author-banner
Pena Naima
Author

Novels by Pena Naima

Jerat Skandal CEO

Jerat Skandal CEO

Di mata dunia luar, Reno Adiyaksa Salim adalah sosok yang sempurna. Namun, bagi Erika, pria itu adalah iblis yang nyata. Hanya karena tak sengaja melihat adegan terlarang, Erika dijebak dalam skandal menghebohkan seantero negeri. Namanya tercemar, harga dirinya diinjak-injak, hingga kehormatannya pun tak lagi berharga. Di tengah keterpurukan, Erika berusaha berontak berbekal nyali. Tapi percuma, karena Reno selalu memenangkan semua permainan. Erika terpuruk, di situlah Reno memperkuat tahtanya dengan menjadi pahlawan dan memberi Erika pilihan. Pilihan yang mustahil Erika terima, tapi Reno tetaplah sang penentu. Dijerat dalam pernikahan ilusi, pria itu menjadikannya tameng untuk menutupi wajah aslinya. Di balik janji suci yang diucapkan Reno, tersimpan runtutan derita yang Erika hadapi setiap saat. Akankah Erika berhasil bebas dari jeratan sang CEO, ataukah justru terjebak selamanya dalam cinta sesat yang selalu Reno sebut sebagai perlindungan?
Read
Chapter: 39. Rindu.
Satu bulan berlalu. Setelah kepergian Erika, Keadaan kembali seperti semula. Pagi ini, Reno bangun kesiangan. Malas sekali walau hanya untuk berangkat ke kantor. Tapi ia selalu dituntut harus sempurna dalam segala hal. Dengan tubuh yang masih terbalut piyama garis salur hitam, ia membuka lemari es. Mengambil air putih dan segera menuangkannya ke dalam gelas. Rambutnya berantakan. Wajahnya pun belum sempat ia bersihkan. Reno meneguk air hingga habis satu gelas penuh. Sejenak, pria itu terdiam sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Sudah satu bulan tapi rindu itu begitu menyesakkan dada. Entah di mana Erika sekarang. Sejak kepergiannya hari itu, ia kehilangan segalanya. Semua akses kontak telah diblokir. Bel pintu berbunyi. Reno berjalan malas ke depan. Begitu melihat kakeknya dari layar interkom, langkah Reno terhenti sejenak. Raut wajahnya berubah kesal. Pagi yang sudah terasa berat itu mendadak semakin sesak. Ia menghela napas panjang sebelum akhirnya menekan tomb
Last Updated: 2026-05-20
Chapter: 38. Pergi.
Laura menunggu Erika mengambil minuman di ruang tamu. Wanita itu duduk elegan seperti biasa, sambil memainkan gadget. Sadar telah menunggu cukup lama, ia menatap ambang ruangan di mana tadi Erika melewatinya. "Lama sekali dia," gumamnya lirih. Sejenak, ia tidak peduli dan memilih melanjutkan main sosmed. Sesekali ia tertawa melihat artikel tentang hubungan antara dirinya dan Reno yang semakin santer diberitakan. Namun, atensinya tiba-tiba terganggu saat tahu Reno juga sudah cukup lama berada di dalam kamarnya. Laura melihat jam di tangan. Diam sejenak, kemudian bangkit. Melempar ponselnya ke sofa, kemudian berjalan cepat menuju ambang ruangan kamar Reno dan ruang penyimpanan minuman. Namun, saat sampai di pintu lorong, langkahnya terhenti saat ia melihat Erika menghampirinya, dengan sebotol anggur di tangannya. Laura bersecih. Mata besarnya mendelik menunjukan keangkuhannya. "Lama sekali kau ini, dari mana saja, Hah? Tidur?" Dengan sisa gugup yang masih menguasai, Erika berusaha
Last Updated: 2026-05-19
Chapter: 37. Ruang penyimpanan minuman.
PLAKK!Tamparan itu terasa begitu panas di pipi Reno. Namun anehnya, pria itu justru tersenyum—senyum seolah mengejek kemarahan Erika.Erika gemetar. Dadanya naik turun, bukan karena lelah, tapi karena tidak menyangka Reno bisa berkata sejauh itu. “Kurang ajar kau, Reno.”Reno memiringkan kepala, menatapnya seolah sedang menilai sesuatu yang tak berarti di matanya. “Kau ini bodoh atau bagaimana?” ucapnya ringan, menusuk lebih dalam dari tamparan barusan. “Atau ... sejak awal kau memang berharap bisa bersamaku?”Hening.Sementara Laura hanya sebagai saksi adegan dramatis suami istri itu.Kata-kata Reno jatuh seperti palu, menghancurkan sesuatu yang selama ini Erika coba pertahankan. “Jangan seenaknya bicara,” suara Erika bergetar. Ia berusaha tegar, tapi matanya mulai berkaca-kaca. “Aku tidak pernah berharap apa-apa darimu.”“Tidak?” Reno terkekeh pelan, lalu melangkah mendekat. Terlalu dekat. “Lalu semua itu apa, Erika? Tatapanmu, perhatianmu, atau cara kau selalu datang setiap aku me
Last Updated: 2026-05-15
Chapter: 36. Berpisah
Berpisah. Laura duduk bersilang kaki di depan meja kerja Reno. Tanpa basa-bas, wanita itu langsung bertanya, "Jujur saja, semalam, benarkah kau yang melakukannya?" Hening. Reno dan Laura saling memandang satu sama lain. Sekian lama hubungan mereka merenggang. Bukan karena Reno berpaling. Tapi memang sejak awal, ia tidak pernah menyukai wanita itu. Trauma dan tekanan batinnyalah yang membuatnya melakukan itu. Reno membuang napas kasar. "Memangnya, kau melihat wajah orang lain?" tanya Reno. Sekalian meyakinkan Laura meskipun ia tengah berdusta. Laura menolehkan wajahnya ke arah lain, kemudian kembali menatap Reno. "Aneh saja, aku merasa ... ada yang berbeda. Jadi aku ragu apakah itu kau atau bukan." Reno terkekeh. "Bukan hanya kau yang merasakannya. Aku juga," jawabnya datar. "Lalu kira-kira ... apa penyebabnya?" Laura tersenyum lebar. Raut wajahnya berubah sinis. "Kau pikir aku bodoh? Sejak awal aku tahu niatmu. Kau menjadikan segala sesuatu harus kau sendiri yang menjad
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: 35. Benci tapi Cinta.
Berubah"Aaahh, Renooo ...." Suara desahan pasrah Laura begitu bagian intimnya dihantam milik pria yang kini berada di atas tubuhnya.Wanita itu tersenyum. Dengan mata terpejam, ia menikmati setiap dorongan kuat yang dilancarkan padanya. "Aahh, aaahh ...." Laura memekik. Kenikmatan tiada Tara yang sudah cukup lama tidak ia rasakan bersama Reno.Saat ini, mereka berada di Villa Salim. Menghabiskan malam bersama penuh gairah.Malam itu, tidak ada yang mampu menggantikan kebahagiaan Laura. Kehangatan yang sempat menghilang kini kembali dalam dekapan.Pagi menjelma bak dunia baru. Laura keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya. Menatap Reno yang sudah siap dengan balutan busana formalnya.Sedikit memicing saat ia melihat Nico sudah ada di kamarnya juga. Laura berdecih. "Kamu itu tidak berhak masuk ke dalam kamar ini. Karena di sini adakah tempat eksklusif milikku dan Reno."Sementara Reno mengikat dasinya, Nico tersenyum santai menghadapi Laura. Seolah ia memang sudah biasa m
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: 34. Ribut.
Erika berdiri menyambut kedatangan Laura. Senyumnya terbit ramah seolah tak ada masalah apapun diantara mereka. "Sepetinya, kau senang sekali hari ini," ucap Laura. Diiringi senyum sinis. Erika membalasnya dengan senyum luas dan tenang. "Tentu, ini adalah hari pertamaku dibebaskan Reno. Tidak salah kan kalau aku menikmatinya?" Tangan Laura terangkat mengusap bahu Erika pelan. "Iya, mungkin ini adalah pertanda jika Reno mulai mengambil keputusan," ucapnya. "Jangan terkejut jika nanti Reno meninggalkanmu." Erika sedikit terkejut dengan ucapan Laura. Tapi dengan cepat ia mengatur perataan agar tidak mudah terpancing oleh kata-kata Laura yang seolah mengintimidasinya. "Benarkah?" tanyanya masih dengan sikap tenang. Laura terkekeh. "Apakah ... Reno bilang tidak akan pulang?" Jantung Erika serasa ditembak. Apa yang Laura ucapkan sepertinya benar. Karena reno memang mengucapkan kalimat yang sama. Lantas, Erika kembali menanggapi ucapan Laura dengan santai sambil tersenyum. "Kurasa, Re
Last Updated: 2026-05-12
You may also like
Suami Flash Sale
Suami Flash Sale
Salbiyah Nurrohmah
4.7K views
Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai
Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai
Major_Canis
1.9K views
Sopir Perkasaku, Hamili Aku
Sopir Perkasaku, Hamili Aku
Fachra. L
542 views
Menikah Demi Hak Asuh
Menikah Demi Hak Asuh
Dera Tresna
463 views
NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI
NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI
Dek ita
415 views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status