Chapter: RatumuRalph duduk di tepi ranjang, membelakangi Meghan seraya mengenakan kembali jubah hitamnya yang sempat tanggal. Gerakannya begitu tenang, efisien, dan tanpa beban. Kamar yang beberapa saat lalu dipenuhi kepasrahan yang menyakitkan, kini mendadak berubah sedingin es. Tidak ada sisa kehangatan, tidak ada afeksi. Udara di sekitar mereka terasa seperti medan perang yang baru saja usai, menyisakan jasad-jasad tak kasat mata."Jangan tunjukkan wajah mati seperti itu ke arahku," ucap Ralph dingin tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Suaranya datar, sedikit menuntut. "Aku tidak suka melihat wanita yang baru saja kupeluk terlihat seolah dia sedang bersiap menghadiri pemakamannya sendiri."Meghan perlahan menarik selimut beludru yang kusut untuk menutupi tubuhnya yang pias dan gemetar. Keheningan malam seolah menertawakan kehancurannya. Sebuah senyum getir yang sarat akan racun terukir di bibirnya yang terluka akibat ciuman kasar pria itu."Bukankah ini memang pemakaman, Paduka?" Suara Me
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-19
Chapter: CalonMeghan tersentak. Rasa hangat yang sempat singgah di dadanya seketika menguap, digantikan oleh gelombang hawa dingin yang menjalar ke sekujur tubuh. Kata-kata Ralph barusan bukan sekadar permintaan, melainkan sebuah perintah mutlak yang merendahkan eksistensinya hingga ke titik terendah."Seorang putra?" Meghan mengulang kalimat itu dengan parau, menyentakkan kepalanya kasar untuk melepaskan diri dari cengkeraman Ralph. Ia mundur dua langkah hingga tumitnya menghantam kaki meja kayu, napasnya memburu naik-turun menahan sesak."Kau mengurungku setahun seperti binatang, membiarkanku gila dalam ketidaktahuan, sementara di luar sana kau bersiap memenggal Elanor karena bayinya meninggal!" Suara Meghan naik satu oktaf, bergetar hebat oleh akumulasi luka dan amarah yang meledak. Air mata kemarahan mengalir deras di pipinya yang kacau. "Dan sekarang ... setelah semua kekejaman itu, kau datang kemari menuntut rahimku? Kau ingin aku melahirkan darah dagingmu? Kau gila! Aku membencimu! Aku l
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-18
Chapter: Seorang AnakMeghan merindukannya.Di antara seluruh rasa muak, trauma, dan dendam yang ia pelihara dalam setahun isolasi, sebuah kenyataan pahit menghantam dadanya tanpa ampun, hatinya masih berdesir hangat saat namanya dipanggil oleh orang yang dia cintai. Namun di saat yang sama, jantungnya serasa dibelah pedang. Rasa cinta dan benci itu melebur menjadi racun yang mencekik tenggorokannya.Setelah satu tahun lamanya terkurung dalam radius lima meter, setelah bermusim-musim mereka tidak saling bertemu dan bertukar pandang, hari ini matanya kembali menatap iris abu itu. Iris mata yang selalu menjanjikan surga sekaligus neraka dalam waktu yang bersamaan."Meghan," panggil Ralph lagi. Suaranya tidak sekasar setahun lalu, melainkan ada nada rendah yang sarat akan kerinduan yang terpendam.Meghan mundur selangkah. Kakinya yang bebas dari rantai terasa lemas. Kepalanya mendadak pening saat menyadari sesuatu yang keliru, sesuatu yang merusak semua spekulasi dan ingatan raga yang ia tempati.Wajah
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-17
Chapter: MeghanSatu tahun. Waktu yang teramat panjang untuk dihabiskan dalam radius lima meter.Meghan tetaplah Meghan. Jiwa Nadira di dalam raga ini terlalu keras kepala untuk menekur dan memohon ampun pada seorang diktator. Ia menolak untuk bersikap baik pada Ralph, menolak menjadi binal seperti selir ayah pria itu, dan alhasil, di sinilah ia sekarang. Terdampar di sudut kamar dengan satu kaki yang masih setia dibungkus besi bundar berantai tebal.Ia tidak lagi tahu tentang kabar di istana ini. Dunia luar seolah telah menghapus keberadaannya.Semua pelayan yang datang mengantar makanan, membersihkan ruangan, dan membantunya berganti baju memiliki satu kesamaan, mereka bisu. Mereka tak pernah dibiarkan berbincang terlalu lama dengan Meghan. Setiap kali Meghan mencoba membuka mulut untuk bertanya, tentang Elanor, tentang politik, atau sekadar hari apa sekarang, para pelayan itu akan langsung gemetar ketakutan dan bergegas pergi.Awalnya, Meghan marah besar dengan aturan isolasi itu. Ia sering
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-17
Chapter: Aku Benci Selir"Aku tidak perlu untuk memohon apa pun." Suara Meghan terdengar serak, tidak ada nada gentar di dalamnya. Ia mendongak, menantang sepasang mata gelap di balik bayangan obor itu. Ralph menunduk, menatapnya dengan senyum miring yang sarat akan cemoohan. "Tidak ingin bebas? Tidak ingin tahu bagaimana hukum berjalan?" Pertanyaan itu sempat membuat pertahanan Meghan goyah. Jiwa Nadira di dalam dirinya menjerit, ingin tahu apakah Elanor masih bernapas di paviliun seberang, atau apakah hukum gantung telah merenggut nyawa Ratu malang itu. Namun, melihat binar manipulatif di mata Ralph, Meghan lekas menarik kembali egonya. Ia mengeraskan rahang, kembali bersikap angkuh. "Tidak perlu. Kebengisanmu sudah terbaca olehku." "Aku bengis bagimu?" Ralph mengangkat sebelah alisnya. Meghan mengangguk mantap, tanpa ragu sedikit pun. Ralph perlahan melangkah maju. Gemerincing rantai di kaki Meghan berbunyi kaku saat wanita itu mencoba menggeser tubuhnya ke belakang. Menjauh hingg
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-17
Chapter: PahlawanBelati di leher Meghan ditarik kembali, menyisakan goresan tipis kemerahan yang terasa perih. Namun, siksaan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Tubuh ringkih Meghan diseret kasar menjauh dari paviliun Ratu Elanor, melewati lorong-lorong dingin, dan diempaskan begitu saja ke lantai kamarnya sendiri. "Aku tidak suka bagaimana selir mencoba mengaturku!" gertak Ralph, suaranya menggelegar memenuhi ruangan, mengirimkan sensor ketakutan yang instan pada setiap pelayan yang berjaga di luar. Mata Meghan merah, wajahnya kacau balau bercampur air mata dan keringat. Ia mendongak, menatap sang tirani dengan napas yang memburu satu-satu. Dia memang bukan pemilik tubuh Meghan yang asli. Ingatan-ingatan masa lalu raga ini tidak sepenuhnya Nadira pahami. Karena jika saja Nadira paham, jika saja ia memiliki ketakutan yang sama dengan Meghan yang asli, ia pasti tahu bahwa menaikkan nada tinggi di depan sang Raja akan langsung dihadiahi hukuman mati yang kejam. Meghan yang asli pasti tidak
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-16