Chapter: Ketika Sang Pangeran DitolakKehadiran Pangeran Kael Draven di kediaman Ardent menyebar lebih cepat daripada aroma kue yang baru keluar dari oven.Dalam hitungan menit, halaman belakang yang tadinya ramai dengan antrean pelayan mendadak berubah. Para pelayan berlarian—bukan karena panik, tapi karena mereka harus rapi di depan tamu kerajaan. Beberapa gadis dapur mengusap tepung dari celemok, yang lain lari mengambil nampan perak untuk menggantikan meja kayu sederhana tempat kue-kue dipajang.Aruna menyaksikan semua kekacauan itu dengan perasaan ganjil.Di dunia lamanya, kedatangan atasan berarti teguran. Di dunia baru, kedatangan pangeran berarti... ini."Lady! Cepat! Ganti gaun!" Mira muncul entah dari mana, menarik lengannya."Tapi kue-kuenya belum—""Biar pelayan lain yang urus! Anda harus segera bersiap!"Aruna ditarik paksa meninggalkan halaman belakang. Ia sempat menoleh ke belakang, melihat Pangeran Kael berdiri di antara kerumunan pelayan yang membungkuk hormat. Pangeran itu menatapnya—tatapan yang tidak b
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: Putra Mahkota Mendatangi Kediaman Sang LadyIstana Elarion, Sayap Timur.Pangeran Kael Draven meletakkan pulpennya dengan suara lebih keras dari yang ia rencanakan."Kamu bilang dia tidak datang?"Asisten pribadinya, Varian—pria kurus dengan kacamata emas dan ekspresi selalu datar—mengangguk. "Benar, Yang Mulia. Lady Evelyne tidak datang hari ini. Juga kemarin. Dan lusa kemarin."Kael menyandarkan punggung di kursi. Matanya menyipit.Sudah seminggu sejak pesta Musim Semi. Dan dalam seminggu itu, satu hal ganjil terjadi, Lady Evelyne Ardent—wanita yang selama setahun terakhir setiap hari mengirimkan makanan ke istana—tiba-tiba berhenti total.Biasanya, tepat pukul sembilan pagi, seorang pelayan dari kediaman Ardent akan tiba dengan keranjang anyaman berisi hidangan hangat. Kue-kue kecil, sup krim, atau hidangan lain yang diklaim "dimasak khusus untuk Pangeran". Kael selalu menolaknya, tapi pelayan itu akan tetap meninggalkan keranjang, dan Varian akan membagikan makanan itu pada staf istana.Itu sudah menjadi rutinitas. Menggang
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: Cookies Buatan Lady EvelyneTiga hari sejak pesta, Aruna belum keluar dari kamar.Bukan karena malas. Tapi karena ia sedang sibuk mengamati.Dari balik jendela kamarnya yang menghadap ke taman belakang, ia memperhatikan ritme kehidupan kediaman Ardent. Para pelayan lalu-lalang dengan tugas masing-masing. Kepala dapur berteriak memesan bahan. Tukang kebun memangkas tanaman. Dunia berjalan seperti mesin—teratur, efisien, dan sangat familiar bagi mantan manajer operasional.Yang tidak familiar: ia sekarang adalah nyonya yang harusnya mengatur semua ini, tapi tidak tahu apa-apa."Mira."Pelayan itu yang sedang merapikan lemari, segera menoleh. "Ya, Lady?""Apa yang biasanya kulakukan seharian?"Mira mengerjap. "Sebelumnya... Anda biasanya bangun siang, Lady. Sekitar pukul sepuluh. Lalu mandi lama. Sarapan. Setelah itu... duduk di taman, membaca novel percintaan, atau menerima tamu."Aruna mengangguk. Dia bertanya karena dalam novel yang tak begitu tebal itu tidak pernah disebutkab keseharian sang Lady ngapain."Dan
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: Mereka Tahu Evelyne BerubahPesta Musim Semi berlangsung hingga larut malam, tapi Aruna sudah muak dengan kebangsawanan setelah dua jam pertama.Ia menghabiskan sisa waktu dengan berdiri di dekat meja makanan—bukan karena lapar, tapi karena di sanalah tempat paling aman. Para bangsawan sibuk bergosip dan saling menjilat, tidak ada yang peduli pada wanita yang sedang mengamati pastry dengan serius.Kue ini terlalu kering. Lapisan gula nya terlalu tebal. Teksturnya padat, tidak ringan.Refleks manajer operasional katering muncul tanpa diminta. Aruna hampir tertawa sendiri. Di mana pun ia berada—dunia lama atau dunia baru—makanan tetaplah makanan. Dan ia tahu kapan sesuatu tidak dibuat dengan benar."Lady Evelyne."Aruna menoleh. Seorang pria berdiri di sampingnya. Rambut cokelat keemasan, mata hijau, senyum yang tampak dipelajari di depan cermin. Ia mengenakan jas kebesaran dengan emblem keluarga Valmont.Cedric Valmont.Nama itu muncul dari ingatan novelnya. Tunangan Evelyne. Pria yang dalam alur asli akan memutu
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: Sang Lady BerubahAruna butuh waktu lima menit penuh untuk berhenti menatap bayangannya sendiri di cermin.Bukan karena ia terpesona—meski harus diakui, wanita di cermin ini cantik luar biasa. Tapi karena otaknya masih sibuk mencerna fakta bahwa ia baru saja kehilangan lima persen gaji di dunia lama dan mendapatkan tubuh baru di dunia yang seharusnya hanya ada di novel murahan.Novel. Ingatan itu datang seperti petir.Istana Elarion: Takhta dan Dusta.Ia pernah membaca sinopsisnya di sampul belakang sebelum membeli: Lady Evelyne Ardent, bangsawan cantik dengan sifat manja dan pemalas, terobsesi pada Putra Mahkota Kael Draven. Namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Di akhir cerita, ia dipermalukan di depan seluruh istana dan kehilangan segalanya.Aruna menelan ludah. Ia bukan hanya transmigrasi ke tubuh antagonis. Ia transmigrasi ke tubuh antagonis dengan nasib terburuk dalam novel."Lady?" Pelayan itu masih di sampingnya, wajah cemas. "Harus segera bersiap. Duchess Marianne bisa murka jika kita terlam
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: Terbangun Sebagai Lady Evelyne"Lady Evelyne... Duchess Marianne memerintahkan Anda segera bersiap."Suara itu lembut. Terlalu lembut. Seperti kapas yang diusapkan ke telinga.Aruna membuka mata. Dan dunia yang ia kenal lenyap. Bukan lampu neon kantor. Bukan meja kerja dengan tumpukan berkas. Bukan kursi ergonomis yang sudah bunyi kalau digerakkan.Langit-langit penuh ukiran emas. Lilin-lilin menyala di sudut ruangan—api beneran, bukan lampu hias. Tempat tidur besar berkanopi dengan tiang-tiang berukir sulur mawar. Meja rias antik, cermin besar berbingkai vintage, dan aroma bunga segar yang tidak pernah ia hirup di dunia lama. Aruna duduk perlahan. Tubuhnya terasa ringan—terlalu ringan. Ini mimpi.Ia mencubit lengannya. Kuat. Sakit. Ini bukan mimpi."Lady?" Seorang pelayan berdiri di samping tempat tidur, membungkuk dalam-dalam. Wajahnya muda, penuh kekhawatiran. "Anda tidak apa-apa?"Aruna menatapnya. Kemudian menunjuk dirinya sendiri dengan jari gemetar."Lady...? Aku?"Pelayan itu mengangkat wajah, bingung. "Tentu A
Last Updated: 2026-03-16