author-banner
Mumu Mooi
Mumu Mooi
Author

Novels by Mumu Mooi

Istriku Pergi, Bos dan Adik Ipar Berebut Memberi Kehangatan

Istriku Pergi, Bos dan Adik Ipar Berebut Memberi Kehangatan

Raka tidak pernah menyangka istrinya tega berkhianat hanya karena lelah hidup pas-pasan. Namun, di tengah badai kehancuran itu, Raka justru menemukan kehangatan dari dua wanita sekaligus, bos cantiknya yang berkuasa dan adik iparnya yang manis. “Aku punya harta melimpah, Raka. Aku tidak akan mungkin mengkhianatimu seperti mantan istrimu yang tidak bersyukur itu. Aku akan memberimu kenikmatan yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya.” “Aku tidak sama seperti Kak Vanessa, Kak. Aku sudah lama melihatmu menderita bersamanya. Lebih baik Kak Raka bersamaku saja.”
Read
Chapter: Bab 31
Tak menunggu hingga dua kali, Raka langsung memainkan jarinya di atas bukit yang dulunya sempat tersembunyi namun mulai muncul ke permukaan setelah berkali-kali dimainkan oleh Raka.Suara lenguhan sesekali terdengar disela-sela ciuman mereka. “Nggh… Kak Raka memang jago banget tangannya bekerja.”Senyum tipis keluar di bibir Raka kala pujian untuk dirinya dilontarkan Bianca. Dirinya semakin bersemangat memainkan benda mungil itu secara bergantian, kiri dan juga kanan.Ciuman itu pun mulai turun perlahan ke bagian leher Bianca dan semakin membuat gadis itu mendongakkan kepalanya, memberikan ruang bagi pria itu untuk mengeksplor daerah itu. Raka mengecupnya pelan tanpa berniat meninggalkan bekas.Tangan Bianca pun tidak tinggal diam. Jari-jari kecilnya mulai membuka satu persatu kancing kemeja Raka, meloloskan kain itu dari tubuh Raka. Jemarinya mulai merayap pelan pada dada bidang sang kakak ipar.“Rotinya Kak Raka benar-benar keras, ya. Beruntung banget Kak Vanes itu ngedapetin Kak Ra
Last Updated: 2026-09-26
Chapter: Bab 30
Begitu melangkah sampai tepat di hadapan Bianca, Raka mendadak berhenti. Ada keraguan yang tiba-tiba menyusup dan hinggap di dalam hatinya.Melihat Raka yang tiba-tiba menghentikan langkah, Bianca bergerak cepat. Ia mengunci dan menarik pria itu menggunakan jeratan kedua kakinya.Beruntung Raka dengan sigap langsung menahan diri menggunakan kedua tangan yang bertumpu kuat pada sandaran sofa di belakang Bianca, sehingga tubuh tegapnya tidak sampai menimpa habis tubuh gadis itu yang berada di bawahnya."Bianca! Kamu apa-apaan, sih?!" tegur Raka dengan nada suara yang sengaja ditegaskan. "Gimana kalau aku sampai menghimpit kamu tadi?!"Bukannya takut, Bianca justru tertawa nakal. Matanya menatap lekat paras Raka yang kini terkunci tepat di atas wajahnya. "Kak Raka lama banget, sih. Ngapain juga malah berdiri kaku di situ? Nggak mau lari, kan?"Raka mengembuskan napas kasar. Dengan bantuan tangannya yang masih menumpu pada sandaran sofa, pria itu berniat mengangkat tubuhnya kembali untuk
Last Updated: 2026-09-25
Chapter: Bab 29
Seperti perkiraan jika Raka pulang cukup larut hari itu akbat kegiatan Amara yang padat. Selain rapat dengan para staff manajer, hari itu Amara memiliki jadwal rapat dengan para klien di waktu makan malam.Saat baru saja menginjakkan kaki di teras, Raka baru ingat dengan pesan yang dikirimkan oleh Bianca tadi yang mengatakan jika istri dan mertuanya akan menginap di rumah saudara mereka.Raka merogoh ponselnya dalam saku celana kainnya, memeriksa apakah Vanessa ada mengabari masalah ini. “Dia memang nggak ada ngabarin sama sekali. Wanita itu memang tidak pernah menghargai aku sebagai suami!”Tidak mau terlalu larut dalam emosi apalagi itu karena Vanessa, Raka langsung masuk ke dalam rumah. Pria itu ingin cepat-cepat mengistirahatkan tubuhnya.Saat pintu utama terbuka, suasana ruang tamu gelap. Lampu-lampu utama telah dimatikan. “Bianca mungkin udah tidur,” pikirnya.Raka dengan cepat menutup pintu itu kembali, memutar kuncinya dan memastikan jika pintu telah tertutup sempurna.Saat tu
Last Updated: 2026-09-23
Chapter: Bab 28
Foto-foto yang dikirimkan oleh Bianca benar-benar membuat pria itu merasakan gerah walaupun AC di ruangan Amara saat ini menyala sudah maksimal.Foto pertama yang Raka lihat adalah Bianca yang menggunakan pakaian malam berwarna merah marun dengan detail renda yang terlihat elegan. Belahan dadanya yang panjang ke bawah membuat kesan seksi semakin jelas.‘Merah atau yang lain, Kak?’ tulisnya di bawah foto.Raka menggulir ke bawah, melihat foto kedua yang dikirim oleh Bianca. Kali ini Bianca mengenakan sebuah terusan hitam klasik namun tak menghilangkan kesan seksinya.Bianca mengambil foto dari angle atas, memperlihatkan bagian dadanya yang padat dan kenyal yang sudah pernah Raka rasakan sebelumnya. Pria itu menelan kasar ludahnya, menarik napasnya kasar dan terus menenangkan dirinya yang semakin tidak karuan.Ponsel itu bergetar kembali. Sebuah pesan terakhir dari Bianca yang membuat Raka semakin pusing dengan jantung yang berdebar cepat.‘Aku nggak tau mana yang bagus, jadinya aku pi
Last Updated: 2026-09-23
Chapter: Bab 27
Plak!Sebuah tepukan keras mendarat di pundaknya, bersamaan dengan suara melengking Amara yang memanggil namanya dengan kencang. Raka seketika tersentak dari lamunan panjangnya."Kamu ngapain bengong begitu, Raka?! Itu lihat, lampunya udah hijau dari tadi. Mobil di belakang kita sudah klakson terus tuh!" omel Amara, menunjuk ke arah lampu lalu lintas di depan mereka.Raka yang telah sepenuhnya sadar segera menginjak pedal gas, melajukan kembali mobil putih mewah itu membelah jalanan. Jantungnya sempat berdetak kencang, bukan karena omelan bosnya, melainkan karena ia menyadari betapa berbahayanya melamun di balik kemudi."Lamunin apa sih kamu?" tegur Amara dengan nada yang sedikit kesal. Ini pertama kalinya ia melihat Raka tidak fokus saat berkendara. "Untung aja pas lagi di lampu merah. Coba kalau mobil lagi jalan, mungkin kita berdua udah masuk rumah sakit atau udah langsung ke kuburan."Raka mendesah pelan, menggenggam setir lebih erat. "Maaf, Bu," jawabnya dengan nada penyesalan ya
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: Bab 26
Raka semakin erat memegang kepala Amara, menuntun wanita itu untuk terus mengulum juniornya saat rasa pelepasan itu semakin terasa di ujung. Harus dirinya akui jika Amara yang mengaku belum pernah melakukan hal seperti ini ternyata sangat ahli dalam hal kulum mengulum.Saat rasa itu semakin dekat, Amara malah menarik dirinya. Ia mendongak, menatap nakal sekaligus menantang ke arah Raka yang terpaku di tempatnya. “Udah mau keluar, ya?” tanyanya dengan nada mengejek.Raka mengembuskan napas kasar, berusaha menenangkan jantungnya yang berpacu cepat saat aktivitas tadi dan juga berusaha mengurasi frustasi karena tidak bisa mencapai kepuasaan. Ia ingin bangun, namun tubuhnya ditahan oleh Amara. “Jangan ngambek dong, Sayang. Gitu aja ngambek.”“Nggak kok, Bu. Tapi jamnya ini udah mepet,” elak Raka yang tidak mau ketahuan rasa kesalnya pada Amara.Wanita cantik itu tertawa keras melihat wajah kusut sopir pribadinya itu. Raka yang melihatnya langsung berdiri, meraih celananya yang sudah turun
Last Updated: 2026-09-22
Maaf, Kurebut Istrimu!

Maaf, Kurebut Istrimu!

“Aku cuma minta kamu buat istri aku hamil. Udah, gitu doang. Setelah itu lima ratus juta aku kasih ke kamu!” Hati istri siapa yang tidak sakit saat mendengar suaminya meminta pria lain untuk menghamili dirinya hanya karena takut harta warisan yang harusnya untuk mereka harus diberikan kepada yayasan karena mereka tidak kunjung punya anak. Aluna menolak keras ide gila dari Ragil. Namun Ragil yang sudah kehabisan akal akhirnya menjebak istrinya dan juga Dirga hingga akhirnya malam panas terjadi. Aluna murka dan marah kepada Ragil. Saat pikirannya membuncah, Aluna akhirnya menemukan jawaban dari rahasia besar yang dialaminya dulu saat SMA.
Read
Chapter: Bab 117
“Bagaimana kondisi kamu sekarang, Al? Kenapa tidak mengabari aku sama sekali?” Tanpa menunggu lama, Dirga langsung memberondong Aluna dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah memenuhi kepalanya sedari tadi.Suara Dirga terdengar bergetar, memecah keheningan ruang tengah yang sepi itu. Sorot matanya memancarkan kecemasan yang begitu terasa. Sejak mendengar kabar dari Pak Beni tadi jika Aluna keguguran, dunianya seolah runtuh, dan ketidaktahuannya ini hampir membuatnya gila.Aluna yang bersandar pada sandaran sofa empuk itu hanya mampu menatap ke bawah, ke arah kakinya yang terasa dingin. Wajah wanita itu juga tampak pucat pasi.“Maaf, Kak.” Sebuah jawaban singkat yang tidak mewakili dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Dirga yang tentu saja membuat pria itu tidak senang.Dirga mengepalkan tangannya di sisi tubuh. Ada rasa kecewa yang menyusup ketika mendengar respons dingin dari Aluna itu. Dia butuh penjelasan, butuh kepastian bahwa wanita yang dicintainya ini baik-baik saja. Namun, me
Last Updated: 2026-08-13
Chapter: Bab 116
“Aluna baru pulang dari rumah sakit, dan… dia keguguran.”Bak tersambar petir, tubuh Dirga menegang saat mendengar ucapan Pak Beni. Tubuhnya ia majukan ke depan, memastikan pendengarannya tidak salah.“Maaf, Pak. Sepertinya saya ada salah dengar tadi,” katanya dengan raut wajah yang bingung.“Tidak! Apa yang barusan kamu dengar itu nyata. Aluna keguguran,” kata Pak Beni dengan nada berat.Kepala Dirga mendadak terasa berat, tubuhnya limbung hingga bersandar pada sandaran sofa. Napasnya memburu, terasa sesak dan mencekik di tenggorokan. Seluruh dunianya seakan runtuh dalam sekejap mata. Kenyataan pahit ini terlalu mendadak, menghantam pertahanan dirinya hingga hancur berkeping-keping. Calon buah hati yang selama ini ia nantikan, kini telah tiada sebelum sempat ia timang.“Nggak… nggak mungkin,” bisik Dirga dengan suara bergetar. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.Dirga segera menegakkan tubuhnya kembali. Rasa syok yang tadinya melumpuhkan, kini berubah menjadi keputusasaan y
Last Updated: 2026-08-09
Chapter: Bab 115
“Laki-laki, Tuan. Katanya namanya Dirga”Aluna menegang seketika saat mendengar nama yang disebut oleh Tini.“Ngapain dia kesini?” bisik Aluna dengan gelisah.Dengan gerakan takut wanita itu melirik ke arah sang ayah, memperhatikan perubahan wajah pria tua itu yang kini tengah menegang.“Suruh dia tunggu di bawah!”“Yah…” cicit Aluna.“Kamu tunggu di kamar!” Nada suara Pak Beni terdengar tidak ingin dibantah, hingga membuat Aluna tidak berani untuk membantah.Pria tua itu melangkah keluar dari kamar Aluna, lalu turun ke lantai bawah dengan langkah tegas. Setiap pijakannya di anak tangga terdengar menggema, memecah keheningan rumah.Dirga langsung berdiri begitu melihat Pak Beni berjalan mendekat.“Siang, Pak,” sapanya, berusaha tetap tenang. Tidak ada raut gugup yang ia tunjukkan, meskipun detak jantungnya kini berpacu cepat karena tidak menyangka Pak Beni berada di rumah.“Siang. Silakan duduk,” balas Pak Beni datar.Dirga kembali duduk setelah pria tua itu mengambil posisi di hadapa
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: Bab 114
Aluna kini sudah pulang ke rumah setelah dirinya memaksa untuk pulang setelah satu malam harus menginap di rumah sakit. Ragil masih tidak diperbolehkan untuk melihat dirinya maupun mendekatinya.“Jangan pernah biarkan pria itu masuk ke dalam rumah ini!” kata Aluna pada seluruh pekerja yang ada di rumah ayahnya itu.Seluruh pekerja, mulai dari asisten rumah tangga hingga para satpam hanya bisa mengangguk patuh. Namun setelah Aluna pergi, bisik-bisik mereka mulai terdengar.“Ada apa ya, kira-kira?”“Sepertinya mereka lagi berantem hebat.”“Tapi terakhir Non Aluna pulang itu mukanya udah kusut banget. Kayak habis nangis.”“Apa Tuan Ragil selingkuh, ya? Karena kepikiran terus syok, makanya Non Aluna jadi keguguran.”“Bodoh banget Tuan Ragil, spek bidadari seperti Non Aluna dibuang gitu aja. Nyari apaan lagi di luar.”Desas-desus itu hanya terus berkembang di rumah tanpa Aluna ingin ikut di dalamnya. Wanita itu hanya larut dalam rasa kehilangannya. Bahkan ponselnya pun turut ia matikan, me
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Bab 113
“Ini gimana, pakai nelpon segala,” gumam Ragil panik. Ia menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal, menyugar rambutnya kasar. Ia tiba-tiba bingung harus bagaimana menjelaskan kondisi Aluna pada sang mertua.“Ah udahlah, nanti aja,” putusnya lalu melanjutkan langkahnya ke bagian administrasi untuk mengurus kamar perawatan Aluna.Tiba di bagian pengurusan kamar, ponsel miliknya kembali berdering dan kembali nama sang mertua muncul pada layar.“Ini ngapain masih nelpon lagi sih,” gerutu pria itu.Ponsel yang terus berdering itu membuat dirinya semakin panik hingga susah fokus.“Tanda tangan saja kalau tidak, Pak. Biar untuk data-data Ibu nanti saya yang isi,” ucap petugas yang menyadari kepanikan Ragil. Petugas itu tentu saja mengira jika kondisi Ragil saat ini diakibatkan karena sang istri yang tengah berada di IGD.Tanpa menjawab, Ragil mengikuti instruksi sang petugas.“Terima kasih,” ucapnya. Pria itu kemudian langsung beranjak dari meja petugas, berjalan kembali ke arah IGD.Namun
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Bab 112
Suara derap langkah kaki menggema di lorong rumah sakit. Langkah itu berhenti tepat di depan Mbak Sri yang sedang menundukkan kepala.“Mbak, di mana Aluna?”Suara pria yang penuh kepanikan itu terdengar jelas di telinga Mbak Sri. Wanita paruh baya itu mengangkat wajahnya yang sembab, menatap Ragil dengan raut gelisah.“Tuan… Non Aluna masih di dalam. Masih ditangani sama dokter,” jelasnya dengan suara bergetar.Ragil menatap ke arah pintu ruang IGD yang tertutup rapat. Ia menyugar kasar rambutnya ke belakang. Ada rasa sesak yang menghimpit dadanya, berbaur dengan perasaan bersalah yang begitu besar.“Semoga kamu enggak apa-apa, Lun,” bisiknya dalam hati.Detik berganti menit, suasana lorong terasa makin mencekam bagi Ragil. Ia berjalan mondar-mandir di depan pintu, mengabaikan tatapan iba dari Mbak Sri. Setiap tarikan napasnya terasa berat, dipenuhi bayang-bayang ketakutan akan hal terburuk.Klek.Suara engsel pintu terbuka memecah keheningan. Seorang dokter wanita paruh baya melangka
Last Updated: 2026-07-27
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status