分享

22. SAH

作者: Shinee
last update publish date: 2023-11-01 13:07:08
"Kau terlihat sangat menawan." Zoe bersiul memuji ketampanan Aland yang ternyata tidak memudar sama sekali meski tidak terawat selama bertahun-tahun. Yah, kalau dari awal setelan pabriknya sudah oke, pasti akan tetap oke.

"Kupikir setelan tuxedo ini tidak cocok untukmu."

Aland tampil begitu memukau dengan tuxedo warna putih pilihan Zoe. Setiap detail pakaian tersebut menunjukkan keanggunan dan ketampanannya. Tuxedo putih tersebut sangat pas dengan tubuhnya yang tinggi, beruntung bobot tubuhnya
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (5)
goodnovel comment avatar
Indo Nesia
blom Ada kelajutannya
goodnovel comment avatar
Eka Wijiati
kapan update nyaa
goodnovel comment avatar
Olida Br Manik
ga sabar pengen lanjutannya kak
查看全部評論

最新章節

  • Dinikahi Tuan Muda Lumpuh   Bukan Malam Pertama

    "Apa kau hanya penasaran dengan rambutku, Al?" Aland tersenyum dengan mimik wajah nakal. "Terlalu munafik jika aku mengatakan tidak." Sofia tertawa singkat. "Maaf, kau harus kecewa. Aku tidak akan menanggalkan jilbabku hanya demi memuaskan rasa penasarannya." Aland mendengus, tapi tidak berkomentar apa pun. Sofia pun segera membantunya menanggalkan pakaiannya. Aland hanya diam saat Sofia melakukan tugasnya. Melepaskan dasi, membuka kancing jas. Sofia berhenti sejenak saat tangannya harus membuka kancing kemeja itu satu persatu. Aland melihat keraguan di matanya. Pria itu seketika terkekeh. Kekehan sinis, bukan geli. Sofia mengangkat pandangannya. "Apa?" "Kau tidak sedang merayu, bukan?" Hidung Sofia mengerut sejenak. "Merayu?" "Kau bertingkah seperti gadis lugu begitu ingin membuka kancing bajuku." Sofia melongo, detik berikutnya dia tertawa. "Astaga, apa sangat terlihat sekali. Hais, aku sedang berusaha dan kau malah merusaknya." Sofia memasang wajah pura-pura kesa

  • Dinikahi Tuan Muda Lumpuh   22. SAH

    "Kau terlihat sangat menawan." Zoe bersiul memuji ketampanan Aland yang ternyata tidak memudar sama sekali meski tidak terawat selama bertahun-tahun. Yah, kalau dari awal setelan pabriknya sudah oke, pasti akan tetap oke. "Kupikir setelan tuxedo ini tidak cocok untukmu." Aland tampil begitu memukau dengan tuxedo warna putih pilihan Zoe. Setiap detail pakaian tersebut menunjukkan keanggunan dan ketampanannya. Tuxedo putih tersebut sangat pas dengan tubuhnya yang tinggi, beruntung bobot tubuhnya sudah mulai bertambah.Kemeja putih yang dikenakannya melengkapi tuxedo dengan sangat sempurna, menciptakan kontras yang elegan. Dasinya ditenun dengan rapi, memberikan sentuhan klasik pada penampilannya. Lengkungan kerah tuxedo yang dipadukan dengan dasi hitam membuatnya terlihat sangat berkelas. Aland juga memilih sepatu kulit hitam yang mengkilap dan sesuai dengan tuxedo putihnya. Semua elemen penampilannya saling melengkapi, menciptakan citra seorang pria yang sangat rupawan dan berwibawa p

  • Dinikahi Tuan Muda Lumpuh   21. Tidak Ada Batasan

    "Apa kau berencana untuk hidup selamanya denganku?" Pertanyaan Aland mengandung sarkasme. Sofia tertegun mendengar pertanyaan tidak terduga itu. Sejujurnya dia juga tidak tahu bagaimana konsep pernikahan dadakan ini. Namanya pernikahan tentu hanya sekali seumur hidup. Setidaknya begitu lah Sofia memaknainya. Namun, beberapa perkataan Aland yang seolah sengaja ingin mencecarnya, menunjukkan bahwa Aland tidak menginginkan pernikahan ini sama sekali."Pastinya kau akan pergi meninggalkanku begitu kau berhasil mencapai tujuanmu, bukan?""Kenapa kau harus menduga-duga sampai sejauh itu.""Itu bukan dugaan. Tapi kenyataan. Hanya wanita gila yang mau menikah dengan pria lumpuh impoten. Dan jelas kau bukan wanita gila.""Bisa tidak kau tidak bicara terlalu sinis.""Wuaaahh, wanita alim penuh nurani rupanya merasa tersinggung."Sofia mengembuskan napas jengah. Aland pria keras kepala, tidak akan ada habisnya sindiran pedas yang dilayangkan pria itu padanya jika ia terus meladeninya. Tapi, j

  • Dinikahi Tuan Muda Lumpuh   20. Kami Akan Menikah

    "Mulai!" Zoe memberikan aba-aba.Baik Sofia atau pun Aland tidak memperlihatkan gerakan menyentak, tetapi tubuh mereka tiba-tiba tegang dan saling menggenggam dengan erat."Kamu ingat taruhannya?" Sofia mempertahankan ekspresi wajahnya tetap terlihat tenang. Tidak mempertontonkan pada Aland betapa keras usaha yang ia kerahkan untuk tetap mempertahankan pergelangan tangannya tetap lurus.Aland tidak merespon. Pria itu lebih memilih fokus pada pertarungan daripada perjanjian sepihak yang dicetuskan oleh Sofia. Andai Maurin tidak meragukannya, Aland tidak akan merespon ide konyol wanita yang bertarung dengannya ini. Astaga, ia tidak tahu apa ia harus terkejut atau tertawa. Menikah karena kalah tarung panco, ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. "Aku tahu kau ingat dengan kesepakatannya." Sofia kembali berkata. "Tapi aku akan mengingatkanmu sekali lagi. Jika aku menang, kita akan menikah." Sofia tidak menambahkan kemungkinan jika dia kalah, karena dia sangat yakin bahwa kemenangan a

  • Dinikahi Tuan Muda Lumpuh   19. Aku Siap!

    "Bagaimana kalau kita adu panco?"Aland kira ide menikah dengan Sofia lah yang paling menggelikan, tidak tahunya cara menerima usulan ide tersebut lah yang paling tidak masuk akal hingga berhasil membuatnya ingin marah juga tertawa dalam saat bersamaan. Bagaimana bisa adu panco dijadikan acuan untuk sebuah pernikahan. "Bagaimana, apa jawabanmu?" Desak Sofia yang terlihat seolah ia memang ingin menjadi nyonya Amstrong. Aland berani mempertaruhkan apa pun bahwa Sofia sama sekali tidak tertarik padanya. Aland mendongak, matanya menyipit memandangi tubuh ramping di balik baju yang begitu longgar. Lalu, tatapan Aland jatuh pada tangan femininnya yang lentur. Tatapan Aland kembali naik ke atas. Ke wajah Sofia yang minim akan polesan. Bahkan bibir Sofia sedikit pucat, pertanda gadis itu tidak mengenakan kosmetik sama sekali."Kau sungguh ingin menikah denganku?" Aland hanya bertanya basa basi. "Ya, jika aku menang."Dan Sofia yakin ia akan menang 100 persen. Dalam keadaan normal, jika pri

  • Dinikahi Tuan Muda Lumpuh   18. Kesepakatan

    Aland berbaring hanya mengenakan celena pendek ketat berwarna hitam. Sementara Abel mulai memberikan pijatan ditubuhnya. Pijatan Abel mungkin tidak semenyiksa pijatan Sofia, tapi Aland benar-benar tidak nyaman dengan sentuhan wanita itu. "Pijat lah di titik yang seperlunya saja," ucapnya dengan dingin meski ia sendiri tidak yakin apa memang ada titik-titik tertentu.Abel tertawa renyah, tidak ambil hati dengan ucapan dingin yang dilontarkan Aland. "Aku lah terapisnya, Aland. Kau tinggal menikmati, maksudku tinggal menunggu hasil." Pijatan Abel naik ke betis, terus maju ke paha bagian dalam, tangannya terus saja bergerak, bukannya memberi pijatan tapi wanita itu justru dengan sengaja berusaha untuk merangsangnya. Aland merasa mual dan jijik, belum lagi tatapan Abel yang fokus pada organ bagian intimnya. Celana renang super ketat yang ia kenakan tentulah akan dengan mudah mempertontonkan reaksi atas sentuhan Abel. Organ intimnya tetap saja tidur dengan nyaman, tidak memberikan reaksi

  • Dinikahi Tuan Muda Lumpuh   4. Aku Menolak

    Aland sudah bersiap hendak menyemburkan makian begitu mendengar pintu kamarnya dibuka lagi. Begitu melihat sahabatnya, Zoe, ia hanya mendengus, memalingkan wajah."Hei, Dude...""Kenapa kau lama sekali, aku hampir mati kedinginan.""Yang kulihat justru sebaliknya," Zoe sengaja memancing dan tepat s

  • Dinikahi Tuan Muda Lumpuh   3. Wanita Pembangkang

    Sofia spontan mengembuskan napas begitu ia keluar dari dalam kamar Aland. Tubuhnya bersandar di daun pintu sambil memegangi dadanya. Degupannya begitu terasa di tangan. Sumpah demi apa pun, dia begitu gugup, panik, takut dan juga iba. Aland begitu berbeda, sangat berbeda dari yang ada di dalam inga

  • Dinikahi Tuan Muda Lumpuh   2. Teman Lama

    "Pergi! Apa kau tidak mendengar apa yang kukatakan, Pelacur!" Terdengar gema kemarahan dari sosok pria yang tengah duduk di atas kursi roda. Tatapannya dingin, sedingin kabut di musim salju. Penampilannya berantakan dengan hanya mengenakan jubah mandi di tubuhnya yang sudah tidak terpasang dengan b

  • Dinikahi Tuan Muda Lumpuh   1. Lamaran Dadakan

    1. Lamaran Dadakan"Bagaimana, Sofia, apa kamu menerima lamaran kami?"Sofia tidak tahu harus menjawab apa karena mendapat lamaran di hari kepulangannya ke tanah air tercinta. Terlebih, lamaran tersebut diajukan oleh sosok yang punya andil besar di hidupnya.Mr. Amstrong, pria bule yang memutuskan

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status