Karena Malam itu, Asisten Rasa Istri
"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.
Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"
..
Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.
Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.
Ā Ā Ā Ā Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?
Read
Chapter: 6. Mulai curigaSuasana tiba-tiba berubah menjadi hening. Mata gelap Sanzio berkilau dingin ketika dia menatap Seana yang sangat gugup dalam keheningan total. Dalam diamnya itu, Sanzio mencoba untuk memastikan seberapa jujur Seana saat ini.Seana juga menatap Sanzio dengan perasaan cemas dan was-was. Sementara telapak tangannya basah karena keringat. Seana merasa seperti dirinya bisa gila kapan saja. Diam-diam, Seana berharap agar Velia tidak mengiriminya pesan lagi.Tepat ketika Seana berpikir, hal ini akan segera berakhir dengan catatan Sanzio mempercayainya. Pria itu tiba-tiba buka suara dengan nada dingin. "Selama libur kantor, pekerjaan apa yang kamu lakukan?.""Saya membuat kerajinan dari tanah liat, Pak. Itu saya lakukan juga sebagai hobi pada awalnya." Jawab Seana."Kerajinan seperti apa itu?.""Membentuk sesuatu yang kita inginkan dari tanah liat, Pak. Lalu hasilnya bisa dijual kalau memang ada peminatnya." Jawab Seana. "Pekerjaan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan saya
Last Updated: 2026-03-06
Chapter: 5. Rencana Ibu Tiri?Seana akhirnya berhasil keluar dari dalam ruang kerja Sanzio, ketika Mike datang mengetuk pintu dengan membawa sebuah laporan untuk disampaikan pada Sanzio.Sanzio menatap Seana yang berada diluar ruangannya melalui kaca, wanita itu selalu berhati-hati dan patuh ketika berada dihadapannya, hingga setiap kali Sanzio sudah tak terlihat didepannya, Seana akan melepaskan sikap tenangnya. Tanpa disadari, sudut bibir Sanzio terangkat, membentuk sebuah senyuman tipis yang aneh.Mike yang memperhatikan Sanzio pun mengernyitkan dahinya, lalu dengan perlahan mengikuti arah pandangan bosnya dan mendapati Seana yang tampak sedang mencari sesuatu di ruangannya sendiri."Seana, Seana. Kamu selalu ceroboh kayak biasanya. Kenapa ga pernah hati-hati sih kalo narok barang." Batin Mike, ketika memperhatikan Seana. Lalu kembali menoleh kearah Sanzio dan menyerahkan sebuah map. "Pak, sudah di pastikan kalau Bu Naya yang memasukkan obat bius di minuman bapak, dimalam itu. Makanya bapak tidak sadarkan diri.
Last Updated: 2026-03-04
Chapter: 4. Panggilan dari Bos Galak?Napas berat terdengar di seberang panggilan, disertai sedikit rasa dingin yang tak dapat dijelaskan.Seana terdiam sejenak karena terkejut, sekaligus bingung. Ia melirik ponselnya lagi. Tetapi saat melihat kearah layar dan membaca nama kontak si penelpon, jantung Seana seakan bisa copot saat itu juga. "Bos galakk"Seana segera berdeham dan bersikap sopan. "Selamat pagi, Pak Zio.""Berangkat ke kantor sekarang juga," kata Zio dengan nada dinginnya, lalu tanpa mengatakan apa pun lagi, pria itu langsung menutup sambungan telepon.Seana kembali menatap layar ponselnya yang gelap dan raut wajahnya berubah menjadi cemberut sedih. Liburan singkatnya kembali harus dipersingkat. Pada akhirnya, Seana dengan terpaksa kembali ke apartemennya untuk berganti pakaian, tetapi sebelum masuk ke lift, Seana menyempatkan diri untuk mampir direstoran bawah, dan memesan pasta untuk Velia.Tak lama kemudian, sesampainya Seana di apartemennya. Velia mengernyitkan dahinya mendapati Seana yang pulang begitu ce
Last Updated: 2026-03-04
Chapter: 3. Berbohong demi menyelamatkan diriKeheningan mencekam menyelimuti ruangan tersebut, suasana menjadi tegang. Meskipun Seana berdiri tegak dan bersikap penuh hormat, jantungnya terasa seperti sedang berdebar kencang.Tatapan berbahaya Sanzio tertuju pada wajah was-was Seana. "Apa maksud kamu dengan 'mungkin'?." Tanya pria itu.Seana menggigit bibir bawahnya, semua terasa sudah berakhir baginya. Sanzio membenci jawaban yang penuh dengan ketidakpastian.Seana menundukkan kepalanya. "Setelah kemarin malam saya mengantar bapak kembali ke kamar, tidak ada orang lain yang masuk," jawabnya dengan nada lirih sembari menggenggam tangannya dengan erat. Seana memastikan suaranya terdengar sangat yakin dan tidak menyisakan ruang untuk keraguan Sanzio.Keheningan kembali menyelimuti selama beberapa saat. Seakan Sanzio sedang mencoba mengingat-ngingat yang sebenarnya terjadi. Sementara Seana tak kuasa menahan diri untuk tidak meratapi betapa lamanya setiap detik yang berlalu bersama atasannya yang menakutkan. Meskipun begitu, Seana h
Last Updated: 2026-03-04
Chapter: 2. Takut KetahuanDengan raut wajah pucat pasi, Seana kembali ke aula hotel. Ketika Velia melihatnya, dia bertanya dengan khawatir. "Lo sakit ya? Kok keliatannya pucet banget".Seana menatap sahabatnya. Hubungan persahabatan mereka sudah terjalin sejak sma. Menatap Velia, mata Seana langsung berkaca-kaca.Melihat Seana hampir menangis, Velia segera melihat ke sekeliling mereka. Karena ada banyak orang disekitar mereka, Velia menggandeng tangan Seana dan mengajaknya ke kamar mandi. "Seana, lo kenapa? Pak Zio tadi bentak lo atau apa? Ayo cerita ke gue!" tanya Velia, terlihat khawatir sekaligus panik. Begitu mereka sampai di kamar mandi, lutut Seana langsung lemas begitu Velia mengunci pintu dibelakang mereka. Dia duduk dilantai dengan wajah pucat. Velia bergegas menghampirinya dan merakul bahunya. "Apa yang udah terjadi, Seana? Jangan sampe Pak Zio ngeliat lo kayak gini. Lo bisa dapet masalah besar," katanya.Semua orang tahu bahwa presiden Kaivandra Internasional Group adalah pria yang tangguh dan tid
Last Updated: 2026-03-04
Chapter: 1. Cinta satu Malam di kamar Hotel."Aku cuma minum sedikit, tapi kenapa rasanya panas banget." Gumam Seana. Karena merasa lemas untuk berdiri, Seana menjatuhkan tubuhnya disamping Zio yang sudah terbaring diatas tempat tidurnya. Seana menoleh, tangannya tanpa sadar meraba dada bidang Zio. "Pak Zio ganteng banget." Katanya tanpa sadar.Matanya terpejam ketika dia mulai mencium bibir Zio tanpa sadar, dan menarik dasi pria itu. ..... Seana Xaviera Levannia telah bekerja sebagai asisten diperusahaan terkemuka dikota ini, perusahaan Kaivandra Internasional Group selama dua tahun penuh. Semua orang mengenalnya sebagai gadis yang rajin, cekatan, bersih, cantik dan jujur. Namun kejadian malam itu, Seana tidak sengaja melakukan sesuatu diluar kebiasaannya. Seana meringis ketika sedikit cahaya matahari mengenai matanya, dengan enggan gadis itu membuka matanya, menyadari bahwa dirinya bangun terlambat hari ini. Perlahan, Seana mengangkat selimut tebal yang menutupi tubuhnya, ia merasa ada sesuatu yang aneh, dan ternyata b
Last Updated: 2026-03-04