author-banner
Shinee
Shinee
Author

Novels by Shinee

Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar

Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar

Aurelia mencintai Caleb bahkan sebelum pria itu menjadi suami kakaknya, hingga satu malam terlarang membuatnya menggantikan sang kakak di kamar pengantin dan menyimpan rahasia yang tak pernah Caleb ketahui. Tahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam jarak yang dingin dan penuh luka, sampai kebenaran mulai terkuak dan menyeret mereka ke dalam pusaran hasrat lama, pengkhianatan, dan perasaan yang tak pernah benar-benar padam, membuat Caleb tak lagi rela kehilangan wanita yang tanpa sadar pernah menjadi miliknya.
Read
Chapter: Happy Ending
"Terima kasih untuk semuanya, Sayang," bisik Aurelia lembut, jemari lentiknya perlahan mengusap lebatnya rambut Caleb yang sedang berbaring pasrah di atas pangkuannya.Hari berganti minggu, minggu berganti bulan hingga kehamilan Aurelia kini berada di penghujung hari persalinan. Masa-masa dramatis ngidam hingga couvade syndrome yang sempat menyiksa Caleb telah mereka lalui bersama dengan penuh suka cita.Caleb membuka matanya perlahan, menatap lurus manik mata istrinya dari bawah. "Untuk apa?""Untuk semuanya," sahut Aurelia tersenyum manis, membelai pipi tegap suaminya. "Kau sudah menjadi suami yang sangat siaga dan luar biasa selama ini."Caleb merengkuh jemari tangan Aurelia, mendaratkan ciuman hangat di telapak tangan istrinya. "Karena kau juga memberikan seluruh cintamu untukku dan untuk Maxi. Harusnya aku yang berterima kasih padamu, Nyonya Hamilton."Tiba-tiba, sebuah dorongan kuat menghantam dinding perut Aurelia dari dalam. Bayi di dalam kandungannya menendang cukup keras, me
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: Keluarga Utuh
"Apa kita perlu melakukan bulan madu sekarang, Sayang?" tanya Caleb dengan suara bariton yang serak, melangkah lesu keluar dari kamar mandi seraya menyapu sisa air di sekitar bibirnya.Aurelia bergerak cepat mendekat, merengkuh pinggang tegap suaminya lalu usapan lembut jarinya mengalir di sepanjang punggung Caleb. "Dengan kondisimu yang mual-mual menyiksa seperti ini, sempat-sempatnya kau masih memikirkan bulan madu, Caleb?"Caleb menggelengkan kepalanya tegas, mengabaikan rasa pening yang menghantam kepalanya. "Aku tidak apa-apa, Aureli. Aku ingin memberikan pernikahan yang benar-benar sempurna untukmu. Pesta, bulan madu, dan malam pertama yang penuh cinta. Kita akan mengulangi semuanya dari awal, Sayang."Aurelia menatap lurus manik mata suaminya dengan penuh cinta, menangkup pipi Caleb yang terasa agak dingin. "Kita bisa menahannya dulu. Lain kali saja saat kondisi fisikmu sudah membaik. Saat ini kau benar-benar kacau, wajahmu pucat dan kau terus-menerus mual."Caleb merengkuh tan
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: Dengan Senang Hati
"Terima! Terima! Terima!"Sorak-sorai riuh dari sudut area pesta mendadak menggema memenuhi ballroom megah, memotong langkah Caleb dan Aurelia yang baru saja hendak menghampiri kerumunan tamu undangan.Aurelia memekik kaget, menutupi mulutnya saat pandangannya menembus kerumunan orang yang sedang bersorak heboh. "Astaga, apa yang sedang dilakukan temanmu itu, Caleb?"Tepat di tengah lingkaran para tamu, Roland tampak berlutut anggun di atas satu kaki, mengacungkan sebuah kotak beludru terbuka ke arah Barbara yang terpaku membisu dengan wajah memerah sempurna.Caleb menyunggingkan senyum miringnya, merangkul pinggang Aurelia semakin erat. "Sepertinya dia sedang melakukan apa yang sudah kulakukan padamu beberapa hari lalu, Sayang.""Maksudku, bagaimana bisa dia tiba-tiba melamar Barbara seperti itu?" pangkas Aurelia memajukan tubuhnya, menatap suaminya tak percaya."Kenapa tidak bisa?" tanya Caleb santai, menaikkan sebelah alisnya. "Mungkin selama ini Roland menyukai sahabatmu itu secar
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: Milikmu Selamanya
"Di hadapan Tuhan dan seluruh saksi yang hadir hari ini, aku menyerahkan seluruh hidupku untukmu," ucap Caleb dengan suara bariton rendah yang bergetar penuh kilat emosi, menatap lurus ke dalam manik mata Aurelia.Acara pemberkatan pun dimulai dengan keheningan yang amat sakral. Aurelia dan Caleb berdiri saling berhadapan di depan altar, saling menatap lekat seraya mengaitkan jemari tangan mereka dengan erat. Pendeta yang berdiri membimbing mereka tersenyum lembut, memberi isyarat agar pasangan itu mengucapkan janji suci pernikahan.Caleb meremas lembut jemari Aurelia, menyusupkan ketegasan tanpa keraguan pada setiap kata yang diucapkannya. "Aureli, aku menerima dirimu sebagai istriku. Aku berjanji akan mencintaimu di saat tubuhmu terkuat hingga saat napasmu terlemah. Aku akan menjadi pelindungmu dari kegelapan, menjadi rumah bagi setiap duka dan bahagiamu, serta menyerahkan seluruh jiwa dan ragaku hanya untuk membahagiakanmu dan anak-anak kita sampai maut memisahkan."Air mata bahagi
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: Kita Sepakat.
"Aku tidak pernah membayangkan hari ini benar-benar akan datang dalam hidupku," bisik sebuah suara lembut yang memecah keheningan ruang ganti pengantin yang serba putih dan mewah.Hari yang dinanti-nantikan itu pun akhirnya tiba. Pesta pernikahan Caleb dan Aurelia digelar secara megah dan besar-besaran, dihadiri oleh kalangan elit dari berbagai negara.Pintu ganda ruang ganti berornamen emas terdorong terbuka. Ibu Caleb melangkah masuk dengan anggun, mengenakan gaun berwarna salem yang sangat elegan.Aurelia langsung bangkit berdiri dari kursi riasnya begitu mengenali sosok ibu mertuanya. Setelah sekian lama tidak bertemu, ini adalah pertama kalinya mereka saling bertatapan kembali secara langsung.Wanita paruh baya yang masih tampak sangat jelita itu mengulas senyum haru, mempercepat langkahnya lalu mengulurkan kedua tangan untuk merengkuh tubuh Aurelia ke dalam pelukan yang teramat hangat."Kau cantik sekali, Sayang," puji ibu Caleb lirih, merenggangkan pelukan untuk mengusap kedua
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: Kau Indah
"Kau sudah dilamar oleh pria yang mencintaimu sebanyak dua kali, sedangkan aku sama sekali belum pernah merasakannya sekalipun dalam hidupku!" seru Barbara dengan gaya dramatis, menatap iri pada kilau berlian di jari manis Aurelia.Aurelia meledakkan tawa renyah, menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. "Sabar saja, Barbara. Mungkin doaku untukmu belum dikabulkan, tetapi aku percaya kelak akan ada pria baik hati yang mencintaimu secara ugal-ugalan."Manik mata Aurelia berbinar-binar cerah, tatapannya dipenuhi dengan kebahagiaan yang tak bisa ia sembunyikan. Ia mengagumi cincin baru di jarinya. "Astaga, aku sungguh tidak menyangka Caleb akan melamarku lagi dengan cara seindah itu."Aurelia meraih jemari Barbara, menempelkan telapak tangan sahabatnya tepat di dada kirinya. "Kau dengar ini? Jantungku bahkan masih menggebu-gebu meneriakkan namanya. Tidakkah kau merasa suamiku itu sangat romantis?"Barbara memutar bola matanya jengah, menyunggingkan senyum miringnya. "Coba ingat kembali, sia
Last Updated: 2026-09-30
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh

Kecelakaan mengerikan membuat Aland Amstrong mengalami kelumpuhan. Membuatnya kehilangan semangat hidup. Ia pesimistis akan bisa pulih kembali seperti semula sehingga menolak semua bentuk perawatan yang disarankan. Sofia Angelica, perempuan yang memiliki utang budi terhadap keluarga Amstrong. Pengabdian seumur hidup tidak akan mampu membalas kebaikan keluarga tersebut. Rela melakukan apa pun untuk keluarga Amstrong. Hanya saja, dilamar menjadi menantu dan dipercaya bisa membuat Aland pulih kembali jelas berbeda dengan pengorbanan yang ia maksud. Akankah Sofia menerima lamaran tersebut, mengabdikan diri pada pria yang memohon kematian setiap detiknya?
Read
Chapter: Bukan Malam Pertama
"Apa kau hanya penasaran dengan rambutku, Al?" Aland tersenyum dengan mimik wajah nakal. "Terlalu munafik jika aku mengatakan tidak." Sofia tertawa singkat. "Maaf, kau harus kecewa. Aku tidak akan menanggalkan jilbabku hanya demi memuaskan rasa penasarannya." Aland mendengus, tapi tidak berkomentar apa pun. Sofia pun segera membantunya menanggalkan pakaiannya. Aland hanya diam saat Sofia melakukan tugasnya. Melepaskan dasi, membuka kancing jas. Sofia berhenti sejenak saat tangannya harus membuka kancing kemeja itu satu persatu. Aland melihat keraguan di matanya. Pria itu seketika terkekeh. Kekehan sinis, bukan geli. Sofia mengangkat pandangannya. "Apa?" "Kau tidak sedang merayu, bukan?" Hidung Sofia mengerut sejenak. "Merayu?" "Kau bertingkah seperti gadis lugu begitu ingin membuka kancing bajuku." Sofia melongo, detik berikutnya dia tertawa. "Astaga, apa sangat terlihat sekali. Hais, aku sedang berusaha dan kau malah merusaknya." Sofia memasang wajah pura-pura kesa
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: 22. SAH
"Kau terlihat sangat menawan." Zoe bersiul memuji ketampanan Aland yang ternyata tidak memudar sama sekali meski tidak terawat selama bertahun-tahun. Yah, kalau dari awal setelan pabriknya sudah oke, pasti akan tetap oke. "Kupikir setelan tuxedo ini tidak cocok untukmu." Aland tampil begitu memukau dengan tuxedo warna putih pilihan Zoe. Setiap detail pakaian tersebut menunjukkan keanggunan dan ketampanannya. Tuxedo putih tersebut sangat pas dengan tubuhnya yang tinggi, beruntung bobot tubuhnya sudah mulai bertambah.Kemeja putih yang dikenakannya melengkapi tuxedo dengan sangat sempurna, menciptakan kontras yang elegan. Dasinya ditenun dengan rapi, memberikan sentuhan klasik pada penampilannya. Lengkungan kerah tuxedo yang dipadukan dengan dasi hitam membuatnya terlihat sangat berkelas. Aland juga memilih sepatu kulit hitam yang mengkilap dan sesuai dengan tuxedo putihnya. Semua elemen penampilannya saling melengkapi, menciptakan citra seorang pria yang sangat rupawan dan berwibawa p
Last Updated: 2023-11-01
Chapter: 21. Tidak Ada Batasan
"Apa kau berencana untuk hidup selamanya denganku?" Pertanyaan Aland mengandung sarkasme. Sofia tertegun mendengar pertanyaan tidak terduga itu. Sejujurnya dia juga tidak tahu bagaimana konsep pernikahan dadakan ini. Namanya pernikahan tentu hanya sekali seumur hidup. Setidaknya begitu lah Sofia memaknainya. Namun, beberapa perkataan Aland yang seolah sengaja ingin mencecarnya, menunjukkan bahwa Aland tidak menginginkan pernikahan ini sama sekali."Pastinya kau akan pergi meninggalkanku begitu kau berhasil mencapai tujuanmu, bukan?""Kenapa kau harus menduga-duga sampai sejauh itu.""Itu bukan dugaan. Tapi kenyataan. Hanya wanita gila yang mau menikah dengan pria lumpuh impoten. Dan jelas kau bukan wanita gila.""Bisa tidak kau tidak bicara terlalu sinis.""Wuaaahh, wanita alim penuh nurani rupanya merasa tersinggung."Sofia mengembuskan napas jengah. Aland pria keras kepala, tidak akan ada habisnya sindiran pedas yang dilayangkan pria itu padanya jika ia terus meladeninya. Tapi, j
Last Updated: 2023-10-21
Chapter: 20. Kami Akan Menikah
"Mulai!" Zoe memberikan aba-aba.Baik Sofia atau pun Aland tidak memperlihatkan gerakan menyentak, tetapi tubuh mereka tiba-tiba tegang dan saling menggenggam dengan erat."Kamu ingat taruhannya?" Sofia mempertahankan ekspresi wajahnya tetap terlihat tenang. Tidak mempertontonkan pada Aland betapa keras usaha yang ia kerahkan untuk tetap mempertahankan pergelangan tangannya tetap lurus.Aland tidak merespon. Pria itu lebih memilih fokus pada pertarungan daripada perjanjian sepihak yang dicetuskan oleh Sofia. Andai Maurin tidak meragukannya, Aland tidak akan merespon ide konyol wanita yang bertarung dengannya ini. Astaga, ia tidak tahu apa ia harus terkejut atau tertawa. Menikah karena kalah tarung panco, ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. "Aku tahu kau ingat dengan kesepakatannya." Sofia kembali berkata. "Tapi aku akan mengingatkanmu sekali lagi. Jika aku menang, kita akan menikah." Sofia tidak menambahkan kemungkinan jika dia kalah, karena dia sangat yakin bahwa kemenangan a
Last Updated: 2023-10-15
Chapter: 19. Aku Siap!
"Bagaimana kalau kita adu panco?"Aland kira ide menikah dengan Sofia lah yang paling menggelikan, tidak tahunya cara menerima usulan ide tersebut lah yang paling tidak masuk akal hingga berhasil membuatnya ingin marah juga tertawa dalam saat bersamaan. Bagaimana bisa adu panco dijadikan acuan untuk sebuah pernikahan. "Bagaimana, apa jawabanmu?" Desak Sofia yang terlihat seolah ia memang ingin menjadi nyonya Amstrong. Aland berani mempertaruhkan apa pun bahwa Sofia sama sekali tidak tertarik padanya. Aland mendongak, matanya menyipit memandangi tubuh ramping di balik baju yang begitu longgar. Lalu, tatapan Aland jatuh pada tangan femininnya yang lentur. Tatapan Aland kembali naik ke atas. Ke wajah Sofia yang minim akan polesan. Bahkan bibir Sofia sedikit pucat, pertanda gadis itu tidak mengenakan kosmetik sama sekali."Kau sungguh ingin menikah denganku?" Aland hanya bertanya basa basi. "Ya, jika aku menang."Dan Sofia yakin ia akan menang 100 persen. Dalam keadaan normal, jika pri
Last Updated: 2023-10-13
Chapter: 18. Kesepakatan
Aland berbaring hanya mengenakan celena pendek ketat berwarna hitam. Sementara Abel mulai memberikan pijatan ditubuhnya. Pijatan Abel mungkin tidak semenyiksa pijatan Sofia, tapi Aland benar-benar tidak nyaman dengan sentuhan wanita itu. "Pijat lah di titik yang seperlunya saja," ucapnya dengan dingin meski ia sendiri tidak yakin apa memang ada titik-titik tertentu.Abel tertawa renyah, tidak ambil hati dengan ucapan dingin yang dilontarkan Aland. "Aku lah terapisnya, Aland. Kau tinggal menikmati, maksudku tinggal menunggu hasil." Pijatan Abel naik ke betis, terus maju ke paha bagian dalam, tangannya terus saja bergerak, bukannya memberi pijatan tapi wanita itu justru dengan sengaja berusaha untuk merangsangnya. Aland merasa mual dan jijik, belum lagi tatapan Abel yang fokus pada organ bagian intimnya. Celana renang super ketat yang ia kenakan tentulah akan dengan mudah mempertontonkan reaksi atas sentuhan Abel. Organ intimnya tetap saja tidur dengan nyaman, tidak memberikan reaksi
Last Updated: 2023-10-10
Istriku Cacat, Istriku Malang

Istriku Cacat, Istriku Malang

Ketika ketulusan tidak dihargai, kesetiaan dipermainkan dan cinta dinodai. Apa yang harus kau lakukan? Ellard Willard merasa kebahagiaannya direnggut paksa dengan kematian tunangannnya Naura pasca kecelakaan naas yang dialaminya. Emily Laura, wanita yang menjadi tersangka atas kematian Naura, harus menanggung kemarahan dari Ellard. Dendam yang membutakan hati mengantarkan mereka pada suatu hubungan yang sangat rumit. Hubungan yang membuat seorang Ellard tersesat dalam kenikmatan yang tidak bisa ia artikan.
Read
Chapter: Happy Ending
"Wueekk!" Emily memuntahkan isi perutnya. Wajahnya pucat pasi, seakan menahan sakit yang luar biasa.Ellard pun terbangun begitu mendengar Emily muntah. Dengan sigap ia berlari ke dalam toilet."Kau baik-baik saja?" tanya Ellard penuh khawtir. "Wajahmu pucat. Apa kau memakan sesuatu yang salah?"Emily mengernyit, menatap bingung ke arah Ellard melalui cermin besar yang ada di hadapannya."Aku suamimu, kita sudah menikah beberapa tahun," jelas Ellard sebelum Emily sempat bertanya."Aku merasa mual," adu Emily dengan wajah meringis menahan sakit."Akan kupanggil Morin untuk memeriksa," Ellard pun menuntun Emily ke luar dari dalam toilet. Ia juga membantu Emily untuk membaringkan tubuhnya di atas ranjang lalu mengambil ponse untuk menghubungi saudarinya -Morin."Emily mual dan muntah. Tolong kau periksa dia," ucap Ellard to the point begitu panggilannya terhubung. "Sekarang juga!" imbuhnya penuh tekanan."M
Last Updated: 2021-07-29
Chapter: Aku Adalah Suamimu
Emily melihat jam tangannya. Pukul 16.01. Belum waktunya pulang jam kantor tapi Ellard sudah berada di kamar mereka."Kau pulang cepat hari ini?" Emily berjalan mendekat ke arahnya.Ellard mengangguk sambil tersenyum. "Mulai hari ini aku akan bekerja dari rumah," menarik Emily agar duduk di atas pangkuannya."Kenapa?""Perusahaan membosankan. Kau juga selalu ingkar janji. Tidak pernah datang tepat waktu," Ellard mengecup tengkuk Emily.Emily hanya diam karena tidak tahu harus memberi reaksi seperti apa."Apa yang sedang kau kerjakan?" tanya Emily mengalihkan topik."Aku sedang mencari fotoku yang paling keren," sahut Ellard sembari menunjukkan layar laptopnya."Untuk apa?" tanya Emily dan mulai memperhatikan satu persatu foto Ellard."Aku akan memajangnya di kamar kita. Di setiap sudut ruangan." Ellard menatapnya teduh. Kembali perasaan berkecamuk menghampirinya. Pembicaraan Emily dan Frans kini terdengar jelas di telingan
Last Updated: 2021-07-29
Chapter: Alzheimer
"Aku akan datang membawakan makan siang untuk kita," Emily berjinjit dan mendaratkan satu kecupan hangat di pipi kanan Ellard."Aku sudah memasukkan nomorku di ponselmu. Segera angkat teleponku jika aku menghubungimu," Ellard mengusap lembut kepala Emily.Sesungguhnya ia tidak ingin meninggalkan Emily disaat benaknya menyisakan banyak tanya yang menuntut jawaban ada apa gerangan yang terjadi dengan istrinya.Kejanggalan-kejanggalan sikap Emily sangat mengusiknya. Jika mengikuti kata hatinya, ingin rasanya ia membawa Emily ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.Ellard sebenarnya sudah memiliki dugaan-dugaan atas apa sebenarnya yang sedang dialami Emily. Apa pun itu sesungguhnya ia tidak peduli. Hanya saja yang ia khawatirkan hal itu bisa melukai dan menyakiti Emily. Sungguh ia tidak akan sanggup lagi untuk melihat Emily terluka. Untuk itu lah ia juga menahan diri agar tidak bertanya secara terang-terangan kepada Emil
Last Updated: 2021-07-27
Chapter: Kau Mahkotaku
"Argghhhhh!!" teriakan Emily sontak saja membuat Ellard terbangun dari tidur nyenyaknya."Ada apa, sayang?" Ellard menatap Emily khawatir. Apa gerangan yang membuat Emily histeris di pagi hari. Ya, Ellard melirikkan mata ke arah nakas dan melihat jam weker yang menunjukkan jam 05.30."Apa kau mengalami mimpi buruk?" mengulurkan tangan berniat untuk memeluk dan menenangkan Emily.Plak!Emily dengan kasar menepis tangan Ellard dan baru lah pria itu menyadari cara Emily menatapnya begitu berbeda. Seperti orang asing yang takut melihat keberadaannya."Emily?" panggil Ellard penuh hati-hati, tapi jangan tanya jantungnya yang memompa, berpacu lebih cepat. Ke mana tatapan teduh yang selalu Emily tunjukkan padanya selama ini. Apakah Emily mulai berubah fikiran. Pertanyaan demi pertanyaan menyerang batinnya, membuat perasaannya semakin tidak menentu."SIAPA KAU?! KENAPA KAU ADA DI KAMARKU?!"Butuh beberapa d
Last Updated: 2021-07-27
Chapter: Ada Yang Salah
“Selamat datang!” Emily merentangkan kedua tangannya menyambut kepulangan Ellard.Mendapat sambutan ceria dari Emily, Ellard mengulum senyumnya. Segera meletakkan tas kerjanya, Ellard pun membawa Emily ke dalam pelukannya. “Kau sangi sekali,” bisik Ellard dengan nada menggoda.“Aku sengaja melakukannya untuk membuatmu senang. Apa kau terhibur? Aku berdandan untukmu,” seru Emily dengan wajah merona.Perasaan Ellard dipenuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran. Tadinya ia menolaj untuk bekerja dalam waktu dekat. Namun Emily terus saja membujuknya, dengan syarat akan sering mengunjungninya ke kantor. Baru hari pertama bekerja, Emily sudah mengingkari janjinya. Ellard menantikan kedatanganya namun istrinya tak kunjung datang. Ia uring-uringan tidak jelas. Mencoba menghubungi telepon rumah, namun istrinya tidak berada di sana membuatnya semakin galau.Namun begitu melihat sambutan Emily yang manis, kegalau
Last Updated: 2021-07-21
Chapter: Aku Takut Melupakannya
“Apakah kita akan tinggal di sini?” tanya Ellard begitu mereka kembali ke dalam kamar. Ellard masih merasa tidak nyaman jika berlama-lama duduk bersama Rebcca. Beruntung Morin dan Jovan ada jadwal operasi sehingga mereka segera pergi setelah sarapan.“Apa kau keberatan?” Emily yang merapikan tempat tidur menghentikan kegiatannya dan menoleh pada Ellard yang duduk manis di sofa seraya memperhatikannya.“Aku tidak keberatan, hanya saja kita juga memiliki rumah,” Ellard beralasan. Faktanya ia memang tidak menyukai harus tinggal di dalam satu atap bersama Rebecca.“Rumahnya sudah kujual,” cicit Emily dengan wajah memelas.Ellard mengerjap, mencoba mencerna kalimat yang baru saja dicetuskan oleh Emily.“Apa kau mengatakan bahwa kau sudah menjual rumah kita, sayang?”Emily menganggukkan kepala, “Aku sudah pernah mengatakan bahwa aku kesepian. Rumah itu selalu
Last Updated: 2021-07-21
You May Also Like
SAHAM 50 PERSEN
SAHAM 50 PERSEN
Romansa · Rumi Cr
4.5K views
Bukan Cinta Biasa
Bukan Cinta Biasa
Romansa · Ye Seul
4.5K views
Takdir Miranda
Takdir Miranda
Romansa · Kanya Kalyana Kamanika
4.5K views
Tanpa Restu
Tanpa Restu
Romansa · Lan
4.5K views
Bad Agreement
Bad Agreement
Romansa · Cahya46
4.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status