author-banner
Heyy itss Cheiila
Author

Novels by Heyy itss Cheiila

Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!

Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!

Labella Anastasia Laksani, seorang ahli bedah muda jenius, mati saat mencoba menyelamatkan nyawa orang lain. Namun, bukannya masuk surga, jiwanya justru terlempar ke dalam novel best seller yang pernah dibaca adiknya. Ia terbangun di dalam tubuh Ashyel Clarisse van de Liora, seorang figuran pendiam yang ditakdirkan mati dipenggal bersama seluruh keluarganya. "Aku belum mati? Tapi kenapa aku berada di kamar semewah ini? Dan siapa gadis cantik di cermin ini?" Labella menyadari ia masuk tepat sebelum bencana dimulai. Hanya ada satu cara untuk selamat: Menawarkan kesepakatan pada sang "Monster Utara", Duke Aslan Krossvane, pria dingin yang dikutuk dan benci pada wanita. Berbekal pisau bedah dan sifat barunya yang centil-sangat jauh dari sosok Ashyel yang asli-Labella nekat menerobos barak militer. Saat sang Duke sekarat, ia berbisik dengan berani: "Jangan mati dulu ya, Aslan. Aku sudah menjahit perutmu, jadi sekarang bayar aku dengan gelar Duchess."
Read
Chapter: BAB 134 Nama dalam Catatan Kuno
Pagi berikutnya, Aslan memerintahkan agar seluruh hasil penemuan dari ruang arsip dipindahkan ke ruang kerjanya. Ia tidak ingin dokumen mengenai eksperimen pertama tersimpan di tempat yang dapat diakses oleh petugas administrasi biasa. Sejak mengetahui adanya hubungan antara penelitian lama dan Krossvane, ia semakin yakin bahwa kehancuran ibu kota bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Ada rangkaian peristiwa yang telah disusun selama puluhan tahun, dan seseorang tampaknya masih berusaha menjaga rahasia tersebut.Catherine tiba membawa dua map tebal dan perangkat penyimpan data yang mereka temukan sehari sebelumnya. Wajahnya menunjukkan kurang tidur, tetapi sorot matanya tetap tajam. Sepanjang malam, ia telah membandingkan simbol pada dokumen lama dengan catatan teknis Krossvane. Hasilnya jauh lebih mengejutkan daripada perkiraannya. Hampir seluruh pola dasar sistem Krossvane memiliki kesamaan dengan rancangan eksperimen pertama, meskipun beberapa bagian telah di
Last Updated: 2026-11-01
Chapter: BAB 133: Arsip yang Tidak Pernah Ada
Hujan turun sejak dini hari, membasahi jalanan ibu kota yang masih dipenuhi puing-puing bangunan. Di tengah kesibukan para prajurit dan pekerja yang berusaha memulihkan keadaan, Aslan justru menghabiskan waktunya di ruang arsip militer lama. Bangunan itu terletak di bagian timur istana, jauh dari pusat pemerintahan yang kini dijadikan tempat pertemuan Dewan Kekaisaran. Sebagian besar dokumennya telah dipindahkan, sementara sisanya dianggap tidak lagi memiliki nilai administratif.Namun, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya sejak membaca pesan anonim yang diterima Catherine. Carilah orang yang memerintahkan pembuatannya. Kalimat itu bukan sekadar petunjuk mengenai segel merah, melainkan kemungkinan adanya seseorang yang telah merancang seluruh sistem Krossvane jauh sebelum proyek tersebut diumumkan secara resmi."Anda yakin kita akan menemukan sesuatu di tempat seperti ini?" Catherine bertanya sambil memperhatikan deretan lemari besi yang dipenuhi debu.
Last Updated: 2026-11-01
Chapter: BAB 131: Jejak yang Dihapus
Pagi kembali menyelimuti ibu kota dengan cahaya matahari yang pucat. Sisa-sisa kehancuran masih terlihat di sepanjang jalan, sementara para prajurit dan pekerja mulai membersihkan puing bangunan. Kehidupan perlahan kembali berjalan, meskipun ketegangan belum sepenuhnya menghilang. Di balik pemulihan tersebut, Dewan Kekaisaran masih mengawasi setiap pergerakan yang berkaitan dengan laboratorium Krossvane.Di kediaman Duke Aslan, Catherine sedang memeriksa sejumlah dokumen yang berhasil diperolehnya dari arsip lama. Sejak menemukan pesan misterius yang diduga berasal dari Ashyel, ia terus menyelidiki aktivitas ruang kontrol sebelum Krossvane-04 diaktifkan. Ada sesuatu yang tidak beres dengan catatan keamanan pada hari tersebut, dan Catherine yakin jawabannya tersembunyi di antara data yang sengaja dihapus."Aku menemukan kejanggalan dalam catatan kunjungan ruang kontrol," ujar Catherine sambil meletakkan beberapa lembar dokumen di atas meja kerja Aslan. Jemarinya menunjuk sebuah bagian
Last Updated: 2026-10-31
Chapter: BAB 130: Sinyal dari Tempat yang Mustahil
Malam belum sepenuhnya meninggalkan ibu kota ketika hujan tipis mulai mengguyur atap-atap bangunan yang tersisa. Cahaya lentera menerangi jalanan yang masih dipenuhi puing, sementara para prajurit bekerja tanpa henti membersihkan sisa kehancuran. Di balik tembok-tembok kediaman bangsawan, kehidupan perlahan kembali berjalan, meskipun bayang-bayang bencana masih terasa di setiap sudut kota.Namun, jauh dari keramaian tersebut, di ruang penyimpanan bawah tanah kediaman Marquis Valerius, sebuah perangkat kuno masih menyala. Cahaya biru pucat memantul pada dinding batu, menerangi wajah seorang pria tua yang sejak tadi duduk di hadapan meja kerjanya. Di atas meja itu, inti penyimpan data Krossvane-04 terhubung dengan perangkat pembaca sirkuit yang telah dimodifikasi secara khusus.Valerius memperhatikan layar proyeksi dengan tatapan penuh minat. Sejak berhasil mendapatkan inti tersebut, ia telah mencoba mengakses seluruh data yang tersimpan di dalamnya. Sayangnya, sebagian besar informasi
Last Updated: 2026-10-31
Chapter: BAB 129:Nama yang Tidak Boleh Disebut
Matahari pagi menyiram ibu kota dengan cahaya yang terlalu terang untuk kota yang baru saja sekarat. Asap tipis masih membubung dari tumpukan puing, berbaur dengan deru kereta kuda militer dan denting sekop para prajurit yang mulai membersihkan jalanan. Kehidupan berdenyut kembali, namun dengan ritme yang pincang.Di bawah tanah, hawa dingin laboratorium Krossvane terasa berbeda. Bukan lagi dingin yang protektif, melainkan dingin yang mati. Langkah kaki Aslan dan Catherine bergema konstan saat mereka menyusuri lorong beton. Namun, langkah mereka terhenti tepat di depan pintu besi ruang penyimpanan utama.Dua baris rantai baja tebal melilit tuas pintu, dikunci dengan segel lilin merah berlambang burung maritim—simbol otoritas yudisial tertinggi kekaisaran. Empat orang prajurit dengan zirah perak berdiri tegak di depannya, menondongkan tombak secara horizontal."Ruang ini berada di bawah yurisdiksi penuh Dewan Kekaisaran. Siapa pun dilarang masuk,"
Last Updated: 2026-09-28
Chapter: BAB 128 :Kemenangan yang Terasa Seperti Kehilangan
Bau mint dan belerang perlahan terbawa angin sore, digantikan oleh aroma tanah basah dan debu beton yang memenuhi udara. Di sepanjang jalan utama ibu kota, jutaan serpihan kristal dimensi yang sebelumnya memenuhi langit kini jatuh perlahan, berkilauan ketika terkena cahaya matahari yang mulai menembus awan. Pemandangan itu terlihat indah. Namun semua orang tahu, keindahan tersebut lahir dari sesuatu yang hampir membawa mereka menuju kematian. Pintu-pintu bunker bawah tanah dan tempat perlindungan sihir mulai terbuka dengan suara derit yang berat. Satu per satu, warga keluar dengan langkah ragu. Beberapa masih gemetar. Sebagian lainnya bahkan belum berani percaya bahwa semuanya benar-benar sudah berakhir. Kemudian terdengar tangisan. Seorang ibu berlari memeluk anaknya yang ditemukan di dekat barikade. Beberapa prajurit saling merangkul dengan pelindung dada yang retak. Ada pula warga yang langsung berlutut di jalan, mengucap syukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup. Ta
Last Updated: 2026-09-28
You May Also Like
My Fair Lady
My Fair Lady
Fantasi · Skyler Artemis
15.1K views
Tawanan Hati Sang Raja
Tawanan Hati Sang Raja
Fantasi · Yuyun Batalia
14.9K views
Pemikat Para Gadis Desa
Pemikat Para Gadis Desa
Fantasi · Dao Yue
14.9K views
Legenda Tongkat Semesta
Legenda Tongkat Semesta
Fantasi · Pujangga
14.9K views
Pengantin Pilihan Raja
Pengantin Pilihan Raja
Fantasi · Chatrin
14.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status