author-banner
Nurfadila Ramadhani
Author

Novels by Nurfadila Ramadhani

Diary Dira

Diary Dira

Pacaran terlalu lama ternyata tidak menjamin jika itu yang akan menjadi jodoh kita kelak. Ungkapan itu benar adanya dan tengah dialami sendiri oleh seorang pramugari cantik bernama Faldira Winara. Kisah asmara nya dengan polisi tampan bernama Araffa Satyaki itu harus kandas usai 4 tahun keduanya bersama, upaya mereka sedari awal untuk berusaha memperjuangkan restu dari ibunda Raffa ternyata tidak membuahkan hasil sama sekali. Ditengah gulatan kesedihan yang melanda itu, sosok lelaki tampan dengan sejuta pesona dengan nama Kaivan Arkananta Dananjaya datang dengan sukaraela sebagai obat dari luka yang ditengah diderita oleh Dira. Lalu bagaiamana dengan upaya dari Kaivan? Apakah ia bisa berhasil untuk menjadi obat dari Dira atau justru sebaliknya "Izinkan saya menjadi obat atas segala luka yang tengah menjerat mu"-kaivan Arkananta Dananjaya
Read
Chapter: ketujuh belas 🍂
Kaki terasa berat dalam melangkah, berjalan lunglai tak tentu arah. Hari ini terasa begitu lelah, dalam menghadapi dunia yang penuh dengan drama.Tepat saat kakinya berhasil sampai di dalam apartemen. Tubuh itu langsung ambruk di lantai yang terasa dingin. Masih dengan seragam kebanggaan yang tersemat gagah dan juga koper yang senantiasa menemani dalam tiap momen duka maupun indah.Keheningan apartemen yang biasanya menenangkan, kini justru terasa menghimpit. Dira meringkuk di atas lantai dingin, menyandarkan kepalanya pada koper yang masih berdiri tegak di sampingnya—koper yang menjadi saksi bisu betapa ia telah berlari terlalu jauh, terbang terlalu tinggi, hanya untuk melarikan diri dari luka yang tak kunjung sembuh.Di atas sana, ribuan kaki di udara, ia bisa berpura-pura menjadi Dira yang tangguh, Dira yang selalu siap melayani dengan ramah, dan Dira yang tidak punya beban apa pun. Namun, begitu roda pesawat menyentuh landasan dan tugasnya usai, topeng itu retak. Schedulenya yang
Last Updated: 2026-06-02
Chapter: keenam belas🍂
"kopi mulu dari tadi, Mbak," celetuk Sani yang datang membawa kukies di nampan.Dira hanya tersenyum sebagai tanggapan. Satu alisnya terangkat melihat nampan yang di bawa oleh Sani. "Kenapa kok dibalikin, San? Engga cocok sama cookiesnys?"Sani mengangguk lesu, hari ini ia mendapatkan penumpang yang lumayan rewel hingga membuat dirinya kewalahan dalam menghadapi. Maklum dirinya masih baru, dengan jam terbang yang terbilang minim. Jadi jika menghadapi penumpang seperti itu masih lumayan kaget dan butuh waktu penyesuaian."Iya, Mbak. Tadi penumpang yang kursi 4F minta diambilin cookies buat anaknya. Eh, pas udah aku anter malah dianya marah-marah gajelas lah. Katanya kukies nya engga sesuai standar yang dia mau, anaknya bisa sakit gigi kalau makan cookies ini," ucap Sani dengan raut wajah frustasi. Mengingat bagaimana penumpang tadi memaki nya saat ia mencoba memberikan penjelasan terkait cookies, atau bahkan saat ia berusaha untuk mengganti menu yang dipesan.Dira mengangguk paham. Mem
Last Updated: 2026-05-17
Chapter: kelima belas🍂
Lampu kabin sudah diredupkan, sebagian penumpang sudah terlelap dalam selimut mereka. Menyisakan suara dengung pesawat yang konstan dan menenangkan. Ini adalah moment yang digunakan para kru untuk istirahat atas keriwehan penumpang yang membuat mumet.Di dekat pintu darurat R1, Dira duduk di jump sheat. Mengunci tubuh kecilnya dari lonjakan yang mungkin akan tiba. Kedua matanya terpejam, tapi tidak dengan isi kepala.Mencoba mencari ketenangan dalam hening yang melanda.Perlahan-lahan kelopak mata itu tampak bergerak. Menyisir cahaya kecil yang menusuk mata. Tangannya mulai bergerak, menyusuri isi saku untuk mencari benda pipih yang mengusik pikirannya sejak tadi.Layar itu hidup kembali, menampilkan gambar sepasang kekasih yang tersenyum dengan happy. Tanpa sadar satu sudut bibirnya terangkat, mengukir senyum miris menatap layar ponsel yang memancing sakit hati.Pelan tapi pasti, si kristal bening kembali jatuh tanpa henti. Satu tangan Dira meremas ujung seragam tanpa disadari. Rasa
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: keempat belas 🍂
Pagi itu, rintik hujan mulai turun. Mengguyur kota Jakarta yang padat tanpa kenal waktu. Suara air hujan yang bersentuhan dengan kaca, bagai sebuah ketukan dengan melodi yang kontras. Sebuah simfoni tenang yang justru memacu detak jantung tanpa kenal waktu. Di saat orang-orang dengan gencarnya menarik selimut menutupi tubuh, dengan dinginnya suhu yang menggigit tubuh. Lain halnya pula dengan Faldira Winara, sipramugari cantik yang harus segera bersiap karena penerbangan yang sudah menunggu. Rintik yang tadi malu-malu kini berupa menjadi rintik yang rapat. Menciptakan tabir air yang membungkus bandara Soekarno-Hatta. Di area parkir terbuka, sebuah sedan putih mutiara membelah genangan yang menghiasi jalan. Lampu LED nya menembus kabut tipis seperti mata pemangsa yang tajam. Mobil itu berhenti dengan halus. Snowflake White Pearl—warna bodi mobil itu tampak berkilau meskipun di bawah langit yang redup, memantulkan sisa-sisa lampu jalan yang masih menyala. Di balik kemudi, Dira menar
Last Updated: 2026-05-09
Chapter: ketigabelas 🍂
Tiga hari telah berlalu. Waktu paling sulit bagi Dira mencoba untuk merangkak melewati duri-duri tajam yang menekan hulu hatinya.Getaran alarm di atas nakas kayu memaksa tubuh yang baru saja terbaring selama tiga jam itu untuk terbangun. Dira tidak langsung bangun, ia menatap langit-langit kamar selama beberapa detik. Matanya terlihat merah, pertanda jika tidurnya hanya berupa pingsan sesaat.Satu tangan terulur mematikan alarm dengan gerakan mekanis. Tidak ada helah napas, tidak ada keluhan, Ia langsung bangkit duduk di tepi ranjang. Membiarkan kaki jenjangnya menyentuh dinginnya lantai.Tubuhnya terasa ringan bagai sebuah kapas, sedangkan kepalanya terasa seperti timah.Menghabiskan waktu beberapa menit untuk membersihkan diri, kini Dira telah duduk dimeja rias dengan lampu lighting yang menyala. Mengekspos tiap detail kehancuran diwajahnya.Lingkar hitam dibawah matanya terlihat jelas, kulit dan bibir yang pucat transparan. Tangan Dira bergerak mengambil botol concealer. Dengan ge
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: keduabelas 🍂
"Beneran Mbak?" Terdengar ada keraguan dari Doni."Iya Ayah. M.bak beneran engga apa-apa kok.""Kalau ada apa-apa cerita sama Ayah ya mbak! jangan apa-apa itu disimpen sendiri. Cerita sama Ayah, biar hatinya sedikit tenang."DammPerkataan sang ayah seperti sebuah palu yang memukul paksa hatinya. Dalam hatinya, beribu maaf dilontarkan Dira atas kebohongan yang terpaksa ia sembunyikan."Iya Ayah, pokoknya ayah tenang aja. Mbak baik-baik aja kok, kalaupun mbak ada masalah pasti Mbak bakal langsung cerita ke arah," cengir Dira"Oh iya Mbak, ngomong-ngomong kabar nya Raffa gimana?"DegNama itu disebut, Dira memejamkan mata rapat-rapat. Membiarkan satu tetes air mata jatuh tanpa suara."Soalnya kemarin itu Ayah sempet telpon, tapi engga dijawab sama dia. Biasanya kalau telpon Ayah engga dijawab dia bakal langsung ngewhatsap Ayah, tapi ini tumbenan."Dira tertawa pelan"ya iyalah dia engga jawab telpon ayah. Kan sekarang dia lagi sibuk ngurusin acara pernikahannya.""Ada apa mbak?""Egh eng
Last Updated: 2026-05-07
You may also like
Jangan Paksa Aku...
Jangan Paksa Aku...
Romansa · Enda Kiebo
6.3K views
I'am Not Cinderella
I'am Not Cinderella
Romansa · Shofi Nur Hidayah
6.3K views
Bukan Istri Simpanan
Bukan Istri Simpanan
Romansa · Sabrina Angelitta
6.3K views
Talak Setelah Sah
Talak Setelah Sah
Romansa · Cucu Suliani
6.3K views
ANESTESI RINDU
ANESTESI RINDU
Romansa · Yoongina
6.3K views
Kekasih Taruhan
Kekasih Taruhan
Romansa · Rilla
6.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status