti dengan pakaian sutra tebal berwarna merah tua, warna kebesaran keluarga yang secara tidak resmi kini ia kenakan. ​"Ini bukan sekadar pelanggaran adat, Paduka." Suara Bapa Anselm bergetar, jemari tuanya yang keriput menunjuk sebuah gulungan hukum berusia ratusan tahun yang lapuk dimakan usia. "Pernikahan di hadapan Tetua Agung tanpa persetujuan Ratu Resmi yang masih bertakhta adalah perbuatan yang belum pernah tercatat sejak era Perang Tiga Takhta. Jika ini dilakukan sebelum fajar, Dewan Kabinet bisa menganggapnya sebagai k
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Ego
Suara gemertak kayu pintu tebal yang tertutup rapat bergema, menyisakan keheningan yang mencekam di Ruang Sidang.​Ralph berdiri dalam diam. Jemari tangannya yang terkepal erat memutih, menahan amarah yang membakar dada. Nama Carl kini kembali diangkat dari kegelapan oleh Elanor. Dijadikan mata pisau tajam yang diacungkan tepat ke leher putranya.​Di bawah sana, di balik rerimbunan taman rahasia, Meghan tampak mendongak ke arah jendela tinggi tempat sang Raja berdiri. Seolah sanggup merasakan kerapuhan yang membayang di bahu gagah suaminya.Meghan mempererat dekapan pada Ashton kecil, menatap dari kejauhan dengan binar mata yang sarat akan kecemasan.​Ralph mengembuskan napas berat, mencoba memadamkan gelora murkanya sebelum ia melangkah keluar. Konflik beracun ini tidak boleh menyentuh Meghan yang masih dalam masa pemulihan.​Beberapa saat kemudian, pintu berat Menara Utara terdorong pelan. Meghan yang tengah membenahi selimut tipis di atas pembaringan Ashton, berbalik seketika. Tat
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Hak
Ruang Sidang di Sayap Timur kastil biasanya hanya digunakan untuk urusan-urusan paling krusial yang enggan disentuh oleh Dewan Menteri. Udara di dalam ruangan itu terasa dingin, dilingkupi aroma kayu cedar tua dan bau lilin lebah yang membakar pelan di sudut-sudut meja bundar.​Ralph berdiri membelakangi pintu masuk, menatap keluar jendela tinggi yang memperlihatkan pemandangan taman rahasia di bawah sana. Dari ketinggian ini, ia masih bisa melihat bayangan sayup Meghan yang sedang menggendong Ashton dalam balutan kain tebal. Jemari Ralph mengepal di belakang punggungnya, cengkeramannya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.​Suara langkah kaki yang teratur dan penuh keanggunan bergema di atas lantai, memecah kesunyian ruangan. Elanor masuk tanpa didampingi pengawal. Ia mengenakan gaun beludru hitam bercorak perak.Pakaian kebesarannya sebagai Ratu yang belum pernah dicopot meski dekrit baru saja disebarkan.​"Langkah yang sangat mengagumkan, Paduka." Suara Elanor mengalun l
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: Resmi
Fajar baru saja menyingsing ketika pesan dari Menara Utara tiba di meja kerja Ratu Elanor.​Tiga bilah belati berlambang Aula Barat yang sebelumnya dibawa oleh para penyusup, kini tertancap di atas meja kayu jati milik sang Ratu. Tidak ada surat, tidak ada pesan tertulis. Hanya darah kering di ujung bilahnya yang menjadi bukti bisu bahwa Ralph tidak hanya menggagalkan rencana senyap itu, tetapi juga mengirimkan ancaman balik yang sangat mematikan.​Elanor berdiri mematung di dekat mejanya. Wajahnya yang biasa anggun kini tampak mengeras, mata kelabunya berkilat penuh amarah yang tertahan. Di hadapannya, Lord Vance dari Dewan Altar menunduk dalam-dalam dengan gemetar.​"Dia ... Paduka Raja telah menyita seluruh dokumen Dewan Altar pagi ini, Yang Mulia," lapor Lord Vane dengan suara bergetar. "Beliau juga mengumumkan bahwa Dewan tidak lagi memiliki hak veto atas urusan garis keturunan kerajaan."​"Paduka Ralph sudah gila," desis Elanor, suaranya sangat rendah namun sarat akan racun.
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Dekrit
Ralph tidak membuang waktu. Pria itu sadar betul, keamanan Menara Utara ada di bawah kendalinya secara penuh, dan tidak ada satu pun orang luar yang bisa menyusup tanpa terdeteksi oleh pengawal pribadinya.​Namun, fakta bahwa ada pergerakan tidak wajar di koridor luar menunjukkan bahwa Aula Barat sedang mencoba menguji batas kesabarannya dengan mengirimkan penyusup amatir.​"Meghan, tetap di ranjang dan jaga Ashton," bisik Ralph tenang namun dingin. Tidak ada kepanikan sama sekali di wajahnya. Ini adalah wilayahnya, dan ia adalah Raja di istana ini.​Meghan terbangun pelan, matanya langsung tertuju pada Ralph yang sudah berdiri tegap. Tanpa bersuara, Meghan mendekap Ashton lebih erat dalam pelukannya, percaya penuh pada pria yang berdiri menjaga mereka.​Ralph melangkah mantap menuju pintu utama, tanpa perlu bersembunyi. Dengan satu gerakan cepat dan berwibawa, ia memutar kunci besi tebal dan membuka pintu ek tersebut selebar-lebarnya.​Di luar koridor, dua komandan pengawal pribadin
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Ashton
​"Ashton Phoenix Alistair." Ralph mengulanginya dengan nada yang dalam, seolah sedang meresmikan nama itu di dalam dinding menara mereka sendiri. "Nama yang kuat untuk anak yang lahir di tengah badai."​"Dia harus kuat, Paduka," ujar Meghan pelan, jemarinya mengusap pipi halus Ashton. "Karena dia tidak lahir di dunia yang ramah."​Ralph perlahan bangkit, lalu mendudukkan diri di lengan kursi malas Meghan, menopang bahu wanita itu dengan lengan kokohnya. "Dunia luar bisa sekotor yang mereka mau, Meghan. Tapi selama dia berada di menara ini, dia adalah Ashton. Putraku. Dan tidak ada satu pun orang di Aula Barat yang bisa mengubah kenyataan itu."​Meghan menyandarkan kepalanya di dada Ralph, mendengarkan detak jantung suaminya yang konstan dan menenangkan. Di dalam kamar yang sunyi ini, di antara kehangatan pelukan Ralph dan napas teratur Ashton, Meghan merasa benteng pertahanan mereka sudah lebih dari cukup untuk menghadapi apa pun yang sedang disiapkan oleh kerajaan di luar sana.
Last Updated: 2026-07-19
You may also like
SEBELUM BERPISAH
SEBELUM BERPISAH
Romansa · Lis Susanawati
170.7K views
Crazy Rich Baby
Crazy Rich Baby
Romansa · Adinasya Mahila
170.5K views
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami
Romansa · Zizara Geoveldy
170.1K views
Kekasih Rahasia CEO
Kekasih Rahasia CEO
Romansa · Zizara Geoveldy
167.3K views
Anak Rahasia Presdir Impoten
Anak Rahasia Presdir Impoten
Romansa · Rizu Key
167.3K views
Sekretarisku Jilbaber
Sekretarisku Jilbaber
Romansa · yanticeudah
166.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status