Dokter Galak Itu Milikku
Tiga tahun lalu, Aurora Lilian meninggalkan cinta pertamanya tanpa pernah menyangka akan bertemu lagi dengannya.
Kini, saat Aurora memulai karier sebagai perawat, takdir mempertemukannya kembali dengan Leon Rosmarin—mantan kekasih yang kini menjadi dokter bedah terkenal sekaligus direktur muda rumah sakit tempatnya bekerja.
Leon masih sama: dingin, tegas, dan galak. Namun di balik tatapan tajamnya, tersimpan luka masa lalu yang belum benar-benar sembuh. Sementara Aurora berusaha menjaga jarak, Leon justru terus muncul dalam setiap langkahnya.
Bekerja di bawah mantan yang belum melupakannya adalah mimpi buruk. Terlebih ketika perlahan Aurora menyadari bahwa di balik sikap keras Leon, masih ada perasaan yang belum berakhir.
Akankah cinta yang pernah hancur menemukan jalan pulang, atau justru meninggalkan luka yang lebih dalam?
"Kalau memang sudah tidak mencintaiku, kenapa matamu masih mencariku, Aurora?" ❤️🩹👨⚕️👩⚕️
Read
Chapter: Bab 32 komplotan"Klem! Suction! Tekanan darah turun! Siapkan dua kantong darah O negatif!"Perintah saling bersahutan di Instalasi Gawat Darurat. Decitan roda brankar berpacu dengan langkah tenaga medis yang berlari dari satu ruangan ke ruangan lain. Di Rosmarin Medical Center, kepanikan bukan lagi sesuatu yang asing. Setiap detik adalah perlombaan dengan maut.Aurora baru saja selesai membantu mengganti infus seorang pasien ketika Sarah berlari menghampirinya."Kak Aurora! Ada korban kecelakaan beruntun dari Tol Purbaleunyi. Lima pasien sekaligus masuk IGD!"Aurora langsung mengangguk. "Aku ke ruang trauma sekarang."Belum sempat melangkah jauh, suara Florina terdengar tegas."Semua perawat yang bertugas di lantai satu ikut membantu! Aurora, masuk ke ruang operasi satu. Dokter Leon yang memimpin.""Baik, Bu."Aurora mengenakan penutup kepala operasi, masker, lalu mencuci tangan sesuai prosedur. Begitu pintu ruang operasi terbuka, Leon sudah berdiri di depan meja operasi."Vital?""Tekanan delapan pu
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 31 Tak disangka?Ruangan rapat HRD pagi itu dipenuhi suasana tegang.Leon duduk di ujung meja bersama Florina, Irish Helios, Kepala HRD, bagian hukum rumah sakit, dan Kepala Keamanan.Sebuah layar monitor menampilkan rekaman CCTV."Kami sudah memeriksa seluruh rekaman dari lantai VIP," ujar Kepala Keamanan sambil menghentikan video di satu titik. "Dan hasilnya sudah cukup jelas."Semua mata tertuju ke layar.Terlihat Viona menghampiri Aurora di koridor. Keduanya berbincang beberapa menit sebelum Viona menyerahkan map kepada Aurora. Tak lama kemudian Aurora berjalan menuju kamar 307, sementara Viona justru berbalik menuju arah ruang dokter."Kejadian berikutnya terjadi dua belas menit setelah itu," lanjut petugas keamanan.Video berikutnya diputar.Aurora tampak berlari keluar dari kamar VIP dengan pakaian berantakan. Wajahnya dipenuhi kepanikan. Beberapa detik kemudian Leon muncul dari arah lift dan langsung menghampiri Aurora.Ruangan mendadak sunyi.Florina mengembuskan napas panjang."Berarti Auror
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 30 Tatapan yang tak pernah pergiPagi di Rosmarin Medical Center kembali dipenuhi kesibukan. Para dokter dan perawat berlalu-lalang di koridor, sementara suara monitor pasien dan langkah troli obat saling bersahutan. Seolah tidak pernah terjadi apa pun beberapa hari terakhir. Namun bagi Aurora, semuanya terasa berbeda. Sejak insiden pasien VIP, setiap langkahnya terasa lebih berhati-hati.Aurora baru saja selesai memeriksa tanda vital seorang pasien ketika suara Florina memanggilnya dari ujung nurse station."Aurora, ikut saya ke ruangan."Aurora segera mengangguk. "Baik, Bu."Sepanjang perjalanan menuju ruang kepala perawat, pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan. Apa ada kesalahan lagi? Atau... apakah hasil penyelidikan sudah keluar?Sesampainya di dalam ruangan, Florina menutup pintu lalu mempersilakan Aurora duduk."Duduk."Aurora sedikit terkejut. Biasanya Florina langsung berbicara tanpa basa-basi. Ia duduk perlahan sambil menggenggam map di pangkuannya."Ada apa, Bu?"Florina membuka sebuah berkas sebelum me
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 29 Luka yang Belum SelesaiSuara monitor jantung masih berdetak stabil di ruang ICU. Operasi yang berlangsung hampir enam jam akhirnya selesai dengan baik. Leon baru saja keluar dari ruang operasi setelah memastikan kondisi pasien benar-benar stabil. Langkahnya berat, masker sudah dilepas, sementara rambutnya masih sedikit berantakan karena penutup kepala operasi. Aurora berjalan beberapa langkah di belakangnya sambil membawa tablet laporan. Keduanya sama-sama diam. Baru kali ini mereka bekerja bersama dalam operasi sebesar itu. Begitu memasuki ruang dokter, Leon membuka sarung tangan medisnya lalu duduk sebentar. "Bagaimana kondisi pasien di ICU?" tanyanya tanpa menoleh. Aurora segera membuka data. "Tekanan darah mulai stabil, Dok. Saturasi juga membaik. Dokter Dimas sudah melakukan observasi awal." Leon mengangguk pelan. "Bagus." Aurora hendak keluar ketika Leon kembali memanggilnya. "Aurora." Wanita itu berhenti. "Iya, Dok?" "Tadi... kamu bekerja dengan baik." Aurora sedikit terdiam. Kalimat
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 27 Kebenaran yang DisembunyikanLeon memacu mobilnya meninggalkan Rosmarin Medical Center. Pandangannya sesekali beralih ke alamat yang dikirim Samuel. Lokasinya tidak jauh dari rumah sakit, hanya sekitar dua puluh menit perjalanan.Nama yang tertera di layar ponselnya membuat rahangnya mengeras.Rendy Pratama.Nama itu sama sekali asing.Namun Samuel tidak mungkin salah.Selama tiga tahun terakhir, Leon sudah mencoba mencari siapa orang yang membuat Aurora menghilang begitu saja. Setiap jejak selalu berakhir buntu. Kini, akhirnya ada seseorang yang mungkin mengetahui seluruh jawabannya.Tak lama kemudian mobil Leon berhenti di depan sebuah bengkel motor yang tampak sederhana.Ia turun sambil memperhatikan sekitar.Beberapa montir sedang bekerja.Seorang pria berusia sekitar tiga puluh tahun keluar dari ruang kantor kecil sambil membawa secangkir kopi.Begitu melihat Leon, wajah pria itu langsung berubah."...Dokter Leon?"Leon mengernyit."Kamu mengenal saya?"Pria itu tersenyum hambar."Siapa yang nggak kenal Dire
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 26 Seseorang?Operasi darurat akhirnya selesai.Lampu merah di atas ruang operasi berubah menjadi hijau.Pintu terbuka perlahan.Leon keluar lebih dulu sambil melepas masker operasi. Keringat masih membasahi pelipisnya, tetapi sorot matanya tetap tenang.Di belakangnya, Aurora ikut keluar bersama tim perawat lain. Meski tubuhnya lelah setelah hampir lima jam berdiri di ruang operasi, ia tetap membantu membereskan peralatan dengan rapi.Begitu melihat Leon, keluarga pasien langsung berdiri."Dokter... bagaimana kondisi anak saya?"Leon menatap mereka beberapa detik. "Operasinya berhasil. Tapi masa kritisnya belum lewat. Dua puluh empat jam ke depan sangat menentukan."Tangis haru langsung pecah.Seorang wanita paruh baya memegang tangan Leon erat-erat. "Terima kasih, Dokter... terima kasih."Leon hanya mengangguk singkat. "Itu sudah tugas kami."Aurora diam-diam memperhatikan pria itu. Di depan pasien...Leon selalu seperti ini. Dingin, tegas, tetapi memberi rasa aman.Sangat berbeda ketika menghada
Last Updated: 2026-07-14